Elang Erlangga seorang mafia kejam berdarah dingin. Suatu malam Erlangga di kepung oleh para musuhnya di kota Jogja, saat sedang menjalankan sebuah misi untuk mencari ibu nya. Karena kebocoran informasi pada tentang keberadaan nya, dia nyaris mati. Untung nya dia di selamatkan oleh seorang gadis desa baik hati. Tersentuh akan kebaikan dan kelembutan sang gadis desa. membuat Elang ter obsesi untuk bisa memiliki gadis desa tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Tok!!!
Tok!!!
Tok!!!
"Buka pintu nya Elang!!! Aku bukan tawanan mu, cepat buka pintu nya!!!!" Teriak Meisya dari balik pintu kamar yang terkunci rapat. Elang memutuskan untuk membawa Meisya ke mansion milik nya sendiri, Elang tau pasti Daddy nya, sudah memberitahu kan perihal dia yang menculik Meisya kepada sang mommy.
Elang tak ingin ada orang yang memisahkan nya dengan Meisya. Karena kini Elang sudah terlanjur kecanduan dengan kehadiran Meisya di samping nya. Dan juga sebagai bentuk memenuhi janji nya pada mbah Wati. Bahwa dia akan menjaga Meisya, jika sesuatu terjadi pada mbah wati.
Meisya menangis pilu di dalam kamar, ia tak menyangka, Elang akan tega berbuat seperti ini pada nya, andai saja dulu dia membiarkan nya di keroyok orang hingga mati, mungkin kini dirinya tidak akan terkurung di sini. lututnya ia tekuk dan kedua tangan nya memeluk erat kedua kakinya dan airmata nya terus mengalir.
Di sela tangisan Meisya, televisi di dalam kamar tersebut menyala, menampilkan sebuah rumah yang Meisya sangat kenali, yaitu rumah Chelsea sahabat baik nya sendiri. Yang membuat Meisya terkejut adalah. Disana terdapat Dwika yang juga berada di rumah Chelsea dan mereka sedang berdebat panjang. Elang sudan menyeting televisi tersebut, yang membuat nya otomatis menyala, karena telah di kontrol oleh Elang.
Orang suruhan nya, telah meletakkan berbagi cctv mini di setiap rumah Dwika dan juga Chelsea, dan ada juga yang membuntuti kedua nya. Kembali ke perdebatan Dwika dan Chelsea di dalam layar tersebut.
"Bagaimana, apakah ada jejak keberadaan Meisya?" tanya Chelsea pada Dwika.
Dwika menggeleng pelan. "Tidak, tidak ada jejak sama sekali, nomernya pun sangat sulit di hubungi. Wanita bodoh itu tiba-tiba saja menghilang tanpa kabar!" kata Dwika, yang membuat Meisya syok setengah mati.
"Cih, meski bodoh juga, dia tetap lah kekasih mu, dan calon istri mu. Berbeda dengan ku yang hanya selingkuhan mu!!" Dengus Chelsea marah pada Dwika. Dwika langsung menghampiri Chelsea yang merajuk dan memeluk tubuh Chelsea dengan mesra nya. Membuat dada Meisya terasa nyeri luar biasa, Kedua tangan nya bahkan terkepal kuat, karena menahan marah. Ternyata kabar yang datang padanya tempo hari adalah kebenaran. Betapa bodohnya dirinya, masih saja percaya pada Dwika. Pasti mereka berdua menertawakan kebodohan nya kala itu.
Adegan selanjutnya membut Meisya tertampar oleh kenyataan. Ternyata hubungan mereka telah begitu jauh. Hingga melakukan hubungan suami-istri. Yang membuat Meisya mual karena jijik. Meisya menutup kedua matanya agar tidak dapat melihat adegan menjijikan itu. Tetapi tetap saja pendengaran nya masih bisa mendengar suara-suara l*kn*t yang keluar dari kedua sampah tersebut.
*
*
Di balik layar Elang tersenyum penuh kepuasan melihat Meisya yang frustasi tertampar oleh kenyataan. Dia sangat senang, karena Meisya, akhirnya sadar akan kesalahannya memilih Dwika dari pada diri nya.
Setelah semua nya tenang. Elang melangkah kembali menuju kamar di mana Meisya berada. Dia membuka pintu kamar tersebut dengan perlahan. Di dalam kamar itu Meisya sedang meringkuk menangis di atas ranjang. Hati Elang ikut terasa nyeri. Melihat tangisan wanita yang sangat ia cintai itu. Baginya Meisya adalah air yang memadamkan api pada diri nya.
