NovelToon NovelToon
Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: premier MT

Di Kota Chang’an zaman modern, hiduplah seorang pemuda bernama Mu Chen. Ia berusia 22 tahun, bertubuh tegap dan gagah, tapi dikenal sebagai kutu buku yang haus akan pengetahuan sejarah dan filsafat Tiongkok kuno. Suatu sore di pasar loak, ia menemukan sebuah batu giok berwarna hijau pucat yang diukir pola Yin-Yang. Tanpa sadar, ia membawanya pulang. sebuah perjalanan yang merubah hidupnya dari jaman modern ke jaman kuno hidupnya para dewa Dewi dan iblis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon premier MT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Tulang Bintang Galaksi

Berita bahwa Mu Chen diterima sebagai murid tamu Sekte Angin Hijau dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru sekte. Banyak yang merasa penasaran, namun tidak sedikit pula yang merasa tidak setuju — terutama para tetua yang sangat memegang teguh aturan dan tradisi.

Pada hari ketiga setelah penerimaan itu, sebuah pertemuan darurat diadakan di Aula Utama Sekte. Tidak hanya Tetua Qingyun dan Tetua Chang yang hadir, tetapi juga Tetua Agung Mo Feng — orang tertua di sekte yang usianya telah mencapai lebih dari seribu dua ratus tahun, memiliki wibawa yang sangat besar dan merupakan penjaga tradisi sekte.

Suasana di aula terasa tegang. Tetua Agung Mo Feng duduk di kursi utama, wajahnya terlihat serius dan sedikit tidak puas. Ia menatap ke arah Tetua Qingyun yang duduk di sebelahnya.

"Qingyun, aku mendengar bahwa kalian menerima seorang pemuda yang tidak memiliki Dantian, tidak bisa merasakan Qi sedikit pun, bahkan tidak bisa memancarkan energi. Apakah ini benar?" tanyanya dengan suara berat yang bergema di seluruh ruangan.

Tetua Qingyun mengangguk dengan tenang. "Benar, Tetua Agung. Namun meski demikian, ia menunjukkan ketabahan dan akal budi yang tidak dimiliki banyak orang muda."

"Ketabahan dan akal budi saja tidak cukup!" potong Tetua Agung Mo Feng tegas. "Jalan kultivasi membutuhkan dasar tubuh yang kuat dan bakat bawaan. Orang tanpa Dantian sama seperti kendi tanpa dasar — tidak bisa menyimpan apa pun. Menerimanya bisa dianggap melanggar aturan turun-temurun sekte kita!"

Beberapa tetua lain pun ikut berkomentar:

"Memang benar, Tetua Agung. Bagaimana bisa seseorang tanpa dasar energi bisa tinggal di sini?"

"Nanti malah menimbulkan kesalahpahaman dengan sekte lain!"

Di sudut ruangan, Mu Chen yang dipanggil hadir hanya bisa menggaruk kepalanya. Ia tidak mengerti banyak hal, tapi bisa merasakan suasana yang tidak bersahabat.

"Wah... padahal aku tidak meminta gaji atau fasilitas mewah. Cuma mau tempat tidur dan makanan hangat saja. Kenapa ribet sekali ya?" gumamnya pelan, tapi cukup terdengar oleh Xiaoyao yang berdiri di sampingnya.

Xiaoyao menahan senyum dan berbisik: "Tetua Agung ini sangat menjunjung tinggi tradisi. Kita lihat saja apa yang akan terjadi."

 

Setelah berdebat cukup lama, Tetua Agung Mo Feng akhirnya mengusulkan:

"Baiklah. Agar tidak ada keraguan lagi, kita lakukan Ujian Pengujian Tulang. Struktur tulang seseorang adalah dasar dari segala hal. Jika tulangnya lemah dan biasa saja, maka ia benar-benar tidak ada harapan dan sebaiknya tidak diterima. Jika ada keistimewaan, maka kita bisa membicarakannya lagi."

Tidak ada yang menolak usulan itu. Tetua Agung Mo Feng memerintahkan seorang murid membawa Cermin Pengukur Tulang — sebuah cermin besar yang berukir rumit, konon bisa menampakkan struktur tulang dan kualitas tubuh seseorang dengan jelas.

"Anak muda, majulah dan berdiri di depan cermin ini," perintah Tetua Agung.

Mu Chen berjalan mendekat dengan langkah santai. Ia menatap pantulan dirinya di cermin, lalu bertanya polos:

"Ini seperti rontgen di rumah sakit ya? Kalau begitu tidak apa-apa. Tapi tolong jangan sampai membuat tulangku terlihat seperti kerangka hidup, takut nanti mimpi buruk."

