NovelToon NovelToon
TEROR DI ALAS PURWO

TEROR DI ALAS PURWO

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Iblis / Kutukan / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Pusaka Ajaib
Popularitas:20.3k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.

Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.

Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.

Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruang Hampa

Alessa diam membeku. Ia mencoba mengingatnya, tapi tak dapat menggali memorynya. "Aku hanya mengingat jika terakhir berada diruangan itu ada sebongkah batu berukuran besar," ucapnya dengan suara yang tercekat.

Ia merasakan kepalanya cukup sakit, dan menatap pemuda dihadapannya dengan tatapan kosong.

"Ruang dengan bongkahan batu?" tanya Nathan dengan lirih. Ia mencoba mengingat setiap lekuk lorong yang ada didalam istana, tetapi tak pernah menemukan bongkahan batu yang dimaksud oleh Alessa.

"Dimana ruangan itu?" guman Nathan dengan suara yang tertahan.

Gadis itu tampak berfikir, lalu menatap nanar. "Di Goa Istana,"

Nathan membolakan kedua matanya, ia tampak menemukan sebuah jawaban. "Didunia nyata? Itu tandanya kita harus kembali ke sana, dan menemukannya tetapi bagaimana caranya dapat kembali kesana?"

Alessa mengangguk, apa yang dikatakan oleh Nathan adalah benar, mereka harus kembali kesana, dan menemukan ruangan tersebut untuk mendapatkan kembali kitab kuno yang sedang mereka cari tetapi pintu ke sana harus mereka temukan.

"Aku akan membantumu, ikutlah denganku!" Alessa menemukan cara bagaimana mereka bisa tiba ke sana, dan menemukan ruang tempat dimana pematah mantra tersebut berada.

Nathan mendekap gadis tersebut, ia merasa jika musibah yang sedang mereka hadapi akan segera berakhir.

Keduanya berlari menyusuri lorong gelap yang mana akan membawa mereka kembali ke dunia nyata, dan itu ada ditempat yang dijaga oleh banyak para petapa yang saat ini bermutasi menjadi makhluk setengah hewan dan iblis.

Saat mereka hampir tiba, satu sosok petapa yang bermutasi menjadi Biawak setengah manusia datang menghadang. Saat bersamaan, sosok mutasi setengah kera ikut menghentikan langkah mereka.

"Apakah kau membawa tanda pengenal?" tanya sosok bertubuh setengah biawak.

"Aku membawanya." Alessa memperlihatkan keanggotaan mereka beruba sebuah batu kali berwarna hitam yang wajib menjadikan mereka sebagai seorang tim.

Alessa mengangkat tangannya, namun tanpa terduga, ia meninju wajah petapa berwujud Biawak dengan sangat keras.

Buuuugh

Tinju itu tepat mengenai wajahnya, membuat mutasi Biawak mundur ke belakang tiga langkah.

Tindakan Alessa mengundang makhluk mutasi lainnya yang dalam berbagai wujud.

Melihat hal tersebut, Nathan menarik kerisnya, lalu mengarahkannya kepada para makhluk tersebut.

Dengan gerakan yang cepat, ia menghujamkan keris digenggamannya ke arah para lawannya yang mencoba menyerang mereka.

Craaaaasssh

Sebuah hujaman ujung keris tertancap tepat diperut sosok mutasi Kera, dan membuat lawannya meringis kesakitan, lalu perlahan berubah menjadi asap hiram yang meliuk dengan cepat dan menghilang bersama suara pekikan yang mengerikan.

Sedangkan Alessa tampak menghajar mutasi biawak, dan terlihat sosok itu menggerakkan ekornya, dan melibas tubuh sang gadis.

Buuuuugh

Ekornya mengenai pinggang sang gadis, sehingga membuatnya meringis kesakitan.

Nathan yang masih menyerang mutasi Kera ekor panjang, bergegas menendang lawannya, lalu melompat dan menikam sosok mutasi biawak.

Craaaaas

Sebuah hujaman tepat dibagian lehernya, dan sosok itu terpekik kesakitan, lalu mencakar lengan Nathan, dan membuat baret dengan cairan pekat yang mengalir dibekas luka yang ditinggalkan.

Pemuda itu menekan hujamannya, lalu menendang sosok tersebut, dan hal lainnya terjadi, sosok itu berubah menjadi asap hitam yang mengepul, kemudian menghilang.

Nathan membolakan kedua matanya. Ia merasa jika keris yang dipegangnya dapat membuat jiwa para makhluk tersebut terkalahkan.

Ternyata serangan itu tak hanya satu atau dua, tetapi ada banyak yang datang dan berjumlah ratusan.

Keduanya bergerak mundur, dan membuat mereka tampak saling memunggungi dan melindungi satu sama lainnya

Nathan merasakan deguban jantungnya memburu, dan ia menggenggam erat keris di tangannya, dimana para mutasi ular sanca mulai bergerak dan melalukan penyerangan.

Saat mutasi itu melibaskan ekornya, Nathan membawa tubuh Alessa merunduk, lalu serangan itu terlewat diatas kepala mereka, dan membuat Nathan menangkap ujung ekornya, lalu memutar-mutarkannya ke atas, hingga membuat mutasi Ular Sanca yang menyerangnya mengalami lemah dan dengan sigap ia memotong ekornya, dan membuat sosok itu berubah menjadi asap hitam.

Sementara itu, Alessa sedang terbelit oleh ular sanca dengan tubuhnya yang berusaha bergerak untuk melepaskan dirinya.

Nathan dengan cepat memutar tubuhnya, lalu melompat dan menghujamkan ujung keris ke bagian tubuh ular, lalu menariknya, hingga membuat robekan yang cukup panjang.

Ular itu menggelepar, lalu melepaskan tubuh Alessa, dan saat bersamaan, tampak sebuah cahaya yang berputar bagaikan sebuah pusaran dan membuat Alessa tersentak kaget.

Tubuhnya masih mengalami kesakitan, tetapi mereka harus segera melompat, sebab itu adalah gerbang menuju ke alam nyata.

"Nathan, ayo, cepat!" ajak Alessa dengan cepat.

Saat bersamaan, Naura muncul dibelakang mereka, ia baru saja menyelinap dan mendengar perbincangan keduanya, ia ingin segera keluar dari tempat ini.

"Tunggu, aku ikut." pekik Naura, lalu berlari mengejar keduanya, tetapi mutasi Kera menghalanginya. Keduanya tampak dilema, sedangkan pintu penghubung tampak mulai akan menutup, dan Nathan terpaksa melompat menyerang sosok mutasi Kera, lalu menghujamnya.

Setelah melukai punggung lawannya, ia menarik tangan Naura, lalu menghampiri Alessa yang sudah berada tepat didepan pintu.

Ketiganya melompat saat pintu hampir tertutup, dan membuat mereka masuk ke dalamnya.

Wuuuuussh

Braaaak

Tubuh mereka terhempas dihutan rumpun bambu, dan membuat ketiganya meringis kesakitan.

Kabut tampak tebal, dan suasana terlihat cukup mencekam.

"Mengapa jadi seperti ini?" tanya Naura dengan wajah bingung. Sebab saat mereka tinggalkan, tak ada kabut dan semua sangat tak biasa.

Alessa menatap tubuhnya yang masih menjadi mutasi kera ekor panjang dengan dua bola mata merah menyala. Ia melirik ke arah Naura dan juga Nathan yang berusaha bangkit setelah terjatuh dari dimensi lain.

"Berhati-hatilah, jangan kalian fikir setelah berada didunia ini, kalian merasa aman, sebab makhluk mutasi itu ada banyak berkeliaran disini," ucapnya dengan sangat hati-hati.

Ia mengedarkan pandangannya, menatap sekelilingnya, dan mengendus aroma darah yang cukup pekat, sisa dari pembantaian.

"Apa maksudmu? Apakah makhluk yang masih tertinggal terkena pengaruh mantra waktu itu?" tanya Naura dengan tatapan yang sedikit mengernyitkan dahi dan tertuju pada rumpun bambu yang ada didepannya.

"Ya, mereka juga terpengaruh, dan hanya yang memiliki kelebihan dan dilindungi oleh Dewi Gayatri saja yang dapat selamat," sahut Nathan dengan suara lirih.

Pemuda itu ikut memandang ke arah rumpun bambu yang berada didepan mereka, dan mendengar suara rintihan samar yang tertahan.

"Dewi Gayatri?" tanya Naura dengan rasa penasaran

"Ya, sosok itu yang menjaga keseimbangannya di Alas Purwo," sahut Nathan dengan gamblang.

Naura manggut-manggut mengerti, sembari mengamati terus ke arah rumpun bambu.

"Aku seperti mendengar sesuatu disana." Alessa berjalan terlebih dahulu, dan diekori oleh keduanya.

Salam pekatnya kabut, Alessa menghampiri rumpun bambu, dan saat berada didekatnya, ia dikejutkan oleh penampakan yang sangat mengerikan, dimana seorang pria sedang mengalami hipotermia parah.

"Hah?! Mengapa ada Tim SAR?" gumamnya lirih.

"Lihatlah, Alessa, mereka masih peduli pada kita," bisik Nathan dengan cepat.

1
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lah kk siti knp di gantung ya ahhh g rela dehh
V3
hahaha ..... si Gemet kta nya punya tongkat gak seberapa besar tp dh lelaguan ja gila wadonan 🤣🤣
V3
bujug busrak ..... dh telentang ja tuh si Gemet ,,, mna tuh tongkat nya dh berdiri 🤣🤣🤣
neni nuraeni
jreng... jreng... aku Yo deg... deg.. ser,,, ikutan cpe aku bcanya,, lnjut thor
renjani
hebat thor👍 bisa membawaku seakan ikut war didlm y 👍👍 sampai menahan sesak ingin cepat sampai kebatu besar...semangat thor💪 jaga kesehatan👍
Desyi Alawiyah
Ah, berhasil ngga yah Alessa menemukan kitab itu? Semoga saja berhasil...

Lanjut kak Author, semangat... 💪💪
Arinda Fira
akhirnya dunia nyata muncul
Arinda Fira
memannya bisa dipertanggung jwbkan
Arinda Fira
semudah itu terbukanya?
Arinda Fira
baguslah sang raja tertidur
Arinda Fira
kepala adalah kelemahan para mutasi.
Desyi Alawiyah
Wah, udah sebulan lamanya mereka hilang, dan sekarang belum ketemu juga..

Semoga kitab kuno segera ditemukan, jadi Sena dan yang lain bisa pulang dengan selamat ke rumah mereka masing-masing... 😙
🌹Widian,🧕🧕🌹
deg-degan nih bacanya 😬
Arinda Fira
hah raja bisa terkecoh🤣
Arinda Fira
Aduh
Ayuk Witanto
tinggal nyari tulisan kunonya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
kira2 bisa nemu g ya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: hiiiiii ulooooo
total 2 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
wuuuhh ekor nya lgsg di patahkanndan di hujam belati pas jantung nya ya 🤔
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: sukses nya belakangan mbk ning
nnti adain syukuran deh
total 4 replies
neni nuraeni
weeeh seruuu lah lnjuut
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
aq wis deg deg an eee
untung wae lagsg crassss tesss tess tess ehh darah nya bukan merah ges apa mgkin darah nya biru 🙈🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!