NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Di Rumah Setan

Jerat Cinta Di Rumah Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Selingkuh / Rumahhantu / Tumbal / Iblis
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

"Hanya anak yang lahir dari Tulang wangi yang akan selamat! Istrimu, adalah keturunan penganut iblis. Dia tidak akan memberimu anak, setiap kali dia hamil, maka anaknya akan di berikan kepada sesembahannya. Sebagai pengganti nyawanya, keturunan ke tujuh yang seharusnya mati."
Pria bernama Sagara itu terdiam kecewa, istri yang telah ia nikahi sepuluh tahun ternyata sudah menipunya.
"Pantas saja, dia selalu keguguran. Ternyata bukan musuhnya yang membuat anak ku mati, tapi dia sendiri!"
Sagara pulang dengan kecewa, diketahui sang istri adalah seorang paranormal dengan bayaran selangit, kekuatannya tak di ragukan lagi. Ternyata....
"Lang, kamu tahu tidak, ciri-ciri perempuan yang memiliki tulang wangi?" tanya Sagara, putus asa.
"Tahu Tuan, kebetulan kekasihku di kampung merupakan tulang wangi." jawab Alang, membuat Sagara tertarik.
"Dia cantik, tapi lemah. Hari-hari tertentu dia akan merasa seluruh tulangnya nyeri, kadang tiduran berhari-hari."
Sagara tertarik, menatap Alang penuh arti

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba-tiba Saga

"Nggak! Aku tidak akan melepaskan kamu sampai kapanpun!" kata Alang.

Kini Saga yang memisahkan tangan Alang dari tubuh Niken. Ia mendorong Alang menjauh.

"Urusan ku dengan Niken, kau tak bisa ikut campur!" ucap Alang, ia menatap tajam Saga.

"Urusan mu dengan Dewi, aku yang bertanggung jawab. Berani kau menyakiti keponakan ku? Nyawa mu, melayang." gertak Saga.

"Niken itu adikku!" jawab Alang.

Niken melengos, mendengar kata-kata itu membuat hatinya bagai di remas-remas. Teganya Alang mengucapkannya, setelah dua tahun mereka menghabiskan malam bersama, dua tahun pula Alang membohonginya.

Dua tahun? Dua tahun itu ternyata bukan apa-apa dibandingkan hubungan Alang dengan Dewi, sudah lebih dulu.

Artinya, ketika kedua orangtuanya masih hidup, Alang sudah kenal Dewi. Lalu mengapa masih menginginkan Niken?

"Niken ikut aku, kalian berdua masuk dan pulang. Kita selesaikan di rumah!" Saga menarik lengan Niken masuk ke dalam mobilnya. Sementara Alang kembali bersama Dewi, mau tak mau harus pulang dan menghadapi segalanya.

Tiba di rumah, Niken langsung berlari menuju rumah belakang. Tidak peduli Alang, tidak mau mendengar Dewi. Urusan mereka biarlah mereka yang putuskan, Niken ingin menenangkan diri.

Brak! Pintu kamarnya di tutup rapat.

Ia meluapkan tangisnya diatas bantal yang bisu. Ternyata, inilah akhir dari hubungan mereka yang salah.

"Niken!" Suara serak Mak Puah terdengar dari balik pintu yang terkunci.

Niken enggan beranjak, malah mengecilkan suara isak tangisnya.

Mak Puah membuka pintu kamar Niken dengan kunci serep. Khawatir akan keadaan Niken yang sejak pulang tak keluar kamar.

"Ken, Tuan Saga mau bicara?" ucap Mak Puah, meraih bahu Niken yang bergetar.

Tapi Niken tetap tak mau bangun dari posisinya. sehingga membuat dua orang di sisinya tak mampu berbuat apa-apa.

Entah kapan ia tertidur pulas, matanya yang sembab itu mulai terbuka meskipun perih di bagian sudutnya. Niken merasa tubuhnya kaku, risih, tentu karena pulang kerja tak mandi.

Malam masih berlanjut, teringat kejadian tadi yang membuatnya menangis.

Niken tersenyum kecut, kembali menjatuhkan air mata. Alang benar-benar telah menghancurkan dirinya.

Rasa ingin buang air tiba-tiba melanda hampir tak terbendung. Niken beranjak dari tidurnya, tapi merasa sulit karena sebuah tangan melingkar di pinggang.

Dia menoleh.

"Tuan Saga!" ucap Niken, terkejut bukan main. Tuan besar itu tertidur pulas di belakangnya, di ranjang yang sama, tangannya yang ramping memeluk dirinya.

Sejak kapan? Bagaimana bisa? Niken di serbu banyak pertanyaan.

Ia menyingkirkan tangan Saga perlahan. Kalau ketahuan orang, ini bisa heboh! Niken tidak mau di usir. Secinta-cintanya dengan Alang, tetap harus memikirkan masa depan. Meskipun, saat ini ia tidak tahu harus bagaimana.

