Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.
Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.
Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.
Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?
Namun.
Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.
"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."
"Ka...kamu siapa?"
"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."
Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.
Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mundur Untuk Serangan Balasan
Dalam bisnis ada yang namanya strategi mengikirkan kompetitor. Mengeluarkan modal yang besar terlebih dahulu untuk merebut customer. Tidak apa merugi, asalkan kompetitor tersingkir dan dapat menguasai pasar. Baru setelahnya mulai kembali mengambil keuntungan mengembalikan kerugian yang sebelumnya telah keluar.
Apa cara ini efektif? Beberapa perusahaan besar di luar negeri melakukannya. Jika memiliki keuangan yang kokoh maka akan efektif. Jika tidak, akan menjadi pedang yang balik menyerang. Tapi berbisnis memang sebuah taruhan, bagaikan judi.
Hal yang dilakukan Violetta hanya mengeluarkan inventaris yang mungkin tidak akan digunakan dalam butik konsep barunya. Tidak begitu merugikan, tapi juga tidak menguntungkan.
"Kamu sengaja kan, untuk menghancurkan bisnisku. Bagaimana kakak dapat begitu kejam? Ini jelas-jelas merugikan untuk kita berdua. Sama sekali tidak menguntungkan untuk kakak!" Bentak Chantika murka.
Violetta hanya menghela napas. Chantika hanya menggangu waktunya untuk mengamati berapa tampannya Galan saat makan.
"Merugikan? Hanya untukku, bukan untukmu. Lihat! Butik milikku benar-benar ramai." Violetta memakan sedikit cheesecake nya."Mau?"
"Tidak! Naikan harga sesuai harga pasaran. Jika tidak aku akan mengadu pada ibu dan ayah." Ucap Chantika masih mengepalkan tangannya, menahan amarah.
"Mengadu saja, kamu memang cuma bisa mengadu bukan? Dunia bisnis itu kejam. Siapa yang memiliki strategi untuk bertahan dan siapa yang terperangkap." Wanita yang menyeringai, benar-benar menebarkan aura wanita berkelas. Seperti sosok Violetta dalam penjabaran cerita novel.
Namun, tetap saja dirinya yang mengetahui alur tidak mungkin kalah dari protagonis wanita.
"Jika punya modal lebih, kenapa kakak tidak membuka bisnis restauran saja?" Tanya Chantika berusaha merubah tempramennya. Padahal aslinya sudah kesal setengah mati.
"Malas..." Jawaban satu kata, singkat, padat, jelas. Menusuk di kalbu.
Chantika menahan amarah dalam dirinya. Jika Violetta membuka usaha restauran seperti dalam novel, maka dirinya dapat menjiplak lokasinya. Tapi kenapa tidak berniat? Apa karena dirinya merubah alur?
"Kalau begitu bersainglah yang sehat. Jangan sewenang-wenang menghancurkan bisnis orang!"
Prang!
Lagipula hanya mereka berdua di ruangan ini. Dirinya melempar vas bunga, hampir mengenai tubuh Violetta. Untung saja Galan segera menarik hostnya, sebelum terkena vas yang terbuat dari kaca.
Tapi hasilnya? Violetta terjatuh di lantai. Memegangi pinggangnya. Benar-benar pria tampan kurang ajar.
"Host...saya sarankan untuk membenturkan kepala penjelajah dimensi ke dinding sebanyak tiga kali. Agar mendapatkan tambahan 30 poin. Sehingga dapat memilih opsi bantuan sistem." Sebuah kalimat penuh senyuman dengan nada datar.
Tapi tetap saja menyiratkan rasa tidak suka disana. Apa pria ini mencemaskannya? Violetta menahan senyumannya. Benar-benar berusaha tidak tersenyum. Walaupun sejatinya berbunga-bunga.
Poin yang dikumpulkannya saat ini nol. Menatap ke arah layar transparan. Inilah akibat menukar semuanya dengan uang cash, untuk menutupi kekurangan modal.
Tapi tidaklah mengapa.
"Menyakiti secara mental juga akan mendapatkan poin?" Tanya Violetta dengan suara kecil.
"Akan menghasilkan poin, namun dalam jumlah terbatas." Jawaban tenang dari Galan.
"Security!" Panggil Violetta bangkit dari tempatnya terjatuh."Usir wanita ini!"
"Kamu...aku akan melaporkannya pada ayah dan ibu!" Teriak Chantika meronta-ronta, kala security menarik paksa dirinya keluar. Saat itu Violetta mengikuti, wajahnya tersenyum.
Chantika menatap ke arah sekitar. Terdapat beberapa influencer yang merekamnya. Benar-benar berusaha menahan malunya.
