NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: mommy Almira

Intan harus berjuang membuktikan pada keluarga sang suami bahwa dia bukanlah pelacur walaupun dia terlahir dari rahim seorang pelacur. Namun akibat pengkhianatan sang suami yang menikah lagi tanpa sepengetahuan darinya dan tidak diperlakukan dengan adil oleh suaminya, akhirnya Intan terjerumus dalam sebuah dosa dengan kakak iparnya . Dan hal itu lah yang menjadi penyebab hancurnya rumah tangganya bersama dengan Aldy. Dan intan harus rela dibenci oleh anak kandungnya sendir hingga bertahun- tahun lamanya akibat sang anak dipengaruhi oleh keuarga Aldy jika sang ibu bukan orang baik. Apakah Intan bisa kuat menjalani kehidupannya yang dipenuhi dengan kebencian dari keluarga Aldy dan juga anak kandungnya...? Yuk baca cerita selengkapnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Curiga...?

Akhirnya tibalah hari di mana Aldy berangkat dan akan pindah kerja ke kota Bandung. Sejak pagi dengan perasaan sedih dan berat, Intan membantu menyiapkan barang- barang yang akan dibawa oleh sang suami. Seperti pakaian, dan perlengkapan lainnya.

"Intan, semua barangnya sudah dimasukkan ke dalam koper...?" tanya Aldy.

"Sudah mas..." jawab Intan yang sejak pagi nampak tidak banyak bicara.

Iya, entah kenapa Intan seperti berat sekali melepas kepergian sang suami. Dia belum siap tinggal berjauhan dari Aldy. Apalagi sejak pertengkarannya dengan Aldy satu bulan lalu, hubungan mereka menjadi tidak seperti biasanya. Iya, Intan merasa Aldy seperti sedikit menjaga jarak dengannya.

Untuk urusan ranjang pun Aldy jarang memintanya. Intan jadi berpikir jika Aldy mulai jijik dengannya. Aldy lebih banyak menghabiskan waktu dengan Arkan. Dia lebih banyak bicara dengannya saja. Sedangkan dengan Intan hanya seperlunya saja.

Dan sekarang mereka harus hidup terpisah. Intan merasa Aldy sengaja menerima tawaran pekerjaan di Bandung agar bisa jauh darinya.

"Intan... Kamu kenapa...? Kan aku nanti akan sering pulang..." tanya Aldy menyadari Intan yang tidak banyak bicara.

"Iya mas, aku ngerti kok. Mas Aldy baik- baik ya di sana..." jawab Intan sambil tersenyum yang dipaksakan.

"Kamu juga baik- baik di sini. Jaga Arkan. Kalau ada apa- apa kamu hubungi aku ya..." Aldy mengusap kepala Intan.

Dan Intan pun mengangguk.

"Ya udah, aku berangkat ya..." Aldy berpamitan dan Intan mencium punggung tangan Aldy dengan mata berkaca- kaca.

"Arkan, papa pergi dulu, Arkan baik- baik di rumah sama mama. Jangan nakal ya, jangan rewel. Arkan yang nurut sama mama..."ucap Aldy mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh sang putra.

"Iya papa..." jawab Arkan yang masih belum paham jika sang papa akan pergi dan baru pulang tiga bulan lagi.

Sedangkan Intan hanya diam menyaksikan Aldy yang berpamitan dengan Arkan.

Aldy lalu bangun dan mengambil koper dan akan segera pergi karena taksi on line sudah menunggu di depan rumah. Aldy menoleh ke arah Intan yang sejak tadi hanya diam.

Aldy menatap wajah Intan beberapa saat. Dan Intan segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. Melihat sikap Intan, Aldy seperti merasa bersalah padanya. Aldy lalu mendekat ke arah Intan dan kemudian memeluk erat tubuh Intan beberapa saat. Kemudian Aldy melepaskan pelukannya lalu mencium kening Intan.

"Aku pergi ya..." ucap Aldy.

"Iya mas..." jawab Intan.

Aldy segera keluar rumah. Intan dan Arkan berdiri di pintu menatap kepergian Aldy. Dan ketika Aldy keluar dari halaman rumah Intan pun langsung menuntun Arkan masuk ke dalam rumah dan menutup pintu. Di dalam rumah Intan masuk ke kamar dan menangis di sana.

"Mama... Mama kok nanis...?'' Arkan terlihat khawatir melihat sang mama menangis.

"Nggak papa kok sayang..." Intan memeluk Arkan.

"Arkan sayang... Arkan sayang nggak sama mama...?'' tanya Intan sambil menatap wajah imut Arkan.

"Sayang..." jawab Arkan.

