Melia-Dimas yang bermula dari Hubungan Tanpa Status berakhir di jenjang pernikahan yang masih terlalu muda.
Takdir seolah tak membiarkan keduanya asing, setelah berpisah karena orang tua yang harus berpindah negara, mereka kembali di pertemukan dengan satu sama lain dengan perasaan yang masih sama tanpa berkurang sedikitpun.
Bagaimana kelanjutannya? Simak selengkapnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Seperti aturan yang di tetapkan oleh Dimas, Lia akan berkunjung setiap weekend untuk sekedar beristirahat lebih lama di kamar.
"Sayang, makan dulu jangan tidur terus" ucap Dimas di depan pintu sembari membawa nampan berisi sarapan yang menjadi makan siang bagi Melia.
Tak lama pintu terbuka dan menampilkan Melia yang masih muka bantal dan rambut yang acak-acakan.
"Cape banget ya? Sampai jam segini masih pengen tidur" tanya Dimas di angguki Melia dengan mata sedikit tertutup.
Dimas menutup pintu dan masuk untuk menaruh nampan di meja belajar Melia.
"Baru mulai masuk udah di buat cape sama dosen nya, nggak ngotak sekali ngasih tugas" jawab Melia kembali berbaring di ranjang empuk yang seperti memanggilnya untuk kembali tidur.
Dimas tersenyum lalu duduk di pinggir ranjang. "Setidaknya kamu isi perut dulu, kalau kamu full tidur seharian, yang ada kamu sakit pas udah balik ke asrama" ucap Dimas sembari mengelus kepala Melia.
"Laper sih tapi males makan" keluh Melia lalu mendekati Dimas, ia pun menaruh kepala nya di atas paha Dimas dan menikmati elusan lembut di kepala nya.
"Ku suapin mau?" tawar Dimas di angguki Melia dengan pelan.
"Ayo bangun dulu, nanti habis makan kamu boleh tidur lagi" ucap Dimas membuat Melia menurut untuk bangun walau ada sedikit rasa terpaksa.
Dimas dengan telaten menyuapi Melia yang benar-benar kelelahan.
"Kakak dulu juga kayak kamu gini, setiap weekend pasti tidur seharian, apalagi Kakak dulu tinggal sendiri disini, jadi semakin tentram buat tidur, tapi lama kelamaan Kakak sadar kalau tidur seharian bikin efek malas waktu udah kembali masuk kuliah di tambah pencernaan Kakak dulu nggak sebaik sekarang" Dimas bercerita tentang diri nya kepada Melia yang benar-benar sama persis dengan nya.
Melia terus mengunyah sembari mendengarkan cerita Dimas.
"Pasti nggak enak ya, tinggal sendiri tanpa ada yang ngurusin Kakak dulu" Dimas menghela napas pelan mendengar tanggapan Melia.
"Ya itu resiko Kakak karna milih buat nggak serumah sama Mama Papa lagi, Kakak biasanya berkunjung kadang-kadang, tapi yang paling sering Mama Papa Kakak yang kesini"
"Iya ya? Aku belum ada ketemu Mama Emel dan Papa Rico deh" sahut Melia sebelum meneguk air minum nya.
Dimas tersenyum. "Mungkin malam ini Mama Papa akan kesini, tadi sih sempat ngabarin tapi mereka nyuruh Kakak jangan bilang-bilang ke kamu" ucap Dimas membuat Melia mengerjap.
"Lah itu Kakak bilang ke aku" Melia memandang Dimas dengan wajah polos nya.
Dimas terkekeh pelan. "Kamu pura-pura nggak tau aja ya? Kakak nggak bisa sembunyiin sesuatu dari kamu soalnya" ungkap Dimas membuat Melia ikut tertawa dan mengangguk.
"Kalau gitu Lia mau mandi deh, biar lebih seger lagi buat ketemu Mama Papa.. Jadi nggak sabar" Melia mengatakan nya sembari kembali berbaring.
Dimas geleng-geleng kepala melihat tingkah Melia yang tak sesuai dengan ucapan nya sendiri.
...****************...
Malam nya.
Emelin dan Rico benar-benar datang dengan membawa bingkisan yang lumayan memenuhi meja makan.
"Banyak banget loh ini Ma" ucap Melia sembari mengecek beberapa kantong yang isi nya ada disediakan makanan.
"Ah nggak papa Sayang, Mama Papa jarang ke apartemen loh, kamu juga akan jarang ke rumah utama, jadi nggak ada salah nya kalau Mama bawain stok makanan lebih banyak, nanti kamu bawa ke asrama juga beberapa bagi-bagi ke teman sekamar mu" balas Emelin.
Melia mengusap tengkuk nya dengan canggung.
buat yg vote, like, komen, dan meraih peringkat 1 akan aku kasih hadiah kecil-kecilan buat nambah semangat kalian supaya rajin ngegift hehe🤭