NovelToon NovelToon
Allegri & Allegra Sekuel TERJEBAK CINTA MAFIA

Allegri & Allegra Sekuel TERJEBAK CINTA MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Dokter
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Emily

Pertemanan dua keluarga tidak menjadikan Allegri dan Allegra akrab. Sejak kecil keduanya selalu berdebat dan membuat Allegra sebagai gadis mungil yang memiliki tubuh berisi menangis karena bullying yang di lakukan Allegri.

Allegra selalu memeluk Monica, mengadu pada wanita yang sudah ia anggap sebagai ibu kedua baginya setelah Giana.

Beberapa tahun berlalu keduanya telah dewasa. Kini Allegri menjadi pimpinan rumah yang di dirikan orang tuanya. Laki-laki tampan itu menjadi pemimpin yang terkenal dingin dan berdedikasi tinggi terhadap aturan yang telah ia tetapkan.

Allegra tidak bisa menolak ketika kedua orangtuanya Valentino dan Giana , meminta ia melanjutkan bekerja untuk mengabdikan diri dirumah sakit yang kini di pimpin Allegri.

Bagaimana saat keduanya menjadi rekan kerja? Apakah keduanya masih saling membenci?

Ikuti sekuel TERJEBAK CINTA MAFIA ini ya. Anak Monica-Luigi & Valentino-Giana. Semoga kalian suka.

Jangan lupa interaksi kalian di setiap bab, agar novel ini bisa berk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEJUTAN II

"Aku tidak akan diam lagi, jika anak ini salah memilih pasangan–"

"Selamat Malam..."

Semua serentak menolehkan kepala. Mata tertuju pada sosok pemilik suara lembut yang kini berdiri di belakang Luigi, Monica, Valentino dan Giana.

"Sayang...??"

"Alle??"

Kata-kata itu keluar dari mulut Giana dan Monica bersamaan.

Allegra menghambur memeluk leher Valentino yang duduk di kursinya. Gadis itu memang sangat dekat dengan ayahnya sedari kecil.

"Aku menyayangi daddy dan mommy", ujar Allegra nampak bermanja-manja pada Valentino.

Giana dan Monica tersenyum melihat tingkah Alle. Terutama Giana sangat tahu manja putrinya tersebut pada ayahnya. Giana pula yang memberikan izin Allegra kuliah di luar negeri karena ingin melihat Alle lebih mandiri. Sedangkan Valentino sempat tidak setuju, walau pada akhirnya memberi izin pada Allegra kuliah di Amerika.

"Kenapa kamu ke Roma tidak memberi tahu kami, hem? Pedro akan menjemputmu di bandara", ujar Valentino menepuk tangan Allegra yang melingkar di lehernya.

Mendengar perkataan Valentino spontan Alle melihat Allegri yang masih berdiri di tempatnya.

"Alle, pergi bersamaku paman?".

Seketika itu juga Giana dan Monica bertukar pandang.

"Aku meminta kita semua bertemu karena ada hal penting yang ingin aku bicarakan pada daddy, mommy, paman dan bibi", ujar Allegri menatap satu persatu orangtuanya.

Luigi menghela nafas. "Tunggu apalagi, sebaiknya kamu dan Allegra duduk. Kami ingin mendengar apa yang akan kamu beritahu pada kami".

Allegri melirik Alle agar duduk di sampingnya. Alle menurutinya. Keduanya duduk berdampingan.

"Aku ingin menikah dengan Allegra. Kami saling mencintai. Cinta yang aku pendam selama ini telah terjawab. Aku menyatakan cinta pada wanita yang aku cintai selama ini dan ternyata cinta yang aku rasakan berbalas", ucap Allegri dengan senyuman bahagia di wajahnya yang selama ini selalu nampak serius itu.

"Wanita itu adalah Allegra Luciana Matthew, putri paman dan bibi", lanjut Allegri menatap Valentino dan Giana yang terdiam mendengar ucapan Allegri di hadapan mereka langsung.

Al menarik tangan Allegra yang ada di atas meja dalam genggamannya. Allegra saja di buat terdiam mendengar Allegri bicara to the point begitu. Lagi-lagi ia tidak tahu Al langsung ,membicarakan tentang pernikahan dihadapan orang tua mereka.

Sontak saja pengakuan Allegri membuat suasana sesaat menjadi hening. Tapi situasi seperti itu hanya sebentar saja. Selanjutnya terdengar tawa menggelegar Luigi.

Laki-laki itu langsung berdiri menghampiri Allegri, menepuk pundak Al dan memeluknya erat. "Ini baru putra ku Valen. Dia gentle man seperti aku bukan?", ujar Luigi kini memeluk bahu Allegra dan Allegri bersamaan.

"Kapan kalian menikah, besok, lusa atau minggu depan? Jangan terlalu lama jika sudah saling mencintai. Mau menunggu apa lagi. Kalian berdua sudah sama-sama dewasa. Bagaimana menurut mu dan Giana?".

Giana nampak seperti baru tersadar dari mimpinya. Hal berbeda yang nampak di wajah Valentino. Laki-laki paruh baya itu tersenyum.

"Benarkah itu sayang?". Valentino menatap putrinya. Ingin mendengar langsung dari mulut Allegra.

"Iya dad. Aku mencintai Allegri".

Alle menolehkan wajahnya menatap Al. "Tapi soal pernikahan, aku dan Al harus bicara lagi".

"Sayang...Apa masih ada ganjalan di hatimu?", tanya Monica lembut pada Alle.

"Tidak bibi. Aku percaya pada Al, tapi aku belum berpikir untuk menikah secepat ini", jawab Allegra.

"Sayang... mommy dan daddy merestui hubungan kalian. Paman Lui benar mengatakan kalian sudah dewasa. Mommy yakin Al bisa menjadi suami yang baik untuk mu, juga menjadi ayah yang bertanggung jawab untuk cucu-cucu kami nanti", ucap Giana memberi dukungan pada putri satu-satunya.

"Asal kalian tahu, sejak Al kecil dan Alle belum lahir di dunia ini. Aku dan Giana ingin melihat kalian bersama seperti ini", ujar Monica membuka sebuah rahasia di hadapan Allegri dan Allegra.

"Itulah kenapa mommy dan daddy memberi mu nama Allegra. Harapan mom dan daddy suatu hari nanti kamu akan berjodoh dengan Allegri. Tapi kami tidak memaksakan kehendak. Jika sekarang ternyata keinginan kami bisa terwujud, tentu saja membuat mommy dan daddy senang", sambung Giana tersenyum bahagia.

"Maafkan aku tidak memberi tahu mu keinginan ku. Kamu benar, seharusnya aku bicara dulu dengan mu masalah menikah Alle", ucap Allegri menatap Alle dengan tatapan mendalam. Bahkan ia tidak sungkan jika bersama mereka saat ini ada kedua orangtua ia dan Alle.

Gestur Al dan Alle manis seperti itu tentu saja membuat Monica dan Giana senang.

"Jangan pernah ragukan cinta Al, Alle. Bisa kau bayangkan betapa ia mencintai mu. Bahkan ia memberi nama perkebunan nya itu inisial Nama kalian berdua AA inisial nama kalian berdua. Bahkan memahat nama kalian di setiap sudut perkebunan dan pondok. Kamu melihatnya tidak?", ujar Luigi.

Mendengar penjelasan Luigi tentu saja mengagetkan Allegra. Netra coklat terang gadis itu tidak bisa bohong tentang perkebunan Allegri yang baru saja ia kunjungi. Ternyata nama dirinya. Begitu juga dengan semua ukiran huruf yang ia lihat ternyata adalah inisial namanya.

Ternyata yang di maksud Allegri bukan Alice tapi inisial wanita lain itu adalah dirinya.

"Sayang..."

Dengan netra berkaca-kaca Allegra menatap Al yang semakin kencang menggenggam tangannya.

Allegri menganggukkan kepalanya dengan pasti. "Yang dikatakan daddy benar sekali. AA artinya Allegri-Allegra. Aku kecewa ketika kamu memutuskan pergi Alle". Allegri menatap Alle dengan cinta. Laki-laki itu sekarang tidak menutupi apapun.