"Makasih ya sayang... Mama juga sayang banget sama Arkan...'' Intan memeluk Arkan.

💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝

Dua tahun kemudian.

Intan sudah terbiasa hidup berjauhan dengan sang suami. Aldy hanya pulang sebulan sekali. Itu pun hanya dua hari saja di rumah. Tapi walaupun begitu baik intan dan Aldy masih menjaga komunikasi. Dua hari sekali mereka bergantian menelpon untuk saling bertanya kabar ataupun hanya ngobrol santai.

Untungnya sekarang Arkan sudah masuk sekolah taman kanak- kanak. Jadi setiap hari Intan ada kegiatan mengantar jemput Arkan ke sekolah. Intan juga punya teman ibu- ibu orang tua wali murid. Dan kebetulan salah satu dari mereka adalah teman Intan sewaktu masih sekolah SMA. Namanya Tantri.

Dan kebetulannya lagi ternyata rumah Tantri satu komplek dengan rumah Intan. Iya, selama ini Intan memang jarang keluar rumah dan bergaul dengan para tetangga. Dia hanya kenal dengan tetangga sebelah dan depan rumah saja. Jadi dia tidak menyadari jika rumah Tantri ternyata tidak begitu jauh dari rumahnya.

Rumah mereka hanya berjarak sekitar seratus meter saja. Kebetulan Tantri baru tiga bulan pindah ke komplek tersebut. Dan sekarang Intan dan Tantri kembali menjalin pertemanan yang sempat terputus.

"Intan... Kenapa kamu murung gitu...? Ada masalah...?'' tanya Tantri.

"Nggak kok..." jawab Intan.

Iya, keduanya baru saja menjemput anak mereka pulang sekolah.

"Pasti lagi kangen sama masa Aldy ya...?'' tanya Tantri.

Intan menghela nafas. Iya, sebenarnya Intan memang sedang merindukan Aldy. Sejak Aldy pindah kerja dan tinggal di Bandung serta pulang hanya sebulan sekali, Intan merasa tidak ada kedekatan seperti dulu lagi dengan Aldy.

Walaupun mereka sering komunikasi lewat telpon, tapi Intan merasa hati Aldy semakin menjauh darinya. Hati Intan pun terasa hampa.

"Iya Tantri, aku kangen sama mas Aldy yang dulu sebelum dia pindah ke Bandung. Sejak dia pindah, aku merasa ada yang beda dari mas Aldy..." jawab Intan.

"Beda bagaimana Intan...? Apa dia tidak pernah menelponmu...?'' tanya Tantri.

"Bukan itu..." jawab Intan.

"Apa jatah bulanannya kurang...?'' tanya Tantri. Intan menggelengkan kepalanya.

"Apa kalau dia pulang dia nggak ngasih jatah sama kamu...?'' tanya Tantri.

"Bukan... Bukan soal itu..." jawab Intan .

"Lalu apa...?'' tanya Tantri.

Intan kemudian memberitahu Tantri bahwa dia merasa sang suami mulai berubah. Dari sikap, cara bicara dan penampilannya pun lain dari biasa. Intan merasa asing dengan suaminya sendiri. Apalagi ketika di rumah, Aldy lebih antusias bicara dengan Arkan dari pada dengannya. Setiap berhubungan badan pun tidak ada kelembutan yang Intan rasakan.

Intan merasa Aldy melakukannya hanya karena kewajiban saja, bukan karena keinginan. Intan tidak pernah melihat hasrat Aldy yang menggebu- gebu seperti dulu.

"Jadi kamu curiga sama mas Aldy kalau dia punya perempuan lain...?'' tanya Tantri.

"Entahlah Tantri... Aku sebenarnya nggak mau suudzon. Tapi...ah...nggak tahu lah, aku bingung kenapa hatiku tidak tenang..." jawab Intan.

"Intan...wajar sih kalau kamu curiga sama mas Aldy. Namanya juga kalian kan sedang LDR. Kamu nggak setiap hari ketemu sama mas Aldy. Kamu nggak tahu apa yang dia lakukan di sana sepulang kerja. Kamu juga nggak tahu siapa saja teman mas Aldy..." sahut Tantri sambil mengusap lengan sang suami.

"Tapi aku salah nggak sih...? Itu artinya aku nggak percaya sama suamiku sendiri kan ...?" tanya Intan.

"Gini aja deh. Kalau kamu curiga, kamu cek saja ponselnya mas Aldy. Ada sesuatu yang mencurigakan atau tidak..." ujar Tantri.

Intan menghela nafas, lalu dia mengangguk.

💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝

Dua minggu kemudian Aldy pun pulang ke rumah. Dan kesempatan ini pun digunakan oleh Intan untuk mengecek ponsel Aldy secara diam- diam tanpa sepengetahuan Aldy. Ketika Aldy sedang mandi, Intan mulai melakukan aksinya. Dia diam- diam mengambil ponsel Aldy yang ada di atas nakas.

Intan langsung mengecek pesan yang masuk ke nomor Aldy. Namun Intan tidak menemukan pesan yang aneh- aneh. Kebanyakan pesan yang masuk adalah pesan dari rekan kerja yang membahas pekerjaan. Ada juga pesan dari nomor Intan.

Tak lupa Intan juga mengecek panggilan masuk dan juga panggilan keluar. Dan lagi- lagi di sana juga Intan tidak menemukan hal aneh.

"Oh ya ampun... Apa selama ini aku terlalu berlebihan dengan mencurigai mas Aldy...? Maafkan aku mas..." ucap Intan yang duduk di pinggiran tempat tidur langsung meletakkan ponsel Aldy kembali di atas nakas.

Dan Tak lama kemudian Aldy keluar dari kamar mandi.

"Intan... Kamu kenapa...?'' tanya Aldy karena melihat Intan melamun sambil duduk di pinggiran tempat tidur.

"Ah, nggak kok mas..." jawab Intan sambil tersenyum pada Aldy yang hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggang.

💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝

Karena hari sudah malam dan Arkan pun sudah tidur, Aldy dan Intan pun masuk ke dalam kamar untuk tidur. Dan malam ini Aldy meminta jatah pada Intan melakukan hubungan suami istri.

"Mas, nggak usah pakai itu ya, kan Arkan sudah besar. Ngak papa kan kalau dia punya adik..." ucap Intan ketika Aldy hendak memasang alat kontrasepsi pada benda miliknya.

Iya, selama Aldy menikahi Intan, setiap kali berhubungan badan Aldy selalu memakai alat kontrasepsi dengan alasan mencegah Intan hamil dikarenakan Arkan masih kecil.

"Nanti saja Intan, Arkan baru lima tahun dan masih sekolah TK, nanti kalau dia punya adik kamu juga yang repot, apa lagi sekolah TK itu kan banyak kegiatan yang melibatkan orang tua. Nanti saja kalau Arkan sudah SD ya..." sahut Aldy.

Mau tidak mau Intan pun mengangguk menurut apa kata Aldy. Iya, selama menjadi istri Aldy, Intan memang menurut sekali padanya. Apapun kata Aldy, Intan akan patuh demi baktinya kepada suami. Iya, walaupun kadang Intan patuh karena terpaksa.

Seperti sekarang ini contohnya. Padahal Intan sudah ingin nambah anak. Arkan juga beberapa kali minta adik padanya karena ada beberapa temannya juga sudah punya adik. Namun ternyata Aldy masih belum ingin nambah anak dengan alasan Arkan masih TK.

Aldy dan Intan pun memulai melakukan hubungan suami istri dengan penuh gairah. Hingga akhirnya lengkingan panjang keluar dari mulut keduanya yang menandakan keduanya telah mencapai puncak.

Aldy langsung pergi ke kamar mandi untuk membuang alat kontrasepsi yang telah dia pakai. Kemudian dia kembali merebahkan tubuhnya di sebelah Intan dan Aldy mulai memejamkan mata.

"Mas... Jangan tidur dulu..." tubuh Intan yang masih polos pun memeluk Aldy.

"Aku ngantuk Intan..." Aldy melepaskan tangan Intan yang memeluknya.

"Iiih mas Aldyyyy... Aku kan masih ingin ngobrol..." rengek Intan.

"Besok lagi aja ngobrolnya... sekarang sudah malam..." Aldy menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya kemudian membalikkan badannya membelakangi Intan.

"Mas..." Intan kesal lalu menarik lengan Aldy supaya dia kembali menghadapnya.

"Apa sih...?'' tanya Aldy.

"Aku mau ngomong..." jawab Intan.

"Kan bisa besok... Sekarang sudah malam..." jawab Aldy.

"Nggak mau... Aku maunya sekarang..." sahut Intan dengan ketus.

Aldy menghela nafas sambil menatap wajah Intan yang cemberut.

"Mau ngomong apa...?'' tanya Aldy.

"Mas... Mau sampai kapan sih hubungan kita seperti ini...?" tanya Intan.

"Seperti ini bagaimana...?'' tanya Aldy tidak paham dengan pertanyaan Intan.

"Mas... Apa kamu lupa, kita ini hanya nikah siri lho... Sampai hari ini mas Aldy belum juga mendaftarkan pernikahan kita ke catatan sipil agar pernikahan kita diakui oleh negara..." ucap Intan kesal.

