NovelToon NovelToon
Pengertian Sang Kaisar Kegelapan

Pengertian Sang Kaisar Kegelapan

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Cinta setelah menikah / Aliansi Pernikahan / Transmigrasi ke Dalam Novel / Kelahiran kembali menjadi kuat / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:974.3k
Nilai: 5
Nama Author: inda

Luna Arindya, pemanah profesional dari dunia modern, meninggal tragis dalam sebuah kompetisi internasional. Saat membuka mata, ia mendapati dirinya berada di dalam novel fantasi yang pernah ia baca—dan menempati tubuh Putri Keempat Kekaisaran Awan. Putri yang lemah, tak dianggap, hidupnya penuh penghinaan, dan dalam cerita asli berakhir tragis sebagai persembahan untuk Kaisar Kegelapan.

Kaisar Kegelapan—penguasa misterius yang jarang menampakkan diri—terkenal dingin, kejam, dan membenci semua wanita. Konon, tak satu pun wanita yang mendekatinya bisa bertahan hidup lebih dari tiga hari. Ia tak tertarik pada cinta, tak percaya pada kelembutan, dan menganggap wanita hanyalah sumber masalah.

Namun semua berubah ketika pengantin yang dikirim ke istananya bukan gadis lemah seperti yang ia bayangkan. Luna, dengan keberanian dan tatapan tajam khas seorang pemanah, menolak tunduk padanya. Alih-alih menangis atau memohon, gadis itu berani menantang, mengomentari, bahkan mengolok-olok

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33

Langit bulan purnama menyinari kediaman Zhao Kun. Di dalam aula rahasia, beberapa pejabat berkumpul. Mereka bicara dengan suara rendah, namun mata mereka penuh ambisi.

Zhao Kun mengangkat cawan araknya. “Saudara sekalian, malam ini kita teguhkan sumpah. Kaisar terlalu lama menguasai sendirian. Saatnya kekuasaan dibagi.”

Beberapa cawan terangkat, tanda setuju.

Namun tiba-tiba, pintu aula terhempas keras. Prajurit Kaisar menyerbu masuk. Di depan mereka, berdiri Jun Hao dengan pedang terhunus. “Atas nama Kaisar! Semua kalian ditangkap!”

Kekacauan pecah. Zhao Kun bangkit dengan wajah murka. “Pengkhianat! Ada yang membocorkan!”

Dan saat itulah, dari balik bayangan, Rui melangkah masuk. Jubah putihnya berkilau di bawah cahaya bulan. Suaranya dingin, tajam:

“Tidak ada yang membocorkan. Karena sejak awal, aku sudah di sini.”

Mata Zhao Kun membelalak. “Kau…!”

Ia berusaha kabur, tapi sekelompok pengawal menghadang. Pertarungan singkat terjadi, namun akhirnya Zhao Kun berhasil dibekuk.

Para pejabat yang hadir pun dipaksa berlutut, wajah mereka pucat.

 

Keesokan paginya, seluruh pejabat dipanggil. Zhao Kun diikat, wajahnya penuh amarah.

Rui berdiri di sisi Kaisar, tenang seperti biasa.

Jun Hao maju, menyerahkan gulungan catatan yang disita dari kediaman Zhao Kun. Bukti pertemuan, rencana pengkhianatan, bahkan daftar nama pendukung. Semua terbuka di hadapan seluruh istana.

Riuh rendah memenuhi ruangan. Kali ini, tak ada lagi yang bisa membela.

Tian Ze berdiri, suaranya bergemuruh. “Zhao Kun. Kau memberontak, menjual rahasia negara, dan bersekutu dengan musuh. Hukumanmu hanya satu: kematian.”

Zhao Kun tertawa terbahak, meski tubuhnya terikat. “Kau pikir dengan membunuhku, kau bisa tidur tenang? Kaisar… kau lupa satu hal. Rakyat tidak akan pernah mencintai kegelapan. Mereka akan selalu takut padamu. Dan takut… bisa berubah jadi benci.”

Kata-kata itu menggema, membuat beberapa pejabat terdiam.

