NovelToon NovelToon
LOVE SON OF THE RULER

LOVE SON OF THE RULER

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:221.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: kan

Lanjutan novel SON OF THE RULER (S 1 & 2).



Cinta mempersatukan mereka untuk menjalani kehidupan yang disebut rumah tangga.


Kisah cinta romantis empat putra penguasa yang memiliki sisi gelap, yang sama sekali tidak di ketahui oleh masing-masing pasangan mereka.



"Kehidupanku penuh dengan rahasia, dan hanya bisa diketahui oleh beberapa orang tertentu. Aku tidak akan membuat keluarga kecilku ikut didalamnya, cukup aku saja," Revan Li.


"Jauh dari istri membuat aku belajar akan pentingnya kepercayaan, berbeda dengan orang yang LDR. Saling mempercayai adalah bagian penting untuk sebuah hubungan bertahan hingga maut memisahkan." Revin Li.



"Kehidupan, kematian dan rejeki, ditentukan oleh tuhan. Tapi hubungan yang bertahan hingga maut memisahkan hanya bisa ditentukan dengan kepercayaan satu sama lain." Carlos Sia.



"Penantian membuahkan hasil, jika kita sabar dan teguh dalam menjalaninya. Selesaikanlah masalah itu dengan kepala dingin dan hadapi masalah itu dengan keberanian yang kuat, maka kehidupan yang baik akan selalu bersamamu." Reon Sang.

***

Kisah rumah tangga yang sering kali membawa tawa bagi mereka.


Penasaran yuk liat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIDAK ENAK

Revin terdiam, menatap Vivian yang begitu lahap makan omelet yang dibuat oleh Revan. Bahkan menghabiskan semua omelet itu sendirian.

Revin melirik perlahan kakaknya, yang sedari tadi menatapnya seolah ingin memakannya hidup-hidup sekarang juga.

"Aku berharap omelet buatanmu akan siap dalam tiga puluh menit," ucap Revan, lalu berjalan melewati Revin dengan menarik pelan tangan istrinya juga.

Revin menghembuskan nafasnya mendengar hal itu, lalu berjalan mendekati Vivian yang terlihat begitu lahap memakan sarapan pagi ini.

"Sayang," ucap Revin, membuat Vivian menoleh padanya dengan mulut yang menguyah makanan.

"Enak banget, buatan kamu mantap banget. Lagi dong," ucap Vivian memberikan pujian dan piring kosong pada suaminya itu.

"Beneran enak omeletnya?" Tanya Revin, yang kini beralih mengitari meja makan, mendekat kearah kompor lalu mulai menyiapkan semua bahan yang ia perlukan untuk membuat omelet yang baru.

"Heem, mantap banget. Besok-besok buat omeletnya yang banyak ya," ucap Vivian, lalu bersendawa dan meraih air putih disampingnya.

"Ah, iya." Jawab Revin singkat, lalu mulai mengocok telur pada wadah kecil.

Sedang di ruang tamu, Revan menatap datar layar laptopnya. Mengerjakan beberapa pekerjaan kantornya sembari menunggu Revin selesai memasak omelet baru.

Rania menatap suaminya itu dengan memiringkan kepalanya, mencoba menikmati ketampanan yang dimiliki oleh suaminya itu.

Rania menurunkan satu kakinya dari sofa, menginjak lantai berniat untuk berjalan mengelilingi ruang tamu. Agar ia bisa sedikit bergerak, tidak terus tinggal diam dan duduk diatas sofa.

Belum sempat ia menurunkan satu kakinya, Revan sudah menatapnya dengan tatapan aneh.

"Mau apa?" Tanya Revan, yang kini menghentikan tangannya mengetik.

"Jalan-jalan," ucap Rania, seketika Revan bangkit dari duduknya dan meletakkan laptopnya diatas meja lalu berjalan mendekat kearah Rania.

"Ayo," ucap Revan, dengan menyentuh kedua pundak istrinya, berniat untuk memapah tubuh mungil istrinya itu.

Wajah Rania berubah menjadi aneh, membuat Revan mengeryit bingung.

"Apa?" Tanyanya, dengan raut wajah tidak tahu apa-apa.

