seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 18
hasil USG kehamilan Nadila telah sampai di telinga tuan Wirya dan nyonya Masayu.
Juga Ardhana , Mereka begitu bahagia . Bahkan Ardhana sampai melompat kegirangan. Dan itu menjadikan orang yang melihatnya jadi bingung dan kaget.
Setahu mereka Ardhana orang yang sangat sulit untuk berekspresi bahkan terkesan dingin. Namun kali ini, mereka melihat pemandangan yang langka.
" Akhirnya , ya Tuhan terimakasih atas segala nya. " Ucapnya sambil tersenyum.
" Ah iya pasti papi sudah tahu akan hal ini. Dan mami pasti sangat bahagia. Nadila tunggu sebentar lagi . Saya akan memberikan kebahagiaan yang sudah seharusnya." Ucapnya lagi sambil memandangi hasil USG yang di kirim kan oleh Jhon.
**********
Nadila tak henti-hentinya memandangi foto hasil USG itu. Bahkan sampai meneteskan air mata.
" Jhon, Dila sangat bahagia . Tapi Dila bingung harus bagaimana. Di tambah lagi Dila tidak tau dimana ayah bayi ini. Semoga saja Tuhan mau mempertemukan Dila dengan pria brengsek itu. Dia harus tau di dalam perut Dila da benihnya. " Ucap Nadila sambil menangis' " hiks hiks hiks hiks Dila harus mencari kemana pria itu Jhon. Kasian anak Dila nanti lahir tidak punya ayah. Jhon apa dia mau menerima kenyataan bahwa dia punya anak Jhon. Anak dari gadis seperti ku. Yang hanya anak yatim " Nadila menangis sejadi jadinya.
Jhon melihat ini begitu terenyuh. Sedih dan iba , Dalam hati Jhon berbisik.
' andaikan kamu tau Nadila. Pria yang telah melakukan itu padamu. Begitu bahagia dan mereka menerima anak dalam kandungan mu.' monolog Jhon dalam hati.
Kini Nadila pun sedikit tenang dan jhon melihat itu mulai berbicara dengan lembut.
" Nadila , kalau seandainya laki laki yang telah menyakiti Nadila akan bertanggung jawab apa Nadila mau bertemu dengan nya. ?" Tanya Jhon hati hati.
" Apa dia mau menerima anak ini Jhon.?" Tanya Nadila balik sambil menatap Jhon dalam.
"Bagaimana kalau orang itu pun sangat bahagia dengan kehamilan Nadila ?" Jhon malah bertanya balik kepada Nadila.
Nadila jadi Bingung dengan pertanyaan Jhon. Nadila tidak menemukan jawaban dari pertanyaan nya.
" Tolong Jhon jelas kan Maksud Jhon gimana. Jangan buat Dila semakin bingung. ," Ucap Nadila.
" Nanti saya kan jelas kan. Tapi saya harap Dila menerimanya. Nadila boleh marah sama saya. Ini semua demi Nadila dan si kembar. " Ucap jhon sambil memeluk Nadila dengan penuh kasih sayang.
" Maksud Jhon ?" Nadila semakin bingung .
" Nanti kalau Nadila sudah tenang. Saya akan pertemukan dengan pria brengsek yang melukai hati Nadila. Tapi Nadila nanti janji jangan marah atau kecewa pada saya. " Jhon pun tidak tahan lagi. Dia pun keluar dari dalam mobil lalu menjauh dari Nadila.
Jhon menangis tersedu. Jhon meluapkan emosi dan perasaan sedih yang jadi satu.
Jhon pun menelepon tuan Wirya memberitahu semua kepada tuan Wirya .
TuT Tut Tut Tut Tut
Telpon tersambung.
Tanpa menunggu Wirya bicara Jhon langsung berbicara lebih dulu.
(TUan , Nadila ingin bertemu dengan tuan Ardhana. Nadila begitu hancur tuan. Nadila sedih . Takut anaknya tidak di terima. Mohon tuan cepat menemuinya. Saya kasian melihat Nadila harus sedih dan takutnya nanti kesedihan nya akan mempengaruhi kehamilan nya nanti . Takut cucu tuan kenapa kenapa. ")
( Kenapa kamu Jhon. Apa terjadi sesuatu kepada Nadila. Tolong jaga dia dengan baik. Besok saya dan keluarga akan bertemu dengan Nadila. Beri tahu Nadila pelan pelan agar dia tidak kaget. )
Klik
Tuan Wirya mematikan telepon secara sepihak. Kaget dengan reaksi Jhon .
" Ada apa dengan Jhon? . Dasar aneh kamu Jhon. Untung orang kepercayaan ku ,Kalau bukan sudah ku ketok kepala nya. " Ucap tuan Wirya sambil memandangi foto hasil USG yang dikirim kan oleh dokter Denis Arista padanya tadi setelah selesai Nadila melakukan pemeriksaan.
" Semoga Nadila besok tidak syok setelah bertemu dengan ku nanti. " Tuan Wirya terlihat begitu antusias.
***********
Di rumah kediaman Yasmin.
" Inggrid , apa kamu sudah menemukan titik terang keberadaan cucu ku Nadila. ?" Tanya nyonya Yasmin pada anak nya Inggrid.
" Inggrid masih berusaha untuk mencari Nadila Bu. Bahkan saya sudah menyuruh anak buahku ke tempat Restu , tapi Restu juga tidak tau kalau Nadila kemana. Nadila di usir dari kampung karena hamil tanpa suami. " Ucap Inggrid Berharap ibunya membenci Nadila.
" Kasian cucuku. Empat bula lagi . Rapat pemegang saham dan para investor meminta ibu untuk membawa Nadila dalam pertemuan itu. Jika tidak maka semua aset akan di bekukan . Sampai Nadila di temukan. " Ucap nyonya Yasmin sambil menatap Inggrid dalam dalam.
Inggrid semakin membenci Nadila. Dan berharap menemukannya . Sedemikian rupa Inggrit membuat rencana.
' awas saja nanti kalau ketemu . Akan aku siksa kamu Nadila. Gara gara kamu , Saya jadi tidak mendapatkan apa yang harus jadi milikku. ' geram Inggris dalam hati
"""""""""
Lain lagi dengan Hartawan. Saat ini dia sudah mengetahui keberadaan Nadila. Namun untuk menemui nya . Sangat sulit, Karena di jaga ketat oleh anak buah Wirya secara diam-diam .
" Sialan anak itu , ternyata dia sudah hamil. Bagaimana nanti saya akan memintanya menandatangani surat pengalihan hak Warisan kalau berada dalam lindungan keluarga Senjaya. " Geram Hartawan, ketika mendengar laporan dari orang suruhannya.
" jadi bagaimana bos. Apa.kita jadi menculik anak itu bos. Sepertinya dia lagi hamil. Itu sangat mudah bos. ?" Ucap orang suruhannya.
" Jangan gegabah. Dia dalam lindungan keluarga Senjaya. Kita tidak bisa menculiknya sekarang. Kita tunggu keluarga Senjaya lengah baru kita lakukan. Dalam empat bulan kedepan terus awasi kegiatan nya dari jauh . Jangan menimbulkan kecurigaan keluarga Senjaya. " Ucap Hartawan pada orang suruhannya.
" Baik bos. Asal bayaran yang saya terima setimpal. " Jawabnya singkat.
" Oke. Ingat saya tidak mau dengar ada kegagalan. " Ucap Hartawan menekankan." Oke , Hubungi saya dan kabarkan semua kegiatan anak itu. Semua aktivitas nya . " Tambah nya lagi.
Hartawan pun meninggalkan orang suruhannya tersebut.
Tak jauh dari mereka duduk ada seseorang yang telah menguping pembicaraan mereka. Diam diam orang itu mengabari seseorang .
Tut Tut Tut Tut
Telpon tersambung.
(Ya katakan ,)
( Seperti yang nyonya pikirkan. )
( Terus awasi orang itu . Dan kabarkan semua kegiatan nya. Juga alamatnya berikan kepada saya. Oh iya selidiki keluarga Senjaya. Apa hubungannya dengan gadis itu.)
( Baik nyonya)
.
Telpon dimatikan sepihak oleh penerima telepon.
" Hmmmmmmm, dasar manusia tidak tau diri . " Gerutu orang yang menerima telpon tersebut.
""""'''''''''
Nyonya Masayu antusias ketika suami nya tuan Wirya mengatakan kalau besok akan jujur pada Nadila.
Dan Ardhana juga deg degan bila bertemu langsung dengannya.
Sedangkan tuan Wirya dan Jhon sedang mendengarkan dengan seksama apa yang di katakan oleh anak buah di balik telpon.
Dan telpon pun di akhiri.
" Papi, kita harus segera mengamankan Nadila secepatnya. Bisa bisa nanti dia celaka. Keluarga Alfathi belum mengetahui hal ini. Jadi biar kita yang melindungi nya nanti. " Ucap Ardhana setelah mendengar apa yang anak buahnya laporkan
" Baik. Besok kita kan bertemu dengan Nadila. Dan kamu harus minta maaf padanya. Terus apapun nanti yang akan Nadila lakukan padamu harus siap menerima nya. Ingat Ar, Ini terjadi karena kesalahanmu. Walaupun kesalahan itu terjadi akibat jebakan seseorang. Dan kita akan membahas itu saat ibu dan calon cucuku aman. " Ucap Wirya pada Ardhana.
" baik papi" Jawab Ardhana singkat.
" Ayo kita temui mamimu ,Pasti mami lagi heboh mempersiapkan diri. Dan dia sudah tidak sabar membawa mantu kesini. "
" Apa Nadila mau papi. ? Apa Nadila mau memaafkan saya ?" Ucap Ardhana sendu.
" Papi yakin Nadila anak yang baik. Pasti dia akan memaafkan kamu. Tapi kamu harus ingat jangan buat dia kecewa Paham !!!!? "