NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Caniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

"Mas, aku ikut ke rumah sakit ya..." ujar Sekar lirih, menunduk takut menatap Ilham yang sebenarnya ia yakini tidak akan setuju. Tetapi Sekar terpaksa melakukan ini karena akhir-akhir ini perutnya mulai kontraksi walau jarang-jarang. Sebab, yang sudah-sudah suaminya itu tidak mau mengantar ke rumah sakit.

"Tidak usah bareng, naik ojek saja!" Jawab Ilham dingin, matanya tidak berpaling dari handphone. Seolah malu jalan bareng bersama istri.

Sekar emosi lalu menarik handphone dari tangan suaminya yang berprofesi sebagai dokter itu. Di rumah hanya beberapa jam, tapi hanya ia gunakan untuk main hape.

"Lancang kamu!" Ilham berdiri hendak merebut handphone yang Sekar sembunyikan di belakang.

"Kamu dokter kejam, Mas. Bayi ini anak kamu!" Sekar berteriak, tangisnya pecah. "Apa sebenarnya tujuan kamu menikahi aku? Jika hanya kamu sakiti terus? Untuk apa, Mas?!" Sekar berteriak benar-benar tidak kuat lagi menahan emosi.

Praaak!!!

Ilham berhasil merebut handphone miliknya lalu dia banting di depan Sekar hingga hancur berkeping-keping. Dia tinggalkan begitu saja handphone yang sudah menjadi puing-puing, kemudian keluar kamar berakhir dengan pintu yang dibanting dengan keras.

Begitulah rumah tangga Sekar mantan perawat menjadi istri dokter Ilham.

Sekar menangis tergugu ketika mengingat sembilan bulan yang lalu di ranjang ini, mengira dirinya orang yang paling beruntung. Ia raba wajahnya yang kusam berjerawat, betapa bahagianya dinikahi Ilham, dokter spesialis ibu dan anak. Sekar lah sebagai perawat yang selalu mendampingi Ilham di salah satu rumah sakit swasta.

Dokter Ilham bukan hanya tampan, tapi juga ramah dan santun kepada para pasien yang sedang periksa maupun melahirkan, terlihat ikhlas dan tanpa pamrih. Ilham seperti malaikat penolong di mata Sekar dan para ibu hamil yang sedang bertaruh nyawa. Ditangani Ilham suatu kebanggaan ketika pulang dari rumah sakit si ibu sudah sehat dan menggendong bayi mungil yang tak kalah sehat.

Namun, predikat malaikat yang tersemat pada diri Ilham pun luruh di mata Sekar setelah tepat 'malam pertama' berakhir.

Malam itu dokter Ilham memberi haknya sebagai suami, namun tanpa sepatah kata cinta yang terucap dari bibir Ilham. Hanya sebuah pemenuhan kewajiban yang terasa menyakitkan bagi Sekar. Dan setelah fajar menyingsing di hari kedua setelah pernikahan mereka, Ilham berubah menjadi gunung es yang tidak bisa Sekar sentuh.

Bayangan ketika Ilham mengajaknya menikah, Sekar seperti di awang-awang. "Dokter yakin mau menikahi saya?" Sekar yang menyadari wajahnya tidak cantik, merasa timpang bersanding dengan Ilham.

"Saya menikah dengan kamu karena kamu baik Sekar, fisik bukan suatu halangan."

Mengingat ucapan Ilham itu seperti baru kemarin, tapi setelah perlakuan Ilham selama ini, Sekar merasa hidup di neraka bertahun-tahun.

Tiga hari kemudian, setelah pertengkaran.

"Mas baru pulang?" Tanya Sekar saat mendengar pintu kamar terbuka, Sekar menyambutnya dengan senyuman hangat, berharap masih ada kesempatan untuk memperbaiki rumah tangganya demi anak yang ia kandung. Jam sudah menunjukkan pukul dua pagi.

