Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan
“Istirahatlah, aku harus pergi untuk menemui clien bersama tommy malam ini, tidak apa-apa kan jika aku pulang larut?” Rey mengantar adinda tepat didepan kamar mereka dan memegang kedua bahu adinda
Adinda sedikit terharu dengan perlakuan rey, ia sudah bertekad untuk mencintai rey dan akan menjadi istri yang baik untuk pria itu dan tidak ingin ada perceraian diantara mereka seperti saat bersama zyan
“Reyyy” rey membalikan badanya karena namanya dipanggil oleh sang istri
“Tunggu sebentar!!” adinda sedikit berlari menuju kearah pria tampan itu
Dengan cepat adinda mengambil tanggan rey dan menyaliminya membuat rey diam mematung dengan perlakuan istrinya itu
“Hati-hati dijalan mas” rey masih diam membuat adinda menaikan sebelah alisnya
“Ka..kau bilang apa barusan?” Tanyanya kembali
“Hati-hati dijalan” ucapnya kembali dengan kikuk merasa malu dengan apa yang ia lakukan pada suaminya itu suasana seperti ini begitu canggung bagi adinda
“Bukan maksudku tadi kau memanggilku dengan sebutan apa??” Tanyanya kembali memastikan
“Aaahh??? eeeeee itu aku memanggil kamu dengan sebutan mas, Rey maaf jika kamu tidak suka” sesalnya mengerutu kebodohannya
Adinda pikir jika rey pasti tidak menyukai panggilan itu,
“Tidak aku menyukainya, tolong panggil aku dengan sebutan itu terus saat kita diluar kantor atau berdua dikantor” ucapnya kembali dan mengelus lembut kepala adinda
Cuuuppp
Dengan berani rey mencium singkat bibir adinda membuat gadis itu diam tak bergeming
“Aku pergi jangan tunggu aku jika sudah larut aku belum juga pulang” rey tersenyum dan beranjak keluar mansion
Adinda hanya bisa melihat punggung sang suami yang semakin menjauh dengan senyuman
Ia memegangi dadanya yang berdetak kencang,,
“sepertinya aku akan punya riwayat sakit jantung” ucapnya tersenyum dan masuk kembali kekamarnya
Adinda membersihkan diri dan memakai piyama tidur gadis itu mengambil laptopnya dan mengerjakan pekerjaan kantor malam itu juga
Cekleeekkk
“Hallooo bestiiieeee” teriak seorang gadis cantik masuk kedalam kamar adinda dengan senyuman mengembang dipipinya
Tidak lupa gadis itu juga membawa banyak makanan ringan ditanganya
“Sasyaa,, kamu gak nelpon dulu? Tumben” Tanya adinda mendekati sahabatnya itu
“Iya din, tadi maunya telpon tapi aku ketemu suami aku didepan katanya masuk saja, yaa aku masuk heheh ” jelasnya dengan cengiran
Gadis itu menaruh snack yang dibawa diatas meja yang ada dikamar adinda, lalu mengajak adinda untuk duduk dikasur
“Din, kamu tau aku cuma dikasi waktu 2 jam sama suami kamu kesel banget kan? Gimana kita nobar drakor cobak kalo cuma 2 jam” jelasnya kembali dengan nada kesal
Adinda hnya bisa tersenyum mendengar keluhan sasya yang tiada henti
“Syaaa”
“Hhmm kenapa?” Tanya sasya disela-sela mengotak atik laptopnya
“Kamu tau sesuatu gak tentang gadis yang rey sukai?” Pertanyaan adinda membuat gadis itu melihat kearah adinda
Sasya membenarkan duduknya dan menatap lekat wajah cantik sahabatnya itu
“Din?? Gadis yang rey sukai itu kamuuuuu!!! IiiiIssstt kesel banget aku dari dulu aku pengen ngomong sama kamu tau” jelasnya sedangkan adinda hanya diam
Sebenarnya adinda memang sudah tau itu, seperti yang dikatakan oleh rey jika sasya tau jika pria itu mencintainya sejak dulu
“Kenapa kamu gak bilang dari dulu sih sya” ucapnya dengan nada kesal
“Cckk gimana mau bilang orang kau ngeyel cintanya sama si zyan malik!” Ucapnya dengan melipatkan kedua tanganya
“Zyan mahardika syaaa bukan zyan malik!!” ucapnya sedikit membela membuat sasya memutar bola mayanya malas
“Gini deh din, kamu mau dengar cerita aku gak?” Tanya sasya mulai serius
Adinda hanya mengangguk sebagai jawaban membuat sasya menghembuskan nafasnya sebelum memulai bercerita
“Sebenarnya aku mendekati kamu saat kuliah itu karena rey” ucapnya membuat adinda melihat kearah sasya dengan wajah tidak percaya
