NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Di Rumah Setan

Jerat Cinta Di Rumah Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Selingkuh / Rumahhantu / Tumbal / Iblis
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

"Hanya anak yang lahir dari Tulang wangi satu suro yang akan selamat! Istrimu, adalah keturunan ke tujuh dari penganut iblis. Dia tidak akan memberimu anak, setiap kali dia hamil, maka anaknya akan di berikan kepada sesembahannya. Sebagai pengganti nyawanya, keturunan ke tujuh yang seharusnya mati."
Pria bernama Sagara itu terdiam kecewa, istri yang telah ia nikahi sepuluh tahun ternyata sudah menipunya.
"Pantas saja, dia selalu keguguran."
Harapan untuk menimang buah hati pupus sudah. Sagara pulang dengan kecewa.
"Lang, kamu tahu tidak, ciri-ciri perempuan yang memiliki tulang wangi?" tanya Sagara.
"Tahu Mas, kebetulan kekasihku di kampung memiliki tulang wangi." jawab Alang, membuat Sagara tertarik.
"Dia cantik, tapi lemah. Hari-hari tertentu dia akan merasa seluruh tulangnya nyeri, kadang tiduran berhari-hari." jelas Alang lagi.
"Lang, kamu mau nggak?" sagara meraih bahu Alang.
"Mau apa Mas?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba-tiba Saga

"Nggak! Aku tidak akan melepaskan kamu sampai kapanpun!" kata Alang.

Kini Saga yang memisahkan tangan Alang dari tubuh Niken. Ia mendorong Alang menjauh.

"Urusan ku dengan Niken, kau tak bisa ikut campur!" ucap Alang, ia menatap tajam Saga.

"Urusan mu dengan Dewi, aku yang bertanggung jawab. Berani kau menyakiti keponakan ku? Nyawa mu, melayang." gertak Saga.

"Niken itu adikku!" jawab Alang.

Niken melengos, mendengar kata-kata itu membuat hatinya bagai di remas-remas. Teganya Alang mengucapkannya, setelah dua tahun mereka menghabiskan malam bersama, dua tahun pula Alang membohonginya.

Dua tahun? Dua tahun itu ternyata bukan apa-apa dibandingkan hubungan Alang dengan Dewi, sudah lebih dulu.

Artinya, ketika kedua orangtuanya masih hidup, Alang sudah kenal Dewi. Lalu mengapa masih menginginkan Niken?

"Niken ikut aku, kalian berdua masuk dan pulang. Kita selesaikan di rumah!" Saga menarik lengan Niken masuk ke dalam mobilnya. Sementara Alang kembali bersama Dewi, mau tak mau harus pulang dan menghadapi segalanya.

Tiba di rumah, Niken langsung berlari menuju rumah belakang. Tidak peduli Alang, tidak mau mendengar Dewi. Urusan mereka biarlah mereka yang putuskan, Niken ingin menenangkan diri.

Brak! Pintu kamarnya di tutup rapat.

Ia meluapkan tangisnya diatas bantal yang bisu. Ternyata, inilah akhir dari hubungan mereka yang salah.

"Niken!" Suara serak Mak Puah terdengar dari balik pintu yang terkunci.

Niken enggan beranjak, malah mengecilkan suara Isak tangisnya.

Mak Puah membuka pintu kamar Niken dengan kunci serep. Khawatir akan keadaan Niken yang sejak pulang tak keluar kamar.

"Ken, Tuan Saga mau bicara?" ucap Mak Puah, meraih bahu Niken yang bergetar.

Tapi Niken tetap tak mau bangun dari posisinya. sehingga membuat dua orang di sisinya tak mampu berbuat apa-apa.

Entah kapan ia tertidur pulas, matanya yang sembab itu mulai terbuka meskipun perih dibagian sudutnya. Niken merasa tubuhnya kaku, risih, tentu karena pulang kerja tak mandi.

Malam masih berlanjut, teringat kejadian tadi yang membuatnya menangis.

Niken tersenyum kecut, kembali menjatuhkan air mata. Alang benar-benar telah menghancurkan dirinya.

Rasa ingin buang air tiba-tiba melanda hampir tak terbendung. Niken beranjak dari tidurnya, tapi merasa sulit karena sebuah tangan melingkar di pinggang menyulitkan.

Dia menoleh.

"Tuan Saga!" ucap Niken, terkejut bukan main. Tuan besar itu tertidur pulas di belakangnya, di ranjang yang sama, tangannya yang ramping memeluk dirinya.

Sejak kapan? Bagaimana bisa? Niken di serbu banyak pertanyaan.

