NovelToon NovelToon
Surga Yang Tak Diinginkan

Surga Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Perjodohan / Poligami / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Romansa Love

"Fania, kamu tahu pernikahan ini hanya sebuah formalitas saja. Aku harap kamu merelakan aku untuk menikah dengan Zelina." __ Raditya Mahardika.

"Mas, beri aku 30 hari saja untuk mengabdi sebagai istri yang Solehah untukmu. Aku hanya ingin mewujudkan wasiat Ayah. Setelah itu, kamu berhak menceraikan aku, dan kamu bisa menikah dengan wanita itu."

Hidup Raditya Mahardika kacau sejak dijodohkan dengan Fania Azalea. Semua terjadi karena Raditya mempunyai wanita idaman lainnya.

Fania Azalea meminta waktu agar dirinya bisa mewujudkan wasiat mendiang Ayahnya. Dia ingin menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya. Namun, takdir berkata lain. Raditya justru ingin menikah lagi dengan wanita pujaan hatinya. Dia ingin berpoligami dan meminta Fania untuk menyetujui niatnya.

Baca selengkapnya di sini!
Follow IG : romansa_love94

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romansa Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18 (Lepaskan Dia)

Raditya masih mencengkeram kuat leher istrinya. Dia sangat marah karena penolakan itu, harga dirinya sebagai pria sejati jatuh dan merasa direndahkan. "Aku menikahimu bukan untuk melawan kehendakku. Menurut lah atau nasibmu akan berakhir tragis di tanganku."

Tangan Fania terus memukul tangan kekar suaminya. Dia memohon dengan suara tercekat agar dilepaskan. "M-mas, to-lo-ng le-pas."

"Bilang ampun maka aku akan melepaskanmu," kata Raditya, dia mencengkeram lebih kuat lagi.

Fania hampir kehabisan napas, tetapi Raditya masih belum mau melepaskannya. Hingga tidak lama kemudian datanglah Devan menolong Fania yang sudah hampir lemas. "Lepaskan dia, brengsek!"

Cengkeraman Raditya pun terlepas, Fania jatuh di aspal sambil terbatuk-batuk. Dia mengatur pernapasan yang hampr hilang. Devan berjongkok menolong gadis incarannya itu. "Anda tidak apa-apa? Saya antar ke dokter!"

Devan sangat panik melihat kondisi Fania yang lemas. Sementara itu, Raditya semakin murka karena ada orang lain yang ikut campur dengan urusannya. "Kamu siapa beraninya mencampuri urusan ku?" Tanyanya dengan nada yang tertahan.

Devan berdiri dan berhadapan dengan Raditya, dia tidak akan membiarkan ada orang lain yang menyakiti gadis pujaannya. "Tindakan Anda sudah termasuk dalam kekerasan. Apa Anda tidak berpikir bisa mencelakai nyawa seseorang?"

"Apa pedulimu, ini urusan rumah tanggaku. Kamu memangnya siapa? Sungguh berani ikut campur. Dia istriku, jadi aku berhak melakukan apapun," sentak Raditya, tetapi tidak membuat Devan takut.

"Apa dengan melakukan kekerasan seperti tadi? Maaf, jika Anda bersikap seperti itu maka Anda akan berhadapan dengan saya. Saya adalah seorang pengacara, dan saya bisa laporkan sikap Anda tadi ke polisi dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga," ancam Devan membuat Raditya diam. Dia mengembuskan napas berat, dan langsung menarik tangan istrinya agar berdiri.

"Bangun, kita pergi dari sini!" perintah Raditya, tetapi langsung dicegah oleh Devan sehingga membuat salah paham.

"Tidak boleh, Anda tidak boleh mengajaknya." Devan melarang sambil menahan tangan Raditya. "Saya akan menyelamatkannya dari pria jahat seperti Anda."

Raditya mendorong Devan yang melarangnya. Emosinya tidak bisa dikendalikan lagi. "Anda siapa, dan mau apa? Mengapa Anda ikut campur dengan urusan saya."

"Fania adalah teman saya, jadi Anda tidak boleh membawanya, apalagi hanya untuk disakiti," jawab Devan tegas dan langsung pada intinya.

