NovelToon NovelToon
Connection Between Us

Connection Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembaca Pikiran / CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Sejak selamat dari bencana alam yang melanda kampung halamannya, tubuh Lusi menjadi aneh.

Dia bisa merasa sakit tanpa terbentur, merasa geli tanpa digelitik. Dan merasakan kepuasan yang asing ketika Lusi bahkan tidak melakukan apa-apa.

Dan setelah bekerja di sebuah perusahaan dan bertemu sang CEO, akhirnya dia tahu sebabnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

"Selamat pagi Pak"

"Selamat pagi Bu"

Lusi begitu sibuk dimulai ketika dia masuk kerja.

Karena hari ini ada agenda wawancara calon pegawai di departemen pengembangan. Dia harus mengarahkan beberapa orang pelamar untuk segera ke ruangan wawancara.

"Halo! Iya, ada beberapa yang sudah datang. Apa mereka harus naik sekarang juga?"

Lusi mengangguk setelah mendengar jawaban dari departemen pengembangan. Lalu menghampiri beberapa orang pelamar untuk mengarahkan mereka ke lift. Menuju lantai 6 tempat departemen pengembangan berada.

Lalu dia menyortir surat yang datang sembari tetap menjaga meja resepsionis. Tak lama para petinggi perusahaan datang. Lusi segera bersiap untuk menyambut mereka. Dia terus menunduk hormat bahkan ketika Tuan Samuel, dan CEO datang.

Lalu dia kembali ke meja resepsionis untuk bekerja.

Ketika dia pergi sebentar untuk mengambil minum, ada tamu yang menunggu di depan meja resepsionis. Wanita yang pernah datang ke perusahaan. Seingat Lusi namanya adalah

"Nona Ruri East?" tanya Lusi dan wanita itu tersenyum. Tapi tidak tergambar keceriaan di wajah Nona Ruri, namun tatapan tajam.

"Kau satu-satunya resepsionis di perusahaan ini?" tanya Nona Ruri.

"Benar, Nona. Apa ada masalah?"

Nona Ruri melihat Lusi dari ujung rambut sampai kaki. Seakan sedang menilai penampilannya.

"Apa kau kenal kak Samuel?"

Kenapa Nona Ruri bertanya tentang Tuan Samuel? Apa hubungan aneh antara dia dan Tuan Samuel terbongkar? Pria itu mengatakan hal ini pada Nona Ruri? Karena mereka terlalu dekat? Tidak. Lusi tidak boleh berprasangka buruk pada pria itu.

"Tentu saja. Tuan Samuel adalah wakil CEO di perusahaan Techno West"

"Hanya itu?"

"Maksud Anda?"

"Aku dengar kau pernah pergi ke rumahnya"

Kecemburuan yang dinyatakan dengan sangat lugas. Nona Ruri tak ragu untuk segera memeriksa rumor yang bahkan tak beredar di perusahaan. Itu berarti Nona Ruri mendengar hal ini dari sumbernya langsung atau orang-orang terdekat pria itu.

Kedekatan Tuan Samuel dan Nona Ruri ternyata sudah sampai dalam tahap seperti ini. Dan Lusi berani membayangkan pria itu memiliki rasa padanya. Sungguh lancang sekali.

"Saya mengantar surat yang penting" ucap Lusi berbohong. Dia tak mungkin mengatakan kebenarannya pada wanita yang mungkin akan menjadi Nyonya wakil CEO.

"Benarkah? Hanya itu?"

"Iya"

Mendengar jawaban Lusi yang tegas, membuat Nona Ruri tak lagi memandangnya dengan tajam.

"Baiklah. Apa kak Samuel ada di atas?"

"Setahu saya Tuan Samuel tidak turun lagi setelah datang ke perusahaan tadi"

"Baiklah. Jangan beritahukan kedatanganku. Aku ingin membuat kejutan padanya"

Lusi bisa bernapas lega setelah Nona Ruri pergi ke lantai 16. Tempat dimana Tuan Samuel berada. Dia kembali ke pekerjaannya namun pikirannya begitu sibuk. Memikirkan betapa bodohnya dia berpikir bisa memiliki hubungan dengan seseorang seperti Tuan Samuel.

Tak lama, dia merasa merinding. Tidak tahu penyebabnya, bulu di leher dan tangannya berdiri semua. Apa yang terjadi? Padahal tidak ada apa-apa terjadi padanya. Atau, sesuatu terjadi pada orang yang memiliki hubungan itu dengannya? Sesuatu terjadi pada Tuan Samuel.

Perasaan Lusi benar adanya.

Memang ada yang terjadi pada Samuel.

Awalnya Samuel tidak keberatan dengan kedatangan Ruri yang tidak ada dalam rencana. Sepupunya itu datang begitu saja dan memaksa Samuel untuk tetap berada dalam ruangan meski dia sangat sibuk.

