Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.
Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?
Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cafe
"Di sini nggak apa-apa kan? Cuma meja sekitar sini aja yang tersisa Perl."
"Nggak apa-apa kok Dik," sahut Perlita sembari menarik kursi yang ada di depannya.
"Mau makan apa Perl? Ini buku menunya, dan dilayani oleh ownernya langsung."
"Iya dong, kan aku ini pengunjung spesial."
"Ha...ha...ha...ha, memangnya martabak ada spesialnya segala."
Perlita menyebutkan pesanannya dan Diki mencatat pesanan untuk Perlita, untuk dirinya, dan juga untuk istrinya.
"Ide kamu memang top deh Perl, lihat sekarang pengunjung Cafe nya dari semua kalangan. Mungkin karena desain Cafe nya juga yang nggak hanya fokus sama satu tema dan begitu juga menu makanan yang beragam."
"Syukur lah kalau ide aku membuat Cafe kalian dikunjungi banyak orang. Kan memang jarang ada Cafe dengan konsep begini. Makanya aku saranin konsepnya begini. Aku merasa senang karena kamu dan Diki mau mendengar dan melakukan apa yang aku katakan. Biasanya kan mana mau orang mendengar ide dari orang kecil kayak aku ini."
"Jangan sok merendah kamu Perl. Kamu itu sudah jadi ratu bisnis sekarang. Sama orang lain mungkin mereka akan percaya, tapi kalau kami sih udah tahu siapa gadis sederhana ini."
"Bisa aja kamu Rin. Oh iya kalian setiap hari di sini?"
"Iya Perl, rasanya lebih tenang dan puas kalau kamu langsung yang turun tangan. Lagian kan kami juga harus cepat mengembalikan modal usaha ini Perl. Kamu kan tahu kalau modal yang kami dapatkan itu dari mertua aku. Yah walaupun nggak diminta dan nggak ditagih tapi tetap saja aku dan Diki sepakat untuk mengembalikan modal Mama dan Papa secepatnya. Jadi kami bisa tenang dan tahu mana uang hasil jerih payah kami."
"Aku juga setuju dengan pemikiran kalian. Tapi orang tua Diki memang sebaik itu, mereka itu sangat tulus sama semua orang. Aku aja yang hanya teman Diki sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Sampai-sampai ada yang cemburu loh."
"Ish, jangan bahas itu lagi dong Perl. Aku kan malu jadinya. Dulu itu aku mana kenal sama kamu. Mana Diki nggak ngenalin lagi siapa kamu. Saat itu aku juga baru pertama kali datang berkunjung ke rumah orang tua Diki dan kebetulan kamu juga ada di sana. Ah sudah lah Perl." Kata Rina yang jadi malu sendiri jika mengingat masa-masa itu. Rina saat itu salah paham dengan kehadiran dan kedekatan Perlita dengan kedua orang tua suaminya. Apalagi Diki yang terlihat akrab dengan Perlita bahkan di dekat dirinya.
°°°°°°°°
"Sayang, besok hari pertama kita masuk kerja yah. Aku merasa malu sebenarnya nggak bawa mobil ke rumah sakit seperti biasanya."
"Mau gimana lagi, lagian kamu kan lagi hamil bisa lah beralasan kalau kamu memang nggak aku izinin nyetir sendiri."
"Oh iya yah, kamu memang pintar." Puji Ariana sambil tersenyum.
"Tapi jangan sampai tahu rekan-rekan kita di rumah sakit kalau kita tinggal di kontrakan sekecil ini yah sayang. Bisa di tertawakan kita sama mereka." Kata Ariana lagi.
"Tentu saja lah mereka nggak boleh tahu soal tempat tinggal kita sekarang. Bisa malu aku yang notabennya adalah keponakan yang punya rumah sakit."
"Udah, sebaiknya sekarang kita tidur biar besok nggak kesiangan."
"Apa nggak itu dulu sayang? Semenjak menikah kan kita cuma melakukan nya satu kali aja. Jadi aku pengin nih."
"Jangan malam ini yah sayang, besok siang aja yah. Soalnya aku lagi capek dan ngantuk "
"Ya udah deh." Sahut Vito yang dengan terpaksa menahan nafsunya yang sudah di ubun-ubun malam ini.