"Aku cuma mau keliling ruang tamu aja, kamu lanjutin aja kerjaan kamu," ucap Rania, ia benar-benar merasa aneh dengan sikap posesif tingkat tinggi suaminya itu.

"Aku akan menemanimu berjalan-jalan keliling ruang tamu ini, berjaga-jaga. Aku tidak ingin ada hal buruk yang terjadi," ucap Revan, tetap kekeh ingin menemani Rania berjalan-jalan keliling ruang tamu.

"Ih, Revan ...," ucap Rania kesal, menghentakkan kakinya kesal berjalan cepat meninggalkan Revan kearah dapur.

"RANIA!" teriak Revan, yang terdengar hingga ke dapur.

Wajah Revin berubah datar, lagi-lagi teriakan kakaknya itu terdengar pagi ini. Revin meletakkan sepiring omelet yang sudah jadi keatas meja, dan disambut hangat oleh Vivian.

Vivian segera menyendokkan omelet itu ke mulutnya. Namun ia terdiam saat merasakan rasa yang berbeda dari yang sebelumnya. Ia menoleh kearah Revin yang memunggunginya, masih bergulat dengan telur diatas teflon.

"Tidak enak!"

Jeder, bagaimana di sengat listrik dipagi hari. Revin mematung, menoleh perlahan kearah istrinya itu yang baru saja mengeluarkan kata-kata pedas.

"Kenapa rasanya berbeda dari yang tadi?" Tanya Vivian, menatap Revin yang juga menatapnya.

Sedang diluar dapur, Revan mengendong Rania ala bridel style sesaat setelah ia berteriak. Refleks Rania mengalungkan tangannya pada leher suaminya itu, memandang kesal dan datar pada pria posesif yang tampan rupawan.

"Kenapa kau begitu keras kepala," ucap Revan, lalu berjalan kearah dapur mengendong Rania yang hanya memasang raut wajah cemberut digendongannya.

Revan masuk kedapur, bertepatan dengan Revin yang mendogak menatapnya.

Vivian tersentak saat spatula dihempaskan oleh Revin diatas meja dengan perasaan kesal, sedang Revan yang tidak tahu apa-apa hanya diam, masih dengan mengendong istrinya.

"Kau masak omelet itu lagi brother, Vivian bilang rasanya tidak enak jika aku yang buat," ucap Revin dengan wajah datarnya.

Vivian menatap aneh pada suaminya itu, seingatnya ia tidak pernah mengatakan hal itu.

Revan menurunkan Rania perlahan, lalu melipat kedua tangannya didada. Revan melirik aneh adik iparnya itu, lalu beralih menatap istrinya.

"Vi ....," Revan menjeda ucapannya saat tiba-tiba Revin masuk kedalam kamar mandi didapur, dan sedetik kemudian terdengar suara Revin yang berusaha untuk memuntahkan sesuatu dari mulutnya.

Revan menutup telinga istrinya, sedang Vivian bangkit dan menghampiri Revin yang menunduk diwestafel didalam kamar mandi.

"Kamu kenapa?" Tanya Vivian saat tiba disamping suaminya itu.

"Tenggorokanku tiba-tiba terasa aneh," ucap Revin, lalu kembali berusaha memuntahkan sesuatu dari mulutnya.

"Tadi kamu makan apa?" Tanya Vivian, sembari menepuk pelan punggung suaminya itu, lalu memijit pelan kedua pundak suaminya.

Revin mengelengkan kepalanya, sedari pagi ia tidak memakan apapun. Hanya air putih saja.

"Aku hanya minum air, tidak makan apapun," ucap Revin, tenggorokannya seolah habis memakan sesuatu yang amis.

Vivian berjalan keluar dari kamar mandi, mengambil air putih untuk ia berikan pada suaminya. Ia melirik sekilas pada kakak iparnya yang kini memakai earphone bluetooth ditelinganya. Dan pastinya hal itu diambil oleh Revan yang kini telah memakai celemek, membuat omelet baru.

"Nanti saat selesai sarapan, sebaiknya ajak Revin untuk ke rumah sakit. Memeriksa keadaannya dan juga kesehatan kamu," ucap Revan, memberi saran.