Beberapa orang yang datang ke ruangannya untuk membicarakan pekerjaan jadi tidak merasa nyaman dengan kehadiran Ruri. Tapi sepupunya itu bersikeras ada disana. Dan Samuel tak mungkin memerintah satpam untuk mengusir.

Setelah ruangannya kembali sepi, tiba-tiba Ruri berjalan mendekat.

"Kak Samuel, kakak terlihat sangat tampan ketika sedang bekerja. Aku sungguh beruntung bisa melihat gaya kak Samuel yang seperti ini" ucap Ruri membuat Samuel merinding.

Entah kenapa dia tak merasa nyaman dengan ucapan Ruri. Mungkin karena mereka adalah keluarga. Jadi tidak seharusnya Ruri mengatakan hal seperti itu padanya.

"Apa yang kau katakan?"

Ruri semakin mendekat lalu duduk di meja. Menyapukan jari-jari ke pahanya yang terbuka. Mengibaskan rambut panjangnya seolah ingin menggoda Samuel.

"Apa kak Samuel tahu kalau selama ini Ruri tidak pernah menganggap kita bersaudara? Aku selalu memendam perasaan pada kak Samuel"

Ternyata yang dibicarakan oleh ibunya merupakan kebenaran. Samuel pikir baik dirinya maupun Ruri adalah sebuah keluarga. Ternyata hanya dia yang berpikir seperti itu. Ruri berdiri dan berjalan semakin mendekat ke arahnya. Meraih leher Samuel dengan dua tangan dan menatapnya lekat-lekat. Bulu kuduknya berdiri seolah menghadapi hantu.

Ketika Samuel tak tahan lagi, dia mendadak berdiri. Membuat Ruri terkejut dan mundur.

"Aku hanya menganggap mu sebagai sepupu. Keluarga dari garis keturunan ibuku"

"Tapi Bibi Calista dan ibuku adalah saudara tiri lain ibu. Jadi kita sama sekali tak terhubung oleh darah. Kita bisa menikah"

Samuel bergeser dari belakang meja namun Ruri terus mendesak.

"Aku lebih nyaman menganggap mu keluarga" tegas Samuel terus lari dari kejaran Ruri.

"Bisakah kita mencoba dulu? Mungkin saja kak Samuel merasa berbeda"

Karena Ruri selalu mendekat, Samuel tidak bisa menyadari medan sekitarnya. Kakinya terantuk meja dan tubuhnya yang tinggi besar itu jatuh menghantam lantai dengan suara kencang.

"Sial!!" umpatnya setelah berada di lantai.

"Kak Samuel!!!" teriak Ruri lalu memeluknya. Samuel merasa tidak suka dan berusaha melepaskan diri dari sepupu gilanya itu. Tapi pelukan Ruri seperti kuncian orang yang ahli bela diri. Sangat sulit dilepaskan.

Sampai ada seseorang menerobos masuk ke dalam ruangan dan memaksa Ruri melepaskan pelukannya.

"Tuan Samuel, Anda terjatuh?!" teriak Lusi yang menerobos masuk.

Segera saja Ruri melepaskan pelukannya dan berdiri kaku. Dengan tatapan tajam mengarah ke Lusi. Samuel? Dia memilih untuk berlari ke arah Lusi dan bersembunyi di belakang wanita itu.

"Kak Samuel, ada hubungan apa kak Samuel dengan wanita itu?" teriak Ruri menunjuk ke arah Lusi.

"Dia adalah ... "

Belum sempat Samuel menjawab Lusi menyela.

"Maaf Nona Ruri saya mengganggu. Saya kebetulan ada di depan ruangan wakil CEO. Kami mendengar suara kencang dari dalam ruangan dan khawatir terjadi sesuatu. Dan bukan hanya saya saja yang masuk, tapi ada asisten Smith dan sekertaris Tuan Samuel " kata Lusi menunjuk ke arah belakang.

Baru Samuel menyadari asisten Smith dan sekertaris ada di belakangnya.

"Kak Samuel!! Mereka mengganggu kita. Bagaimana bisa kak Samuel membiarkan pegawai yang lancang begitu!!" keluh Ruri dengan gaya manja.

Tapi Samuel merasa dia lebih baik berada di belakang Lusi. Daripada harus satu ruangan bersama Ruri lagi. Dia tidak suka menghadapi Ruri yang menyatakan perasaan padanya.

1
yumin kwan
kak....ini bakal ditamatin ga? soalnya percuma baca kalau ceritanya gantung....
Selfi Azna
jodoh
Selfi Azna
thooorr,, novel yg satu lagi lanjutkan lah thooorr
Mom Yara
isinya berubah ya yg bab ini kak?
Ayu Kerti
lanjutt kakk
Muliati Sherina
bagus
Ayu Kerti
aku syuka karyamu kakk.. kereennnn...
uda baca karya2mu. syukaaaa...
semangat berkarya, lope u
Ayu Kerti
ditunggu upnya kakkk
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
fist plot menarik...next kita tunggu Thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!