NovelToon NovelToon
Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Rela menunggu kepulangan seorang lelaki selama 5 tahun. Alisa harus dihadapkan dengan kenyataan pahit bahwa gadis yang akan Gus Hafidz nikahi, bukanlah dirinya.

Sebagai salam perpisahan terakhir, Alisa rela menjadi bridesmaid pengantin wanita sebelum ia memilih untuk pergi dari pesantren.

Namun ternyata, kakaknya, Zefano. Pria yang baru pulang dari luar negeri itu jatuh cinta pada Alisa pada pandangan pertama. Dan berusaha menjerat Alisa agar menjadi miliknya. Hingga melakukan hal diluar nalar demi menjadikan Alisa istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alisa mulai peduli

Alisa yang melihat suaminya terduduk lemas di atas altar sontak berlari naik. Menghampiri Zefano cemas.

"Kak, kamu tidak apa-apa?" bisik Alisa, tangannya mampu merasakan bahu suaminya yang gemetar itu.

"Aku sebenarnya tak ingin melakukan ini, Alisa." lirih Zefano dengan bibir gemetar terisak hebat.

Melihat Zefano menangis seperti itu, dengan keberanian Alisa langsung menarik tubuh Zefano ke dalam pelukannya. Menenangkan suaminya lewat tubuhnya yang hangat, membenamkan wajah Zefano di dadanya. Mengelus kepala suaminya lembut.

"Tenanglah, Kak. Alisa disini." bisik Alisa lembut, mengelus kepala Zefano dengan tenang.

Zefano tertegun. Alisa, mau memeluknya, bahkan ia menenangkannya disela dirinya sudah tak punya harapan untuk melakukan apapun lagi.

Tangis Zefano langsung pecah di pelukan Alisa. Ia menyesali perbuatannya, namun mereka sudah keterlaluan. Dan Zefano tidak bisa membiarkan itu semua terlewatkan begitu saja.

"Hatiku sakit, Alisa. Selama ini tidak pernah ada yang membelaku. Semua orang melawanku, menghina diriku. Apa aku tidak pantas untuk merasa dihargai?" lirih Zefano, berani mengutarakan isi hatinya untuk pertama kali.

Kali ini, Alisa seperti melihat seorang anak yang melampiaskan kegundahan hatinya. Seorang anak yang ingin kehadirannya di terima. Bukan dihakimi apalagi difitnah sana sini.

Alisa mengulum senyum tipis, "Kakak berhak mendapatkan itu semua. Alisa tau kok, kakak tidak seburuk yang orang lain katakan."

Zefano mendongak, wajahnya yang sembab membuat Alisa merasa gemas, tak bisa menahan tawa kecilnya.

Zefano mencebik, "Apa—aku pantas?"

Alisa mengangguk tersenyum, "Tentu saja, anda pantas, kakak. Dan mulai sekarang, Alisa akan selalu berada di samping kakak." bisiknya.

Zefano sontak menarik pinggang Alisa ke dalam pelukannya, membuat Alisa terkejut, dan cukup canggung dengan posisi dirinya berada di pangkuan Zefano.

"Ka-kakak." cicit Alisa gugup.

"Seperti ini saja, Alisa. Aku ingin puas memelukmu." ucapnya tersenyum, semakin membenamkan wajahnya di dada istrinya itu.

Sementara keadaan di ballroom itu langsung chaos. Pernikahan yang digelar megah langsung berantakan. Kiai Hakim dan Hafidz di bawa ke kantor polisi untuk penindak lanjutan. Sementara acara pernikahan di bubarkan, satu persatu tamu undangan keluar dari ballroom. Menyisakan Alisa dan Zefano yang sendirian di atas altar.

Alisa tergagap. Ia benar-benar canggung dengan kondisi ini. Apalagi pergerakan wajah Zefano di dadanya membuatnya merasa geli, meringis kecil.

"A-anu, kak. Geli..." cicitnya meringis, merem melek dibuatnya.

Zefano mendongak perlahan. Menatap Alisa dengan tatapan sendu.

Alisa terkejut bukan main. Bukan tatapan pria yang sedang bersedih, apalagi meratapi nasib. Melainkan tatapan seorang pria yang mulai dikuasai h*srat.

"Ka-kakak, kita harus pergi!" cicit Alisa berusaha bangkit, namun rengkuhan tangan Zefano begitu erat, membuatnya tak bisa bangkit dari aksi duduk di pangkuan suaminya itu.

"Disini saja, Alisa. Mereka semua keluar. Aku janji tidak akan melakukan tindakan yang tidak-tidak." ucapnya, kembali membenamkan wajahnya di dada Alisa.

Untuk sesaat Alisa bisa bernafas lega, meski tidak sepenuhnya. Setidaknya Zefano tidak menuntut hak nya sekarang. Dan ia masih bisa merasa tenang.

Cukup lama Zefano terdiam, memeluk erat tubuh Alisa. Bahkan nyaris setengah jam. Alisa yang sudah bosan menunggu tentu kesal. Mendorong-dorong bahu Zefano dari tubuhnya beberapa kali.

"Mas, masih belum puas?" tanya Alisa.

Zefano yang memeluk Alisa sambil memejam itu menggeleng, tersenyum tipis, "Sebentar lagi."

Bibir Alisa langsung manyun, memasang wajah cemberut. Bukan sebentar lagi, ini sudah mau satu jam, tapi posisi mereka tidak berubah.