"Ken, kamu sudah bangun?"

Niken semakin di buat terkejut, ternyata di bawah ada Mak Puah tidur beralaskan tikar dan selimut.

"Mak? Kenapa tidur di sini?" tanya Niken. Pelan, takut Saga terbangun.

"Habisnya, kamu nangis terus. Takut terjadi sesuatu." jawab Mak Puah, ia pun beranjak dari tidurnya.

Tak butuh waktu lama, Niken menyelesaikan hajatnya di kamar mandi.

"Mau makan?" tanya Mak Puah. menunjuk sekotak makanan, mungkin telah dingin.

"Enggak Mak." jawabnya, meraih air putih. "Mau istirahat saja." jawab Niken.

Keduanya saling pandang ketika pria jangkung itu semakin pulas diatas ranjang. Niken mengambil bantal dan tidur bersama Mak Puah.

Perempuan tua itu tersenyum tipis, membiarkan Niken melanjutkan tidur di sisinya.

"Mak, kok dia bisa tidur di sini?" tanya Niken, berbisik.

"Tidak tahu, Mak juga bingung. Ketika Mak habis mengambil makanan dia sudah tidur pulas." kata Mak Puah pula.

"Kalau ketahuan orang bagaimana Mak?" tanya Niken.

"Tidak tahu!" jawab Mak Puah, sambil kembali memejamkan mata. "Sepertinya, dia suka sama kamu."

Niken terdiam, menatap wajah tua Mak Puah cukup lama. Kemudian melihat pria yang juga masih memakai jas itu.

Sementara itu, Dewi masih tak dapat tidur lantaran masalahnya masih belum selesai.

Saga meminta Dewi berpikir lagi, mau menikahkan mereka tapi juga menyerahkan keputusan penuh kepada Dewi. Dewi semakin gelisah mendengar ucapan Saga, bahwa Alang bukan orang yang baik.

"Benarkah, Mas Alang bukan orang baik?" Dewi jadi galau sendiri.

Selain itu, ia kini harus menahan malu lantaran keributan yang terjadi di hotel kemarin itu. Sepertinya, sudah tak bisa bekerja lagi di tempat itu.

"Kalau ibu tahu, dia pasti marah besar." gumam Dewi gelisah.

Sedangkan Alang sendiri, ia duduk melamun di bangku kamarnya. Memikirkan Niken yang pasti marah sekali.

Berkali-kali mengusap wajahnya, mengacak-acak rambutnya.

*

*

*

Pagi sekali Niken sudah diminta bersiap. Mobil hitam milik Saga melaju tanpa Alang. Keduanya pergi di pagi buta menghindari semua orang.

"Ken, Niken!" Alang mengetuk pintu kamar Niken, pukul enam pagi.

"Niken sudah pergi!" kata Mak Puah, perempuan tua itu keluar membawa bantal dan selimut di pangkuannya.

"Pergi Mak?" tanya Alang.

"Iya, pergi bekerja bersama Tuan Saga." jawab Mak Puah.

Sial, pastilah Saga mengambil kesempatan atas kejadian ini. Alang mengepalkan tangannya kuat-kuat.

Mak Puah naik ke lantai dua membawa selimut dan bantal, sementara Alang menyandar di pintu kamar Niken yang terkunci.

"Mas Alang."

Alang tak menyahut, membiarkan Dewi mendekat dan ikut duduk di depan pintu.

"Nggak kerja?" tanya Alang.

"Nggak." jawab Dewi, artinya Niken hanya berdua dengan Saga.

"Apa kita pulang saja Mas, menikah di kampung." ucap Dewi.

Alang menoleh, pikirannya semakin kalut mendengar kata menikah. Kalau menikahi Dewi, bagaimana dengan Niken?

"Wik, aku harus bicara sama Niken terlebih dahulu. Aku tidak mau adikku salah paham, marah perkara aku menutupi hubungan kita."

Dewi menoleh, kesal dan sedikit cemburu, Alang selalu menomor satukan Niken.

"Kamu tahu sendiri, Niken itu tidak bisa apa-apa. Tanpa aku, bagaimana dia nanti?" ucap Alang.

"Baiklah Mas, aku mengerti. Tapi, jangan terlalu lama. Aku takut kabar ini sampai ke kampung dan kita tidak akan pernah mendapat restu yang sesungguhnya dari bapak dan ibu. Bisa-bisa, kita di usir." kata Dewi.

Alang mengangguk, dia pun tak mau hidup susah, kalau sampai di usir maka kehidupan sulit akan terulang bersama Dewi.

Cukup sekali kesalahan itu, ingin menguasai harta haji Ibrahim, malah tak dapat apa-apa. Jadinya, melarat cukup lama.

