setelah menyebrang, aku ingin berkultivasi dengan santai tetapi semua orang membuat ku bekerja keras, jadi aku merasa aku sudah bekerja keras namun saat aku berkata bahwa aku berkultivasi dengan bekerja keras, orang-orang ingin menghajar ku berkata bahwa aku orang termalas di dunia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kristanto artsx,...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cap 33. firasat buruk
" Ko, Kosong semua?, sedikit harta tak berguna? " Ucap Lin feng dan tuan muda gu secara bersamaan.
Bahkan lin feng yang biasanya terlihat seperti pria keren yang selalu tenang tak bisa menahan diri untuk melotot
" Aiyaah sudahlah sudahlah" Ucap lin feng menenangkan diri namun, saat iya melihat kearah Ary kemudian ke arah kantong-kantong yang berserakan dan kemudian mengingat kata-kata ary, entah kenapa iya sedikit jengkel.
Semalam iya bertarung dengan seluruh kekuatan nya kemudian terluka di beberapa tempat di tubuhnya dan iya tak mendapat imbalan apapun.
Ary ini hanya bertarung sedikit namun lihatlah kekayaan yang iya dapatkan, meskipun Lin feng sangat menyadari bahwa ary telah menyelamatkan mereka semalam, iya tetap merasa sedikit tak enak di dadanya.
Selama ini Lin feng sudah pernah bertarung dalam pertempuran seperti tadi malam beberapa kali dan iya tak pernah meminta imbalan apapun.
Namun hari ini, saat iya melibat kekayaan yang di dapat ary, matanya seperti terbuka dan iya seperti mendapat pencerahan, ternyata seperti inilah cara kaya dalam semalam.
'Tidak, lain kali jika seperti ini lagi, aku juga harus mendapat banyak kekayaan. ' ucap Lin feng dalam hati.
Di sebelah Lin feng, tuan muda gu sangat tercengan saat mendengar kata-kata ary, kantong penyimpanan sebanyak ini pasti sangat kaya... 'aiyah sudahlah, sudahlah ' ucap tuan muda gu dalam hati untuk menenangkan pikiran nya.
Setelah sedikit tenang, tuan muda gu segera maju selangkah dan menangkupkan tangan nya ke arah ary
"Ini.. Saudara Ary bukan?, nama ku Gu Lang, aku adalah tuan muda keluarga gu, aku mewakili kota tepi selatan mengucapkan terima kasih atas bantuan mu semalam, berkat bantuan saudara, kota tepi selatan mampu menghadapi serangan iblis" Ucap tuan muda gu yang bernama Gu Lang dengan sungguh-sungguh.
" Aih saudara gu, tak perlu sungkan, bagaimana mungkin aku menutup mata saat aku melihat para iblis menyerang orang-orang tak bersalah, sebagai orang yang lurus yang berjiwa benar, aku tentu akan bertarung sampai mati dengan iblis-iblis jahat itu" Ucap lin feng dengan nada benar
"namun sayangnya semalam aku sedikit terluka, aku sebenarnya tak ingin meminta imbalan, lihatlah kantong-kantong ini, kantong-kantong ini tak sengaja masuk ke tas kain di punggung ku saat aku sedang bertarung, aku awalnya sedikit berharap pada isinya saat menemukan mereka namun sialnya kosong semua, haih aku sedang sangat miskin, sepertinya aku harus mencari cara untuk membeli obat penyembuh sendiri" Lanjut ary setelah sedikit jeda dengan nada benar namun maksud dalam kata-katanya sangat jelas.
Mendengar kata-kata ary, sudut mulut Gu Lang berkedut liar
'Ini... Terluka?" Pikir gu lang melihat Ary yang terlihat segar tanpa noda sedikit pun pada kulit nya. "Miskin? Kantong kosong? Tak sengaja memasuki tas di punggung mu? Omong kosong bagaimana bisa kosong? Miskin? Miskin bapak kaw? Masih Meminta imbalan?........... ' umpat tuan muda gu dalam hati dan kembali tercengang setelah mendengar ary berbicara.
Iya berpikir keras saat mendengar jawaban ary, iya sama sekali tak tahu bagaimana harus menjawab.
Iya ingin sekali memarahi ary dan mengatakan kau sialan kau pasti sangat kaya, namun... Iya sama sekali tak berani.
Bahkan Lin feng yang berada di samping gu lang Juga kembali tercengang.
