NovelToon NovelToon
Titik Tertinggi Mencintai

Titik Tertinggi Mencintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:597
Nilai: 5
Nama Author: Nisaul Mardhiyah

Ketika perbedaan kasta memaksa mereka berpisah dan amnesia menghapus ingatan Neya, akankah kisah cinta delapan tahun yang mereka rajut sejak SMP benar-benar berakhir atau takdir punya cerita lain ?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisaul Mardhiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisa Kehangatan

Malam kian merayap tua di kawasan elite ibu kota, meninggalkan sisa-sisa badai emosional yang baru saja memporak-porandakan kediaman utama keluarga Kusuma. Setelah kepulangan Neya yang tragis dan runtuhnya sandiwara kejam di ruang tengah, keheningan yang mencekam mendadak mengambil alih. Mama Casandra telah kembali ke kamarnya dengan senyum kemenangan tirani, sementara para pengawal pribadi kembali ke pos mereka masing-masing di luar mansion.

Kinan berdiri terpaku di tengah kamar tidur utamanya yang luas dan sunyi. Pria itu masih mengenakan kemeja kerja yang kini tampak kusut. Dasinya sudah ditarik lepas, menyisakan beberapa kancing atas yang terbuka, memperlihatkan dada bidangnya yang naik-turun secara tidak teratur. Napasnya terasa berat, seolah-olah pasokan oksigen di dalam ruangan mewah berlantai marmer itu telah habis disedot oleh rasa bersalah yang teramat pekat.

Bayangan sepasang mata bulat Neya yang digenangi air mata kehancuran terus berputar di pelupuk matanya. Kata-kata kejam yang terpaksa ia ucapkan tadi—menyebut gadis yang dipujanya itu sebagai mainan yang membosankan—seperti belati kotor yang berbalik menghujam dan merobek jantungnya sendiri. Kinan mengepalkan tinjunya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih, menahan gemetar hebat akibat hancurnya batin yang tak tertahankan.

Di sudut lain kamar, Sherly berdiri dalam diam. Ia telah membersihkan riasan wajahnya yang sempat rusak oleh tangis histeris sore tadi. Rambut panjangnya yang hitam legam kini dibiarkan tergerai bebas, jatuh dengan indah di atas bahunya. Sinar matanya yang semula sarat akan dendam dan luka, perlahan melunak saat menatap punggung tegap suaminya yang tampak begitu rapuh dan kesepian malam ini.

Sherly tahu, ciuman dan pelukan mesra Kinan di ruang tengah tadi hanyalah sebuah sandiwara yang dipaksakan oleh ancaman maut Mama Casandra. Ia tahu pria itu melakukannya demi melindungi nyawa Neya dari peluru para penembak jitu. Namun, sebagai seorang istri sah yang selama satu tahun ini selalu diabaikan di atas ranjang, ada bagian dari diri Sherly yang menolak untuk peduli pada alasan itu. Ia hanya ingin ego wanitanya terpenuhi. Ia merindukan kehangatan sejati dari suaminya.

Dengan langkah yang teramat pelan dan anggun, Sherly berjalan mendekati Kinan dari arah belakang. Gesekan gaun tidur satin tipis berwarna merah marun yang dikenakannya menimbulkan suara desau halus yang memecah keheningan.

"Kinan..." panggil Sherly lembut, suaranya mengalun seperti bisikan angin malam yang menenangkan.

Kinan tidak bergerak, tidak pula menoleh. Bahunya masih tampak kaku.

Tanpa ragu, Sherly mengulurkan kedua lengan indahnya, melingkarinya perlahan di sekeliling pinggang tegap Kinan. Ia menyandarkan pipinya yang halus pada punggung lebar suaminya, merasakan detak jantung Kinan yang berpacu liar dari balik kain kemejanya. Kehangatan tubuh Sherly yang mendadak menempel di punggungnya membuat Kinan sedikit tersentak, namun ia tidak menolak ataupun melepaskan pelukan itu. Jiwanya terlalu lelah untuk memberontak.

"Aku tahu hatimu sedang terluka," bisik Sherly lagi, jemirinya bergerak perlahan di atas perut Kinan, meraba tekstur otot suaminya dengan kelembutan yang menggoda. "Tapi malam ini, biarkan aku ada di sini untukmu. Aku adalah istrimu, Kinan. Tempatmu pulang dari segala kekacauan ini."

Mendengar kata 'pulang' dan merasakan sentuhan lembut yang tanpa tuntutan amarah dari Sherly, sesuatu di dalam pertahanan emosional Kinan mendadak runtuh. Rasa frustrasi yang membakar, keputusasaan karena harus melepas Neya, dan gairah lelaki yang telah lama terpendam akibat stres berkepanjangan mendadak bergolak menjadi satu kekuatan yang liar di dalam dadanya.

