NovelToon NovelToon
Keturunan Pendekar

Keturunan Pendekar

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Anak Yatim Piatu / Dendam Kesumat / Balas Dendam
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

perjalanan seorang remaja yang mencari ilmu kanuragan untuk membalaskan dendam karena kematian kedua orang tuanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar Pengobatan

Sejak saat itu Raka mulai belajar pengobatan di bawah bimbingan Dewa Obat, dari mengenali herbal obat sampai meramu menjadi param atau pil, ia juga di ajari totokan di titik nadi tubuh , yang ternyata selain untuk mengobati ilmu totokan itu juga bisa di pakai untuk menyerang lawan

Dengan kecerdasannya Raka bisa menangkap ajaran Dewa Obat dengan cepat, ia sudah mulai bisa mengenali jenis herbal dan juga manfaatnya, ia juga bisa mengobati penyakit penyakit ringan , juga mampu mengobati luka dalam akibat pukulan tenaga dalam.

Namun satu yang membuat Raka bingung, setiap mengobati pendekar Golongan Hitam, Dewa Obat akan memutuskan aliran darah di salah satu anggota tubuh mereka baik itu tangan atau kaki, membuat anggota tubuh yang di putus aliran darahnya menjadi lumpuh

" Guru, boleh aku bertanya?" tanya Raka saat mereka baru saja selesai mengobati salah satu warga yang di gigit ular

" Ada apa mengapa kau masih sungkan padaku?" Dewa Obat balik bertanya

" he he he, aku hanya bingung guru, mereka yang berobat sering kali guru putuskan urat kaki dan tangan mereka padahal mereka itu bisa di tolong tanpa harus mengorbankan anggota tubuh mereka" ucap Raka menyatakan kebingungannya

" Mereka itu penjahat semua, mereka tak segan melukai rakyat kecil yang tak berdosa hanya karena menuruti hawa nafsu mereka , aku pikir jika aku membuat salah satu anggota tubuhnya tak berfungsi mungkin mereka akan bertobat atau setidaknya mengurangi sepak terjangnya" sahut Dewa Obat.

" Apa tidak bisa di beri nasehat saja guru?" tanya Raka

" Ha ha ha, kau masih ingat tentang dirimu yang keracunan? jika Anggun tak membawamu kemari kau sudah mati muridku, orang orang seperti mereka sangat kejam dan jika mempunyai tujuan ia harus mendapatkannya atau di hancurkan , Nasehat bagi mereka hanya angin busuk " Dewa Obat tertawa mendengar ucapan Raka, Raka terdiam karena ucapan Gurunya benar apa adanya

Selama setahun Raka berguru pada Dewa Obat, ia kini sudah bisa mengobati seperti dewa Obat, satu sore Dewa Obat memanggilnya dengan serius

" Guru memanggilku? ada apa guru?" tanya Raka sambil duduk di hadapan Dewa Obat

" Kau kini sudah mengerti akan pengobatan dan juga tanaman obat, tenaga dalammu sudah sangat tinggi melebihi diriku, namun itu belum cukup muridku" ucap Dewa Obat sambil menerawang ke angkasa

" Maksud guru?" tanya Raka Tak mengerti

" tenaga dalam yang kau miliki setinggi apapun tak akan membuat tubuhmu kebal terhadap Racun, kau ingat tentang dirimu yang terkena Racun?" Tanya Dewa Obat

" ya guru aku ingat" jawab Raka

" karena itu kau harus mencari Buah Dewa, buah itu akan membuat kau akan kebal terhadap racun jenis apapun" tutur Dewa Obat

" Tapi aku tak tahu di mana terdapat Buah Dewa??" ucap Raka bingung

" kau pergilah ke Lembah Kahuripan. aku pernah melihat ada Buah dewa di sana , dulu belum matang , mungkin sebentar lagi akan matang" ucap Dewa Obat memberitahukan keberadaan Buah Dewa

" Baiklah aku akan mencoba mencarinya , tapi bukan sekarang" sahut Dewa

" Mengapa , jika terlambat buah itu akan di dahului orang lain, dan juga buah itu akan menjadi cairan jika terkena tanah" tanya Dewa Obat kaget

" bila aku pergi guru akan seorang diri disini, aku ingin menemani guru saja di sini" jawab Raka sambil menunduk

" Anak bodoh, aku sudah terbiasa sendiri, kau pergilah besok jangan di tunda lagi" seru Dewa Obat tegas

" Tapi guru-"

" Tak ada tapi tapian, harus berangkat besok, dan juga harus kau ingat , jika buah Dewa matang akan membentuk medan gravitasi yang kuat, kau harus meloncat dan langsung mengambil buah itu secepatnya" ucap Dewa Obat mengingatkan

" Baik guru aku akan mengingat apa yang guru katakan" sahut Raka. setelah memberi nasehat dan juga menjelaskan keberadaan Lembah kahuripan, Dewa Obat menyuruh Raka beristirahat

" Besok berangkatlah menutu timur, dan tak usah berpamitan , malam ini aku akan mengunjungi temanku , mungkin dua tiga hari tak akan pulang" ucap Dewa Obat