"Apa kaki kakak ngga kesemutan? Dari tadi Alisa tindih lho kak, takutnya kakak kesemutan." ucap Alisa lagi.

"Kesemutan bukanlah hal penting, Alisa."

Alisa semakin kepalang kesal. Ia tau suaminya hanya mencuri-curi kesempatan. Mendorong bahu Zefano kuat untuk bangkit.

Zefano yang terdorong ke belakang itu terkejut bukan main. Ia tak mengira, tenaga istrinya akan sekuat itu. Membuatnya tertegun.

"A-Alisa." lirihnya, menatap Alisa yang sudah berdiri itu gugup.

Alisa menghela nafas panjang. Ia sebenarnya kesal, namun mau gimana lagi, yang pertama memberi kesempatan juga dirinya.

Akhirnya Alisa berbalik. Mengulurkan tangannya untuk suaminya bangkit, "Yok pulang. Kakak pasti lapar. Alisa akan memasakkan sesuatu buat kakak."

Berbinar langsung netra Zefano. Tatapan yang semula gugup itu langsung penuh warna. Beranjak bangkit, berdiri di samping istrinya.

Alisa tersenyum tipis, yah, suaminya ini agak unik-unik serem memang. Kadang clingy, kadang nyeremin, kadang lembut. Benar-benar manusia random.

Sesampainya di rumah, Alisa langsung menyiapkan bahan masakan dan juga alat dapur. Sementara Zefano sesekali membantunya mencuci sayur.

"Kamu mau masak apa, Alisa?" tanya Zefano disela ia mencuci sayur.

Alisa yang sedang fokus memotong bawang itu menoleh, "Ada deh, kakak selama ini makan apa?"

Kening Zefano mengerut, "Makan yah? Aku sudah 10 tahun di luar negeri. Biasanya kalo ngga roti lapis, kentang, humberger ya pizza." jawab Zefano setaunya.

Alisa menggeleng lemah, "Junkfood semua itu. Ngga sehat tau."

Zefano hanya bisa nyengir tipis, "Aku hidup sendirian disana. Tidak ada yang melarangku, jadi aku melakukan sesukaku."

Alisa sontak terdiam, tertegun kecil. Pergerakan tangannya memotong bawang melemah.

Sendiri, di negara orang. Lingkungan yang asing, dan manusia-manusia asing. Alisa tidak bisa membayangkan seperti apa kehidupan Zefano sendirian disana. Sementara Hafidz disini selalu mendapat dukungan penuh keluarganya.

"Umi...sakit apa?" tanya Alisa pada akhirnya.

Zefano terdiam. Menatap cukup lama sayuran di depannya sebelum akhirnya membuka suara.

"Sakit jantung."

Entah mengapa tiba-tiba dada Alisa langsung ngilu. Sakit jantung. Ia jadi teringat kedua orang tuanya yang juga mengusirnya dari rumah gara-gara dirinya dikira punya penyakit turunan. Yaitu penyakit jantung.

Alisa memang sempat sesekali merasa nyeri di dada bagian kiri. Namun ia tidak terfikirkan itu adalah sakit jantung. Namun sampai sekarang pun, ia masih sehat. Meski terkadang parno karena tidak pernah mengajukan kontrol.

"Aku turut berduka cita yah kak." ucap Alisa.

Zefano mengulum senyum, membawa sayuran yang sudah bersih itu ke dekat Alisa.

"Itu sudah lama, semua terjadi saat aku berumur 8 tahun, jadi tidak perlu dikhawatirkan."

Meski begitu, Alisa tetap merasa iba, ditinggal seorang ibu di usia yang masih terlampau muda. Di kucilkan keluarga dan di fitnah sana sini hanya karena ia memilih hidup bebas. Alisa tidak bisa membayangkan setertekan apa Zefano dulu.

Saat ia menumis bumbu. Tiba-tiba saja Zefano memeluknya dari belakang, membuat kegiatan Alisa jadi terganggu.

"Kakak, Alisa jadi susah masaknya." lirihnya, mencoba melepas tangan Zefano.

Namun lelaki itu semakin mengeratkan pelukannya. Mencium leher Alisa yang terbalut kain hijab itu lembut, "Mulai sekarang panggil aku mas, Alisa. Mas suka bau tubuhmu. Mas tidak sabar menunggu hari dimana kita bisa menyatu bersama, layaknya seorang suami istri."

1
falea sezi
pergi aja Alisa biar klo dia inget mampus uda telat🤣 laki. goblok gini males bgt bkin Alisa pergi thor biar gk kayak ikan terbang
Dynhz: hhhi siap, aku juga klo jadi Alisa pergi sih😭
total 1 replies
Winny
👍
AsLan 🦁
diawal-awal udah bagus makin kesini makin pret kaya sinetron ikan terbang, basiiii
Dynhz: maaf yah kalo cerita saya kaya ikan terbang😁🙏🏻makasih sudah mampir😁🙏🏻
total 1 replies
AsLan 🦁
preeeetttlaaaghh
falea sezi
yaa kemana si zafano😕 msak hanyut nanti amnesia lagi😕
falea sezi
lanjut donk
Dynhz: uwokeee😍👍
total 1 replies
falea sezi
jahat bgt si hafiz makan aja itu ning nong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!