Pagi harinya Ariana dan Vito bersiap untuk berangkat ke rumah sakit. Pagi ini adalah hari pertama mereka bekerja kembali setelah cuti menikah. Ariana memang mengurus cutinya bersamaan dengan Vito. Ariana dan Vito sudah merencanakan pernikahan ini ketika Vito datang melamar Ariana. Semuanya mereka lakukan supaya pernikahan mereka di modali oleh Perlita.
Vito melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat mereka bekerja. Sebenarnya mereka merasa malas untuk berangkat kerja karena ada kemungkinan rekan-rekan mereka akan memandang Vito dan Ariana dengan pandangan yang tentunya penuh hiburan karena pernikahan mereka terjadi karena perselingkuhan yang mereka lakukan selama ini.
"Sayang, nanti kita di rumah sakit pasti di gosipin deh. Apa aku bisa tahan ya sayang?" tanya Ariana yang merasa takut tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik. Apalagi selama ini dirinya salah satu ratu gosip di rumah sakit dan banyak juga dari rekan kerjanya yang tidak menyukai Ariana karena sifatnya yang angkuh.
"Kamu harus tahan Riana, jangan sampai kamu ribut dengan siapapun. Karena itu akan berdampak dengan pekerjaan kamu. Buat jadi pegawai tetapi rumah sakit ini aja kita butuh kerja keras loh sayang. Ingat aja itu."
Vito dan Ariana memang sudah menjadi pegawai tetap di rumah sakit tempat mereka bekerja.
"Iya sayang." Sahut Ariana.
Sesampainya di rumah sakit, Ariana dan Vito keluar dari mobil dan mereka langsung masuk ke dalam rumah sakit. Pertama kali mereka mengambil absen. Bener saja kalau saat ini mereka menjadi pusat perhatian rekan-rekan mereka.
Vito menggenggam tangan Ariana untuk memberikan ketenangan kepada istrinya itu. Vito tentu tidak ingin istrinya terlibat masalah dengan siapapun. Setelah mengambil absen mereka langsung menuju ke ruangan mereka.
"Bener kan dugaan aku sayang."
"Udah biarin aja sayang, kamu harus fokus ke kerjaan kamu yah. Ya udah sana masuk ke ruangan kamu. Aku juga mau ke ruangan aku."
Ariana lalu masuk ke ruangannya begitu juga dengan Vito yang juga menuju ke ruangannya.
"Selamat pagi dokter Ariana." Sapa seorang perawat yang selama ini membantu Ariana dalam menjalankan tugasnya.
"Pagi Disa." Sapa Ariana balik, mereka langsung memulai pekerjaan mereka.
Vito juga sudah ditunggu oleh perawat yang selama ini membantu pekerjaannya.
"Pagi Pak Vito."
"Pagi Cici." Kata Vito sambil tersenyum.
"Kamu makin cantik aja Ci." Puji Vito yang memang selama ini selalu genit ke perawat yang mendampinginya.
"Ah, dokter Vito bisa aja. Mana mungkin saya semakin cantik dok, apalagi sudah punya anak satu."
"Beneran loh, kamu itu malah makin seksi." Ucap Vito sambil menatap tubuh Cici dengan penuh nafsu. Apalagi Cici yang memang suka berpakaian yang ketat dan press body sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan sangat jelas.
"Lebih cantik dan seksi dokter Ariana lah dok. Kalau saya mah cuma remahannya aja."
"Kamu pintar banget merendahnya yah, tapi beneran loh Ci, istri saya mah kalah jauh sama kamu. Kan istri saya kurus nggak kayak kamu yang berisi."
"Jangan di puji terus saya nya dok, nanti saya malah khilaf lagi. Mending kita fokus ke tugas kita aja."
Cici dan Vito pun memulai pekerjaan mereka dengan Vito yang sesekali mencuri pandang ke arah tubuh Cici yang memang menggoda iman nya. Apalagi Vito yang tidak mendapatkan kepuasan dari istrinya beberapa hari ini.
Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊
Thor jangan di bikin apes mulu peran utama pls aku baru selesai baca yg peran utama dari awal Ampe ending apes mulu