Elang melangkah mendekati Meisya. Tanpa persetujuan Meisya elang ikut duduk di samping Meisya, dan meraih tubuh Meisya , agar masuk kedalam dekapannya. Tentu saja Meisya memberontak dan ingin lepas dari dekapan Elang. Tetapi Elang memeluknya terlalu kencang, membuat Meisya tak bisa lepas. Elang.. Lepaskan aku. Ini semua pasti ulah mu, ternyata foto-foto itu juga kamu yang mengirimkan nya. Lalu kenapa? Jika aku mengetahui penghianat Dwika dan Chelsea. Itu tidak akan mengubah apapun. Aku tetap tidak sudi bersama mu..!!" Teriak Meisya penuh amarah yang meluap-luap. Emosi nya sedang tidak stabil.
Elang tetap tidak mau melepaskan tubuh Meisya dari pelukan nya. " Lalu kenapa, jika kau menolak ku, kau tatap akan menjadi milik ku Meisya. Tidak ada yang bisa membuat mu pergi, kecuali aku yang bersedia suka rela melepas mu. Tapi itu tidak akan pernah terjadi. Karena kamu akan selamanya menjadi milikku. Dengan atau tanpa persetujuan dari mu. Di sini aku yang berkuasa Meisya!!" kata Elang dengan penuh obsesi pada Meisya.
Sedangkan Meisya menangis meronta-ronta ingin di lepaskan, Elang hendak memaksa untuk mencium Meisya. Tetapi Meisya menutup rapat-rapat mulut nya, bahkan sampai menggigit bibir nya sendiri hingga berdarah. Darah merembes pelan dari bibir Meisya. Membuat Elang menjadi murka dan pergi begitu saja meninggalkan kamar yang Meisya tempati.
*
*
setelah kepergian Elang, datang lah beberapa pelayan yang masuk ke kamar Meisya dengan membawa peralatan kotak p3k. Untuk mengobati luka pada bibir Meisya. Ada satu pelayan yang memandang Meisya penuh kebencian. Karena dia diam-diam memendam rasa pada majikannya sendiri yaitu Elang.
Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini. Tunggu waktu yang tepat untuk bisa menyingkirkan Meisya dari Elang. Baginya Elang hanya pantas bersanding dengan nya. Bukan dengan gadis kampung sok suci ini. Setelah selesai mengobati mereka semua kelar. Membiarkan Meisya seorang diri. Kini kamar tersebut tidak lagi di kunci. Meisya bebas berkeliaran keluar kamar.
Meisya berencana untuk mengambil kesempatan tersebut untuk kabur. Tanpa Meisya tau, semua tempat telah di pantau oleh Elang, termasuk kamar tidur yang Meisya tempati, terkecuali kamar mandi.
Meisya berlari kesana kemari, dan banyak pelayan di sana. Tetapi tidak satu pun yang menghentikan aksi Meisya. Meisya terus berputar-putar pada akhirnya tetap kembali ke tempat yang sama yaitu ruang kolam renang. Sudah hampir 6 kali Meisya terus kembali ke titik yang sama. Seolah-olah mansion tersebut buntu, tidak memiliki pintu keluar.
Elang tersenyum penuh kebanggaan. dia telah merancang mansion tersebut dengan teliti, agar saat ada penyusup masuk, penyusup itu terus berputar-putar di tempat yang sama. Dan tidak dapat keluar. ternyata sekarang sangat berguna untuk mengurung Meisya di mansion mewah ini.
Elang segera keluar untuk mencari keberadaan Meisya. Elang mendapati jilbab Meisya yang sudah basah, akibat keringat, karena banyaknya dia berputar-putar keliling mansion.Elang tersenyum lembut pada Meisya. " Apa yang kau lakukan sweety, apakah kamu sudah bisa menemukan pintu keluarnya? Tanya Elang penuh ejekan. Membuat Meisya geram. Dia dengan kesal hendak menyerang Elang. Tapi Elang adalah pemimpin mafia, melawan Meisya yang hanya memegang sabuk hitam, itu bukan apa-apa baginya. Tetapi Elang cukup menikmati pertarungan ringan bagi Elang itu.
Meisya berakhir kalah dan masuk kembali pada pelukan Elang. Membuat Elang tersenyum penuh kemenangan. "Di sini lah, memang tempat seharusnya dirimu berada sweetie, di dalam dekapan ku!" Kata Elang penuh obsesi. Membuat Meisya semakin muak.
Untuk setelah dialog ada dialog tag, itu pakai huruf kecil ya. Akhiran dialog itu pakai koma, jika bukan tanda tanya atau tanda seru, kecuali selanjutnya adalah aksi setelah dialog jika pakai titik.
Pliss namanya aestheticc bgt lhoo🫣
Contoh:
Dadanya bergedup kencang dan wajahnya peluh oleh keringat dingin yang membasahinya.
Ini contoh sederhana yang masih bisa disempurnakan.
→ Dengan hasutan...
→ Karena hasutan...
Tanpa menyebut lagi pun ini sudah menjelaskan.