Sasya yang mengerti tatapan adinda kembali melanjutkan ceritanya
“Rey pernah cerita sama aku, jika dia menyukai seorang gadis saat ia berusia 9 tahun saat ia menginjak kelas 4 SD, saat itu ia dirundung oleh teman-temannya dan ada seorang anak kecil yang membantunya yaitu kamu” adinda mulai mengingat saat kejadian disekolahnya dulu
Adinda memang sudah mendapat beasiswa saat ia masuk disekolah dasar, saat itu ia sudah bersekolah disalah satu sekolah elit favorite di kota J
“Rey bilang selalu mengawasi kamu dan selalu berada disekolah yang sama sampai SMA” pernyataan sasya membuat adinda sedikit berpikir karena setaunya jika ia tidak pernah kenal dengan rey waktu ia disekolah menengah dulu
“Waktu itu rey mengunakan kaca mata tebal adinda dan penampilannya biasa saja tidak memiliki banyak teman dan hanya diam diperpustakaan” jelasnya kembali mengingatkan adinda pada dosok laki-laki yang ia selalu temui secara tidak sengaja
“Jadi rey adalah pria yang aku temui setiap kali diperpustakaan?” Adinda mulai mengingat pria yang selalu menemaninya diperpustakaan dulu
Perkatan sasya membuat adinda berpikir keras, “kenapa rey begitu berbeda saat SMA dengan kuliah dulu” lirih gadis itu
“Itulah ajaibnya rey, bahkan saat SMA dulu ia tidak mengunakan nama aslinya” jelasnya kembali
“Apa??! Apa alasan rey melakukan itu?” Tanya adinda keheranan
Sasya mengeplak keningnya kembali adinda adalah gadis yang begitu pintar tapi kenapa ia begitu bodoh dengan hal semacam ini
“Itu karena dia ingin mendekati kamu bodohhh!! Rey takut jika kamu menolaknya dan menjauhinya itulah yang rey takutkan selama ini” ucapnya kembali membuat adinda menelan ludahnya kasar
“Dan kamu ingat, waktu kamu tenggelam dulu?? Yang menyelamatkan kamu waktu itu adalah reykendra bukan zyan adinda putrii” kesalnya membuat adinda melotot tidak percaya
“Kamu jangan ngada-ngada sya, waktu itu aku jelas-jelas mengingat jika zyan yang ada disamping aku” jelasnya kembali
Dulu adinda mengingat jika zyan sudah ada disampingnya waktu ia sadar saat diruang UKS, bahkam adinda sudah mengucapkan terimakasih pada pria itu
“Tidakk!! Dulu hanya kebetulan saja kalian ada di ruang UKS, waktu itu zyan juga sakit karena habis tauran adinda, karena rey dipanggil mendadak oleh kedua orang tuanya jadi ia harus segera pulang” jelasnya kembali membuat adinda berpikir keras
Sasya melihat kearah sahabatnya yang hanya diam sasya sebenarnya dari dulu ingin mengatakan ini tapi selalu dilarang oleh rey
Sekali lagi karena takut dijauhi oleh adinda karena dianggap stalker, mengikuti seorang gadis bertahun-tahun lamanya membuat rey takut jika adinda berpikir jika rey merupakan pcyco
“Din kamu gak apa-apa kan??” Tanya sasya menggoyangkan tubuh adinda
“Syaa… jadi selama ini aku salah mengira jika zyan yang menyelamatkanku?” Tanya adinda kembali membuat sasya mengangguk antusias
“Dinn maaf ya dulu waktu kita kuliah dilandon, aku mendekati kamu itu karena permintaan rey untuk selalu berada didekat kamu din, aku juga sedikit penasaran dengan kamu dan mulai menjalankan peran dan semakin lama aku mengenalmu aku semakin paham kenapa rey begitu mencintaimu. Apalagi saat rey tahu kamu mencintai zyan dan meminta rey untuk membantu perusahaan pria itu.. rey bahkan menangis 1 minggu saat tau kamu menikah dengan pria brengsek itu” jelasnya kembali membuat hati adinda nyeri
Adinda merasa bersalah, ia ingat betul saat rey memintanya menjadi sekretaris dirinya dulu tapi adinda malah meminta rey untuk membantu menyuntikan dana pada perusahaan rey yang hampir bangkrut sebagai syarat
“Maafkan aku rey” selsalnya dalam hati
Happy reading💫💫
gadis bodoh
cinta bertepuk sebelah tangan aja sulit melupakan apalah lagi sama-sama cinta baru dihianati
mampuslah kau Adinda makan itu cintamu pd Ziyan