NovelToon NovelToon
2 Hari 1 Malam

2 Hari 1 Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TKP / Kriminal
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: M. A. K

Serangkaian pembunuhan berantai dengan pola nyaris sempurna mengguncang kota. Tidak ada motif jelas, tidak ada jejak berarti—hanya detail yang tersusun terlalu rapi untuk disebut kebetulan.

Karina, penyelidik muda dengan insting tajam, ditugaskan memimpin kasus tersebut. Ketika seorang tersangka berhasil ditangkap dan situasi kembali tenang, semua orang percaya permainan telah berakhir.

Kecuali Karina.

Ada celah kecil dalam pola yang mengganggunya. Sebuah kemungkinan bahwa kebenaran belum sepenuhnya terungkap. Semakin ia menyelidiki, semakin ia menyadari bahwa kasus ini bukan hanya tentang menemukan pelaku—melainkan tentang siapa yang sebenarnya mengendalikan permainan.

Dan dalam permainan yang dibangun dengan presisi seperti ini, kemenangan mungkin hanyalah awal dari sesuatu yang lebih besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M. A. K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32 - Selama ini, Kaulah Orangnya

TV itu dibiarkan terus menyala. Hanya suara berita yang tidak berhenti memberitakan kasus pembunuhan.

Sedangkan, Karina… Ia sengaja merendamkan badannya di bath tub. Air hangat menyentuh kulitnya, tapi tubuhnya terasa dingin. Tidak ada amarah. Tidak ada kecewa. Hanya ketenangan yang aneh—ketenangan yang terlalu rapi untuk seseorang yang baru saja dibebastugaskan.

Sejak dirinya tidak lagi menangani kasus pembunuhan berantai itu, ia seperti dicabut dari pusat badai. Dikeluarkan. Ditenangkan. Disingkirkan dengan cara paling sopan.

“Penyidik utama dibebastugaskan sementara demi menjaga objektivitas penyelidikan…” suara pembaca berita terdengar datar.

Karina memejamkan mata. Ia tahu. Objektivitas bukan alasan. Ia terlalu dekat dengan kebenaran.

Air di bath tub bergetar samar ketika notifikasi ponselnya menyala di lantai kamar mandi.

Arga dibebaskan sementara.

Senyumnya tipis. Hampir tidak terlihat.

...----------------...

Di ruang konferensi pers, aparat menyampaikan bahwa setelah pertimbangan bukti dan kurangnya keterkaitan langsung dengan TKP terakhir, Arga dilepaskan sementara.

Publik terbelah.

Sebagian lega. Sebagian marah.

Media menggonggong tanpa henti.

“Kalau bukan Arga, lalu siapa?”

“Apakah polisi salah tangkap?”

“Apakah pembunuhnya masih bebas?”

Karina mematikan TV. Hening langsung terasa lebih berisik.

Malam itu juga, Karina mulai bergerak.

Tanpa lencana. Tanpa izin. Tanpa laporan resmi.

Ia membuka kembali seluruh catatan kasus di laptop pribadinya. Foto-foto korban. Waktu kematian. Pola lokasi. Semua tampak acak—terlalu acak.

Ia memperbesar satu detail kecil di foto TKP kedua. Sebuah bayangan samar di kaca jendela ruko kosong.

Bayangan yang sama muncul di TKP keempat.

Dan kelima.

Bukan wajah. Bukan sosok utuh. Hanya potongan bahu, garis rahang yang terlalu familiar.

Karina menghentikan napasnya.

Ia membuka ulang laporan forensik. Ada satu nama yang selalu muncul di lingkar luar investigasi. Tidak pernah di depan. Tidak pernah tersorot.

Nama yang terlalu bersih.

Antono Wijaya.

Pejabat senior. Orang yang selalu hadir dalam rapat evaluasi. Orang yang mendorong pembebastugasannya dengan alasan “stabilitas publik”.

Karina mengingat satu kalimatnya beberapa minggu lalu:

“Kadang kebenaran harus ditunda demi ketenangan.”

Saat itu terdengar bijak.

Sekarang terdengar seperti ancaman.

Hari berikutnya, media semakin brutal.

Wajah Arga diputar ulang. Dipelintir. Dihakimi.

Tapi tekanan mulai mengarah ke internal kepolisian. Kebocoran informasi. Dugaan sabotase. Konflik kepentingan.

Seseorang di dalam sistem bermain.

Karina tahu—dalang itu tidak butuh pisau untuk membunuh. Ia hanya perlu mengatur arah.

Dan semua arah selama ini… diarahkan menjauh darinya.

Karina menyusun ulang garis waktu.

Setiap kali kasus hampir menemukan titik terang—Antono hadir.

Setiap kali ada saksi kunci—menghilang atau berubah keterangan.

Setiap kali Arga hampir bebas—muncul bukti baru yang memberatkannya.

Terlalu presisi.

Terlalu terkontrol.

Ia membuka rekaman CCTV parkiran dari TKP pertama yang sempat dianggap rusak. Dengan software lama yang pernah ia gunakan di unit cyber, ia mengekstrak frame tersembunyi.

