NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Hah kenyangnya, lagian Ray kalau masalah kerjaan sama ayah dan kakaknya pasti bakal lama ya hitung-hitung dari pada aku kebosanan nungguin dia, walaupun ada Isabella sama mama Ray sih tapi sendirian jalan-jalan begini asik juga.

"Lea". Panggil Reno

"Ganggu aja". Gumamku pelan

"Lea kenapa kamu jadi dingin begini sama aku? apa kamu masih marah sama aku? Apa kamu sudah lupain aku?".

Hah ngomong apa pria tidak bertanggung jawab ini, sudah punya anak istri masih saja mau godain cewe lain gila memang dia ini.

"Aku nggak bisa tanpa kamu Lea, kalau aku ada salah aku minta maaf".

"Lea ku mohon balik ya sama aku, aku masih ada rasa sam kamu". pegangnya pada tanganku,

Rasanya menjijikkan bersentuhan dengan dia seperti ini

"Gila ya kamu Ren? Kamu itu sudah punya anak istri sudah punya keluarga sendiri, lagian kamu juga kan yang ninggalin aku. Sekarang kamu mau aku balik sama kamu karena kamu masih suka sama aku begitu?". Aku tidak habis fikir dengan jalan fikiran pria ini

"Aku ngaku, aku memang salah Lea, tapi kita balikan lagi ya".

"Nggak bakalan aku mau balik sama kamu, lagian nih ya Ren, kakak kamu itu jauh lebih dari segalanya dari kamu". Ucapku dengan nada tinggi biar manusian ini segera menjauh dari hadapanku.

"Tapi kan yang merebut kesucian mu itu adalah aku Lea".

Ku tampar wajah Reno dengan keras, aku cape dengan ucapannya yang seperti itu. Iya aku bekas dia memangnya kenapa? Lalu aku harus kembali padanya lagi begitu, walaupun dia sudah punya keluarga sendiri. Apa otak Reno sekarang benar-benar sudah rusak?

Tangisku tidak bisa ku bendung lagi, aku benar-benar benci dengan pria di hadapanku ini.

"Lea". panggilnya lirih

Aku menangkis tanganny yang hendak menggenggam tanganku.

"Tamparan ini nggak ada apa-apanya dengan apa yang kurasakan selama ini Ren, kamu itu memang lelaki bejat, lelaki yang tidak bertanggung jawab, bahkan kamu berani mendekati cewe lain sementara istri sama anak kamu nungguin kamu". Marahku pada Reno, sudah lama aku ingin mengeluarkan amarahku begini

Sudahlah lebih baik aku masuk dari pada meladeni pria seperti Reno ini, bikin hatiku tambah sakit saja.

Tanpa sengaja aku bertemu dengan Melinda yang sekarang sudah menjadi seorang ibu dan dia memiliki seorang anak dari Reno, otomatis anak itu adalah cucu pertama dalam keiuarga Wilder ini, apa lagi anaknya itu adalah laki-laki pasti dia akan menjadi pewaris di keluarga ini.

"Aw". Rupanya Melinda berhasil menarik tanganku

"Apa sih Mel".

"Kamu baru saja godain suami aku kan". Marahnya padaku

Kapan-kapan aku godain suami orang begini, lagian Ray jauh lebih tampan dan mapan dari Reno.

Aku mengelap air mataku.

"Godain gimana? Pacarku lebih dari segalanya dari dia, lagian untuk apa aku godain manusia nggak tau diri kaya dia itu?". Marah ku balik padanya

"Nggak usah banyak alasan, aku lihat dengan mata kepalaku sendiri".

"Terserah kamu mau bilang apa Mel yang jelas aku nggak godain suami kamu. Harusnya kamu tanyain sama dia, dia ada bilang apa sama aku, baru kamu bisa marah-marah sama aku Mel. Minggir kamu, ya kalian berdua memang benar-benar cocok".