Semua tetua saling pandang, tidak mengerti apa arti "rontgen", tapi tetap membiarkannya. Tetua Agung Mo Feng melepaskan sedikit aliran Qi dan menyalakan cermin itu.

Sinar keemasan perlahan menyelimuti tubuh Mu Chen.

Di permukaan cermin, bayangan kulit dan daging perlahan menghilang, menampakkan struktur tulang yang utuh. Awalnya semua terlihat biasa saja — sampai pandangan mereka jatuh pada tulang belakang, tulang dada, dan tulang tengkorak.

"APA INI?!"

Tetua Agung Mo Feng berdiri tiba-tiba, matanya terbelalak lebar-lebar, tangannya gemetar menunjuk ke arah cermin. Wajahnya yang biasanya penuh wibawa kini dipenuhi ekspresi ketidakpercayaan yang luar biasa.

Para tetua lain pun mendekat dan menatap cermin dengan napas tertahan. Mereka melihat sesuatu yang membuat akal sehat mereka hampir runtuh:

Tulang-tulang Mu Chen tidak berwarna putih biasa seperti manusia pada umumnya. Sebaliknya, tulang itu memancarkan kilauan halus yang berubah-ubah — kadang biru gelap seperti langit malam, kadang keperakan seperti debu bintang, dan terukir samar pola-pola yang menyerupai galaksi yang berputar perlahan!

Lebih aneh lagi — di bagian tulang dahi, ada tulang kecil yang bentuknya tidak dikenal sama sekali. Tidak ada satu pun tetua di ruangan itu yang pernah melihat jenis tulang seperti ini seumur hidupnya.

 

Tetua Qingyun juga terkejut, namun ia lebih cepat sadar. Ia segera berlari ke perpustakaan rahasia sekte, membawa kembali Kitab Catatan Tulang Langka — sebuah buku tebal yang berusia ribuan tahun, berisi catatan berbagai jenis tulang istimewa yang pernah ada di sejarah Benua Xuanhuang.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia membuka halaman demi halaman, mencari-cari deskripsi yang cocok.

Halaman demi halaman dibolak — ada Tulang Naga Langit, Tulang Burung Feniks, Tulang Matahari Terbit, bahkan Tulang Mahadewa yang dianggap sebagai tulang terbaik yang bisa dimiliki makhluk hidup, semuanya tidak cocok.

Sampai akhirnya, di halaman paling belakang yang sudah mulai menguning dan rapuh, tertulis catatan yang hampir pudar:

Tulang Bintang Galaksi

Kualitas: Melampaui tingkatan Mahadewa

Keberadaan: Telah punah 5.000.000 tahun sebelum Zaman Kuno

Sifat: Tulang ini terbentuk dari inti energi bintang dan debu galaksi. Ia dapat menyerap segala jenis energi alam semesta tanpa batas, mengubahnya menjadi kekuatan tubuh yang tak terhitung. Namun memiliki kelemahan besar — tidak dapat membentuk Dantian, sehingga energi yang diserap hanya memperkuat tubuh dan tidak dapat digunakan untuk menyerang atau memancarkan serangan.

Begitu membaca catatan itu, seluruh ruangan menjadi sunyi senyap. Bahkan suara jarum yang jatuh pun bisa terdengar jelas.

Tetua Agung Mo Feng menelan ludahnya dengan susah payah. Ia memandang tulang yang terlihat di cermin, lalu membandingkannya dengan deskripsi di kitab itu — persis sama, bahkan pola perputaran energinya pun tidak berbeda sedikit pun.

"Mustahil... tulang ini dianggap hanya legenda saja. Lima juta tahun yang lalu! Itu jauh sebelum munculnya para dewa, jauh sebelum sejarah yang kita ketahui dimulai. Bagaimana bisa ada orang yang memilikinya sekarang?" gumamnya dengan suara parau.

 

Reaksi Kocak Mu Chen di Tengah Keheranan

Sementara semua orang tertegun dan berbisik-bisik dengan nada takjub, Mu Chen sendiri hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu bertanya dengan wajah polos yang bingung:

"Jadi... tulangku ini bagus atau buruk? Apakah ini berarti aku punya tulang keropos? Di duniaku, orang yang tulangnya aneh biasanya disuruh minum susu kalsium. Apakah di sini juga sama?"

Ucapannya membuat suasana yang tadinya serius menjadi sedikit rileks. Tetua Qingyun menahan senyum dan menjelaskan perlahan:

"Mu Chen, tulangmu ini... bukan tulang biasa. Ini disebut Tulang Bintang Galaksi. Tingkatannya bahkan lebih tinggi dari tulang para Mahadewa sekalipun. Hanya saja... seperti yang sudah kamu rasakan, ia tidak bisa membentuk Dantian. Ia hanya menyerap energi untuk memperkuat tubuhmu."