Meskipun dia benar-benar mencintai Niken. Niken itu, adalah gadis yang paling menarik dimatanya. Tapi haji Ibrahim terlalu menjaga, apalagi setelah beranjak dewasa.

Alang tak tahan, kebakaran itu....

"Mas Alang!"

Alang tersadar dari lamunannya, Dewi mengajaknya kembali ke rumah besar.

Sementara itu, di hotel tampak sudah ramai sekali. Acara pernikahan anak pengusaha membuat hampir semua sisi aula di penuhi manusia. Niken sendiri tetap di posisinya.

"Tidak perlu terima tamu sampai pukul dua sore." ucap Saga. Baru saja melihat aula ia kembali masuk ke dalam hotel.

Niken mengangguk, sekilas menatap wajah Tuan Saga yang selalu ganteng, ia jadi salah tingkah sendiri gegara semalam.

Sepi, Saga masih berdiri mengawasi tamu yang mulai keluar dengan pakaian mewah. Kemudian duduk di samping Niken.

"Mengapa tidak di makan?" tanya Saga, melihat kotak makanan masih tertutup rapat.

"Belum sempat." Jawab Niken.

Saga membuka kotak makanan yang masih terasa hangat itu. Ternyata adalah kue yang enak. Ia pun memakannya.

"Saya juga lapar." ucapnya, membuat Niken mengulum senyum.

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
kira kira Alang meninggoy gak ya 🙄🤔
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
gak pantas disebut ustad, iri dengki pembunuh pencuri pulaaa🙄🙄🙄🙄🙄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
hhh... benar, biang keroknya si Jaenal ini ternyata, dah sikaat aja /Hammer//Hammer//Hammer//Cleaver//Cleaver/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: itu mah kain lap ceu 🤣
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
Mencurigakan ...
jangan jangan Sagara mau sama Niken karena dia wanita tulang wangi

tinggal Alang nih ....
apakah dia mau menyerahkan Niken ke Sagara 🤔
Dayang Rindu: terimakasih sudah mampir
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
emang apa hubungan seorang paranormal dengan resiko tidak punya anak ?

emang kalau paranormal ga bisa punya anak ??
Dayang Rindu: biasanya ada persyaratan tersendiri kak,
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
kasihan ...
Niken sendirian di rumah kayu itu
ditinggalkan tanpa ikatan yang jelas
hanya memegang janji manusia
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
Ohh ... mereka saudara angkat,
bukan suami istri

tapi ......
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
Mak sum nenek kandung Alang, terus sekaligus keponakan ustadz jahat ituu , Wahh banyak kongkalikong inii🤣🤭
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lhaa kok isooo
apa yg sebenarnya terjadi hayoo
smg di di sini kya yusuf bisa menyadari nya krn 2 anak di besarkan bukan dr tngan sndri melainkan di titipkan
nahh kek mana oraan ne

setelah tau anak2 nya menemukan jalan masing2
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: 💞💞🙈🙈🙈 begitukah
mgkin akan lebih baik ya
tgl kita tonton aja sambil goyang2 apa ya 🤔🤔🤔
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
ngeeceeeesssss ilerrnyaaa bayangin makan mangga muda yang asem nya gak bisa dibayangkan 🤭🙈
Dayang Rindu: bikin ngilu gigi sampai ke hati. 😁
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aamiin ya Rabbal'alamiin 🤲
selamat menjalankan ibadah puasa thor
Ai Emy Ningrum: semoga fit lancar jaya ibadah nya /Pray//Heart/
total 1 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
selamat menajali ibadah mbk sul
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: itu suli
ada kan komenya mbk suli
mbk ning /Chuckle/
total 2 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
wow
niken ngidam nya hiiii aq bayangin aja udh ngerasa gigi ngilu

dulu aq ngidam buah tp semua buah harus manis
klo g manis aq ogah
🙈🙈🙈🙈
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: lebih ngeri kalau kulitnya jadi item, kek kopi /Toasted/
total 4 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
piye jal

kyo lagune kae lho lho
tresno iku esek3
okeh isine lancar traksine
trsno iku esek3
kosong isi ne ora ono regone
urip butuh duit
tresno iku g keno di kresit
☠ SULLY
apakah Niken dan saga
akan menikah secara resmi
di pesantren ,bareng Arimbi & imam
☠ SULLY
selamat ibadah puasa kak
semoga lancar sampai hari kemenangan
aamiin
SENJA
hadeeeh ngapain coba 😭
SENJA
waaaah masih ada hubungan sama gendis kah cuaca ini? 😳
SENJA
kan itu bapakmu kenapa masih rahasia segala
☠ SULLY
Alang dan ustadz Zainal pasti jauh2 hari
merencanakan kejahatan mereka
jgn2 kebakaran rumah haji Ibrahim juga perbuatan mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!