NovelToon NovelToon
Lupa Bahwa Kau Milikku

Lupa Bahwa Kau Milikku

Status: tamat
Genre:CEO / Perjodohan / Tamat
Popularitas:45.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Menikah tanpa kehadiran suami bukanlah impian Sheena. Ia terpaksa menandatangani dokumen pernikahan di catatan sipil hanya didampingi oleh ibu mertuanya, sementara Matthias—sang suami—lebih memilih merayakan kelulusan S2-nya di The Spire Of Wisdom tanpa sedikit pun memberi kabar.

Tiga bulan penuh pengabaian membuat hati Sheena mendingin. Saat Matthias pulang dengan aura black flag yang kaku dan dingin, Sheena dipaksa pindah ke mansion pribadi pria itu. Matthias bersikap seolah Sheena hanyalah orang asing yang menumpang hidup, karena hatinya masih tertahan pada sosok gadis kecil di halte bus bertahun-tahun lalu—satu-satunya orang yang membolehkannya menangis.

Matthias tidak sadar, sapu tangan yang ia simpan bagai nyawa adalah milik wanita yang kini ia abaikan di rumahnya sendiri. Saat kebenaran terungkap, apakah Sheena masih mau menunggu pria yang sudah membuang waktunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kopi, Ego, dan Wanita Glamor

Siang itu, udara Makati terasa memanggang, membuat Sheena dan kedua temannya, Chloe dan Mika, memutuskan untuk melipir ke Café Noir—sebuah kafe estetik yang terkenal dengan kopi artisan dan suasananya yang tenang.

Sheena masuk dengan ransel beratnya, rambutnya yang dikuncir kuda mulai berantakan, dan kacamata bulatnya sedikit berembun. Ia hanya ingin segelas iced americano dingin untuk mendinginkan otaknya yang mendidih karena kuliah anatomi.

"Eh, lihat itu! Bukannya itu mobil Matthias Smith di depan?" bisik Mika heboh sambil menunjuk ke arah jendela.

Sheena menghela napas. Di mana-mana harus bertemu tiang gapura itu lagi? batinnya kesal.

Di sudut kafe yang paling privat, Matthias duduk dengan aura penguasa yang kental. Di sampingnya ada Rei, asisten pribadinya yang cekatan. Namun, yang menarik perhatian seluruh pengunjung kafe adalah wanita di depan Matthias: Celine, ahli waris galeri seni ternama yang kecantikannya setara model Vogue.

Celine memakai gaun sutra yang memeluk tubuh, riasannya sempurna, dan ia terus tertawa kecil sambil sesekali menyentuh lengan Matthias. Ia adalah teman SMA Matthias, dan rahasia umum bahwa Celine sudah lama mengincar posisi sebagai Nyonya Smith.

"Matthias, koleksi terbaru di galeriku sangat cocok untuk kantor barumu. Kita harus makan malam bersama untuk membahasnya lebih detail," ucap Celine dengan nada menggoda.

Matthias hanya mengangguk formal, wajahnya datar. "Kirimkan saja katalognya pada Rei, Celine. Aku tidak punya banyak waktu untuk makan malam di luar pekerjaan."

Tepat saat itu, Sheena dan teman-temannya melewati meja mereka untuk menuju konter pemesanan.

"Aduh, Sheen! Lihat si Celine itu, cantik banget ya? Cocok banget sama Matthias," bisik Chloe tanpa sadar suaranya agak keras.

Sheena melirik sekilas ke arah meja Matthias. Matanya yang sleepy eyes bertemu tepat dengan manik mata tajam Matthias. Alih-alih terpesona seperti wanita lain, Sheena justru memutar matanya malas, memberikan ekspresi "Cih, membosankan" secara terang-terangan di depan suaminya.

Matthias yang melihat reaksi Sheena itu seketika merasa panas. Ia tidak suka diabaikan, apalagi dipandang rendah oleh gadis mungil itu.

"Siapa mereka, Matthias? Mahasiswi beasiswa?" tanya Celine dengan nada merendahkan, melirik sinis ke arah ransel butut Sheena.

Sheena menghentikan langkahnya. Ia berbalik, menatap Celine dengan senyum tipis yang pedas. "Kami mahasiswi kesehatan yang sedang berusaha belajar untuk menyelamatkan nyawa orang di masa depan, Nona. Jauh lebih berguna daripada sekadar memandangi lukisan sepanjang hari, kan?"

Celine terperangah. Wajahnya memerah karena malu. Setelah itu, Sheena melenggang pergi menuju meja paling pojok tanpa menoleh lagi.

"Siapa dia, Matthias? Berani sekali dia bicara begitu padamu!" Celine mendesis kesal.

Matthias tidak menjawab. Ia justru terpaku pada punggung mungil Sheena. Ada sesuatu yang aneh. Suara Sheena saat membalas Celine tadi... ada nada yang sangat familiar.

Ia merogoh saku jasnya secara diam-diam, menyentuh sapu tangan putih berinisial SK4.

Kenapa mata gadis sombong itu mengingatkanku pada sesuatu? batin Matthias bingung. Ia mengabaikan ocehan Celine di depannya. Pikirannya justru tertuju pada Sheena yang sekarang sibuk membaca buku tebal sambil menyeruput kopinya, tampak sangat tidak peduli dengan kehadiran pria paling diinginkan di Filipina itu.

Matthias merasa egonya tercoreng, namun di saat yang sama, rasa penasarannya mulai tumbuh. Ia baru sadar, "istri kecilnya" itu punya taring yang cukup tajam untuk melukainya.

1
Ira Nadira
astga nagaaaaaaaa bagus bgt thorrrr😍😍😍 aku padamu pokoknya mah😍
Bae •: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Ira Nadira
baper bgt kalo punya laki model gini nih🤭, kira2 ada g yah di dunia nyata😁
Ira Nadira
mampus lu rasain😒
Ira Nadira
tp di awal td ada kata2 kalo si mathiass tau Senna pemilik sapu tangan itu kan??
Ira Nadira
yahhh pecah perawan dah😁
Ira Nadira
duh thorrrr🤣kan gw yg salting ihhh malu ahh🤭
bagus, ceritanya ringan dan manis. gak ada konflik. tapi panjangkan lah lain kali ceritanya hahah🤣
Ira Nadira
wahhh salut sama si othorrr keren bgt penulisannya😍😍 hampir g ada typo samsek😍😍
Ira Nadira
astaga astagaaaaaaaa😍😍😍 manis bgt sih akhhh🤣🤣
Ira Nadira
dari awal bab g pernah komen karna saking serunya😍😍
Bae •: makasih ya kak😍
total 1 replies
Naufal hanifah
keren /Good//Good//Good/
Sari Purnama
Hmm..saya suka saya suka saya sukaaaaaaaa
Sari Purnama
ahay deuy..🤭🤭
YuWie
seru sih..tapi klo salah sangkanya dipanjang2 in jadi malz jg ya
YuWie
berubah kah wajah mereka shg tak saling mengenali?
LEECHAGYN
wihh terpanaa juga😭
Anonymous
ceritanya bagus bgttttt...,. sayang terlalu pendekkkkk....
mili
suka cerita nya
falea sezi
keren
Mirda Julianti
karya yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!