"Hmm..." hanya itu jawaban sang suami. Ilham masuk ke kamar tanpa menganggap Sekar ada. Ia mulai membuka kancing kemeja paling atas.

"Aku bantu buka ya, Mas," Sekar berdiri di depan Ilham, menatap gurat kelelahan di wajah suaminya yang tegas. Tetapi wajah Sekar berubah sedih ketika tangannya di singkirkan oleh Ilham.

"Mau aku buatan kopi, teh, atau susu? Biar aku siapkan," tawar Sekar, mencoba mencari celah untuk memulai percakapan.

Ilham menghentikan gerakan tangannya, menatap Sekar melalui pantulan cermin rias. "Tidak usah Sekar, tidurlah, jangan membuat dirimu terlihat seperti pelayanan di rumah ini. Aku hanya ingin mandi dan tidur!" Sentak Ilham berlalu ke kamar mandi.

Sekar tidak bisa membendung air matanya. Kata-kata yang terlontar itu terasa sembilu yang menyayat hatinya. Bukan sekali dua kali Ilham menganggap perhatian Sekar sebagai gangguan. Sejak menikah, Sekar merasa hanya seperti pajangan di rumah mewah itu. Ada, tapi hanya dianggap sebutir debu.

"Tenanglah sayang... maafkan Mama jika kamu merasa tidak nyaman dengan kehidupan seperti ini. Mama janji, setelah kamu lahir akan minta cerai, terus kita hidup bahagia hanya berdua," Sekar mengusap perutnya yang sudah hamil besar, bayi di perutnya bergerak cepat seolah protes dan tidak mau berada dalam situasi seperti ini.

Begitulah keberuntungan Sekar, walaupun hanya diberi nafkah batin sekali ketika malam pertama, Allah menghadiahkan janin dalam rahimnya dan menurut pemeriksaan usg, bayi dalam perut berjenis kelamin laki-laki.

Tunggu dulu, selama kehamilan hingga sembilan bulan, jangankan menyentuh perut Sekar, memeriksa bayinya sendiri saja Ilham tidak pernah. Sekar berjalan keluar kamar utama sembari memegangi perut besarnya. Kamar lebih kecil dari kamar Ilham, di situlah Sekar setiap malam tidur seorang diri, walau kadang hingga larut memikirkan rumah tangganya yang kian menyiksa.

Di atas tempat tidur, Sekar mengoreksi diri di mana letak kesalahannya. Apakah masakannya yang tidak pernah di sentuh Ilham itu kurang enak? Atau Ilham ada wanita lain di luar sana? Mungkin jawabannya, karena Sekar bukan wanita cantik, kulit pun tidak putih seperti wanita kota kebanyakan, wajahnya berjerawat ketika kering berubah hitam.

Hingga keesokan paginya setelah membantu bibi memasak, perut Sekar mengalami kontraksi lebih sering. Sekar memberanikan diri untuk menemui suaminya di kamar. Ketika mengetuk pintu tidak dijawab Sekar mendorong pelan tapi tidak di kunci. Di dalam kamar, Sekar melihat Ilham sedang mengenakan kemeja tanpa menoleh ke arahnya.

"Mas, perut aku mulesnya semakin sering, tolong Mas, periksa dulu sebelum berangkat," Sekar menatap Ilham penuh harap. Namun, Ilham tetaplah Ilham, pria yang seolah mematikan insting kedokterannya tepat di depan istrinya sendiri.

"Mas..." lirih Sekar.

Ilham yang sedang merapikan jas kedokterannya hanya melirik sekilas tanpa minat. "Aku lelah Sekar. Di rumah sakit sudah menangani puluhan pasien, jangan manja, kontraksi itu proses alami, kamu akan baik-baik saja," jawabnya dingin, suara yang biasanya menenangkan pasien itu kini terdengar menyayat hati Sekar, wanita yang katanya 'istri'

"Baik, kalau Mas tidak mau, saya akan telepon dokter lain!" Ancam Sekar tidak main-main. Jika selama ini memilih periksa ke bidan karena masih menjaga perasaan suaminya kepada rekan-rekannya. Tetapi Sekar sekarang sudah masa bodo.

