-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.
Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.
Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.
Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.
Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.
“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 : Pengadilan perceraian
Suasana sidang begitu sepi, beberapa kali si hakim memberikan pertanyaan kepada Sherly (sebagai pihak penggugat) mengenai alasan perceraian yang dia ajukan. Sherly menjawab sesuai yang diberitahukan oleh Jeremy, yaitu kasus KDRT dan juga perselingkuhan yang dilakukan Vincent kepadanya.
Sherly sendiri terkejut, saat Jeremy mampu memberikan bukti berupa gambar, saat Vincent berkencan dengan Aluna, dan bahkan saat keduanya masuk ke dalam hotel. Sherly sendiri tidak tahu, haruskah senang dengan bantuan dari Jeremy, atau sedikit takut karena kesan sang antagonis mirip seperti stalker creepy yang mengikuti dan mengambil gambar secara diam-diam.
Tapi berkat, Jeremy juga, Sherly bisa berbicara dengan lancar. Namun semua itu, menjadi sedikit terhenti sejenak saat Vincent mengakui jika dirinya berselingkuh hanya demi mendapatkan anak.
“Vincent Rex Yeremia, anda mengakui jika anda berselingkuh demi mendapatkan anak ?? Tapi disini saya mendapatkan catatan medis bahwa Sherly Agda Briana, saat ini sedang mengandung.” Ujar sang hakim dengan bingung, dan pernyataan itu membuat Vincent, Cath, dan Mark terkejut. Sherly.. Sedang hamil ??
Jeremy terdiam, sedikit menggeram kesal. Lupa jika salah satu bukti KDRT yang dia berikan, juga menjelaskan kondisi Sherly yang sedang hamil. Juga Sherly, yang sedikit bingung, tapi dia tetap bersikeras untuk bisa bercerai.
“Maaf menyela, Yang Mulia. Saya sengaja tidak mengatakan kondisi saya yang sedang hamil, karena saya takut... Jika anak ini akan justru meninggal di tangan suami saya.. Karena saya sempat menerima tendangan di bagian perut.” Ujar Sherly dengan sopan, membuat banyak reaksi termasuk dari orang-orang sekitar, termasuk dari hakim itu sendiri yang terkejut dan tidak percaya dengan perilaku Vincent.
Jeremy yang mendengarkan perkataan Sherly, terkejut tapi juga senang. Bagus Sherly !! Katakan pada hakim apa yang lelaki br*ngs*k itu lakukan padamu !! Batin Jeremy dengan penuh semangat, rasanya jika tidak mengingat nama baiknya, dia ingin berteriak layaknya suporter bola di tengah lapangan. Tapi Jeremy sadar, itu akan membuatnya terlihat tidak waras.
“Kenapa kau tidak mengatakan hal ini sebelumnya, kepadaku ?!” Ujar Vincent sedikit kesal, Sherly menatap datar ke arah sosok yang sempat menjadi suaminya.
“Aku baru tahu, kehamilanku saat aku diperiksa di rumah sakit malam itu. Setelah kau memukuli dan menendangku.” Ujar Sherly dengan nada datarnya, Vincent mengusap wajahnya dengan kasar, astaga !! Ada apalagi ini !!
“Aku tidak akan meminta pertanggungjawabanmu, ceraikan aku, bahkan aku tidak meminta harta gono-gini. Asal kau membebaskanku.” Lanjut Sherly dengan nada dingin, seakan tidak memberikan reaksi apapun, dan Cath.. Wanita tua itu, hampir tidak percaya.
Perempuan yang dia hina sebagai sampah, saat ini mengandung, bahkan dia enggan mengakui kehamilannya pada Vincent ?!
“Baiklah-baiklah cukup, sesuai dengan dugaan dan bukti yang kuat, adanya KDRT dan perselingkuhan yang sudah di benarkan oleh Vincent Rex Yeremia, maka dengan ini kalian berdua resmi bercerai. Dan sesuai permohonan penggugat, maka tidak ada pembagian harta apapun.” Ujar Hakim mengetuk palunya.
Setelah itu, sidang selesai. Jeremy berdiri dari kursinya, dan terlihat sangat senang. Dia kemudian berlari kecil menghampiri Sherly yang duduk di kursinya depan. Jeremy langsung memeluk Sherly dengan erat.
“Yeay.. Kamu bercerai.. Kamu udah cerai~ !!” Ujar Jeremy dengan senang, membuat beberapa orang yang masih ada di sana, tertawa kecil melihat ekspresi gembira Jeremy, bahkan sang hakim yang masih ada di ruangan menggelengkan kepalanya.
