Astra tak pernah mau meneruskan pekerjaan Ibunya. Di bandingkan menjadi dukun, dia ingin hidup normal sebagai gadis pada umumnya.
Demi bisa terlepas dari hal-hal gaib di desa, Astra nekat melanjutkan study nya di kota. Dengan beasiswa yang susah payah dia raih, dia memasuki sekolah terkenal di kota "High School" dari namanya saja sudah keren bukan?
Astra bermimpi untuk belajar seperti siswa pada umumnya, memiliki teman dan bekerja setelah lulus. Namun kenyataan menampar nya, High School tidak sebaik yang di pikir kan.
Kemanapun dia pergi, kabut gelap selalu terlihat di tubuh setiap orang...
Permainan gaib, nyawa dan kekuasaan menjadi mainan bagi mereka. Sisi baiknya, tidak ada satupun orang yang mengetahui hal gaib lebih baik darinya di sekolah ini...
#25Desember2025
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Alan dan Mbah Yong menoleh serentak ke arah pintu yang kini terbuka lebar, memperlihatkan sosok gadis berseragam SMA yang berdiri tegak di ambang pintu.
Di belakangnya, dua sosok laki-laki juga muncul, siap siaga. Wajah Astra terlihat dingin, matanya memancarkan hawa dingin yang membara, kontras dengan ketenangan yang ia tunjukkan.
"Siapa kau?!" teriak Alan, mencoba menyembunyikan kegugupannya di balik nada yang mengancam. Ia tidak menyangka akan ada manusia yang bisa menembus pertahanan markasnya, apalagi setelah dua makhluk kuat entah kirimi siapa beraksi di luar.
"Eh, jangan tinggalin kita dong!" Seru Arka dari luar dan di ikuti Dion serta Gabriel. Mereka kalah cepat dengan Fino dan Samuel dalam menghajar musuh yang menjaga pintu.
"Sekumpulan anak SMA bau kencur? Mau apa kalian?" Seru Alan dengan pandangan meremehkan.
Dari 6 manusia dan satu hantu perempuan, mbah Yong menatap Astra dengan tatapan tajam. Ia merasakan aura yang kuat dari gadis itu, aura yang berbeda dari manusia biasa, bahkan dengan tatapan nya, jiwanya seolah gemetar.
Dia seperti bukan manusia, tatapan nya tidak asing seperti dia pernah melihat dimana, tatapan yang membuat hatinya jadi seperti merasakan menyesal.
"Jangan banyak bicara Alan, kamu hati-hati! Mereka ini bukan orang sembarangan, ada yang jaga mereka. Terutama gadis ini." Peringat Mbah Yong dengan nada serius.
Astra melangkah masuk, diikuti oleh rekan-rekannya. Suara langkahnya terdengar jelas di ruangan yang dipenuhi asap kemenyan dan bau darah.
"Kami adalah orang yang akan mengakhiri semua kekejianmu," jawab Astra, suaranya tenang namun penuh penekanan.
Astra kemudian menatap Mbah Yong beberapa saat sebelum akhirnya matanya menyapu wadah-wadah berisi bunga, darah, kuku orang mati dan beberapa sesajen mengerikan lainnya dengan jijik.
Alan menatap Mbah Yong. "Mbah, anak buah saya udah tumbang!" Serunya. "Mbah harus bantu!"
Mbah Yong menatap tajam Astra sekumpulan pemuda itu. "Tenang saja, kamu berlindung di belakang."
Setelah itu Mbah Yong menggumam kan sesuatu.
"Jiwa-jiwa anu leungit sareng Jin anu dihormat, gaduh jasad anu murag. Kuring nawiskeun anjeun awak sareng jiwa anu paburencay di dinya."
Artinya: [ Jiwa-jiwa yang tersesat dan Jin-jin yang terhormat. rasukilah raga yang telah tumbang. Kupersembahkan jiwa dan raga yang berserakan di luar sana untukmu. ]
Mata Mbah Yong memerah, senyum nya menyeringai. Astra tersentak dan kemudian melihat ke belakang. "Hati-hati!"
Kelima pemuda itu segera melihat ke belakang, nampak jelas terlihat anggota-anggota geng yang tadi sudah tumbang kini bangkit kembali.
"Wih, hebat banget! Udah pingsan di sadarin lagi."