'Ary ini mulut nya sangat luar biasa, setiap kalimat nya benar-benar bukan hal baik' pikir Lin feng
"Ini.. Ini.. Berapa banyak yang kau butuhkan untuk obat penyembuh? Mungkin... Aku bisa membantu? " Ucap Gu lang sedikit ragu setelah berpikir keras.
'Orang ini sangat kuat, meskipun aku tahu dia hanya ingin mendapat uang tambahan, aku tak boleh mengungkapkan nya dengan jelas dan merobek wajahnya bukan?.' pikir Gu lang
"Benarkah? " Mendengar jawaban Gu lang, ary yang masih menghitung hartanya di beberapa kantung terakhir segera berhenti, Awalnya ary hanya bercanda, jika gu lang ini berkata, keluarga gu juga sudah mengalami kerugian besar karena serangan iblis dan sangat miskin ary tentu tak dapat meminta lagi, ary tak menyangka gu lang ini adalah orang baik, ingin memberinya uang, bagaiamana bisa ary menolak.
"Tak kusangka tuan muda Gu Lang adalah orang yang sangat adil dan baik, aiyaaah baiklah karena tuan muda Gu Lang sudah berkata bergitu maka aku takan sungkan, aku sebenarnya hanya butuh sedikit emm mungki Seribu batu spiritual cukup" Ucap ary dengan santai.
" Apa.... Kenapa kau tak merampok saja" Teriak Gu lang spontan saat mendengar jawaban ary namun iya segera menutup mulut nya.
"Apaa... Merampok? " Ucap Ary melihat ke arah gu lang setelah mendengar kata-katanya.
" Ti, tidak, tidak, maksud ku kompak, yah kompak, saudaraku aku juga merasa jumlah itu sangat pas untuk diberikan pada saudara setelah jasa besar mu, jadi aku merasa kita sangat kompak namun sayang sekali aku sangat miskin, aku tak mampu memberikan sebanyak itu, saudara ini..... ," Ucap Gu lang buru-buru menjelaskan.
Keringat dingin sudah menetes di dahinya karena ary menatap tajam ke arah nya.
" Jadi begitu.., aku adalah pria lurus yang terhormat, bagaimana mungkin aku merampok huh baiklah karena kau bilang begitu... Mana, Berapa banyak yang bisa kau Berikan" Ucap ary membuka tangan nya meminta
"Iniii baiklah saudara, aku... Hanya punya segini, kuberikan semuanya untuk mu" Ucap gu lang ragu-ragu kemudian segera mengambil semua batu spiritual di kantong penyimpanannya, dan menyerahkan nya ke tangan ary.
batu spiritual itu berada dalam bungkusan kecil, dilihat sekilas saja orang langsung tahu bahwa isinya sangat sedikit.
" Cuma segini? Aiyah ternyata jasa pertolongan ku cuma di hargai segini huh berapa ini? 20 batu spiritual? Adu..h sungguh keluarga gu di dalam kota sana memang memiliki reputasi palsu bahkan pengemis pun mungkin tak ingin menerima imbalan ini" Ucap ary menghela nafas dan menggelengkan kepalanya namun tangan nya sama sekali tak lambat.
Dalam sekejap bungkusan kecil itu sudah masuk ke kantong penyimpanan nya.
Dibandingkan harta dalam kantong milik para kultivator pembangunan fondasi sekte iblis, jumlah ini memang miskin namun tentu saja lebih baik daripada tidak sama sekali.
"Uhuk uhuk''
Mendengar kata-kata ary, Gu lang yang kehilangan semua batu spiritualnya terbatuk keras, iya hampir menyemburkan darah karena marah.
'Itu benar-benar semua kekayaan ku.. ' gu lang hanya bisa meratap dalam hati
Melihat semua ini dari samping, sudut mulut
Lin feng berkedut liar. 'Saudara ary ini setiap kalimat nya sungguh luar biasa, aku tiba-tiba mendapat firasat buruk soal perjalanan ini' pikir lin feng
Saat lin feng sedang memikirkan tujuan perjalanan ini, Ary akhirnya menyelesaikan perhitungan hartanya, iya kembali memasukan semua katong kosong kedalam sebuah kantong besar, ary berencana menjualnya nanti.