Ia menyingkirkan tangan Saga perlahan. Kalau ketahuan orang, ini bisa heboh! Niken tidak mau di usir. Secinta-cintanya dengan Alang, tetap harus memikirkan masa depan. Meskipun, saat ini ia tidak tahu harus bagaimana.

"Ken, kamu sudah bangun?"

Niken semakin di buat terkejut, ternyata di bawah ada Mak Puah tidur beralaskan tikar dan selimut.

"Mak? Kenapa tidur di sini?" tanya Niken. Pelan, takut Saga terbangun.

"Habisnya, kamu nangis terus. Takut terjadi sesuatu." jawab Mak Puah, ia pun beranjak dari tidurnya.

Tak butuh waktu lama, Niken menyelesaikan hajatnya di kamar mandi.

"Mau makan?" tanya Mak Puah. menunjuk sekotak makanan, mungkin telah dingin.

"Enggak Mak." jawabnya, meraih air putih. "Mau istirahat saja." jawab Niken.

Keduanya saling pandang ketika pria jangkung itu semakin pulas diatas ranjang. Niken mengambil bantal dan tidur bersama Mak Puah.

Perempuan tua itu tersenyum tipis, membiarkan Niken melanjutkan tidur di sisinya.

"Mak, kok bisa dia tidur di sini?" tanya Niken, berbisik.

"Tidak tahu, Mak juga bingung. Ketika Mak habis mengambil makanan dia sudah tidur pulas." kata Mak Puah pula.

"Kalau ketahuan orang bagaimana Mak?" tanya Niken.

"Tidak tahu!" jawab Mak Puah, sambil kembali memejamkan mata. "Sepertinya, dia suka sama kamu."

Niken terdiam, menatap wajah tua Mak Puah cukup lama. Kemudian melihat pria yang juga masih memakai jas itu.

Sementara itu, Dewi masih tak dapat tidur lantaran masalahnya masih belum selesai.

Saga meminta Dewi berpikir lagi, mau menikahkan mereka tapi juga menyerahkan keputusan penuh kepada Dewi. Dewi semakin gelisah mendengar ucapan Saga, bahwa Alang bukan orang yang baik.

"Benarkah, Mas Alang bukan orang baik?" Dewi jadi galau sendiri.

Selain itu, ia kini harus menahan malu lantaran keributan yang terjadi di hotel kemarin itu. Sepertinya, sudah tak bisa bekerja lagi di tempat itu.

"Kalau ibu tahu, dia pasti marah besar." gumam Dewi gelisah.

Sedangkan Alang sendiri, ia duduk melamun di bangku kamarnya. Memikirkan Niken yang pasti marah sekali.

Berkali-kali mengusap wajahnya, mengacak-acak rambutnya.

*

*

*

Pagi sekali Niken sudah diminta bersiap. Mobil hitam milik Saga melaju tanpa Alang. Keduanya pergi di pagi buta menghindari semua orang.

"Ken, Niken!" Alang mengetuk pintu kamar Niken, pukul enam pagi.

"Niken sudah pergi!" kata Mak Puah, perempuan tua itu keluar membawa bantal dan selimut di pangkuannya.

"Pergi Mak?" tanya Alang.

"Iya, pergi bekerja bersama Tuan Saga." jawab Mak Puah.

Sial, pastilah Saga mengambil kesempatan atas kejadian ini. Alang mengepalkan tangannya kuat-kuat.

Mak Puah naik ke lantai dua membawa selimut dan bantal, sementara Alang menyandar di pintu kamar Niken yang terkunci.

"Mas Alang."

Alang tak menyahut, membiarkan Dewi mendekat dan ikut duduk di depan pintu.

"Nggak kerja?" tanya Alang.

"Nggak." jawab Dewi, artinya Niken hanya berdua dengan Saga.

"Apa kita pulang saja Mas, menikah di kampung." ucap Dewi.

Alang menoleh, pikirannya semakin kalut mendengar kata menikah. Kalau menikahi Dewi, bagaimana dengan Niken?

"Wik, aku harus bicara sama Niken terlebih dahulu. Aku tidak mau adikku salah paham, marah perkara aku menutupi hubungan kita."

Dewi menoleh, kesal dan sedikit cemburu, Alang selalu menomor satukan Niken.

"Kamu tahu sendiri, Niken itu tidak bisa apa-apa. Tanpa aku, bagaimana dia nanti?" ucap Alang.

"Baiklah Mas, aku mengerti. Tapi, jangan terlalu lama. Aku takut kabar ini sampai ke kampung dan kita tidak akan pernah mendapat restu yang sesungguhnya dari bapak dan ibu. Bisa-bisa, kita di usir." kata Dewi.

