NovelToon NovelToon
'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

"Dasar pria buta, dia cuma hidup dari sumbangan keluarga Wijaya!" cibir seorang wanita.

Sepertinya kehadiran Elang telah menjadi tontonan bagi mereka. Semua orang mengatainya sebagai pria tak berguna,

"Aku calon istri dari pria yang kalian bicarakan."

Entah naif atau bodoh, ucapan Nila berhasil menarik perhatian Elang.

Setelah kecelakaan 10 tahun lalu, pria itu kembali dari pengasingan panjang. Diam-diam bertingkah lemah demi membalaskan dendam,

Namun siapa sangka? di tengah sandiwara dia justru bertemu seorang gadis liar yang membuat hidupnya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelayan katering

Sinar mentari menyingsing melewati jendela. Di tengah ruang luas terlihat banyak pekerja mulai melakukan tugasnya. Dengan celemek hitam yang mengikat di masing-masing tubuh mereka terlihat mondar-mandir menyiapkan segala hal dengan raut kewalahan,

"Ayo semangat gaes! Hari ini banyak pesanan." oceh salah satu pekerja,

Padahal di sekeliling ruang tersedia kipas besar namun dapur itu masih terasa pengap.

Mendapati keadaan cukup menegangkan, Nila yang baru saja sampai dengan cepat melepas jaket biru miliknya,

Menaruh tas lalu menggantungkan pada tempat kosong, diraihnya dengan cepat sebuah penutup kepala guna melapisi seluruh rambutnya sebelum bergegas membantu.

"Gawat, barusan aku dapat telfon dari kru yang mengurusi prasmanan. Katanya mereka kekurangan stok," sontak seorang wanita yang menjabat sebagai supervisor. Berdiri di depan pintu menatap semua pekerja yang ada disana,

"Ini kan pesta pernikahan keluarga Wijaya! Pemilik perusahaan terbesar di negara kita,"

"Kita tidak boleh mengacaukan acara mereka." ujarnya terlihat panik,

"Mereka pelanggan lama, bisnis kita bisa hancur kalau mengecewakan mereka."

Sepertinya situasi semakin memanas, Nila serta pekerja lain hanya bisa terdiam dengan serius menyimak.

Situasi ini cukup sering terjadi karena mereka bekerja pada salah satu bisnis katering yang terkenal di kota,

Rumah Katering memiliki reputasi baik di kalangan kelas atas, tak jarang para keluarga pejabat dan pengusaha besar memilih mereka sebagai penyedia konsumsi untuk acara besar.

"Terus gimana bu? Disini juga lagi sibuk, kita ga bisa ngirim karyawan lagi buat kesana." sahut salah satu pekerja di tengah ruang, seorang senior yang cukup lama bekerja di tempat itu.

Para pekerja saling memandang, dibuat penasaran oleh atasan mereka yang sibuk menatap sekeliling seakan sedang memikirkan sesuatu untuk mengatasi masalah.

Pandangannya tertuju pada karyawan yang berdiri tak jauh disana. "Nila, kamu saja yang pergi."

"Hh?!" Nila tercengang,

"Tapi bu. Saya ga bisa nyetir mobil," sahutnya tak mengira, ini pertama kalinya dia ditunjuk untuk mengurus acara orang kaya.

"Kamu nanti kesana cuma buat nganterin stok. Acaranya kan di dalam hotel, nanti biar diantar sama Krisna.." meyakinkan Nila yang merasa gugup.

"Udah, cepet. Siap-siap ambil tasmu, bawa makeup kan?" menunjuk dengan kedua alis terangkat,

"Iya Bu, bawa." mengangguk cepat,

"Ya sudah, jangan lupa dibawa. Yang lain bantu angkat-angkat ke mobil, hotelnya jauh jadi harus cepat," 

30 menit kemudian.

Mobil putih berukuran besar yang dinaiki Nila terparkir rapi, memasuki gedung tinggi bertingkat dengan luas yang begitu memukau mata.

Ini pertama kalinya Nila menginjakkan kaki ke area hotel mewah yang digadangkan memiliki interior terbaik dan tergolong sebagai hotel bintang 7.

Sorot matanya memandang dari balik kaca mobil, berhasil dibuat takjub. Tentu saja hal ini membuatnya gugup, apalagi harus mengantarkan makanan seorang diri.

"Mas ini gapapa saya masuk sendiri? Gimana kalau mas bantuin saya. Saya takut salah," ujar Nila menoleh pada pria yang tengah melepas sabuk pengaman.

