NovelToon NovelToon
Doctor Mafia

Doctor Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Duniahiburan / Mafia / Dark Romance / Enemy to Lovers / Obsesi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yuan La

Elaine seorang mahasiswi kedokteran memiliki perasaan yang mendalam pada seorang pria adi kuasa, Killian. Salah satu pria dari kaum elite global. Yang bekerja sama dengan para mafia untuk menjalankan bisnis kotornya.

Damian. Kakaknya bekerja di interpol untuk menyelidiki masa lalu kematian orang tua mereka. Saat ia mengetahui adiknya memiliki hubungan khusus dengan anggota elite global dan mafia. Elaine harus memutuskan akan berdiri melindungi kekasihnya atau kakaknya, keluarga satu-satunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan La, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Seorang dokter tengah menjahit ulang luka didada Lyxan. Akibat tinju Killian, luka di dada yang pernah dijahit oleh Elaine kembali terbuka.

“Xan… kau yakin akan tetap mengikuti acara itu?” Tanya Ethan pada Lyxander.

“Bagaimana menurutmu?” Suara dingin kesal Lyxan menyeruak dalam ruangan itu. Dirinya sama seperti Killian, babak belur disekujur tubuhnya.

Beberapa hari lalu mereka bertengkar hebat. Lian memperingati Lyxan untuk menjauh dari Elaine.

“Chip sialan itu bahkan dapat mengontrol ku dari jarak jauh.” Kesal Lyxan.

“Apa ada perintah?” Tanya Ethan.

“Damian brengsek. Hanya berani karena memasang chip. Temui dia, berikan informasi tambahan itu.” Kesal Lyxan menahan sakit dadanya.

“Bekas jahitannya cukup rapi. Tidak ada infeksi dalam padahal katamu pengobatan dia terbatas.” Ujar dokter Luna, “Apa perempuan yang kau tahan di rumahmu itu?”

“Ya. Dia yang melakukannya.” Ucap Lyxan.

“Kau menyukainya?”

Lyxan tak menjawab, entah itu hanya ketertarikan biasa atau ada perasaan lebih untuknya.

“Aku dapat membantumu.” Ujar Luna lagi.

Lyxan menatap perempuan yang didepan. Tak ada suara namun sorot mata Lyxan seakan tertarik akan bantuannya.

“Aku mengenalnya. Dia cerdas dan hebat. Aku saja iri padanya, entah dari apa otaknya terbuat. Kau tahu banyak profesor membutuhkannya untuk menggarap jurnal mereka.”

“Dia sehebat itu?” Lyxan tak percaya.

“Tentu. Dia senior ku. Terakhir dia menawarkan ku untuk lanjut kuliah mengambil spesialis. Tapi aku belum berminat.”

“Seingat ku kekasihnya seorang jaksa. Samiel Asher. Tapi mereka jarang bertemu.”

“Mereka sudah putus.”

“Sungguh?!” Luna shock mendengarnya, “Padahal mereka sudah setahun lebih mungkin berpacaran, tapi aku tidak heran. Mereka jarang bertemu. Dan Laine terlihat tidak tertarik pada pria itu.”

“Laine?”

“Nama kecilnya. Elaine, Laine.” Jelas Luna.

“Terdengar kau sangat mengenalnya.”

“Kau tidak tahu aku sedekat apa dengannya Xan.”

Luna merupakan anak panti asuhan yang semasa kecilnya di asuh oleh keluarga Valeraine. Keluarga Valeraine sering mengasuh anak panti hanya untuk dididik menjadi orang yang berguna bagi keluarga itu. Sama seperti Ethan. Ethan sendiri ditunjuk oleh Lyxan untuk menjadi teman sepermainan yang kini tugas Ethan adalah menjaga Lyxan.

“Bermalamlah disini. Aku ingin mendengar banyak cerita dari mu.” Ucap Lyxan.

“Tidak bisa. Aku hari ini ada jadwal jaga.”

“Ethan…” Sebut Lyxan tak melepas tatapannya pada Luna, “Hubungi rumah sakit itu, katakan Luna akan beristirahat.”

Luna tertunduk senyum mendengarnya. Lyxan selalu mampu membuat siapapun tunduk untuknya.

“Aku kehilangannya untuk acara dikapal pesiar Luna.” Ucap Lyxan menuang wine mahal kedalam dua sloki.

“Vane mengambilnya dari ku.” Lanjutnya lagi dengan menyerahkan sloki itu pada Luna.

“Killian Vane?”

“Dia tidak datang bersama Araya?”

Lyxan menekuk dahinya, ia tak begitu kenal dengan seluruh anggota keluarga Vane.

“Adik tirinya. Wanita itu menyukai Killian. Obsesinya terlalu gila.”

