Caramel Willem, cucu mafia terbesar di dunia mengalami transmigrasi ke dalam buku novel.
Ding!
"Selamat datang di dunia paralel, saya sistem 014 akan menemani perjalanan anda."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kegelisahan
"Lalu Erlangga?." Tanya Caramel.
"Dia antagonis, dia sudah pernah membunuh orang meskipun karena terdesak. Mungkin sifat antagonis sejatinya belum muncul, tapi dia memiliki sisi penjahat dalam dirinya." Ucap Arga.
"Kalo dia antagonis kenapa justru dia klop sama Kevin, padahal Kevin itu protagonis." Ujar Caramel.
"Karena karakter nya belum muncul. Usia mereka kan masih 15 tahun jadi ya karakter belum kuat, mereka masih bisa berubah kecuali Karina yang udah ngga bisa di selamatkan lagi." Ucap Arga.
"Bener juga, mereka masih masa pubertas dimana masih mencari jati diri. Kalo ternyata ending tetap sama dengan di buku asli bagaimana?." Ujar Caramel, mulai pesimis.
"Bisa iya dan bisa juga tidak. Kita masih bisa membuat Erlangga menjadi karakter utama alias Main Character. Dia yang akan mengalahkan RUDE dan menjadikan Kevin sekutu di banding musuh." Ucap Arga.
"Ah jadi kita mengesampingkan kisah romansa di buku asli ke penghancuran RUDE, benar kan?." Ujar Caramel.
"Benar, tapi plot akan tetap berjalan dan kita harus menghancurkan plot itu. Meskipun alur sudah melenceng jauh, tapi kita masih di plot awal cerita. Setelah ini pasti akan muncul Variabel lain atau bahkan masalah lain yang memang ada di jalan cerita asli." Ucap Arga.
"Arga, apa kamu tidak bisa mengintip sebenarnya kita saat ini berada di dalam alur plot asli atau bukan?." Ujar Caramel.
"Sebenarnya bisa, tapi itu masih terkunci." Jawab Arga.
"Apa maksudmu?." Caramel tidak mengerti.
"Sebuah sistem memiliki batasan, lebih tepatnya memerlukan feed back sebelum memberikan informasi penting terkait masa depan." Ujar Arga.
"Apa yang harus aku lakukan? aku pikir sudah melakukan banyak hal untuk merombak alur, tapi sepertinya itu belum cukup ya?." Caramel berpikir keras.
"Di bandingkan belum cukup, lebih ke ada beberapa detil penting yang terlewat karena di anggap sepele." Ujar Arga.
"Apa itu? katakan padaku, kamu kan seharusnya membantuku jika terjadi kecacatan rencana." Caramel jadi kesal.
"Aku tidak mau kamu merasa terbebani, karena ini masih awal seharusnya kamu memerlukan sedikit waktu adaptasi bukan?." Arga sangat perhatian.
"Apa aku terlalu terburu-buru?." Caramel menatap Arga intens.
"Tidak, semuanya sudah berjalan dengan sangat baik sejauh ini." Jawab Arga.
"Jawabanmu tidak memuaskan. Jadi apa yang harus aku lakukan setelah ini? kalau kamu tidak mau membantuku berpikir maka aku tidak akan bergerak." Caramel merajuk.
"Pfttt kau merajuk di saat seperti ini? kamu bergerak dua tahun lebih cepat dari cerita aslinya, saat ini para karakter itu masih terlalu muda. Jadi bersabarlah lebih banyak." Arga tersenyum dengan wajah yang sangat tampan.
"Ehh.. aku tidak begitu ingat, memangnya di cerita asli mereka itu umur berapa?." Caramel lupa.
"Dimulai saat mereka berusia akhir 17 an, ending terjadi saat mereka berada di usia 22 tahun." Jawab Arga.
"Tunggu, aku merasa jalan ceritanya tidak begitu banyak tapi kenapa usia awal dan akhir jauh sekali?." Kaget Caramel.