Ku tarik tanganku dari genggaman Melinda. Saat masuk aku tidak mau mama Ray dan Isabella melihat keadaanku yang seperti ini, aku berlalu begitu saja dari hadapan mereka menuju kamar Ray.

Dasar suami istri menyebalkan. Apa lagi yang mereka mau sih, lagian juga apa nggak tau malu meminta balikan ketika dia punya sudah punya keluarga aku benar-benar habis fikir dengan Reno.

Rasanya kepalaku terasa berat dan mataku juga tidak bisa di ajak kompromi, kamar Ray juga sangat nyaman untukku karena di sinilah tempatku merasa aman.

"Ah, sudah jam berapa sekarang? Ini siapa yang meluk aku dari belakang tapi dari bau parfumnya ini baunya Ray".

"Beb". Panggilku pelan setelah membalikkan badanku ke hadapan Ray

"Hmmmm, kenapa sudah bangun tidur lah lagi".

Aku memeluk Ray dengan erat, bau nya menangkan diriku dan pelukannya juga membuatku merasa aman.

"Ada apa?". Tanyanya lembut

"Nggak apa-apa cuma pengen peluk kamu aja".

"Reno dan Melinda kan".

Aku mengangguk pelan

"Mau cerita Love". Usapnya pada kepalaku dengan lembut.

Aku menceritakan semua yang terjadi di taman saat aku menunggunya selesai dengan ayah dan kakaknya.

"Mau cari mati dia".

"Beb jangan".

"Kenapa, mereka sudah keterlaluan mereka ganggu kamu sama aja kayak mereka ganggu aku". Marah Ray

"Beb".

Ray bangun dari tempat tidur, suatu kebetulan dia hari ini ada urusan di kantor ayahnya.

"Kamu istirahatlah dulu, aku masih ada urusan. Kalau ada apa-apa langsung bilang saja ya".

Aku mengangguk.

Ray ke kamar mandi untuk bersiap bekerja.

"Love aku pergi dulu ya, di rumah ada isabella sama mama, kalau ada apa-apa bilang saja sama mereka dulu ya".

Aku mengangguk lagi.

Beberapa jam setelah Ray pergi aku belum kunjung keluar dari kamar, aku nggak mau ketemu dengan dua orang menyebalkan itu apa aku balik ke apart aja ya, tapi Ray lagi makai mobil.

Tok tok

Seseorang mengetuk pintu kamar Ray

"Lea sayang ini mama nak". Suara mama Ray

"Ya tan". Akupun keluar dari kamar

"Sayang makan dulu ya, mama sudah siapin makanan kesukaan kamu di bawah ada Isabel juga kok".

Aku mengangguk, lagian perutku juga sudah lapar banget setelah semalaman menangis.

"Sebentar tante, Lea mau bersih-bersih dulu".

"Ya udah sana gih, kami tunggu di bawah ya".

Suara tangisan anak Melinda menggema di ruang keluarga, terlihat dia tidak mau mengrus anaknya itu, malahan bibi dirumah yang menjaganya.

"Bi, buruan urus anak ini beridik banget". Perintah Melinda pada bibi kelaurga Wilder

"Baik non".

Bukankah tugas bibi adalah membantu mama Ray di rumah ya, kenapa sekarang dia malah bekerja untuk Melinda.

Akupun ke meja makan, beberapa makanan favoritku juga ada di sana dan semua ini di buat langsung oleh nyonya Wilder.

"Terimakasih tante".

"Sama-sama sayang ayok di makan dulu kamu pasti lapar". Beliau mengambil kan beberapa lauk pada piringku, Isabella juga ikut sarapan bersama kami, namun setelah ini dia akan pergi ke kantornya.

Tanpa di undang tanpa di suruh, Melinda ikut makan di meja makan dan mengambil makan untuk dirinya sendiri, tanpa rasa malu dia mengambil beberapa lauk untuknya, jika di tegur oleh mama Ray dia tidak peduli dan tetap makan. Wajar jika makan Melinda lebih banyak karena dia harus memberikan asi pada anaknya.

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Evelyn
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!