WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tiga puluhhh
...Dan Jeff pun memilih Josh karena pria itu adalah orang kepercayaan Jeff....
...Setelah Sabrina di pastikan sudah pergi, Damian kembali ke ruang tengah dengan segelas jus mangga. Dia duduk di sana bersama Jeff yang sedang memperhatikan tangannya....
..."Apa yang sudah terjadi? Bagaimana bisa kau memecahkan kaca mobilmu?" tanya Damian tanpa basa-basi....
...Jeff mengambil alih segelas jus mangga yang sepertinya belum Damian minum. ...
..."Ada truk yang menabrak mobilku. Aku pikir Sabrina berada di dalamnya, jadi aku panik dan menghancurkan kacanya."...
...Damian awalnya ingin marah, namun ia urungkan niatnya mendengar penjelasan Jeff. "Hanya kecelakaan biasa?"...
...Jeff menggelengkan kepalanya. "Itu di sengaja. Supir truk itu langsung mengakhiri hidupnya sendiri saat para warga menangkapnya. Aku yakin ini adalah perbuatan seseorang yang memang sengaja."...
..."Jadi, orang itu mengincar Sabrina?" Pertanyaan Damian membuat Jeff tersadar sesuatu....
..."Sabrina? Jadi mereka tahu jika Sabrina sedang dekat denganku?"...
...Damian mengangguk. "Aku rasa begitu. Kau harus lebih menjaga gadis itu lagi. Hari ini dia bisa selamat, tapi di kedepannya kita tidak tahu jika musuhmu sudah mengetahui ini."...
...Jeff terdiam. Dia tidak pernah memikirkan jika ada seseorang yang berniat mencelakai Sabrina. ...
..."Apakah Pak tua itu yang membuat masalah lagi?" gumam Jeff teringat Eric. Kemarin yang menyerang gudang senjatanya di Washington adalah Eric, lalu Sabrina yang di bawa tanpa sepengetahuan Jeff....
..."Tuan Eric?" Damian menggelengkan kepalanya....
..."Tidak, ini pasti bukan ulah Tuan Eric. Meskipun dia berselisih denganmu tetapi tidak mungkin dia mencelakai Sabrina. Apa untungnya bagi Tuan Eric?"...
...ini." Jeff menghela nafasnya. "Aku akan segera menyelidiki...
...***...
...Sabrina sedang menyiapkan beberapa pesan pelanggannya. Hingga Tessa datang menghampirinya....
..."Sabrina, ada yang mencari mu." Tessa duduk di kursi yang biasanya memang tempatnya....
..."Siapa?" tanya Sabrina....
...Tessa mengendi kan bahunya. "Aku tidak tahu, dia seorang gadis."...
...Sabrina mengangguk dan mulai membawa nampan yang berisi beberapa botol minuman. Hingga dia melihat seorang gadis yang sangat dia kenali sedang mengobrol dengan beberapa pria....
..."Sherly?" Sabrina berjalan menghampiri Sherly setelah mengantarkan pesanan pelanggan lain....
...Sherly tersenyum membuat Sabrina merasa sedikit aneh. Karena biasanya Sherly tidak ramah ini padanya....
..."Teman-teman, ini adalah kakak'ku. Cantik' kan?" Sherly tiba-tiba merangkul pundak Sabrina yang membuat Sabrina tersentak....
..."Sherly, apa yang kamu lakukan di sini? Ibu pasti mencari mu." ucap Sabrina sedikit berbisik....
...Sherly malah mengibaskan tangannya. "Sabrina, temanku sedang berulang tahun. Ayo temani kami minum bersama."...
...Sabrina tersenyum kecil. "Maaf, tidak bisa. Aku harus bekerja dan tidak bisa bersantai di sini." Sabrina hendak berbalik dan pergi dari sana, tetapi Sherly segera menahannya....
..."Kakak cantik, hari ini aku berulang tahun. Ayo ikut kami merayakan ulang tahunku ini. Aku sendiri berharap agar kamu mau minum dengan kami." ucap seorang pria yang berada di samping Sherly. Di lihat dari penampilannya, dia pria yang sepertinya biasa pergi ke tempat seperti itu....
...Sabrina menghela napasnya. "Baiklah, tunggu sebentar." Setelah itu Sabrina benar-benar pergi dari sana untuk mengambil beberapa botol minuman....
...Sherly terlihat tertawa bersama beberapa temannya itu. Kedatangan Sabrina membuat mereka menghentikan tawanya....
..."Sherly, kau harus minum ini untukku." Pria yang mengatakan tadi dirinya berulang tahun itu menggeser sebotol minuman ke hadapan Sherly....
...Sabrina menghentikan tangan Sherly yang hendak mengambil botol itu. "Sherly, kamu tidak bisa mabuk. Atau Ibu akan memarahi mu nanti."...
