Amora adalah seorang mahasiswi yang terpaksa menikahi pria pilihan orang tuanya
ini karya kedua aku, semoga suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ella_imupp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dosen itu siapa sebenarnya?
"ini sudah sampai" ucap Arkan
"yaudah kalau gitu Amora masuk dulu, dadah Abang" ucap Amora lalu berjalan masuk ke kampus sedangkan Arkan mengendarai mobil nya menjauh dari kampus Amora
Saat Amora ingin masuk tiba-tiba dia melihat ke arah atas pintu, ternyata ada ember di atas "cih lagi? Baik lah kali ini akan ku buat kalian mendapat kan balasan nya" ucap Amora
Amora melihat sekitar dan pas ada seorang dosen "wanjayy Dosen killer lagi.. Oke gak apa-apa malah bagus" ucap Amora lalu berjalan mendekati dosen itu
"Selamat pak" sapa Amora ke dosen itu
"Pagi, Amora" ucap dosen itu
"Oh iya bapak mau ke mana?" tanya Amora
"oh saya ingin ke kelas kamu. Hari ini saya akan mengadakan ulangan" ucap dosen itu
"Ingin saya bantu?" ucap Amora
"bisa bawa kertas-kertas di kantor tidak? Saya lupa mengambil kertas itu" ucap dosen itu
"Bisa.. Ya sudah ya pak saya ambil dulu" ucap Amora lalu berjalan pergi
Setelah beberapa menit Amora kembali
"sudah ngambil Amora?" tanya dosen itu
"ini kan pak" Amora menunjukkan setumpuk Kertas dosen itu melihat
"benar" ucap dosen itu
"ya sudah saya saja yang mengantar kertas ini, bapak masuk duluan saja. Kan masa mahasiswa masuk duluan sedangkan ada dosen di sampingnya" ucap Amora
"Ah baiklah" ucap dosen itu lalu berjalan masuk
Byur.. Suara air yang jatuh dari atas, banyak mahasiswa dan mahasiswi yang tertawa
"Apa maksud kalian!!" ucap dosen itu marah
[mampus.. Maka nya jangan suka bully seseorang] batinan Amora
"maaf pak. Kami kita itu Amora" ucap mahasiswa
"Oh, jadi kalian ingin mengerjai Amora? Dasar anak-anak nakal kalian semua saya hukum membersihkan Perpus dan WC!! kecuali Amora, dia tidak perlu ikut kalian " bentak Dosen itu
"Baik pak" ucap mahasiswa dan mahasiswi
"Ya sudah Amora kamu duduk saja di kelas," ucap dosen itu
"Baik pak, terima kasih karena memberikan keadilan" ucap Amora lalu berjalan ke bangku nya
"Sama-sama Amora. saya juga berterima kasih karena Membantu mengantar kan kertas-kertas Ulangan ini"
'tidak masalah, lagian itu juga saya yang ingin." ucap Amora lalu duduk di bangku nya
Sedang kan para mahasiswa dan mahasiswi yang ada di sana mulai keluar dari ruangan dan membagi ingin membersih kan bagian mana
Amora karena di awasi dosen, jadi hanya bisa mendengar musik menggunakan headset sambil menggambar, kadang juga nyanyi.. Sebenarnya Amora sedikit takut apalagi yang nungguin dia itu si dosen yang terkenal killer tapi Amora bosan akhir nya Amora mencoba melawan rasa takut nya
tanpa Amora sadari kalau si dosen itu dari tadi menatap nya, bukan menggunakan tatapan Marah melainkan tatapan mata yang benar-benar terlihat senang
[kenapa aku merasa seperti ada yang menatap ku?] batinan Amora lalu menoleh ke kanan dan kiri
[sudah lah mungkin itu hanya perasaan ku saja, tidak mungkin kan dosen itu yang menatap ku] batinan Amora lalu kembali Menggambar di buku nya
[Amora. Diri mu mengapa sangat persis dengan anak ku.. Sayang nya anak ku sudah mati karena ulah aku.. Amora.. Saya janji akan menjaga mu.. Walaupun kita tidak ada hubungan baik, saya janji akan menjaga mu seperti anak ku.. ] batinan dosen itu
[dari segi mata.. Postur tubuh.. Hobi bahkan nama kalian sangat persis.. tapi aku sadar jika kalian berbeda Amara adalah anak ku sedangkan Amora anak Arya.. dan selama nya Amora adalah anak Arya.. Andai Amora tahu tentang keluarga nya mungkin dia akan membenci ku..] batinan Dosen itu sambil menatap Amora sejenak