Mu Chen memikirkan penjelasan itu sebentar, lalu menghela napas panjang — campuran antara lega dan sedikit sedih.

"Jadi begini ceritanya. Tulangnya sangat bagus, bahkan kuno sekali... tapi tetap saja tidak bisa dipakai untuk hal-hal keren seperti orang lain. Ini seperti punya kendaraan antik yang harganya mahal sekali, tapi mesinnya rusak dan tidak bisa dikemudikan. Sayang sekali ya..."

Semua tetua hampir tersedak mendengar perumpamaannya yang aneh tapi tepat sasaran.

"Tapi meski begitu..." tambah Mu Chen lagi sambil tersenyum ceria, "setidaknya aku tidak akan mudah patah tulang kalau jatuh. Kalau ada orang yang memukulku, bisa-bisa tangannya yang sakit. Ini juga keuntungan kan? Aku bisa menjadi tameng hidup sekte kalau ada bahaya besar!"

Ia mengangkat kedua lengannya dengan gaya yang sok kuat, tapi karena tubuhnya masih terlihat seperti remaja biasa, malah terlihat lucu dan menggemaskan.

 

Tetua Agung Mo Feng yang tadinya sangat tidak setuju kini mengubah pandangannya total. Ia berjalan mendekat, menatap Mu Chen dengan pandangan yang penuh rasa hormat dan penasaran.

"Anak muda, meski jalanmu berbeda dari yang lain, tulangmu ini adalah warisan yang tidak ternilai. Kelima juta tahun tidak ada makhluk yang memilikinya. Siapa tahu, di masa depan, kau akan menemukan jalanmu sendiri yang bahkan melampaui jalan kultivasi biasa."

Ia menoleh ke arah semua tetua dan mengumumkan dengan suara tegas:

"Aku menarik keberatanku. Mu Chen bukan orang biasa. Ia memiliki tulang legendaris yang telah punah. Ia diterima tidak hanya sebagai murid tamu, tetapi juga akan mendapatkan hak untuk mempelajari pengetahuan umum sekte, terutama tentang sifat energi, tumbuhan, dan hewan — hal-hal yang mungkin cocok dengan keistimewaan tubuhnya."

Semua tetua pun setuju. Tidak ada yang berani menolak lagi setelah mengetahui fakta yang mengejutkan ini.

Xiaoyao yang melihat semuanya tersenyum lebar. Ia merasa semakin yakin bahwa kehadiran Mu Chen di sekte ini bukanlah kebetulan semata.

 

Setelah pertemuan selesai dan semua orang pergi, Mu Chen duduk di tangga aula sambil memegang batu gioknya. Sedikit rasa sedih masih ada — karena meski tulangnya sangat istimewa, ia tetap tidak bisa melakukan hal yang dilakukan orang lain. Tapi di sisi lain, ia merasa lega dan sedikit bangga juga.

"Tulang Bintang Galaksi... terdengar megah sekali. Sayang fungsinya terbatas. Tapi tidak apa-apa. Di duniaku, ada pepatah: 'Setiap benda memiliki kegunaannya sendiri.' Kalau tulang ini kuat, maka aku akan menggunakannya dengan caraku sendiri."

Ia menepuk dadanya dan tertawa kecil:

"Lagipula, kalau ada orang yang mau memukulku, mereka harus berpikir dua kali. Takut tangannya patah duluan. Hehe!"

Di kejauhan, Tetua Qingyun dan Tetua Agung Mo Feng melihatnya dan saling pandang.

"Tetua Agung, menurutmu apakah tulang ini akan membawanya ke jalan yang luar biasa?" tanya Tetua Qingyun.

Tetua Agung Mo Feng mengangguk perlahan:

"Tidak ada yang tahu. Tapi satu hal yang pasti — ia bukan orang biasa. Seperti tulangnya yang telah punah jutaan tahun yang lalu, ia juga membawa sesuatu yang tidak dimiliki dunia ini. Mari kita lihat apa yang akan dibawa oleh pemuda ini ke masa depan."

Dan begitu, rahasia dasar tubuh Mu Chen akhirnya terungkap — menjadi salah satu tulang paling langka dalam sejarah, meski dengan keunikan yang membuatnya harus berjalan di jalan yang berbeda dari siapa pun.

1
premier MT
mantap
Riekcy Rachmat
lanjut trus🙏
Riekcy Rachmat
menarik sekali, semoga updatenya banyak nnti
Riekcy Rachmat
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!