Alang mengangguk, dia pun tak mau hidup susah, kalau sampai di usir maka kehidupan sulit akan terulang bersama Dewi.

Cukup sekali kesalahan itu, ingin menguasai harta haji Ibrahim, malah tak dapat apa-apa. Jadinya, melarat cukup lama.

Meskipun dia benar-benar mencintai Niken. Niken itu, adalah gadis yang paling menarik dimatanya. Tapi haji Ibrahim terlalu menjaga, apalagi setelah beranjak dewasa.

Alang tak tahan, kebakaran itu....

"Mas Alang!"

Alang tersadar dari lamunannya, Dewi mengajaknya kembali ke rumah besar.

Sementara itu, di hotel tampak sudah ramai sekali. Acara pernikahan anak pengusaha membuat hampir semua sisi aula di penuhi manusia. Niken sendiri tetap di posisinya.

"Tidak perlu terima tamu sampai pukul dua sore." ucap Saga. Baru saja melihat aula ia kembali masuk ke dalam hotel.

Niken mengangguk, sekilas menatap wajah tuan Saga yang selalu ganteng, ia jadi salah tingkah sendiri gegara semalam.

Sepi, Saga masih berdiri mengawasi tamu yang mulai keluar dengan pakaian mewah. Kemudian duduk di samping Niken.

"Mengapa tidak di makan?" tanya Saga, melihat kotak makanan masih tertutup rapat.

"Belum sempat." Jawab Niken.

Saga membuka kotak makanan yang masih terasa hangat itu. Ternyata adalah kue yang enak. Ia pun memakannya.

"Saya juga lapar." ucapnya, membuat Niken mengulum senyum.

1
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
kira2 piye iki hahahhaa

aq mlah deg2an wis semua terbongkar kan alang mau dewi tau kebusukan mu juga lang
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
wiih seru.. 👏🏻👏🏻👏🏻 coba Gendis bernyali kak kalau di dor 🔫 apa dia kebal senjata atau masih tetap manusia pada umumnya 🧐🧐
Ai Emy Ningrum: darah muda..darah nya para remaja 💃🏻🕺🏻💃🏻🕺🏻
total 7 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
sebelumnya cerita tentang wage, sekarang tulang wangi satu suro melawan the myth dan kroco2nya 👻👻👻
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
ish2 didit hampir aja deh niken2
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
waduh knp cuma 1 bab sih kk dayang ayok lah up lagi mkin penasaran ini
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉: heheh ok d tgu ya kk 🤭
total 2 replies
SENJA
kenapa? kayanya mereka anak buah kyai yusuf
SENJA
waaah gitu caranya 😶
SENJA
yang bukan orang baik itu elu!!!udah dua apem lu rudal gembel lu 😤
Ai Emy Ningrum
Mas Didit yg ga selamat,Niken sih selamat2 aja ..tokoh utama gitu loh 😌😌 😋😋
Ai Emy Ningrum: hhhhh suka kecewa jd nyah 😌 udh bbrp x nemu cerbung horror yg sama othor nya digantung ...tp ya itu privacy mereka jg...
total 8 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
wahhh tembak2 dor.. dor..dor

waktu ku tolol aq ga tau yang nongol2
ku sengol2 ku kira pistol ehh ternyata nya pistol 🤭🤭🤭
Ai Emy Ningrum
pistol 🔫 untuk berjaga2 dr manusia lucknut ,tp tiada guna bila berhadapan dgn the myth 👻👻👻 tembak ..tembak ..dor dor dor 🔫🔫🔫
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉: lho lak tenan too
total 7 replies
SENJA
hiih pura2 ga tau lu 😤
SENJA
otak ga beres emang alang 😤
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
waduhh piye iki
gendis g bisa lagi bikin saga tunduk akhirnya cari tumbal lain dan memghabisi dgn dgn sadis krn ketahuan 👻👻👻👻👻 the mit nya laper cuuuyy
kasih mie ayam apa yaaa 🤭
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉: jadi mantep ya kk
total 6 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
jangan2 ani udah jadi tumbal hadeh knp g lagsg kbur aja sih
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
hahh kyai yusuf blm meningal ya
jd sebenarnya siapa itu hayoo

dan gendis ohh klakuan mu sunguh iblis
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
lha klo hamil kd santapan si ge dis deh
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
rumi jadi penasaran deh 🤣🤣🤣
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
wahhh kira2 si gendis cari mangsa baru
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
hahhh nikah secwpat itu tp mgkin lebih baik deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!