" baik guru"

keesokan paginya Raka bangun dan mencari keberadaan gurunya, namun ia hanya mendapati sebuah surat kecil dan juga satu bungkusan cukup besar berisi beberapa baju , pedang dan juga pil buatan Dewa Obat

Raka termenung, lalu meraih buntelan kain itu , ia berjalan keluar dari rumah, saat akan melewati pagar pembatas ia berbalik dan menjura pada pondok sang Guru

" terima kasih atas bimbinganmu Guru, aku akan mengamalkan ilmu pengobatan ini sebaik mungkin" ucap Raka sambil menjura

Tanpa sepengetahuan raka , dewa obat yang bersembunyi menitikan air mata,

" Pergilah muridku" gumam nya , rupanya ia tak ingin Raka berpamitan secara langsung, karena ia malu jika terlihat ia menangis saat Raka pergi.

Raka dengan petunjuk yang di berikan oleh gurunya berangkat menuju timur, saat sampai di satu desa ia membeli seekor kuda untuk menemani perjalanannya ke Lembah Kahuripan

sepanjang perjalanan Raka mampir di desa desa yang di lewati, menawarkan pengobatan gratis pada mereka, awalnya mereka ragu karena melihat usia Raka yang masih muda , namun saat ia berhasil mengobati penyakit ringan secara instan warga desa mempercayainya

" Swiiiing"

" Clap"

saat melewati sebuah hutan yang lebat , Raka menghentikan laju kudanya karena ada serangan anak panah pada dirinya

" He he he, gesit juga kau anak muda!" seru satu suara dari balik pohon besar, tak lama tiga lelaki tua keluar dari balik pohon, salah satu dari mereka membawa busur hitam yang sangat kuat

" Siapa kalian?, mengapa menyerangku!?" tanya Raka tak suka dengan serangan gelap mereka

" Ha ha ha, kami tiga sesat dari bukit kematian, serahkan kuda dan bekalmu, mungkin aku akan memberikan mayat yang utuh untukmu" ucap salah seorang dari mereka

Raka turun dari kudanya dan mendekat,

" ternyata kalian begal, bertobatlah sebelum aku menghabisi kalian" ucap Raka sambil menghunus pedangnya

" Ha ha ha, cari mati!"

" Seraaaang" teriak lelaki yang paling tengah yang menjadi pemimpin rombongan itu

" Hiaaaat"

" Hiaaaat"

" sriiing"

" Syuuut"

dua menerjang ke arah raka sambil mengayunkan golok mereka kearah kepala Raka. dan satu begal yang membawa busur menyerang dengan memanah Raka, Raka dengan gerakan gesit menghindari tiga serangan serempak itu

" Heaaaaah"

" Traaang"

" Traaaang"

"Klontraaaang,"

saat ada celah Raka tak membuang buang waktu, ia membalas serangan itu, pedang dan golok beradu beberapa kali di udara, satu golok terpental pemiliknya terjengkang saat mereka menangkis serangan pedang Raka,

" Hati hati, tenaganya sangat besar kemungkinan di atas kita" seru lelaki yang terpental tadi

" Mustahil, anak masih bau kencur memiliki tenaga dalam di atas kita" ucap begal yang memegang busur , lalu dengan gerakan cepat ia memanah Raka

" SYuuuut"

" Tap"

" Swiiing"

" Clap'

" aaaaargh"

begal yang memegang panah itu menjerit kesakitan , Raka tenyata meangkap anak panah yang mengarah ke dirinya lalu memulangkan anak panah itu dengan cepat

1
Was pray
baru aja muncul si raka tokan sama saka repe udah tenggelam.... 🤣🤣
angin kelana
untuk kesaktian ajian,jurus,pusaka agar di berinama agar menjiwai novel silat indonesia.
angin kelana
lanjuuuutt
angin kelana
awal yg menarik lanjuuuuttt..
Redy Ryan Little
Bagus
Hendra Yana
ditunggu up selanjutnya
Was pray
kasihan di Raka, isoh ngambang Ra isoh nyuling, isoh nyawang Ra lisoh nyanding.. sengsara membawa luka
Hendra Yana
lanjut
Hendra Yana
semangat
Dewi kunti
smg tidak terpecah belah
Was pray
wah saka dikasih hati minta jantung, Raka nasibnya gak pernah mujur, ibarat berakit-raki ke hulu berenang ke tepian, bersakit-sakit dahulu sengsara kemudian, 😄😄
Blue Angel: ha ha ha
total 1 replies
Hendra Yana
di tunggu up selanjutnya
Blue Angel
kembali ke jaman dulu
Blue Angel: inbok aja
total 2 replies
Dewi kunti
hadeeeeehhh tegang bacanya
Batsa Pamungkas Surya
👍🙏lanjutkan💪
Dewi kunti
kayak kurang tepat ya kalimatnya "berguru di pada Ki geni"
Blue Angel: ha ha ha, untung sunar nya udah di bikin koit yah
total 6 replies
Hendra Yana
lanjut
Batsa Pamungkas Surya
mantaaaap
Hendra Yana
up lagi dong
anggita
ikut dukung like👍 iklan👆👆, untuk novel laga lokal. moga lancar novelnya.
Blue Angel: Terima kasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!