NovelToon NovelToon
Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: RantauL

Season 2 dari Novel Sang Penakluk.

Hi Cesss, Novel Sang Penakluk kembali lagi ni. Semoga klean suka dengan alur ceritanya Cesss.

Jangan Lupa Like, Komen dan Supportnya Cesss. Karena setiap like, komen dan support dari kalian akan sangat berguna bagiku yang pemula ini.

Selamat Membaca...,,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RantauL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21. Dendam yang Memicu Perang

“Yang Mulia Kaisar,” ucapnya dingin, “aku telah melakukan yang terbaik untuk menjaga hubungan ini tetap damai. Namun hari ini, aku pulang dengan penghinaan.”

Ia menyipitkan mata. “Dan penghinaan… selalu dibayar dengan harga yang mahal.”

Beberapa pejabat Kekaisaran Awan Putih semakin pucat.

Jenderal Gan Che yang melihat itu tersenyum tipis, senyum yang menyimpan rencana besar.

Huang Shen melanjutkan, suaranya kini tidak lagi menahan kebencian. “Kekaisaran Awan Putih akan menanggung akibat dari perlakuan hari ini.”

Ia berhenti sejenak, lalu berkata dengan nada penuh ancaman, “Kekaisaran Awan Kuning… akan memusnahkan Kekaisaran Awan Putih secepat mungkin.”

Kata-kata itu jatuh seperti palu.

Udara di aula bergetar. Beberapa pejabat terkejut hingga mundur setengah langkah. Permaisuri Mue Che membelalak, jelas tidak menyangka situasi akan berubah sejauh ini.

Huang Shen berbalik sepenuhnya. “Ayo kita kembali.”

Kedua jenderalnya langsung mengikuti, aura mereka menyelimuti tubuh seperti badai yang siap dilepaskan. Mereka melangkah menuju pintu aula tanpa menoleh lagi.

Sebelum mereka sempat keluar, sebuah sosok besar melangkah ke depan.

Dum.

Langkah Bear menggema di lantai aula. Tubuhnya yang tinggi besar berdiri tepat di depan pintu, kedua lengannya terlipat di dada. Tatapannya dingin, penuh kesiapan bertarung.

“Tidak semudah itu,” ucap Bear dengan suara rendah namun berat.

Aura kedua Jendral Kekaisaran Awan Kuning langsung melonjak. Mereka refleks menghunus senjata, mata mereka menyala oleh amarah.

“Berani sekali kau!” bentak salah satu dari mereka. “Minggir, atau mati!”

Ketegangan mencapai puncaknya. Hanya satu percikan kecil yang dibutuhkan untuk memicu pertumpahan darah di Aula Utama.

Namun sebelum apa pun terjadi—

“Bear.”

Suara Ray Zen terdengar tenang, hampir santai.

Bear melirik ke samping. Ray Zen menatapnya dengan ekspresi datar, lalu menggeleng pelan.

“Biarkan mereka pergi.”

Bear terdiam sesaat. Ia menatap kedua Jendral itu dengan dingin, lalu mendengus pelan. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia melangkah ke samping, membuka jalan.

Kedua Jendral Kekaisaran Awan Kuning mendengus penuh amarah dan melewati Bear tanpa menoleh. Mereka bahkan menyenggol Bear dengan bahunya. Huang Shen berhenti sejenak di ambang pintu, lalu menoleh kembali ke dalam aula.

Tatapan terakhirnya tertuju pada Ray Zen—penuh kebencian dan tekad gelap.

“Kita akan bertemu lagi,” katanya dingin.

Lalu ia pergi.

Pintu Aula Utama tertutup perlahan di belakang mereka. Keheningan menyelimuti ruangan. Beberapa detik berlalu sebelum suara-suara mulai terdengar.

“Apa yang telah kau lakukan, pangeran Ray Zen?!” seru salah satu pejabat tinggi dengan wajah pucat. “Kau sadar apa yang baru saja terjadi?!”