"Jangan-jangan Anda menyukai istri saya? Lalu, sejak kapan dia mempunyai teman pria? Apa kalian memang sudah ada janjian untuk bertemu di sini?" tanya Raditya penuh kecurigaan.

Fania hanya diam saja, dia terlalu lemas untuk ikut campur. Energinya sudah habis dan tidak tersisa lagi. Sementara itu, Devan masih tidak mau kalah. Dia tidak akan membiarkan Fania ikut dengan suaminya.

Raditya menarik lagi tangan istrinya dengan sangat kasar. Dia ingin mengakhiri perdebatan itu dan segera memberi pelajaran pada Fania. "Ayo berdiri! Aku tidak suka dibantah seperti ini."

Fania tidak mau berdiri, tentu saja dia akan menolak permintaan suaminya. "Aku tidak mau ikut, Mas! Aku ingin pulang saja. Tolong lepaskan aku!"

"Ikut aku sekarang!" Raditya mengaskan lagi kalimatnya.

Fania menggeleng sembari menangis, dia sudah lelah dengan semuanya. Melihat air mata itu membuat Devan tidak suka. Dia harus bisa memisahkan Fania dari suaminya.

"Lepaskan dia, jika tidak, saya akan membeberkan pernikahan kedua Anda pada orang tua Anda. Kebetulan saya juga kenal dengan Ibu Anda." Raditya berkata dan membuat Raditya terkejut. Dia tidak menyangka ada orang lain yang tahu tentang skandalnya itu.

Raditya melepaskan tangan istrinya. Dia mendorong Devan, lalu memukulnya dengan kekuatan penuh. "Saya sudah berkata jangan ikut campur! Sikap Anda ini seperti ada maksud tersendiri. Apa mungkin Anda sedang mengincar istri saya? Jika benar, tentu saja saya tidak akan membiarkannya. Dia akan tetap jadi milik saya."

Devan kembali mendorong saat ingin dipukul oleh Raditya. Dia segera menarik tangan Fania dan langsung membawanya pergi dari sana. Akan tetapi, Raditya tidak bisa menerima. Dia bangkit dan langsung mengejar keduanya.

"Tunggu! Apa yang Anda lakukan? Dia istri saya, dan Anda tidak boleh membawanya pergi," teriak Raditya, tetapi tidak dihiraukan oleh keduanya.

Devan menghentikan langkahnya, dia berbalik sembari tersenyum sinis. "Sikap Anda sendiri lah yang membuat semuanya seperti ini. Fania terlalu sempurna untuk pria bajingan seperti Anda. Lebih baik Anda mengurus istri kedua yang tidak ada apa-apanya itu. Jangan mengejar lagi, atau saya akan membeberkan aib itu ke keluarga besar."

Raditya mengepalkan kedua tangannya. Dia kalah telak dengan ancaman itu. Akhirnya ia membiarkan Fania pergi bersama orang lain. Devan mengajak Fania ke dalam bandara. Jam terbang tinggal setengah jam lagi.

Sepanjang langkah. Devan tidak melepaskan genggamannya. Sikap itu membuat Fania gugup, hingga dia melepaskan genggamannya. "Maaf, saya bisa jalan sendiri."

Devan berbalik dan langsung meminta maaf. Dia mempersilakan Fania untuk berjalan duluan. "Saya akan berjalan di belakang Anda. Pesawat akan boarding sebentar lagi."

Fania segera berjalan cepat, meski tubuhnya terasa sakit. Dia hanya ingin pergi dan menjauh dari suaminya. Pernikahan itu sudah tidak bisa dipertahankan lagi karena sikap Raditya yang semakin kejam. Lima belas menit berjalan, mereka sudah sampai di gate pesawat.

Keduanya langsung antri untuk masuk ke pesawat. Fania mengembuskan napas lega bisa menjauh dari bahaya. Dia sedang berpikir akan tinggal di mana setelah sampai di Indonesia. Di sampingnya ada Devan yang terus mengamatinya. Pria itu sangat iba dan kasihan, ia benci terhadap pria yang menyakiti seorang perempuan.

Fania dan Devan masuk ke dalam, mereka juga duduk dalam satu kursi. Sepertinya, Devan tidak ingin jauh dari Fania. Dia ingin terus menjaganya. "Duduk di sini saja, biar saya yang dekat jendela," ucap Devan dengan lembut.