Vivian mengangguk mengerti, lalu berniat untuk masuk kembali ke kamar mandi. Namun Revin sudah berlari lebih dulu keluar kamar mandi.

"Di dalam kamar mandi bau sekali," ucap Revin, dan tiba-tiba terlihat ingin muntah.

"Aduh, BROTHER!" Teriak Revin saat Revan melemparkan spatula yang tepat mengenai kepalanya, hingga ia lupa jika dirinya ingin muntah.

Revin menyentuh kepalanya, lalu menatap kakaknya yang juga menatapnya tajam. Rania hanya diam melihat hal itu, menunduk sambil mengeraskan volume musik yang ia dengar.

"Masuk didalam kamar mandi jika kamu ingin muntah sialan!" Geram Revan dengan tubuh yang gemetar menahan kekesalannya pada adiknya itu.

Vivian memberikan air digelas ditangannya pada Revin, dan disambut cepat oleh suaminya itu. Meneguknya hingga setengah.

"Makasih sayang," ucap Revin yang mulai merasa lebih baik.

Revan menghembuskan nafasnya melihat hal itu, lalu mengambil spatula baru.

'Lama-lama aku bisa gila dengan sepasang suami istri itu,' batin Revan, merasa mulai kehilangan kewarasannya perlahan-lahan akibat ulah Revin dan Vivian pagi ini.

Vivian memakan omelet seperti orang kelaparan, dan Revin yang ingin muntah padahal ia belum memakan apapun. Lengkap sudah penyebab amarah Revan pagi ini.

"Di dalam kamar mandi benar-benar bau brother," ucap Revin, ia sungguh tidak tahan didalam kamar mandi saat Vivian keluar tadi.

Revan memilih mengabaikan ucapan adiknya itu, dan memilih fokus untuk membuat omelet terakhir agar mereka bisa sarapan, kemudian Revin dan Vivian bisa segera memeriksakan diri ke dokter.

"Brother, tolong buatkan aku kopi," ucap Revin dan sedetik kemudian spatula kembali melayang.

1
Salsha Bila Maharani
pingin kisan rhena thor
ningnong
judulnya apa thor
Wita Arym
Apakah it reana
Umi Rahmawati
pas baca eps ini,,,, ya allah sedih banget ,, sampek nangis,,,,, untung bacanya di kamar,,,, jdi kagak tahu p. suami kalau lagi nangis
Ita Nusta Mega
noveltoon dong thor
Ita Nusta Mega
Aku ga sanggup ngebacanya thor...aku ga ikhlas Ana meninggal...😭😭😭... sedikit kecewa...
Ita Nusta Mega
makin lucu ... guemmmeeeessss Ama author nya...😅😅😅💪
onalis
kasih tau dong thor judul nya ap
Nurul84837058
msh blm ikhlas anna meninggal suka gamon kalo liat arian:(
Erlin
jadi baper.. habis dech tissue 1 kotak.. mantul thoor sdh bikin baper
Erlin
wkwkwk
Defe
udah ad belum novel Jaydennya thor???
Yu Ye
Kok ra ia mcm kurang perhatian sama anak ya ya tor
Jepilopez
Jgn di tamatin thor
KOHAPU: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Asisten Nona Muda"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
Maria Ina Tapo
thor novel jayden judulnya apa yah
Herfina Fina: authornya nggak mau jawab kayaknya... kita jadi pensaran
total 1 replies
Lyn
ok siap Thor. mari kita ke novel Jayden.
KOHAPU: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Asisten Nona Muda"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
Nayra Syafira Ahzahra
ok thor.... makasih
Herfina Fina
judulnya apa thor? aku penasaran gimana jayden setelah dewasa... please thor kasih tahu.. aku ngikutin cerita ini dari awal 🙏
Amel Otiek
knp ana mesti di buat mati gk asik
Nadia Farah Dini
cerita nya ini nyambung ya ko aku bingung bacanya yang mana duluan yang disebalah udah punya anak disini baru punya anak jaid bingung aku harus baca yang mana duluan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!