“Jadi bagaimana? Apa adik angkat ku ini juga mampu menghancurkan Vane?” Lyxan mengelus lembut wajah Luna.

“Tentu.” Jawab Luna menenggak wine tersebut, “Asal aku dapat ikut dengan mu di kapal pesiar itu.”

Lyxan tertawa lepas. Ia tak tahu apa tujuan Luna dan ia tidak ingin tahu selama tujuannya sendiri tercapai.

...****************...

“El… Tuan Killian mencari mu.” Sahut Mia.

Saat itu El baru saja menyelesaikan dua operasi sekaligus bersama profesor Gani. Ada rasa kesal mengingat kejadian pagi tadi. Namun ia juga penasaran kenapa pria itu tidak ada setengah hari justru datang mencarinya.

KLAAAK

El membuka pintu ruang prakteknya. Hansen ada disana bersama Killian.

“Siang dokter El.” Sapa Hansen, “Maaf mengganggu waktu istirahat mu.”

“Ada apa kau datang menemuiku?” Ketus El.

“Inikah dokter yang kau rekrut. Tidak ada ramahnya pada pasien.” Ucap Lian sembari berdiri menatap El, pernyataan tersebut tertuju untuk Hansen.

“Pasien?” El menatap Hansen.

“Bukan aku. Tapi dia.” Ujar Hansen, “Luka jahitnya meradang.” Hansen memegang perut sebelah kirinya sendiri.

Elaine yang teringat saat kebakaran bahwa Lian terkena tusukan senjata tajam, segera menarik pakaian pria yang berdiri di hadapannya.

Terlihat darah segar menembus perbannya.

“Kenapa tidak katakan semalam.” Ucap El.

“Semalam kau ketempatnya?” Kaget Hansen menatap Lian.

“Duduk disana.” Perintah El lagi pada Lian.

“Bukankah kau cukup lama menghubungi kakak mu dan setelah itu kau tertidur. Aku tidak tega membangunkan mu.”

“Kalian tidur bersama?” Hansen semakin tercekat mendengarnya. Raut wajah El seketika memerah karena malu.

BRAAAK

El menaruh peralatan medis itu secara kasar.

“Tadi pagi kau bisa memberitahuku bukan?” Kesal El mulai memakai handscoon.

“Aku tidak ingin menyia-nyiakan ciuman tiga menit kita sayang.”

“Kaliaaan…..” Pekik Hansen yang terhenti saat…

BRAAAK

Hansen dan Lian tersentak saat gunting medis sengaja diletakkan kasar diatas peralatan medis lainnya.

“Tuan Hansen.” Sebut Eila dengan tenang, “Bisa bantu aku panggilkan suster Jira diluar, aku butuh alat USG.”

Ethan patuh mengikuti kemauan Elaine. Tak selang berapa lama mesin USG itu tiba.

“Jadi apa kalian…”

“Jira…” Panggil El pada perawatnya, “Tolong sekalian bawa keluar tuan Hansen. Aku butuh ketenangan.”

Suster itu mengajak keluar Hansen dan menutup rapat pintunya. Lian menahan tawanya. Ia dapat melihat raut wajah malu pada perempuan itu.

“Untungnya tidak ada luka dalam. Aku akan menjahit ulang. Kalau terasa sakit katakan pada ku.” Ujar Elaine.

Lian tak merasakan sakit sedikitpun. Elaine sungguh lembut memperlakukannya. Tak ada suara yang mengalir dari ruangan itu. Hanya menatap wanita itu, Lian sudah cukup puas.

“Aku akan resepkan obat jika itu terasa sakit kau bisa…”

“Aku akan bermalam lagi ditempat mu. Jadi kau tinggal membawa obat ku.”

“Liaaan…” El tak percaya mendengarnya, “Kau sudah berjanji tadi pagi untuk tidak menggangguku.”

“Aku memang tidak mengganggumu pagi tadi. Sekarang aku datang sebagai pasien. Bahkan ini sudah siang. Dan mungkin malam nanti…”

“Kau mengerjai ku.” Kesal El merasa diperdaya oleh Lian.

“Tidak. Apa nilai bahasa kurang bagus sehingga tidak mengerti yang ku maksud?!”

“Terserah padamu. Aku hari ini tidak akan pulang.”

“Kau akan kemana?”

“Bukan urusan mu. Sekarang silahkan keluar. Aku cukup sibuk hari ini.”

“Aku akan menunggu mu kalau begitu.”

Lian keluar dari ruangan itu dengan raut wajah kesalnya. Ia tahu jelas wanita itu menyukainya. Tapi seakan Elaine selalu bermain tarik ulur entah apa tujuannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!