dari kisah nya tentang kehidupan seorang wanita tangguh bernama Rana yang hidup nya penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun, tak terasa pernikahan Rana dan Aska sudah hampir empat tahun lama nya, suka dan duka mereka jalani bersama penuh kebahagian, namun di tengah kebahagian itu terselip rasa yang tak nyaman di hati Rana, Karana sekian lama berumah tangga tapi belum karunia anak juga walau pun mertua nya tidak menuntut cepet punya anak tapi tetap saja Rana selalu kepikiran, dia takut suami nya mencari wanita lain.
bukan tanpa alasan Rara merasa seperti itu, dia teringat waktu mau melahirkan anak nya waktu itu ia bersumpah tidak ingin punya anak lagi, padahal waktu itu ucapan spontan karena rasa sakit mau melahirkan
di tambah lagi sikap Aska yang sedikit berubah, sering pergi keluar pulau dengan alasan cari kerjaan baru, walau masih hangat namun terasa hambar
semenjak kejadian hampir empat tahun lalu sedikit sedikit pelanggan restoran berkurang, dan omset penjualan pun berkurang, Bahakan pelelangan yang juga sudah tutup dua tahun lalu karna kekurangan dana,
walaupun restoran masih buka tapi tak seramai dulu di tambah lagi warga pulau yang banyak merantau keluar pulau untuk mencari pekerjaan.
Rana sudah pisah rumah dengan orang tua nya setahun setelah menikah dan rumah Rana berbeda desa dengan orang tua mau pun mertua.
hari ini karna bosan tinggal sendiri di rumah dia memutuskan ingin mengunjungi mertua nya. karna sudah seminggu Aska keluar pulau tapi tak pulang pulang, dia kesepian
sesampai nya di depan rumah mertua nya Rana mendengar perdebatan mertua dan anak anak nya termasuk....Aska, Rana merasa heran kenapa ada suara suami nya di dalam apa Aska sudah pulang tapi kenapa dia pulang kerumah orang tua nya bukan kerumah nya pikir Rana.
Karana penasaran apa yang membuat Meraka berdebat, Rana pun memutuskan berdiri saja dituai sampai suasana kondusif, Namun diantara perdebatan itu Rana mendengar tangisan ibu mertua nya dan menyebut nyebut nama Aska .
" ada apa ini sebenar nya" pikiran Rana.
terdengar suara ibu mertua,
" ya Allah Aska apa benar yang di katakan adik mu, kalau kamu selingkuh?"
deg
hati Rana berdenyut nyeri mendengar nya, " apa benar bang Aska selingkuh"
" inget Aska kamu susah payah mendapatkan Rana, dan kamu juga punya banyak saudara perempuan nak, sing eling, kenapa kamu tega mengkhianati Rana?" jawab emak Aska!
" itu karna Aska ingin punya anak Mak" jawab Aska
" astagfirullah Aska apa kamu gak berpikir mungkin saja Masalah nya ada di kamu, inget Aska Rana pernah hamil dan melahirkan dengan mantan suami nya dulu"
" pokok nya kamu putuskan hubungan mu dengan wanita itu, kamu belum jauh melangkah kan aska?"
pertanyaan ibu asih itu menohok hati Rana
hening tak terdengar jawaban dari dalam membuat hati Rana retak seketika, tapi ingin tau sejauh mana Aska mengkhianati nya, jika sudah ke tahap sudah berhubungan badan maka Rana akan mundur sebagai istri Aska tapi jika Aska masih di tahap biasa maka Rana akan diam saja pura pura tidak tau.
" baru tahap pacaran aja Mak, cuma gandengan tangan, itu saja, aku juga belum yakin, aku masih sangat mencintai Rana, tapi jika tahun ke empat nanti Rana belum juga hamil aku akan minta izin Rana untuk menikah lagi,"
"aku tidak ingin melepas Rana, aku menikah lagi hanya untuk anak saja" itu lah jawaban Aska
setelah mendengar jawaban Aska, Rana pun urungkan niat nya masuk menemui mertua nya, lebih baik dia pulang menenangkan diri dirumah sambil menunggu Aska pulang, apa dia akan jujur atau berbohong nanti nya
sudah menjelang sore baru lah terdengar salam dari luar dan itu suara Aska, suami nya
" asalamualikum dek, Abang pulang"
mendengar salam itu Rana tidak buru buru buka pintu, dia hanya ke kamar mandi mencuci muka, dia tidak ingin Aska melihat jejak air mata nya, setelah cuci muka Rana melihat cermin me rapih kan penampilan nya yang berantakan, setelah yakin kemudian dia melangkah ke pintu, membuka pintu menjawab salam
" waalaikumsalam salam, eh Abang udah pulang" jawab Rana sambil tersenyum menyembunyikan luka hati nya, kemudian mencium tangan Aska dengan takzim
" ayo bang masuk, bawa oleh oleh apa" tanya Rana, karna dia melihat tentengan di tangan Aska.
" ini oleh oleh baju baru buat kamu, nih dek semoga suka ya?"
dengan enggan Rana menerima oleh oleh tersebut,
Aska memperhatikan raut wajah istri itu ada sedikit sembab, seperti habis menangis
" apa Rana mendengar perkataan di rumah emak ya?" batin Aska
Karan Aska ketika akan pulang tadi, dia berpapasan dengan tetangga sebelah rumah emak nya, yang mengatakan dia melihat Rana di depan rumah emak.
......
beberapa saat lalu
" eh Aska mau pulang ya?" kok gak barengan sama neng Rana nya, tadi siang bibi lihat Rana keluar dari pekarangan rumah emak"
deg
jantung Aska terasa mau lompat dari tempat nya andai kan tidak ada rongga dada yang menghalangi,
" ya Allah apa Rana denger sesuatu ya, ya ampun apa yang harus aku lakukan apa aku jujur saja ya sama Rana"!
dengan langkah lebar Aska berjalan melewati bibi itu tanpa sepatah kata pun, dia takut kehilangan Rana andai benar Rana mendengar pembicaraan nya di rumah emak tadi siang.
namun sesampai di rumah dia melihat Rana bias saja , hanya mata nya agak sembab, Aska juga tidak menanyakan tentang keberadaan nya di rumah emak, dia takut Rana mempertanyakan nya, kenapa dia pulang kerumah emak dulu dari pada pulang kerumah nya sendiri.
malam hari nya setelah makan malam rencana nya Aska akan berkata jujur pada Rana tapi tidak jadi dia takut Rana terluka dan minta pisah. akhir nya dia masuk kamar, dia berpikir biarlah seperti ini aja.
....
sementara Rana duduk termenung di ruang tamu seorang diri, dia menanti kejujuran Aska namun harapan itu pupus, Karan yang di tunggu tunggu tidak hadir juga.
lalu Rana memutuskan diam saja, tidak juga ingin bertanya, biarlah nasib nya akan tuhan tuntun kemana,
Karan sudah ngantuk memutus kan masuk kamar dan di kamar dia melihat Aska sudah terlelap seakan akan tidak terjadi apa apa
" dasar laki laki janji setia, katanya hanya aku satu satu nya.sampai maut menjemput, ternyata hanya bualan saja"
lalu Rana duduk di ranjang di sebelah Aska dia pandangi wajah suami nya, " emang tampan sih , wajar saja masih ada wanita yang mau sama dia walupun dia sudah punya istri, tapi apa wanita itu tau dia punya istri?" apa Aska ngaku bujang"? awas saja kalu beneran begitu" batin berkecamuk
saking pusingnya mikirin perselingkuhan suami nya Rana pun terlelap ikut Aska ke dalam mimpi
semangat