“Kau menantang Kekaisaran Awan Kuning!” tambah pejabat lain. “Mereka jauh lebih kuat dari kita!”

“Ini bisa memicu perang besar!”

Permaisuri Mue Che menatap Ray Zen dengan tajam. “Pangeran Ray Zen,” katanya dingin, “tindakanmu barusan sangat ceroboh. Kita bisa kehilangan kesempatan emas untuk memperkuat kekaisaran.”

Ray Zen berbalik menghadap para pejabat. Wajahnya tetap tenang, tidak sedikit pun menunjukkan penyesalan.

“Kesempatan emas?” ulangnya pelan. “Atau jerat emas?”

Para pejabat terdiam sejenak.

Ray Zen melangkah ke tengah aula. “Kalian semua berbicara tentang kekayaan, keamanan, dan perlindungan,” lanjutnya. “Namun kalian lupa satu hal.”

Ia menatap satu per satu wajah di hadapannya. “Harga dari semua itu.”

“Kita akan berada di bawah bayang-bayang Kekaisaran Awan Kuning,” bantah seorang pejabat. “Tapi itu harga yang wajar untuk bertahan hidup!”

Ray Zen tersenyum tipis. “Bertahan hidup dengan menundukkan kepala bukanlah tujuan Kekaisaran Awan Putih.”

Ia menoleh ke arah Kaisar Jack Zen. “Ayah.”

Kaisar Jack Zen menatap putranya dalam-dalam. Tidak ada kemarahan di sana—hanya rasa ingin tahu dan kepercayaan yang sedang diuji.

Ray Zen kembali menatap seluruh aula.

“Jika perang benar-benar terjadi,” katanya tegas, “Kekaisaran Awan Putih akan keluar sebagai pemenang.”

Beberapa orang tertawa sinis.

“Dengan apa?” seru pejabat lain. “Pasukan kita jauh lebih sedikit dan jauh lebih lemah dari mereka!”

Ray Zen mengangkat tangan, menghentikan mereka. “Kalian hanya melihat apa yang ada di permukaan.”

Ia menoleh ke arah Bai Hu dan yang lain. “Kekaisaran ini bukan lagi kekaisaran yang lemah seperti dulu.”

Ia melangkah satu langkah. Suaranya menguat, penuh keyakinan. “Kita memiliki sistem ekonomi yang lebih stabil. Kita memiliki jaringan informasi yang tidak mereka miliki. Kita memiliki orang-orang yang rela mati demi kekaisaran ini.”

Tatapannya mengeras. “Dan yang terpenting—kita tidak lagi bergantung pada belas kasihan kekaisaran lain.”

Aula kembali sunyi.

“Kekaisaran Awan Putih,” lanjut Ray Zen, “sudah mampu berdiri di atas kakinya sendiri.”

Jenderal Gan Che mengepalkan tangan "Kata-katamu sangat manis pangeran Ray Zen, tapi sayangnya itu tidak berlaku di medan perang. Kekuatan lah yang menentukan segalanya.

"Bukankah sudah kukatakan paman Gan Che? Kekaisaran Awan Putih bukan lagi kekaisaran yang lemah seperti dulu." balas Ray Zen penuh penekanan.

Semua terdiam.

Kaisar Jack Zen akhirnya tersenyum tipis.

Permaisuri Mei Ling menatap Ray Zen dengan bangga, sementara Permaisuri Lou Yi tersenyum samar, seolah mulai melihat arah masa depan.

Hanya Permaisuri Mue Che dan Jendral utama Gan Che yang terdiam, wajah mereka sulit ditebak.

Di luar istana, di kejauhan, rombongan Kekaisaran Awan Kuning melaju cepat meninggalkan ibu kota—membawa pulang dendam, amarah, dan niat perang.

Sementara di dalam Istana Kekaisaran Awan Putih, sebuah keputusan besar telah diambil.

Dan roda takdir… mulai berputar menuju perang yang tak terelakkan.