"Adikku ini pelakor, kemudian mendirikan usaha dengan sengaja di depan tempatku membuka usaha. Tujuannya sudah jelas, hanya untuk menghancurkan kakak kandungnya sendiri. Tapi, saat aku berbaik hati melakukan cuci gudang untuk menarik pelanggan ke butikku yang sepi. Malah dianggap berusaha menghancurkan usahanya." Apa sulitnya pura-pura menangis. Air mata Violetta mengalir.
Hidup dengan gurita br*ngsek ini selama 3 tahun, sudah membuat mentalnya berubah. Bagaikan ditempa untuk tegar, menghadapi seseorang yang mengetahui masa depan.
"Adik tidak tau untung."
"Aku pernah membeli pakaian di butiknya. Harganya mahal, pelayanannya tidak ramah."
"Benar-benar berniat menghancurkan usaha kakaknya."
Ada juga tim salah satu influencer yang merekam kejadian tersebut. Mungkin akan dijadikan video pendek. Entahlah, tapi dirinya benar-benar malu.
"Selamat host, melukai penjelajah dimensi secara mental. Berhasil mendapatkan 2 poin tambahan." Kalimat yang diucapkan Galan penuh senyuman. Bersamaan dengan penambahan jumlah poin pada layar transparan.
Terlihat tanpa emosi, membuat Violetta menoleh ke arahnya. Benar-benar mengharapkan makhluk yang sejatinya bukan manusia ini.
Ingin rasanya dirinya berteriak aku menyukaimu. Kamu tipeku! Tapi ya sudahlah... bagusnya Galan tidak terlihat oleh orang lain adalah hanya dirinya yang dapat menikmati keindahan ini.
"Dia berbohong..." Chantika juga menitikan air matanya berusaha membalikkan situasi."Kakak, kenapa kakak menjadi seperti ini? Aku sakit-sakitan dari kecil. Kakak juga pernah mem-plagiat karyaku. Tapi aku maafkan, tidak menuntut apapun."
Menggiring opini adalah keahliannya. Violetta terdiam sejenak mendengarkan orang-orang berbisik samar.
"Benar! Jika diperhatikan pemilik butik ini bukankah orang yang ada di stasiun televisi swasta? Orang yang mengikuti lomba dengan mem-plagiat karya adiknya sendiri?"
"Iya! Aku ingat! Yang menang adalah adiknya Chantika bukan?"
"Jadi siapa yang salah dan siapa yang benar belum dapat dipastikan. Tapi menurutku kakaknya yang salah. Sudah plagiat sekali, pasti akan ketagihan berbuat curang."
Kalimat demi kalimat yang mulai terdengar membela Chantika. Perlahan Chantika tersenyum merasa telah menang.
Violetta menghela napas, bagaimana menghadapi makhluk selicin belut ini?
Hingga pemuda yang berdiri di belakangnya berucap."Nona, saya sarankan untuk mengakui kesalahan yang tidak anda lakukan. Kemudian gunakan alasan orang ke-tiga untuk menggiring opini ke arah yang lebih buruk. Hingga isue plagiat tertutupi."
Benar-benar pria sempurna, tutur kata sopan, otak yang cerdas, berbanding terbalik dengan sang mantan. Membuat Violetta menghela napas berkali-kali.
Tapi tidak ada salahnya menggunakan usulan Galannya tersayang.
Perlahan Violetta tertawa lirih dengan air matanya yang mengalir."A...aku memang sengaja mencoba mem-plagiat karyamu."
Kalimat yang membuat semua orang membulatkan matanya termasuk Chantika. Apa protagonis wanita sudah gila? Mengakui terang-terangan dirinya adalah plagiator.
Namun, kala semuanya masih terpaku mencerna segalanya Violetta melanjutkan kata-katanya.
"Tapi itu tidak dapat dikatakan plagiat, karena aku tidak mengumumkannya secara resmi. Juga mengundurkan diri dari kompetisi." Kata demi kata yang membuat semua orang tidak mengerti.
Tetesan air mata yang membasahi pipi Violetta menyiratkan rasa sakit yang dalam.
"Kakak! Kamu sudah banyak berbuat salah. Saat itu aku tidak menuntutmu. Tapi kamu membalasku seperti ini..." Tangisan lirih dari Chantika mengundang rasa iba semua orang yang merekam. Maupun hanya ingin tau, sejatinya ada kejadian apa.
Tapi.
Akan ada cara untuk membalas segalanya bukan? Violetta masih tertawa bahkan tawanya semakin kencang."Niat baik...aku belajar biola dari usia 8 tahun. Tidak mungkin aku tidak bisa membuat lagu sendiri. Aku sengaja karena kamu tidur dengan tunanganku. Bahkan tunanganku khusus datang memberikan bunga padamu. Ka... kalian... pengkhianat..."
melewati lembah?
atau melewati bukit?
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih