NovelToon NovelToon
Gamer And Flower

Gamer And Flower

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:231
Nilai: 5
Nama Author: Ira Herawati

Jasmine, penembak jitu Tim Aether, terkunci dalam sangkar emas Axel, kapten posesif yang mengendalikan hidupnya demi obsesi kemenangan. Di tengah tekanan, hadir Liam, barista hangat di seberang jalan yang menawarkan kebebasan tanpa syarat. Pulang sebagai juara dunia, Jasmine kini harus memilih benteng kaku Axel atau kehangatan sejati Liam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ira Herawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

Matahari siang itu bersinar terik, memantulkan cahaya berkilau di atas permukaan air danau yang tenang. Sesuai dengan apa yang sudah diputuskan secara mutlak semalam, mobil SUV hitam milik Kak Axel sudah terparkir rapi di depan pagar rumah Jasmine sejak pukul sebelas siang. Namun, yang membuat Jasmine terkejut setengah mati adalah ketika dia membuka pintu rumah, dia tidak hanya mendapati sosok Axel yang berdiri tegak dengan wajah dinginnya, melainkan ada tiga cowok lain yang langsung melambai heboh di belakang kapten mereka.

"Surprise! Adek bungsu kita apa kabar nih?" teriak Bryan super random sambil mengangkat sekantong kresek berisi bungkusan seblak dan batagor kuah. Cowok berusia 25 tahun itu memakai jersi tim kebanggaan mereka dengan celana pendek santai.

"Halo, Jasmine. Maaf ya, kami bertiga maksa ikut Kak Axel ke rumah kamu. Soalnya Bryan dari semalam berisik terus di grup chat, penasaran sama kafe seberang rumah kamu," kata Ilias sambil tersenyum sangat sabar dan lembut. Dia melangkah maju, mengacak rambut panjang Jasmine yang dikuncir kuda dengan sayang, persis seperti seorang abang kandung kepada adiknya.

"Siang, Jasmine. Kamu kelihatan segar hari ini. Ini ada titipan kue sus dari mama aku untuk kamu," sambung Kenzie dengan senyumannya yang ramah, menyodorkan sebuah kotak kertas bermotif cantik dengan sikap yang sangat sopan.

Jasmine sempat mengerjap-ngerjap bingung menatap pemandangan ramai di teras rumahnya yang biasanya selalu sepi sunyi itu. "Eh... halo, Kak Ilias, Kak Kenzie, Kak Bryan. Terima kasih ya kuenya. Gak apa-apa kok kalau mau main ke sini."

Axel yang berdiri di paling depan cuma diam, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana jins hitamnya. Matanya yang tajam menatap Jasmine dari atas sampai bawah, memastikan gadis itu dalam kondisi baik, lalu pandangannya beralih menatap tajam ke arah bangunan kaca di seberang jalan, Floraison Cafe yang hari ini tampak sudah memasang papan pengumuman open di depan pintunya.

"Kamu jadi mau ke kafe seberang itu?" tanya Axel dengan nada suara yang berat, datar, dan irit bicara seperti biasa.

"Iya, Kak Axel. Kan kemarin aku udah bilang kalau aku sempat janji mau mampir di hari pembukaannya," jawab Jasmine pelan sambil menatap kaptennya itu dengan canggung.

"Yaudah, ayo kita ke sana sekarang sebelum ramai. Gue juga mau lihat seperti apa kafe yang bikin Bryan heboh dari kemarin," kata Axel menggunakan kata 'gue' saat berbicara di depan anak-anak timnya yang lain, sebelum dia membalikkan badan dan berjalan memimpin jalan melintasi aspal jalan setapak tepi danau.

"Asyik! Ayo serbu! Gue mau lihat baristanya se internasional apa sampai berani menyaingi ketampanan kapten kita yang mirip kulkas tiga pintu ini!" seru Bryan heboh, langsung merangkul pundak Kenzie dan Ilias untuk berjalan bersama. Jasmine cuma bisa menghela napas panjang melihat tingkah random abangnya yang satu itu, lalu melangkah mengekor di belakang mereka.

Begitu pintu kaca Floraison Cafe dibuka oleh Kenzie yang bertindak sopan membukakan jalan untuk Jasmine, denting lonceng angin kuningan kembali berbunyi nyaring. Suasana kafe siang itu ternyata sudah cukup ramai oleh beberapa ibu-ibu kompleks dan anak muda yang sedang berfoto di area taman bunga mini. Bau harum teh herbal dan manisnya mawar langsung menyapa indra penciuman mereka berlima.

"Selamat siang! Selamat datang di Florai—eh? Jasmine?"

Suara bariton yang sangat kasual itu terdengar dari balik meja barista. Liam sedang berdiri di sana, memegang sebuah teko leher angsa perak. Siang ini dia kelihatan luar biasa tampan tanpa ada coretan spidol sama sekali di wajahnya. Rambut hitamnya ditata rapi, kemeja putihnya yang bersih digulung sampai siku, memamerkan lengan tangannya yang kokoh. Begitu melihat Jasmine masuk bersama empat orang cowok berbadan tegap, senyuman lebar di wajah Liam mendadak berubah menjadi senyuman miring yang penuh arti.

"Wah, Jasmine bawa pasukan timnya yah hari ini? Ramai sekali," goda Liam langsung tanpa rasa canggung sedikit pun, matanya menatap satu per satu cowok di depan konternya dengan tatapan peka seorang psikolog yang sangat jeli.

Jasmine mendadak merasa wajahnya memerah karena malu akibat godaan spontan itu. "Halo, Kak Liam. Ini... teman-teman satu tim game aku. Kami mau mampir minum siang ini."

"Silakan, silakan. Pilih meja besar di dekat sudut sana yang langsung menghadap ke danau. Biar Kak Liam sendiri yang catat pesanan kalian," kata Kak Liam dengan nada suara yang sengaja dilembutkan saat menyebut namanya sendiri di depan Jasmine, membuat Axel yang berdiri di samping Jasmine langsung mengerutkan dahi dengan rahang yang mengeras.

Atmosfer di dalam kafe mendadak berubah menjadi medan pertempuran tak kasatmata yang sangat tegang ketika Axel menatap lurus ke dalam netra mata Liam, sementara Liam membalas tatapan itu dengan senyuman santai yang luar biasa tenang. Melihat situasi yang mendadak beku itu, Bryan yang dasarnya tidak bisa melihat momen serius langsung memecah keheningan dengan cara yang luar biasa konyol. Dia mendadak merangkul pundak Axel dari samping sambil menyengir lebar ke arah Liam.

"Waduh, Kak Liam, jangan heran ya sama kapten kami ini. Mukanya emang bawaan pabrik kayak lagi mau ngajak tawuran," cerocos Bryan tanpa menyaring kata-katanya sama sekali. "Tapi tenang, aslinya dia cuma... emang serem sih. Eh, tapi kami ke sini murni mau jajan kok! Gak bakal ngerusak pot bunga di depan!"

"Bryan, jaga ucapan kamu," bisik Kenzie dengan nada tertahan, buru-buru menarik kerah jersi Bryan ke belakang agar cowok random itu berhenti mempermalukan tim di depan umum. Kenzie kemudian mengangguk sopan ke arah Liam sebagai bentuk permohonan maaf atas kelakuan temannya.

Ilias yang berada di sisi lain hanya bisa menghela napas panjang, lalu beralih menatap Jasmine yang sudah menundukkan kepalanya dalam-dalam karena menahan malu. Ilias dengan lembut menepuk pundak Jasmine, memberi isyarat agar gadis itu mengabaikan tingkah ajaib Bryan.

Liam terkekeh renyah, membuat pundaknya yang tegap berguncang pelan. Ketegangan yang sengaja dibangun oleh Axel runtuh begitu saja dalam sekali tawa dari sang pemilik kafe. "Hahaha, tidak apa-apa. Teman-teman kamu sangat menghibur, Jasmine. Silakan, sebelah sini kearah meja sudut kalian," ujar Liam ramah, memberikan gestur tangan terbuka yang mengarahkan mereka menuju area terbaik di dekat jendela besar.

Axel mendengus pelan, memalingkan wajahnya dengan rahang yang masih mengeras, lalu melangkah lebih dulu untuk memastikan kursi yang akan diduduki Jasmine aman dari jangkauan langsung meja barista. Jasmine mengekor di belakangnya dengan langkah terburu-buru, diam-diam merapatkan hoodie hitamnya sambil berharap bumi mendadak terbelah agar dia bisa bersembunyi dari kehebohan para abangnya siang ini.

1
Dhatu Lukita
semangat up teruss yaaa, niihhh ku kasih ⭐5, biar tambah semangat 😍
Dhatu Lukita
halo kak berkarya terus yaa semangaatt💪💪💪,
mampir juga d karyaku ya 🤭😍 "dukunganmu semangatku"
Fadillah Ahmad: Kalau ingin membacs Karya ini, baca sampai Bab 20 Kak! atau sampai Bab akhir! kalau hanya sampai Bab 5 terus berhenti, sama saja kakak, merusak retensi novel ini! Baca sampai Bab 20 Kak! jangan berhenti di tengah jalan!
total 1 replies
Dhatu Lukita
keinget mobil lejen🤭😄
Fadillah Ahmad
Mohon maaf sebelumnya, ya! Sinopsisnya kurang Menarik! Mohon di Ubah dulu.

Maaf, jangan tersinggung ya! 🙏🙏🙏 Karena... Novel Kakak Maauk ke Beranda-ku! Di Promosikan Oleh Pihak NovelToon. Jadi, mohon untuk di ubah dulu Kak! 'Kalau Bisa' Karena, aku melihat, Sinopsisnya Kurang mengigit! alias Kurang memunculkan Rasa Penasaran Pembaca! 🙏🙏🙏

Maaf ya Kak! Jangan Tersinggung. 🙏🙏🙏😁

Terima Kasih 🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!