...*****...

Satu minggu telah berlalu sejak kepergian rombongan Kekaisaran Awan Kuning. Ancaman perang masih menggantung di udara, seperti awan gelap yang belum sepenuhnya pecah menjadi hujan. Namun anehnya, Istana Kekaisaran Awan Putih tidak dipenuhi persiapan militer besar-besaran sebagaimana yang dibayangkan banyak orang.

Sebaliknya, suasana istana justru dipenuhi kesibukan yang berbeda.

Bendera-bendera kekaisaran mulai diganti dengan kain baru berwarna putih perak, dihiasi lambang awan berlapis emas. Aula Latihan Utama dibersihkan secara menyeluruh. Aula itu mampu menampung hingga ratusan ribu orang didalamnya.

Arena-arena yang berada didalamnya, diperbaiki, retakan ditutup, formasi pengaman diperkuat. Termasuk Arena Utama yang hanya digunakan untuk pertarungan khusus.

Di berbagai sudut istana, para pejabat terlihat lalu-lalang membawa gulungan dokumen, peta, dan daftar nama yang panjang.

Hari itu, lonceng istana berdentang tiga kali berturut-turut—tanda bahwa rapat besar tengah berlangsung.

Di Aula Utama, Kaisar Jack Zen duduk di singgasananya, mengenakan jubah putih dengan bordiran awan yang tampak sederhana namun berwibawa. Di sisi kirinya, Permaisuri Mei Ling duduk dengan tenang, matanya memperhatikan setiap wajah di aula. Para permaisuri lainnya, pejabat, dan jendral kekaisaran telah mengambil tempat masing-masing.

“Laporkan,” ujar Kaisar Jack Zen singkat.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan Lupa Like dan Komennya Cesss.....

Selamat Membaca.....

Lanjut Terussss.....

1
Zul Fiandi
jadi lira musuh nya keluwarga rayzen apa ada salah paham tor ayotur semangat😄
Zul Fiandi
ayo tor sebelum kompenrisi bawa adiak adiak nya raizen kedunia tersembunyi untuk menambah kekuatan nya toor
teguh andriyanto
lima tangkai mawar 🌹 buatmu thor..
teguh andriyanto
setidaknya ada keterangan siapa si lyra wanita terkutuk ini Thor...🤣🤣
Jojo Prabowo Gemblung
ayo dunk lebih semangat lagi,thor.....
reader yg setia masih menanti update yg terbaru
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hary
pertanyaan kaisar belum di jawab lyra
Salsa billa 1494
lanjut thor.....
Abdul Rahman
Lanjuuuut👍
Hary
Mu Che... MUKA CHETAN....😜
Hary
PANGERAN KOPLAK LAH....
Zul Fiandi
makasih up nya yg memuaskan ini tor ayoraizen bawak adiak mu kedunia tersembunyi itu buat adiak adik dan kakak mu menjadi kuwat biar kamu meni gal kan kekaisan nanti kamu gak perlu kuwatir lagi dengan saudara dan ayah mu semya sudah kuwat masak pengawal musaja yg di bawa ayo tor semangat
Zul Fiandi
boleh saran tor biasa nya kalau anak nya kuat biaaa bapak nya ju ga di bawa kuat sama anak nya kwnapaya raizen gak memperkuat kekuatan kasar bapak nya sendiri jagi gak bisa pejabat nya semena mena lagi
RantauL: Sippp Cesss, makasih sarannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
teguh andriyanto
5 mawar buatmu thor👍👍
MF
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
MF
💪💪💪💪💪
Harno
cuuus
teguh andriyanto
Thor.. Tuhan selalu suka hitungan ganjil, kenapa author sukanya hitungan genap, spt apdetannya..🤭
RantauL: Aduhh Cesss... kayak mana lagi ya kan 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ArganLK10
Wihhh dah ada lanjutannya nih.. Gassss terusss Thor, jngan nanggung" lah.👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!