Devan masuk duluan, kemudian diikuti oleh Fania. Mereka duduk bersama dan kembali ke Indonesia hanya berdua. Fania menunduk dalam, dia mencengkeram gamisnya dengan kuat. Dia ingin berkata sesuatu pada pria yang duduk di sampingnya.

"Terima kasih atas bantuannya. Entah bagaimana jadinya jika Anda tidak datang? Saya sangat takut sampai berpikir nasib saya akan berakhir dengan singkat. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih," ujar Fania tanpa menoleh pada Devan.

Devan tersenyum senang, akhirnya dia mendapatkan pengakuan itu. "Saya melakukkannya karena tidak ingin Anda terluka oleh pria seperti itu. Untuk selanjutnya, apa Anda akan kembali ke rumah itu?"

Fania menggeleng, dia sangat ketakutan. "Saya akan menghindar untuk sementara waktu. Untuk itu bantu saya terlepas darinya. Aku tidak ingin melanjutkan pernikahan itu lagi. Saya takut, sangat takut."

Devan menjawab dengan sungguh-sungguh, dia seperti mendapatkan kekuatan baru. "Baik, saya akan membantu. Setelah sampai di Indonesia, Anda harus jalani pemeriksaan. Visum bisa dijadikan bukti jika ada KDRT. Apa dia pernah melakukan kekerasan lain?"

Fania menarik ujung gamisnya, dia memperlihatkan kakinya yang terluka karena diseret menuju gudang waktu itu. "Setiap marah, dia selalu berbuat kasar.Di bagian lain juga ada luka memar, bahkan di wajah masih ada bekasnya. Apa Anda bisa menjamin saya agar terlepas darinya? Saya takut, takut sekali."

Devan memegang kepala Fania dengan lembut. Dia menjawab dengan penuh keyakinan. "Saya akan usahakan. Apa yang Anda alami sudah cukup sebagai bukti kesalahannya. Anda tidak perlu khawatir, kasus Anda ini akan selesai dengan baik."

"Terima kasih, saya cukup lega sekarang." Fania duduk dengan tenang, rasa takutnya perlahan reda.

Sementara itu di tempat lain, Raditya sedang menghubungi seseorang. Dia tampak sibuk dan tegang. "Kalian harus datang tepat waktu dan stay di sana. Segera lakukan pergerakan saat dia datang. Mengerti!"

1
Sanda Rindani
ya ,apa salahnya ibunya lapor polisi
nunik rahyuni
bagus jgn mau lkian.model kya itu .biar mmnya baik tp kmu hidup sama anaknya.lagian dia sdh tidur sm.wewe jd jgn mau dipake ma dia
nunik rahyuni
bangke kalian be2 ni.....pasangan yg cocok..kedua duanya g ada otak
nunik rahyuni
hadaw kok lemes to yuu yuuu ...biar dikata wanita itu lemah tp ya jgn lemah2 bgt gitu lho
.ambil sapu ato apa kh gitu hantamkan ke kepalanya biar kapok...jd laki kok g jelas siram pake karbol sj..lagian mau mau nya nunggu smpe 30 hr..bisa mati kamu mun lemah kya itu😡😡
nunik rahyuni
knp mau maunya disuruh2 baik minggat j
nunik rahyuni
knp klo bikin kisah pasti seorg istri yg lemah...bru mulai baca sdh mo kluar golok aq
Romansa Love: Kak😭 Goloknya simpan dulu buat motong ayam nanti dibuat opor 😭🤭 Terima kasih sudah mampir di karyaku Kak😍
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
skip dulu terlalu gedek untuk d baca. dan untuk kesehatan mental d bln puasa 🙏
Romansa Love: Bacanya pas buka puasa Kak😭😅
total 1 replies
partini
ga mempan hemm kamu salah doa paling mustajab itu doa seorang ibu untuk anaknya
partini
fania agak bandel, mencintai lebih baik di cintai
partini
sedih sekali ini cerita nya,i hope happy dengan lelaki lain biar beda sama novel yg lain
Romansa Love: Halo, Kak Terima kasih sudah membaca ceritaku😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!