"Karena plot selalu berulang, apalagi saat masa sekolah mereka hanya berseteru seperti anak-anak di kantin sekolah. Paling hanya beberapa kali menceritakan tawuran atau perkelahian dengan murid sekolah lain, setelah mereka lulus masalah mulai bercabang ke dunia bawah. Erlangga menghilang selama 2 tahun setelah lulus sekolah, lalu muncul bersama Karina membawa rencana pembalasan untuk Juwita. Tapi dari gap 2 tahun itu, karakter utama yaitu Kevin juga sudah berkembang. Dia mendapatkan sekutu kuat dan bisa melawan Erlangga dan Karina secara imbang, lalu menang di akhir dan hidup bahagia bersama Juwita." Jelas Arga.
"Jadi klimaks cerita di mulai saat mereka berusia 20 tahun ya?." Gumam Caramel.
"Benar, karena itu berhenti terlalu khawatir. Masih ada banyak waktu untuk mempersiapkan semuanya." Arga mendekat pada Caramel, lalu mendekap nya dengan hangat.
Caramel menyambut pelukan itu dengan hati yang lebih tenang, sebenarnya sejak kemarin pikiran dan hati nya sangat gusar. Dia takut salah langkah atau justru berputar-putar di tempat yang sama tanpa sadar, tapi berkat ucapan Arga dia jadi lebih tenang dan lega.
"Jujur saja, aku sangat tegang memikirkan jika aku sebenarnya belum merombak alur sama sekali." Gumam Caramel di pelukan Arga.
"Caramel, alur nya memang belum di mulai. Tapi kamu sudah mengubah kehidupan Erlangga, yang artinya karakter Erlangga di sini akan berbeda dengan cerita aslinya meskipun alurnya berjalan sama. Kamu harus menjalankan misi untuk bisa mendapatkan informasi." Ucap Arga, menarik dagu Caramel agar mendongak menatapnya.
"Ah benar, kamu juga pernah mengatakan padaku soal misi kan. Tapi kenapa sampai detik ini kau tidak pernah memberitahu misi nya?." Caramel baru ingat.
"Karena memang belum ada misi, bersabarlah istriku." Arga jadi merasa gemas.
"Huh, dasar menyebalkan. Jadi selama ini aku hanya terlalu banyak berpikir di saat alur belum di mulai? yahhh.. setidaknya aku sudah bisa menjamin kehidupan Erlangga jauh lebih beruntung di banding cerita asli." Ujar Caramel.
"Tidur lah." Ucap Arga mengelus rambut Caramel.
Caramel mengangguk, dia pergi membersihkan diri dan bersiap tidur bersama Arga. Apakah Arga mandi? tentu saja dia mandi, dia itu sekarang manusia bukan robot yang akan rusak jika terkena air.
Saat Caramel dan Arga sudah terlelap, tiba-tiba mata Arga terbuka dan mengeluarkan sinar berwarna kuning. Lalu setelah itu dia tersenyum smirk, menatap Caramel yang tertidur lelap di pelukan nya.
"Sepertinya memang bukan aku yang harus menahan nya, kali ini kau akan berada di pihak siapa?." Gumam Arga, entah bicara dengan siapa.
Di tempat lain tepatnya di jalan sepi, seseorang berlari dengan cepat. Suara derap langkah dan nafasnya terdengar, sepertinya dia kabur dari suatu tempat.
hosh..
hosh..
"Siapa yang membawa ku ke sini, dan apa yang sudah terjadi? kenapa aku merasa ada yang hilang?." Gumam nya setelah berdiri di tepi jalan raya, pagi buta jalanan tetap ramai kendaraan.
Dia adalah Gio, setelah di buat pingsan dan di bawa ke suatu tempat oleh Arga. Gio merasakan ingatan nya terhapus, dia hanya bisa mengingat jika dia sempat bertarung bersama dua orang asing melawan kelompok RUDE.
Lalu setelah itu polisi datang dan ingatan nya terputus, dia benar-benar tidak tau kenapa bisa berakhir di tempat asing. Untung saja dia bisa kabur dan menemukan jalan untuk kembali.
"Dua orang asing yang juga menjadi korban dari RUDE. Sepertinya aku harus mencaritahu soal mereka, mungkin saat ini mereka sedang terjebak di kantor polisi dan menjadi mainan bagi orang itu." Gumam Gio, sepertinya dia mengenal seseorang yang memiliki pangkat di RUDE.
Gio menatap langit yang gelap, udara dingin yang menusuk tulang. Gio menarik nafas dalam-dalam, setelah itu dia pergi entah kemana.
aneh ga sih 🤔🤔🤔