"Udah santai aja." Melangkah turun,

Gadis itu kelabakan membuka pintu menyusul Krisna yang sibuk membuka bagasi. Sekilas dia menoleh mengawasi ratusan mobil mewah terparkir,

Tak jauh dari pandangan terlihat sebuah ruangan kaca berisi keramaian.

"Itu aulanya, nanti kamu tinggal masuk dari sini. Bilang aja ke penjaga kalau mau nganterin makanan, nanti di depan ada 1 karyawan yang nunggu." Menunjuk pintu yang dijaga oleh 2 pria tinggi di kedua sisi.

"Tapi mas..." gumam Nila merengek lirih, kedua tangannya basah dipenuhi keringat.

"Ayo gapapa. Aku kan bantu nganterin tapi ga ikut masuk," bujuk Krisna mulai mengangkat wadah besar berisi makanan.

"Kenapa ga ikut masuk?" Bertanya dengan raut penasaran,

Terlebih lagi sebelum ini atasannya memberi sebuah gaun hitam untuk dipakai. Nila juga disuruh untuk membenahi riasan wajahnya, 

"Kamu tau ga siapa yang menikah? Dia itu cucu keluarga Wijaya. Mereka itu pemilik perusahaan besar, semua tamunya orang terhormat." seru Krisna dengan raut serius

"Jadi karyawan yang gurus prasmanan di dalam, mereka semua udah disiapin dresscode biar ga malu-maluin nama katering kita."

"Yang dipilih juga karyawan lama dengan kinerja paling bagus! Terus harus ngerti table manner. Orang kayak aku ga dibolehin masuk,"

"Lah, kenapa aku dibolehin? Aku juga ga pernah masuk ke hotel lho. Nanti kalau malu-maluin gimana?" lugas Nila semakin panik, mulai membayangkan hal buruk yang akan terjadi padanya.

"Ya mau gimana lagi. Ini darurat! Lagian kamu dipilih karena wajahmu paling cantik dari yang lain, jadi dipakek in gaun sederhana kayak gini aja udah kelihatan bagus."

"Beda sama karyawan kita di dalam, semuanya makai gaun sewaan dari butik."

"......" Nila termenung berkecil hati,

"Udah gapapa, yang penting nanti kamu nurut aja, bantu-bantu sebentar terus langsung pulang. Gausah ikut sampai selesai,"

Gadis itu terdiam menelan ludah, berani membalikkan diri untuk menatap para tamu dari luar. Tapi tetap saja kakinya gemetaran untuk melangkah maju,

"Huft...aku pasti bisa,"  menghela nafas sebelum berjalan.

"Hhh?!" Kedua matanya terbelalak, mendapati seorang pria tak asing tengah asik berbincang dengan para tamu.

"Wijaya?" Nila terdiam mengingat nama familiar yang tiba-tiba muncul di kepalanya.

Seketika sadar kalau mantan pacarnya memiliki nama keluarga yang sama. "Rangga Setya Wijaya, Jangan-jangan dia?"

"Arhg, kenapa dunia sesempit ini." pekik Nila dalam hati, baru menyadari identitas pria itu.

Dia mulai mengingat masa-masa yang telah usai,

Setelah mereka menjalin hubungan dalam waktu lama, Nila mengetahui kalau mantannya dari keluarga berkecukupan namun tidak menyangka kalau pria itu berasal dari keluarga yang terkenal dan dihormati.

Rangga adalah mantan sekaligus pacar terakhir Nila. Mereka berpacaran sejak bangku SMA, wajar Nila bisa bertemu dengan keturunan konglomerat karena dia berhasil mendapat beasiswa di sekolah elit.

Prestasinya bagus membuat Nila mendapatkan beasiswa penuh di sekolah bergengsi yang seharusnya hanya mampu dibayar oleh keluarga kaya.

Setelah lulus sekolah mereka masih berpacaran walau beda universitas. Namun hubungan itu berakhir saat dia tahu kalau Rangga selingkuh dan menghamili teman sebangkunya dulu,

Entah kenapa perbuatan Rangga membuat batinnya terguncang sampai tak ingin membuka hati untuk pria lain. Mungkin dia hanya takut mengalami hal yang serupa,

"Hei, kenapa bengong?" tegur Krisna menyenggol pelan lengan gadis yang tiba-tiba berhenti melangkah.

"Ayo cepet,"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!