Namun Tian Ze tidak gentar. Dengan satu gerakan, ia memberi tanda. Algojo maju, dan dalam sekejap, kepala Zhao Kun terpisah dari tubuhnya.

Keheningan memenuhi aula.

Rui menatap tubuh itu tanpa berkedip. Akhirnya, ular besar telah mati. Namun ia tahu, masih banyak ular kecil yang bersembunyi.

 

Istana tampak lebih tenang, tapi ketenangan itu rapuh.

Rui duduk di beranda paviliunnya, menatap bulan. Angin malam menyentuh lembut rambutnya.

Langkah berat terdengar lagi. Kali ini, Tian Ze datang tanpa jubah hitam, hanya pakaian sederhana.

Ia berdiri di belakangnya lama, sebelum akhirnya berkata pelan, “Hari ini kau menang. Tapi aku…” suaranya tertahan, “…aku takut aku justru kalah.”

Rui menoleh, menatapnya. “Kalah apa, Yang Mulia?”

Tian Ze maju, duduk di sampingnya. Untuk pertama kalinya, wajahnya tidak dingin, tidak keras. Ia hanya seorang pria lelah yang membuka dirinya.

“Aku kalah… pada hatiku sendiri.”

Hening menyelimuti mereka. Rui merasa dadanya bergemuruh, tapi ia tetap tersenyum tipis. “Kalau begitu, biarkan kita kalah bersama.”

Malam itu, tanpa ciuman, tanpa janji manis, mereka hanya duduk berdua di bawah cahaya bulan. Namun kedekatan itu lebih nyata daripada semua kata.

 

Zhao Kun sudah tiada, tapi intrik istana tidak pernah berakhir. Ular kecil masih bersembunyi, menunggu saatnya.

Namun kini, Kaisar Tian Ze tidak lagi sendirian. Di sampingnya, Rui berdiri—bukan hanya sebagai Permaisuri, tapi sebagai cahaya yang perlahan meruntuhkan kegelapan di hatinya.

Dan keduanya tahu: badai berikutnya akan datang lebih besar. Tapi kali ini, mereka akan menghadapinya… bersama.

Bersambung

1
𝓬𝓱𝓪𝓵
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ririn
suka banget deh🤭
Osie
sumpeh baru diceritakan ini temui dari awal sampai bab ini tiada lolos satupun dr yg namanya intrik perpecahan...syet dah setiap sudut ada musuh
Osie
gebrakan yg cetar membahana dari seorang putri terbuang ..amazing
Kazuma
malah nantangin
Kazuma
gak tanggung
Kazuma
coba dulu
Rev
🙏
Anka Arka
walah masa putra mahkota ga pernah ikut perang. trus gimana jaga kerjaan nya, bener nmanya putra mahkota manja, la kerjaan nya cuma di dlm istana sambil ngopi sambil ngemil sambil di pijitin dayang. putra mahkota banci dunk namanya
Anka Arka
lelah hati pikiran badan
Anka Arka
tapi asli aq banyak ngakak dr awal baca juga
Helen Nirawan
ini si Luna ke jaman kuno ngomong ny pake bhs gaul jaman now , masa itu pelayan ny gk ngerasa aneh seh
Noul
Rui rui aya aya wae,, bikin Lan Mei mikir dengar kata2
mutiara mu 🤣🤣🤣
Aisyah Suyuti
good
Eby cantik
heran dari episode pertama sampai ke 50 hanya bercerita itu² aja tentang musuh yg terus tumbuh dan Tebas leher, tentang kebodohan kaisar yg katanya bla bla ko malah bukan tertarik tapi jd ilfil
Anka Arka: kapan ciumannya😄
total 2 replies
Eby cantik
aku heran di awal kan keterangan kaisar bla bla tapi buktinya ko dia bodoh malah paling bodoh sih
Yaayaaa🌸
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Siska Atu
kapan panah lagenda dipakai, apakah telah terlupakan
Mo Xiao Lam
dari kemarin badai badai terus,mana?
Endang Werdiningsih
kok nama kaisar'a berubah...
part yg lalu bpk'a rui zie han adaklah kaisar ruiyan/ruyan kenapa jd kaisar liang
Anka Arka: mungkin Liang ruyan😄😄😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!