"Jangan mempermalukan aku Sekar, apa kata rekan-rekan ketika melihat istri seorang spesialis kandungan malah periksa ke dokter lain? Diam saja di rumah, kalau sudah waktunya lahir, telepon bidan terdekat," pungkas Ilham lalu menenteng tas hendak berangkat.

"Tunggu!" Sekar mendelik gusar, tapi Ilham tidak melihatnya. Walaupun berhenti tetap berdiri membelakangi Sekar. "Kamu kejam Mas.Tega!" Sekar berteriak air matanya mengalir deras. Dia guncang tubuh suaminya yang seperti patung.

"Sampai kapan kamu mau menyiksa aku?!" Sekar tergugu pilu. "Jawab, Mas!" Emosi Sekar yang terpendam berbulan-bulan akhirnya meledak akhir-akhir ini.

Ilham berbalik dengan mata memicing. "Selama ini aku sudah memberi kamu kemewahan Sekar, tidur di kasur empuk, makan enak, tinggal di rumah mewah, uang belanja setiap bulan mengalir terus. Apa itu belum cukup?!" Jawabnya tidak punya perasaan, lalu melangkah pergi meninggalkan gema pintu yang Ilham tutup dengan kencang.

"Ya Allah... Hamba tidak kuat lagi!" Sekar duduk di lantai yang dingin, tangisnya meraung-raung. Hingga terasa tangan seseorang membantunya untuk berdiri.

"Sabar Non... Astagfirullah..." Bibi memeluk tubuh Sekar mendekapnya erat.

"Saya tidak kuat Bi, biar saya mati saja... huhuhu..."

"Istigfar, Non. Non Sekar tidak sendiri, ada bayi yang tidak berdosa di dalam sini," Bibi mengusap lembut perut Sekar.

Sekar pun Istigfar, lalu dibantu bibi ke kamarnya.

Malam harinya air ketuban Sekar mengalir ke betis di kamar yang sepi, seakan lomba dengan derasnya air hujan di luar sana. Sekar menatap jam dinding menunjukkan tepat tengah malam.

Dia gigit bibir untuk menahan rasa sakit perutnya yang seakan menghujam. Di dalam kamarnya mungkin saja Ilham sudah tidur, atau belum pulang, Sekar tidak mau mengemis lagi. Dia ambil handphone menghubungi seseorang.

"Hallo,"

"Hallo... Tolong aku," kata Sekar dengan suara bergetar, ia mengatakan air ketubannya sudah pecah lebih dulu.

"Tunggu ya, aku jemput," jawab orang itu bersamaan berakhirnya pembicaraan.

 Dengan sisa tenaganya, Sekar berjalan keluar lalu duduk di kursi menunggu di teras. Wajah pucatnya disorot lampu yang tepat berada di atasnya. Sekar tidak kuat lagi hingga akhirnya jatuh pingsan.

"Tuan... Non Sekar, Tuan..." bibi berlari ke kamar memanggil Ilham.

Dengan wajah dingin dan tak ada kata-kata, Ilham berjalan ke luar. Di depan pintu, dia mendengar rintih Sekar yang berasal dari teras.

...~Bersambung~...

1
Inooy
Makasih buna cerita nya, karena menurut aq cerita bagus skalipun ending nya balikan lg ama mantan..tp bagi aq d sini pelajaran nya, bahwa kesempatan kedua itu ada dn cinta sejati pun ada..d sini pelajaran nya adalah qta belajar ikhlas, belajar memaafkan dn belajar memberi kesempatan kedua setelah melalui proses introspeksi diri dn pertaubatan...dn satu lg klo cinta sejati itu nyata ada nya, karena d dunia nyata pun aq pernah nemuin yg seperti ini, tersakiti luar dalam sampe terjadi perpisahan..tp pd akhir nya bersatu kembali dn terpisahkan oleh maut 🥺

semangat teroos bunaa berkarya nya skalipun terkadang suka ada suara2 yg bikin bad mood..💪💪
Inooy: sama sama bunaa..🥰
total 2 replies
Inooy
Masya Allah nama nya bagus bangeeett ❤️
Inooy
lengkap sudah nih cerita,,d awal d bikin emosi se emosi emosi nyaa..d pertengahan d bikin melow,,d penghujung cerita d bikin bapeer..paket komplit laaah 🤭
Inooy
seneng bangeeet punya suami dokter, perhatian pake banget..d saat hamil suami sendiri yg periksa nya,,aaahh jd bikin ngehaaaaluu 😁
Inooy
hahahaha,,bab paling mengenaskan 🤣🤣🤣
menduda udh 3 tahun, sekali nya mo buka puasa gangguan nya ada aj 😂
udh d ganggu ama bu Nurhayati, Sekar yg langsung tidur d tambah kedatangan temen2 kuliah nya Sekar...eeeehh skarang malah tamu bulanan yg rutin datangan malah tiba2 datang duluan /Facepalm/
nasib mu doook apes bangeeett 🤣🤣

tp sabar dook, makin lama d pendam bakalan makin nikmat tuuh /Curse//Curse/
Wahyu Kasep
gak harus di penjara juga mamanya juga musibah siapa yang tau

tinggal tanggung jawab kasi tunjang sampe lulus SMA anak nya beres
gak perlu nikah juga

emang dasar nya aja harus
Inooy
tuh kaaan, ternyata Rayyan tak setegas omongan nya..d paksa nikah ama mama nya masa g d toooolak,,klo emg Rayyan mencintai Sekar mesti nya mo memperjuangkan cinta nya..jangan hanya sekedar d mulut doaaang!! bikin emosi aj kamuuu 😤😤
Inooy
setelah d obok2 ama emosi,,skarang d obok2 ama air mataaa 😭😭
aq bener2 sedih, anak usia 4 thn harus berpisah dengan papa nya karena keadaan..tanpa tau penyebab nya dn tanpa tau arti sebenar nya sebuah 'kantor' 🥺...
jujur aq lebih sreg klo Sekar balikan lg dengan Ilham, d balik smua kejadian masa lalu yg menyakitkan dr pada sama Rayyan..memang Rayyan pria baik, tp g akan 100% tulus mencintai anak sambung d bandingkan dgn ayah kandung,,apalagi Ilham udh banyak berubah!!
smoga ekspektasiku terjawab d akhir cerita!!!!
Relimawati Sihombing
🙏
Inooy
sampe bab sini emosi aq naik terooos gara2 nih dr.Ilham..rasa nya mo meledak kepala aq 🤯😁

Buna pinter banget ngaduk2 emosi para pemirsaaah 🤣
Relimawati Sihombing
hihihi
Lia Afriani
𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙜𝙖𝙮𝙖𝙢𝙪 𝙃𝙖𝙢 𝙝𝙖𝙢
Lia Afriani
𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣-𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙄𝙡𝙝𝙖𝙢 𝙜𝙠 𝙗𝙨 𝙥𝙣𝙮 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙢𝙠𝙭 𝙘𝙧 𝙧𝙖𝙝𝙞𝙢 𝙡𝙖𝙞𝙣
Lia Afriani
𝙞𝙝 𝙞𝙠𝙪𝙩 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙡 𝙡𝙞𝙖𝙩 𝙞𝙡𝙝𝙖𝙢 𝙣𝙞
Relimawati Sihombing
Danu kok ngak tau diri ya
Maryami
smg makin sukses thor
Maryami
loh kok tamat, tak rela thor berpisah dgn arka, adik, mama papanya
Maryami
selamat
Maryami
ganggu kamu arka
Maryami
kecewa lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!