Begitu pun Alle, tidak malu-malu lagi untuk memeluk Allegri.

Melihat pemandangan bahagia itu, tentu Monica, Luigi, Valentino dan Giana begitu bahagia karena niatan dua keluarga itu sebentar lagi benar-benar akan terwujud.

Rasa bahagia semakin lengkap ketika Allegri melakukan video call dengan Claudia dan Gabriel bersamaan. Mendengar tentang Allegri dan Allegra tentu saja membuat kedua adik Al ikut bahagia.

"Apa juga aku bilang pada mu Valen, anak-anak kita itu memiliki perasaan yang sama. Kau lihat sendiri bagaimana mereka saling mencintai", ucap Luigi sambil menikmati hidangan makan malam.

"Iya. Ternyata perselisihan terus menerus di antara keduanya berakhir dengan rasa saling mencintai", jawab Valentino melihat putrinya dan calon menantunya dari meja yang berbeda.

"Ahh... Monica aku sangat senang kabar yang mereka bawa. Akhirnya ikatan keluarga kita semakin dekat", ujar Giana.

"Iya Gi. Sesuai keinginan kita semua. Aku tahu Allegri sangat mencintai putri mu, wanita yang ia kencani tak satupun Al perkenalkan pada kami, termasuk Alice. Artinya ia belum menjalin hubungan serius. Sangat berbeda dengan Alle, lihatlah ia begitu mesra pada putrimu. Luigi pasti sangat bahagia. Seperti kau tahu ia sangat menginginkan salah satu anak kami menikah dengan Allegra. Ternyata apa yang suamiku inginkan benar-benar sesuai harapannya".

Giana menganggukkan kepalanya, setuju dengan Monica. "Dan yang paling penting, anak-anak itu mencintai sesuai dengan perasaan mereka, tanpa tuntutan dari kita".

"Iya. Kamu benar sekali..."

...***...

To be continue

1
Dinda Wei
Kamu beruntung banget Alle di cintai sedalam itu sama Al😍
Amelia
Lanjut thor👍😍
Amelia
Ya si bapak nggak berubah kalau ngomong sat sett gitu aihhh😛😂
Amelia
Lanjut 😍
Naya En-lish
/Heart//Heart//Heart/
Delyana.P
Kalau udah baikan jgn ribut lagi. otw ke pelaminan 👍
Delyana.P
Agak lebay si Alle kalau kayak gini. 🤔
Delyana.P
Alle jgn bodoh ya, alice emang sengaja mancing kamu biar ribut sm al. Jgn juga lg lari gitu, kenapa sih
Dinda Wei
Nah gitu berbaikan. Kasihan carmen di pecat, tp emang patàl sih kesalahannya. Lanjut kK👍
Dinda Wei
Benar-benar salah paham ini kayaknya. Entah dapat dari mana Alice pasword mu al, kamu harus selidiki loh. Kebangetan. Lagian Alle kenapa gegabah sih, mbok y dengerin penjelasan Al. 🤔🤔🤔
Dinda Wei
Kamu harus percaya dan dengerin penjelasan al dong Allegra. Bisa sja pasword itu tau dari pembantunya al atau darimanapun. namanya juga niat jahat apa aj pasti bisa di lakuin pake uang
Dinda Wei
otw halal smg nggak ada rintangan😍
Dinda Wei
otw halal smg nggak ada rintangan😍
Dinda Wei
yang terbuat dari gandum utuh ya maksudnya. enak dan sehat banget itu👍
Amelia
Malam bapaknya al yg antusias banget 😛
Amelia
Ternyata Alice licik. Hati2 aja Kamu Alice di abisin Luigi kalau sampe menghancurkan pernikahan anaknya.😂
Delyana.P
Apa? Nggak salah ngatain Alle kampungan? Ternyata begitu ya tabiat mu Alice sok terluka ternyata...ada intrrik terselubung dia mah🤔
Delyana.P
Nahh
Delyana.P
😱😱😱
Delyana.P
Kok ganti terus covernya thor? Yang sekarang udah bagus jgn di ganti lagi thor👍
Emily: Nt yang ganti covernya kak. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!