Sebuah mobil hitam.

Plat nomor yang sebagian tertutup bayangan.

Namun stiker kecil di kaca belakang terlihat jelas.

Stiker itu hanya dimiliki segelintir pejabat tertentu.

Karina bersandar. Dadanya sesak.

Selama ini…

Orang yang duduk di seberang meja rapat.

Orang yang menepuk pundaknya saat korban keempat ditemukan.

Orang yang berkata, “Kau terlalu emosional, Karina.”

Kaulah orangnya.

Antono Wijaya.

Belum ada yang tahu.

Belum ada yang bisa ia beri tahu.

Jika ia salah, ia tamat.

Jika ia benar, ia lebih dari tamat.

Karina menutup laptopnya perlahan. Tangannya gemetar—bukan karena takut, tapi karena sadar bahwa ia baru saja menatap wajah monster tanpa topeng.

Dan monster itu memiliki kuasa.

Karina menerima konfirmasi bahwa Arga resmi dibebaskan sore itu.

Ia langsung mengirim pesan singkat dengan ponsel sekali pakai.

“Kita perlu bicara. Datang sendiri.”

Tempatnya bukan kantor.

Bukan rumah.

Sebuah parkiran gedung tua yang hampir terbengkalai.

Hujan turun tipis saat Arga datang. Wajahnya pucat, matanya penuh pertanyaan.

“Apa yang sebenarnya terjadi, Karina?” suaranya serak.

Karina menatapnya lama. Ia mencari kebohongan di mata pria itu.

Tidak ada.

“Kau hanya pion,” katanya pelan.

Arga membeku.

“Selama ini… kita mengejar orang yang salah. Dan orang itu memastikan kita mengejar yang salah.”

Arga menggeleng. “Siapa?”

Karina tidak langsung menjawab. Ia hanya berbisik—

“Antono Wijaya.”

Hujan terdengar seperti bisikan ribuan suara.

...****************...

Di seberang jalan, dari dalam mobil yang lampunya mati, seseorang menatap ke arah parkiran itu.

Tangannya tenang di atas setir.

Layar ponsel menampilkan notifikasi lokasi—titik kecil yang bergerak. Titik bernama: Karina.

Senyum tipis terlukis.

“Jadi kau sudah sampai di sini,” gumamnya.

Ia tidak panik. Tidak marah.

Justru lega.

Karena permainan yang baik selalu membutuhkan lawan yang cerdas.

Mobil itu menyala perlahan.

Sementara di parkiran, Karina merasakan sesuatu.

Perasaan diawasi.

Ia menoleh. Jalanan kosong. Hanya lampu yang berkedip.

Namun instingnya menjerit.

Ini belum selesai.

Ia baru saja membuka pintu.

Dan di balik pintu itu—

Bukan hanya pembunuh.

Tapi seseorang yang sudah merencanakan semuanya sejak awal.

Dan kini, hanya ada dua orang yang tahu kebenaran itu.

Karina…

dan sang dalang sendiri.

1
Amelia
Bab ini sangat menegangkan 😢
smg karina selamat. ternyata yg jahat org terdekat. Keren thor semangat y
Amelia
😱😱😱😱😱
Amelia
😱😱😱
Amelia
Udah terjawab. Jangan tamat dl dong
Amelia
Dari awal emang udah curiga sama orang ini. Semangat thor
Amelia
Antono😱
Amelia
Semangat ya author 👍
Amelia
Semangat up thor👍
Emily
Alur ceritanya seru. Penulisan juga udah rapi, kata2nya hampir nggak ada yg typo. Semangat ya
Delyana.P
Terjawab sudah. ternyata tebakan ku benar siapa yg jahat thor 😂 Karina ibumu dalam bahaya, buruan selamatkan 🤔
Dinda Wei
Next
Dinda Wei
Aduhh masih juga mikir Agra pelakunya. keburu kamu yang di gorok Antono 😂 aku ngarah ya sipelaku ya Antono 🤔
Dinda Wei
Polisinya persis di Konoha, mudah terkecoh wkwk
Dinda Wei
Kayaknya sengaja bikin agra di tahan trus pelaku bebas ngancem karin. artinya yg di buru pelaku itu ya karin, korban2 itu hanya pengalihan
Amiera Syaqilla
semangat author
Amelia
Agra harus bebas, takut banget Karina di habisin psikopat gila
Dinda Wei: yup 👍
total 1 replies
Amelia
Agra harus di lepas. Bisa jd skenario pelaku buat ngabisin karina. Jd nggak ada yg bantu karin. Waspada lah karinaa
Amelia
Kok aku curiga sama atasan karina ya. Mencurigakan 🤔
Dinda Wei: sepemikiran. Antono mencurigakan
total 1 replies
Amelia
Hati2 Karina, pembunuh sebenarnya masih berkeliaran di luar sana. Kamu pasti masuk targetnya juga
Dinda Wei: iya takut banget, pelakunya nyasar ke kariin😡
total 1 replies
Amelia
Next 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!