"Jangan anggap remeh!" Bentak Fino yang paham situasi.
"Ini bukan level yang pantas untuk anak SMA hadapi, kalian hati-hati." Samuel, Fino, Arka, Gabriel dan Dion menatap ke arah anak buah geng Ular Hitam yang tiba-tiba terbangun dengan sikap waspada dan posisi bertarung.
Astra kembali menatap Mbah Yong dan Alan. "Kalian bahkan menumbalkan anak buah sendiri." Ucap Astra dengan, dengan suara seperti menahan amarah.
"Hah? Jadi mereka ini..." Syok Arka.
"Iya, mereka bisa di ibaratkan zombie. Mereka jin atau makhluk gentayangan yang masuk ke jasad mereka."
"Tapikan kita hajar mereka gak sampai mati?" Tanya Dion dengan bingung dan panik.
"Lo tolol atau gimana? Kan Astra udah bilang kalo mereka di jadiin tumbal buat manggil makhluk itu." Seru Gabriel.
Sekumpulan raga dengan jiwa kegelapan, pupil mata mereka mengecil, tatapan nya bak hewan buas. Rupa mereka beragam, ada yang masih dalam muka manusia. Ada yang giginya sudah berubah menjadi full tariing, ada yang lidahnya keluar panjang.
Gluk!
"Kalian urus yang belakang," ucap Astra.
"Serang mereka! Suruh mereka serang mereka Mbah!" Ucap Alan dengan puas.
"Serang!" Ucap Mbah Yong, dan para makhluk yang menempati raga manusia itu mulai menyerang dengan membabi buta.
Sekilas terasa Mbah Yong yang mendesak mereka, namun sebenarnya Mbah Yong merasa terdesak. Anak gadis ini mengingatkan nya pada seseorang yang sudah ia lupakan. Matanya masih tetap menatap Astra, seolah berharap dia bisa mengingat gadis ini. Rasanya hatinya seperti berdenyut seiring dengan ia yang terus menatap gadis ini.
Napas Mbah Yong memberat, dia mencengkram dadanya. Membuat Alan panik, "Mbah, kenapa Mbah?" Perasaan merinding muncul bersamaan dengan langkah Astra mendekat.
Astra tidak tahu apa yang sedang terjadi pada orang tua ini, apakah sakit jantung? Agak kurang sref ya, mati di tengah perang gaib karena sakit jantung.
"S-siapa kamu sebenarnya?!" Tanya Mbah dengan terputus, menatap Astra.
"Dukun hitam, manusia penyembah iblis yang terkutuk. Untuk apa bertanya identitas ku? " Astra mengangkat tangan nya ke hadapan Mbah Yong.
"Kekuatan gelap akan kalah oleh kekuatan cahaya." Gumam Astra. "Namun tidak ada satupun cahaya di antara kita." Seringai muncul di bibirnya.
Tangan Astra yang terulur ke arah lain, "Hudang, O jiwa nu di nobatkan kalawan dendam, nyokot hak dipaling Anjeun. Hayu jagat raya jadi saksi nalika anjeun ninun kaadilan deui tina benang amarah anu anjeun jaga."
Artinya: [Terbangunlah wahai jiwa yang bermahkotakan dendam, jemput lah hakmu yang terampas. Biarlah semesta menjadi saksi saat kau menenun kembali keadilan dari benang-benang amarah yang selama ini kau simpan.]
Untuk sesaat pikiran Friska di penuhi ingatan nya yang dulu...
***
Like dan Komentar yang banyak oke!
Boncab dong Thor
semangat menjalani harimu
ayo up lagi malam ini.
aku suka banget ceritanya.
bagus
dan semakin bikin aku penasaran akan kelanjutannya.
ayooooooooo up lagiiiiiiiiiiiiiiii
kenapa kok gak ada semangatnya.
semoga author dapet ide-ide bagus buat lanjutin Babnya, biar gak terlalu pendek-pendek amat ceritanya kalo tamat😊🤭🤭🤣🤣🤣🤣
semoga semangat mubgak kendor ya thor. jangan putuskan hubungan ini... eh, novel ini di tengah jalan thorkuuuu....
semoga lolos ya thooor
🎶Sampai kapan kau gantung
Cerita cintaku memberi harapan🎶