NovelToon NovelToon
Lusy Ratu Peri Terkuat

Lusy Ratu Peri Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Pembaca Pikiran / Fantasi Isekai / Peramal / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:762
Nilai: 5
Nama Author: Nadia Papendang

Lusy peri muda yang tidak memiliki sihir seperti peri lainnya. Dia berkeinginan menjadi ratu peri yang melampaui ratu peri generasi sebelumnya.

Lusy di remehkan oleh kaumnya sendiri. Namun, suatu ketika dia menemukan sebuah teknik terlarang dan sebuah pedang leluhur peri yang membuatnya bisa membangkitkan kekuatan sejatinya.

Lusy bangkit menjadi peri terkuat tanpa sihir, tapi banyak orang yang masih tidak menerima sebuah kenyataan kalau Lusy adalah peri terkuat di alam Peri.

Akankah Lusy berhasil menjadi Ratu Peri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluar Dari Kaki Gunung 2

Aldo mengajak Lusy dan fire, dia merasa sangat terhormat karena bisa menjamu pahlawan yang telah berjuang di medan perang menurutnya.

"Tuan, apa tidak apa-apa kita percaya padanya?" Fire berbisik pada Lusy.

"Ayah tenang saja, aku tidak merasakan ada niat jahat darinya." jawab Lusy yakin.

Mereka berdua mengikuti Aldo ke rumahnya. Beberapa tarikan napas kemudian mereka sampai di rumah sederhana khas warga dunia peri.

"Silahkan masuk ke rumah sederhana kami." aldo mengajak keduanya masuk ke dalam rumah miliknya.

Lusy menatap rumah tersebut, dia teringat dengan tempat tinggalnya dulu. Meskipun rumah aldo tidak semewah rumahnya yang merupakan salah satu bangsawan peri, tapi dia bisa merasakan kehangatan di dalamnya.

Lusy masuk bersama dengan fire, di dalam terlihat seorang anak kecil usia sembilan tahun, dengan seorang wanita paruh baya yang sedang bermain dengan anak tersebut.

"Ayah sudah pulang?!" Bocah sembilan tahun itu langsung berlari ke arah Ayahnya dan mendekapnya.

Hati Lusy terusik, dia yang dulu tidak pernah merasakan kasih sayang seperti anak tersebut merasa kalau dirinya peri yang tidak berguna sama sekali.

"Siapa mereka Ayah? Kenapa mereka berpakaian aneh." tanya anak itu yang melihat Lusy dan fire.

"Haishh kamu ini, mereka tamu Ayah, jangan berbicar tidak sopan seperti itu." aldo menoleh ke arah Lusy dan fire"maafkan anak saya tuan."

"Tidak apa-apa tuan." jawab Lusy langsung.

"Nesa, bawa anak kita ke dalam, tolong siapkan jamuan untuk tamu kita juga!" aldo memberikan perintah pada istrinya yang dari tadi hanya diam tidak bicara sepatah katapun.

Istri aldo menganggukkan kepalanya, dia kemudian memanggil anaknya "sini nak, jangan ganggu Ayah."

"Baik Bu." Bocah tersebut terlihat sangat patuh dengan perintah orang tuanya.

Selepas mereka masuk ke dalam, aldo mempersilahkan Lusy dan fire untuk duduk di kursi yang ada di sana.

"Maaf tuan, rumah saya berantakan." ucap aldo yang duduk bersama dengan fire dan Lusy.

"Tidak masalah tuan, ngomong-ngomong apa benar kami sudah seratus tahun meninggalkan kota ini?" Lusy mulai mencari informasi dari aldo.

Aldo menghela napas berat "saya tahu di sana pasti sangat berat untuk kalian semua, sehingga kalian sampai lupa dengan waktu."

Aldo diam sebentar kemudian melanjutkan "beberapa hari yang lalu ada pemberitahuan jika perang di perbatasan sudah berakhir.

Namun, mereka mengatakan kalau di antara kalian yang selamat hanya beberapa saja dan tidak ada kabar tentang kalian juga setelah itu, lebih tepatnya saat segel perbatasan bisa terpasang, kalian seolah menghilang begitu saja."

"Tapi syukurlah kalau kalian masih bisa selamat dan kembali ke tempat ini, jika kalian mau, aku akan mengantar kalian ke kaisaran untuk meminta penghargaan buat kalian."

Aldo menyarankan lusy dan fire ke kaisaran untuk mendapatkan hak mereka.

Karena aldo pikir kalau keduanya salah satu dari pahlawan perang perbatasan.

Ketika mendengar Ke kaisaran, Lusy mengepalkan tangannya, dia teringat dengan keluarganya, terutama ibunya yang tega membuangnya ke hutan kematian.

"Kalau begitu mohon bantuannya tuan, sudah lama kami tidak pulang." Lusy memiliki ide untuk membuat orang-orang Kekaisaran mengakuinya.

Aldo tersenyum "tentu saja Tuan, dengan senang hati saya akan membantu kalian."

Aldo sangat bersemangat, karena dia pikir dengan membawa Lusy dan fire Kekaisaran dia juga bisa mendapatkan sedikit manfaat karena telah mengantarkan pahlawan Kekaisaran.

"Silahkan tuan, hanya ada ini di rumah kami." Nesa, istri aldo membawakan makanan alakadarnya yang mereka miliki.

Lusy melihat makanan di meja, dia merasa bersalah, karena di lihat dari makanan tersebut, dia yakin keluarga tersebut sangat kekurangan.

"Terima kasih Nyonya, kami tidak pilih-pilih makanan." Lusy membuka penutup kepalanya yang selama ini selalu dia pakai.

Betapa terkejutnya aldo dan Nesa, saat melihat wajah Lusy.

Pemuda dengan pupil mata berwarna keperakan , rambut hitam panjang yang tergerai.

"A-anda sangat muda sekali! Berapa tahun anda ikut perang di sana?" tanya aldo langsung, karena menurutnya Lusy masih sangatlah muda.

"Entahlah, aku di kirim Ayahku, mungkin waktu itu aku masih sembilan tahun." jawab Lusy santai.

"Se-Sembilan tahun?" ucap pasangan suami istri tersebut sambil saling menatap, mereka membayangkan anaknya yang ada di medan perang, hati mereka seketika terasa sakit mendengar perkataan Lusy.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!