Setelah merapikan barang-barang nya ary kemudian berdiri tepat di depan Lin feng kemudian mengulurkan tangan nya ke depan dan membukanya seolah meminta sesuatu.
Lin feng yang melihat hal ini langsung sadar dari lamunan nya. " Ini... Saudara aku tak punya batu spiritual" Ucap lin feng secara spontan dan mundur selangkah saat melihat tangan ary.
'Apakah pria ini juga ingin uang ku? ' ucap lin feng dalam hati
" Em? Apa maksud mu? Kenapa juga aku meminta batu spiritual padamu.... Mana, teknik tingkat pembangun fondasi"
" Eh benar, ahahaha ini teknik teknik tingkat pendirian fondasi" lin feng tertawa malu karena salah paham pada ary.
Iya segera mengeluarkan 3 teknik tingkat pendirian fondasi dan meletakan nya di tangan ary.
Ary yang akhirnya mendapat teknik tingkat pendirian fondasi segera memeriksa teknik-teknik itu satu-persatu.
Satu teknik pedang, satu teknik tinju dan satu teknik langkah kaki.
"Baiklah karena aku sudah dibayar, ayo berangkat" Ucap ary kemudian menaikan semua barang nya ke atas Sapi dan naik ke atasnya.
Iya segera duduk bersila di punggung sapi dan mulai membaca teknik kultivasi yang baru iya dapatkan.
"Jadi ini adalah hewan buas peliharaan saudara ary, sungguh luar biasa" Ucap gu lang kagum melihat tunggangan ary
'Ada banyak orang yang menjinakan hewan sebagai tunggangan namun, kebanyakan orang menjinakan hewan yang tak terlalu ganas. Banteng milik saudara ary terlihat sangat ganas dan sulit di jinakan, sungguh mengagumkan bahwa ary mampu menjinakan nya. ' pikir gu lang.
"Baik ayo berangkat" Ucap Gu lang kemudian ingin ikut melompat ke atas sapi namun tiba-tiba, banteng itu berbalik dan menatap ke arah nya.
" Eh? Saudara, banteng mu ini kenapa" Ucap Gu lang saat melihat banteng itu menatap nya dengan tak bersahabat seolah tak membiarkan nya ikut naik.
" Saudara gu, nama banteng ini adalah Sapi, dan jika kau ingin ikut naik di atas sapi, tentu saja kau harus membayar jasanya" Ucap ary santai di atas punggung Sapi yang lebar tanpa melihat ke arah gu lang.
" Ini.... Seekor banteng bernama sapi? Bayar lagi? Ta, tapi aku sudah tak punya batu spiritual" Ucap gu lang sekali lagi tercengang.
'Kutarik kata-kata ku, pantas saja orang ini mampu menjinakan nya, ternyata mereka berdua memiliki sifat yang sama' pikir gu lang
" Sapi tak menerima batu spiritual, satu herbal untuh sehari perjalanan" Ucap ary santai
Mooo
Mendengar kata-kata ary, sapi segera mengangguk kecil dan mengeluarkan suara mo, iya terlihat sangat pintar.
"Ini.... " Melihat aksi tuan dan sapi nya, gu lang terkejut lagi
'Sapi ini sungguh pintar' pikir Gu lang
"Sudah, sudah, aku akan membayar, ini 4 herbal untuk kami berdua, Perjalanan 2 dua hari" Ucap Li feng mengeluarkan 4 herbal yang cukup bagus.
Iya sudah agak mati rasa dari terkejut karena hari ini saja iya sudah terkejut beberapa kali.
Mooo~
Sapi yang melihat herbal itu langsung senang dan mengeluarkan suara mo, iya segera mengambil semua herbal itu dengan mulut nya dan mengunya perlahan.
Melihat sapi itu menerima bayaran nya, lin feng dan gu lang segera melompat ke atas sapi itu.
Sapi adalah seekor banteng dengan tinggi 4 meter dan panjang 5 meter, menjulang seperti bukit kecil, membawa hanya 3 orang hanya seringan bulu bagi Sapi.
"Baiklah ayo berangkat" Ucap ary setelah Lin feng dan Gu lang berhasil naik.
Mooo~~
Mendengar perintah ary, sapi segera mengeluarkan Mooo dan segera berlari ke arah selatan.
Melihat sapi itu akhirnya membawa mereka ke tujuan, Lin feng segera menghela nafas lega dan mulai memikirkan tujuan perjalanan ini.