Mendengar perkataan Intan, raut wajah Aldy pun berubah.

"Aku malu lho mas, ketika pihak sekolah meminta akte kelahiran Arkan sebagai persyaratan mendaftar sekolah. Akte kelahiran Arkan hanya mencantumkan namaku saja, tidak ada nama kamu. Coba kalau kita punya surat nikah, pasti kan nama yang tercantum di akte nama kamu mas..." sambung Intan terlihat sedih.

"Ngapain kamu malu sih, yang penting kan Arkan punya akte lahir..." sambung Aldy lalu bangun dan duduk.

"Lagian apa kamu lupa, Arkan kan anak lahir di luar nikah, jadi wajar saja dalam akte tersebut disebutkan nama kamu sebagai nasabnya ... " lanjut Aldy terlihat kesal pada Intan.

"Iya aku tahu...Dan itu semua gara- gara mas Aldy kan yang menghamiliku di luar nikah..." sahut Intan kemudian ikut bangun dan duduk berdampingan dengan Aldy.

"Kamu menyalahkanku terus, padahal kita sama- sama melakukannya. Kita sama- sama menikmatinya..." ucap Aldy tak mau kalah.

"Sudahlah mas, jangan membahas soal itu... Aku hanya ingin menanyakan kapan mas Aldy mau mendaftarkan pernikahan kita ke catatan sipil agar pernikahan kita diakui sah secara negara. Supaya kita punya surat nikah..." sahut Intan.

Aldy menghela nafas lalu menghembuskannya dengan kasar.

"Ayo jawab mas... Kapan...?" Intan kesal karena bukannya menjawab, Aldy malah diam saja.

"Jadi mas Aldy tidak ada niat buat menikahiku secara hukum negara...?'' tanya Intan karena Aldy terlalu lama diam.

"Nanti saja kita bahas soal itu Intan... Aku sudah ngantuk..." Aldy kembali merebahkan tubuhnya kemudian dia memejamkan mata untuk tidur sambil membelakangi tubuh Intan.

Melihat tingkah Aldy, tentu saja Intan sedih dan juga kecewa.

"Atau jangan- jangan mas Aldy sengaja tidak mau mendaftarkan pernikahan kita karena mas Aldy punya rencana menceraikanku suatu hari nanti...?'' tanya Intan dengan nada kesal.

"Kamu ini bicara apa sih Intan....! Aku bilang nanti saja kita bicara soal ini, tapi kamu malah bicaranya ke mana- mana...!'' akhirnya Aldy marah.

"Mas... Tapi aku hanya butuh kepastian...kita sudah menikah empat tahun mas... Kenapa mas Aldy belum juga meresmikan pernikahan kita...? Jadi wajar kan kalau aku berfikir macam- macam...?'' sahut Intan ikut marah.

"Sudahlah Intan...! Aku sedang tidak ingin bicara soal ini...!'' seru Aldy kemudian dia memakai pakaiannya dan turun dari tempat tidur lalu keluar dari kamar sambil membanting pintu hingga Intan terlonjak kaget mendengar dentuman pintu.

Tentu saja Intan sedih melihat apa yang dilakukan oleh Aldy. Padahal Intan hanya meminta haknya untuk dinikahi secara resmi. Tapi Aldy malah marah. Intan pun akhirnya menangis seorang diri.

Bersambung....

1
Salsa
Playing victim banget si Fatimah 😄😄
Asmara
Keren ceritanya
Asmara
Umi sendiri yg duluan menghina Intan giliran dibalas sama Intan dia mewek merasa terzolimi ih najis bgt mertua model begitu 😡
Asmara
Pasti si Aldy punya istri lain
Asmara
Hadeh apes amat kamu Intan
Asmara
Suami nyebelin si Aldy😡
Asmara
Sungguh terlalu mertua sama iparmu Intan 😡
Salsa
Ceritanya menarik 🥰🥰🥰
Salsa
Ngeselin ya si Aldy
Salsa
Apes amat nasibmu Intan ,pynsuami nggak tegas, ibu mertua menyebalkan, adik ipar ngeselin , ibu kandung nya jg edan , lengkap SDH penderitaan kamu
Salsa
Aldy sebenarnya cinta SMA intan cuma gengsi saja dia
Salsa
Suka nya ngalahin org lain tuh si Umi.. pdhl anak sndiri jg salah
Salsa
Umi Fatimah itu ciri" orng munafik
Asmara
Akhirnya menikah jg
Asmara
Duhh intan intan kasihan amat hidupmu
Asmara
Ibunya nggak ngotak
Asmara
Hadir Thor ,.
Mommy Almira: Mksih dah mampir 😊
total 1 replies
Salsa
Lanjut Thor, ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!