...Sherly mengerucutkan bibirnya. "Kakak, kamu benar." Sherly menggeser botol minuman itu. "Kalau begitu, ayo wakilkan ini untukku. Kamu minumlah ini sebagai pengganti ku."...
...Mereka semua mengangguk setuju. "Ya, itu benar. Kamu adalah kakaknya dan membantu adikmu adalah tugasmu."...
...Sabrina terdiam mendengar itu....
..."Ayo kakak cantik, lakukan ini untuk Sherly."...
..."Iya, benar. Daripada Sherly mabuk dan akan di marahi Ibunya nanti lebih baik kakak yang menggantikannya."...
...Sabrina menatap mereka satu persatu. Dia hendak menolak namun teringat jika Gita marah akan sangat mengerikan. Sabrina tidak ingin Sherly mengalami hal yang sama dengannya nanti. Akhirnya Sabrina mengalah, dia terpaksa menuruti mereka dan meminum segelas kecil alkohol....
...Sherly menarik sudut bibirnya saat Sabrina meneguk minuman itu. Dia tidak akan mabuk hanya dengan meminum segelas kecil, tetapi yang membuat Sherly tersenyum seringai adalah karena mereka sudah mencampurkan sesuatu pada minuman itu....
...Mereka bertepuk tangan saat Sabrina meneguk habis satu gelas kecil itu....
..."Sherly, kakakmu sangat menyayangimu."...
...Sabrina tersenyum kecil. "Sherly, jangan pulang terlalu larut. Aku harus kembali bekerja, permisi."...
...Sabrina akhirnya kembali untuk bekerja....
...Sherly dan beberapa temannya seketika keberhasilan mereka membuat Sabrina meminum itu....
..."Kau adik yang jahat." Seorang gadis teman Sherly lainnya menyenggol lengan Sherly....
...Sherly terkekeh. "Ini belum apa-apa, jika obat itu beraksi maka baru aku mengakuinya."...
..."Tapi obat itu butuh waktu yang cukup lama untuk bereaksi."...
...Sherly melihat jam di ponselnya. "Sekarang masih pukul sembilan malam, obat itu akan bereaksi pada pukul sebelas nanti. Kita lihat apakah dia membutuhkan bantuan kalian atau tidak." Sherly tertawa puas....
...Sabrina terlihat gelisah saat mengemasi barang-barangnya. Sabrina merasa tubuhnya sedikit aneh, dia merasa tubuhnya terasa sangat panas. ...
...Padahal malam itu cukup dingin tapi Sabrina malah kepanasan....
...Sabrina melangkah untuk keluar dari bar itu. Dia terus mengusap tengkuknya dan mengibaskan tangannya ke wajahnya. Bahkan Sabrina berkeringat karena merasa tubuhnya begitu panas....
...Dari kejauhan, Sherly dan beberapa temannya itu tertawa cekikikan melihat tingkah Sabrina. Itu sudah pasti akibat obat yang mereka masukkan ke dalam minuman itu....
..."Juna, sekarang cepatlah ke sana!" Sherly mendorong tubuh pria di sebelahnya. Namun belum sempat pria itu mendekati Sabrina, dia sudah melihat seorang pria lainnya yang menghampiri Sabrina....
..."Sabrina," Jeff tersenyum menghampiri Sabrina yang berdiri di tepi jalan....
...Sabrina menatap Jeff. "Jeff? Kamu ke sini?" Sabrina memeluk tubuhnya sendiri....
..."Aku akan mengantarmu pulang,"...
...Tiba-tiba Sabrina merasakan tubuhnya semakin aneh....
...Dia menggeliat tak tertahan dan segera memeluk tubuh Jeff....
..."Sabrina, ada apa?" Jeff memegangi lengan Sabrina....
..."Jeff, tubuhku panas sekali. Bisakah kau bantu aku membuka pakaianku?" Sabrina mulai menggeliat tidak nyaman....
...Jeff membulatkan matanya mendengar itu. "Kamu mabuk? Jangan gila!" Jeff tak habis pikir karena gadis itu tiba-tiba bicara sembarangan....
...Sabrina menggelengkan kepalanya dengan mata yang terpejam. "Aku tidak mabuk. Tubuhku sangat panas dan aku tidak tahan lagi."...
...Sherly yang melihat itu tersenyum. "Jika bukan Juna yang mendapatkannya, tidak masalah jika itu orang lain. Setidaknya dia harus benar-benar kehilangan aset berharganya."...
..."Maaf, aku tidak bisa melakukannya. Selamat ulang tahun untukmu tapi aku tidak bisa bergabung dengan kalian."...
...Sherly mengerucutkan bibirnya. "Ya sudah pergilah. Bawakan kami beberapa minuman." Sherly mengedipkan sebelah matanya pada Sabrina....
Hayyyyy gaisss Jangn lupaaa mampir karyaku yang lainyaa ya gaissss
aku suka
aku suka🥰