“Nama kamu sekarang, udah resmi Sherly Agda Brianna~ bentar lagi pakai marga Chadwick, ya ??” Ujar Jeremy menggoda sembari mengedipkan matanya beberapa kali ke arah Sherly, dengan nada manjanya. Sherly tertawa geli melihat tingkah Jeremy.
Perilaku keduanya malah membuat tanda tanya besar, bagi Vincent, Cath, sementara Mark hanya tersenyum kecil seakan merasakan kebahagiaan saat melihat Sherly bisa tersenyum kembali setelah harus mengalami hal tidak enak dari putranya, dan Aluna terlihat tidak suka dan mengepalkan tangannya.
Sialan !! Kenapa Sherly malah dekat dengan lelaki yang lebih kaya dan sukses !! Batin Aluna tidak suka, saat Sherly dekat dengan Jeremy. Siapa sih yang tidak mengenal Jeremy ?? Sang pemilik perusahaan besar Cherryl.
...
“Sherly !!”
Sherly dan Jeremy menghentikan langkah kakinya, dan membalikkan badan melihat Vincent berdiri memandang keduanya dengan penuh curiga.
“Kau.. Bukan hamil dariku, bukan ??”
“... Apakah itu penting ?? Kita sudah orang asing saat ini, jadi mari kita jalani hidup masing-masing.” Ujar Sherly tidak suka, sementara Vincent menatap dengan geram.
“Jadi itu, benar.. Kau menj**l t*b*hmu pada lelaki lain.” Ujar Vincent dengan tatapan penuh curiga, Sherly yang dituduh seperti itu, malah tertawa kecil.
“Kau serius mengataiku seperti itu ?? Serius ?? Pfftt.. Hahahaha.. Apa kau memiliki bukti ?? Seperti yang aku berikan pada hakim ??” Ujar Sherly menantang Vincent.
“Kau menuduhku mandul, tapi terbukti, bukan ?? Aku bisa hamil. Lalu kau menuduhku menj**l d*r* ?? Apa kau bisa membuktikan ?? Tuan Vincent Rex Yeremia ??” Ujar Sherly dengan sinisnya, dirinya sudah jengah dengan karakter lelaki di depannya.
Padahal Sherly belum lama bertemu, tapi entah kenapa rasa kebenciannya sudah memupuk sejak membaca novel ini. Jadilah membuat Sherly justru merasa muak dan tidak suka dengan Vincent.
“Lalu bagaimana kau bisa hamil ?! Seingatku aku sudah lama tidak menyentuhmu-”
“Dia tidak hamil darimu. Aku yang bertanggung jawab atasnya. Kita berdua bertemu secara tidak sengaja, dan mabuk.” Ujar Jeremy sembari melindungi Sherly dengan satu tangannya memeluk wanitanya dari belakang, dan tangan lainnya melindungi perut Sherly.
“Kau..”
“Ya, ada masalah Tuan Vincent. Bukankah sudah jelas, dia kini bukan istrimu lagi.” Ujar Jeremy menyeringai licik, membuat Vincent mengepalkan tangannya.
“Kau menudingku berselingkuh, sementara kau sendiri !! Hamil dari lelaki lain !!” Ujar Vincent menunjuk Sherly dengan penuh rasa kesal, tapi ya Jeremy terkekeh pelan.
“Ada perbedaan yang mendasar antara perselingkuhan yang kau lakukan, dengan aku dan Sherly. Kami berdua sama-sama tidak sadarkan diri saat melakukannya malam itu. Bagaimana denganmu ?? Dengan penuh kesadaran kau membawa Aluna ke hotel, meskipun Sherly masih menjadi istrimu !!” Ujar Jeremy menyeringai licik, melihat Vincent hanya bisa mengepalkan tangannya kesal.
“Jadi, berkacalah Tuan Vincent Rex Yeremia, kau lebih rendahan daripada aku dan Sherly.” Lanjut Jeremy dengan nada angkuh, dan ketusnya.
Sherly terdiam sejenak, meskipun sebagai tokoh utama, dirinya sudah dekat dengan Jeremy, bahkan memiliki hubungan kekasih. Tapi tidak menutupi, jika Jeremy masih memiliki aura sebagai antagonis, yang sinis dan angkuh, bahkan sisi liciknya masih terasa di setiap perkataannya.
Seakan memanipulasi Vincent, agar semakin tersulut emosi. Dan entah kenapa, itu menjadi kesukaan Jeremy. Di novel pada alur asli, setiap Vincent marah, Jeremy akan terlihat sangat senang dengan senyuman liciknya. Dan disini juga, di alur yang sudah berubah sekalipun. Kebiasaan Jeremy masih sama, membuat Vincent marah dan tidak berdaya.
🌟🌟🌟🌟
..