Kinan berbalik dengan gerakan yang sangat cepat dan tiba-tiba, membuat Sherly sedikit terengah karena terkejut. Sepasang mata gelap Kinan menatap lurus ke dalam manik mata Sherly dengan tatapan yang mendalam, kelam, dan sarat akan gejolak hasrat yang tak lagi bisa dibendung. Pria posesif itu butuh pelampiasan. Ia butuh mengalihkan rasa sakit yang mencabik jiwanya, dan malam ini, di depan matanya, ada Sherly yang siap menyerahkan seluruh jiwa dan raganya.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Kinan meraih tengkuk Sherly dengan telapak tangannya yang besar dan hangat. Ia menarik wajah cantik istrinya mendekat, lalu mendaratkan bibirnya di atas bibir Sherly dengan sebuah ciuman yang intens, menuntut, dan penuh dengan gairah yang meledak-ledak.

Sherly menahan napasnya, mencoba meredam suara murninya saat lidah Kinan mulai mendominasi. Suara desahan kecil mulai lolos dari sela bibirnya, namun Sherly buru-buru menggigit bibir bawahnya sendiri, mencoba sekuat tenaga untuk menahan gemuruh yang bergejolak di dadanya karena takut mengganggu Kinan.

Melihat Sherly yang berusaha menahan diri, Kinan menghentikan ciumannya sejenak. Napasnya yang panas menerpa permukaan wajah Sherly. Dengan suara bariton yang berat dan serak karena gairah yang sudah di ujung tanduk, Kinan berbisik tepat di depan bibir istrinya.

"Jangan ditahan, Sher... Lepaskan semuanya. Malam ini, buat aku mendengar suaramu," perintah Kinan dengan nada menuntut yang sangat seksi.

Kata-kata itu bagai lampu hijau yang meruntuhkan seluruh dinding pertahanan Sherly. Begitu Kinan kembali meraup bibirnya dan menuntun langkah mereka menuju tempat tidur berukuran king-size di tengah kamar, Sherly tidak lagi menahan dirinya. Sambil terus memperdalam ciuman mereka, jemari Kinan bergerak lihai membuka simpul tali gaun satin yang dikenakan Sherly. Kain satin mahal itu meluncur jatuh ke atas lantai marmer, memperlihatkan keindahan lekuk tubuh Sherly yang sempurna di bawah temaramnya lampu tidur bernuansa kekuningan yang hangat.

Kinan merebahkan tubuh indah Sherly di atas ranjang beledu yang empuk, lalu menyusul di atasnya, mengungkung tubuh istrinya dengan dominasi mutlak. Naluri kelelakian Kinan malam itu tidak bisa dibohongi lagi. Begitu kulit mereka saling bersentuhan tanpa pembatas, Kinan benar-benar hanyut bersama Sherly. Seluruh fokusnya teralih total pada kehangatan nyata yang bergerak di bawah kuasanya.

Telapak tangan Kinan yang panas mulai menjelajahi setiap jengkal kulit halus Sherly, meraba lekuk pinggangnya yang ramping, naik menuju bahu, dan memberikan sentuhan-sentuhan magis yang intens. Sentuhan itu membuat Sherly tidak berhenti mendesah karena gelombang kenikmatan yang teramat besar menghujani kesadarannya. Suara desahan Sherly memenuhi kamar yang kedap suara itu, mengalun bersahutan seiring dengan kian liarnya pergerakan Kinan.

Mereka berdua hanyut dalam penyatuan raga yang panas dan penuh emosi hingga fajar perlahan menyingsing di ufuk timur.

Pagi harinya, semburat cahaya matahari pertama menembus celah gorden kamar yang tebal. Kinan perlahan membuka matanya. Tubuhnya terasa lelah, namun ada sepercik rasa lega yang aneh di dalam dadanya setelah malam yang panjang itu. Ia menoleh ke samping, menatap Sherly yang masih tertidur dengan sangat nyenyak dalam balutan selimut tebal, dengan guratan senyum puas yang tersisa di wajah cantiknya.

Kinan menarik napas panjang, lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Ia tahu, malam tadi telah mengubah sesuatu di antara mereka. Naluri dan kehangatan yang ia rasakan bersama Sherly malam tadi adalah nyata, dan sebagai seorang pria, ia tidak bisa lagi membohongi dirinya sendiri bahwa Sherly adalah wanita yang kini memiliki hak atas raganya. Dengan perlahan, Kinan menarik selimut untuk menutupi bahu Sherly yang terbuka, lalu berbisik sangat pelan, "Terima kasih, Sher."

1
Unicha
apa sebenarnya yang sedang direncanakan Neya?
Unicha
apa yang akan dilakukan sherly setelah membaca pesan itu ?
Unicha
madu ? apakah haris sudah menikah sebelumnya? atau siapa wanita yang mengaku menjadi madu Neya itu ?
Unicha
apakah perlahan Kinan akan mencintai Sherly dan melupakan neya ?
sakura
...
Unicha
Kenapa Imelda menangis ,apa yang Imelda sembunyikan?
Unicha
Siapakah laki laki yang menjadi suami neya itu ? ,apakah neya benar sudah menikah ?
lalu Kinan ?
Unicha
Apakah Kinan dan neya benar benar akan berakhir?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!