NovelToon NovelToon
Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Keluarga / Karir / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:541
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemakaman Keisha

Dokter itu memandang Kayla dengan tatapan iba, dia tahu berapa Kayla berjuang untuk menjaga dan merawat adiknya seorang diri dan berakhir seperti ini.

"Maafkan kami nak, kami hanya manusia biasa, Tuhan yang memiliki kuasa atas hidup mati seseorang, kamu Sabar yah". Sang dokter mengelus kepala Kayla dengan mata yang berkaca-kaca.

"Dokter, kenapa adikku pergi seperti ini". Isaknya semakin deras.

Kayla menenggelamkan wajahnya di lututnya Semakin menangis, tubuhnya bergetar hebat karena tangisannya. Dia tidak menyangka belum sebulan kepergian ibunya dia harus kemabli kehilangan adiknya.

"Kamu sabar nak, kami akan memberitahu suster Aisyah agar dia mengurus kepulangan kalian dengan Ambulance". Sang dokter yang tidak tahan dengan tangisan Kayla akhirnya pergi meninggalkannya.

"Apa ibu yang datang mengajak ibu untuk pergi bersama??, Apakah aku tidak cukup mampu untuk bisa menjaga adik bu, tolong katakan". Kayla memukul dadanya yang terasa sangat sesak.

Tahun ini dia kehilangan kedua orangtuanya dan sekarang dia kehilangan adiknya juga, sungguh dia merasa ingin menyerah dalam kehidupannya, tapi dia masih memiliki Kanaya dan Keenan untuk dia urus dan rawat.

Kabar duka itu menggemparkan kampung Kayla, setelah kejadian rumah sakit, kini mereka kembali harus menguburkan jenazah yang masih satu keluarga padahal penguburan itu baru 2 minggu yang lalu.

"Kamu yang sabar yah nak". Ucap pak desa begitu Kayla turun dari mobil ambulance yang mengantar jenazah adiknya.

"Terima kasih". Ucap Kayla dengan penuh tangis.

Mereka kini berada di rumah kepala desa, rumah mereka udah dikontrak kan jadi mereka tidak punya tempat tinggal, dia tidka mau rumah anaknya ditempati orang yang baru meninggal sedangkan anaknya itu tidak tinggal disna.

"kakak baik-baik saja". Tanya Kanaya dengan menangis.

Kedua anak itu berlari memeluk sang kakak karena rindu dan sakit, mereka kembali kehilangan anggota keluarga yang begitu mereka cintai.

"Kakak baik dek, kalian bagaimana?? ". Tanya Kayla sekuat tenaga menahan tangis.

Dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan sang adik, dia adalah tertua, dia harus bisa menjadi sandaran kedua adiknya setelah ini.

Keduanya menggelengkan kepalanya kemudian memeluk sang kakak dengan erat dan menangis, air mata sejak tadi ditahan Kayla pun akhirnya tumpah, dia tidak sanggup mendengar tangisan kedua adiknya.

"Kalian yang sabar nak, semua akan baik-baik saja, adikmu sangat disayang Tuhan sampai dia dipanggil lebih dulu". Ibu desa memeluk ketiga anak itu dengan perasa ibah

Semua yang ada disana juga meneteskan air matanya menyaksikan ketegaran ketiga anak itu. Mereka masih kecil tapi cobaan mereka silih berganti datang tanpa permisi.

"Ayo masuk nak". Ajak Ibu desa kepada mereka.

Setelah jenazah diletakkan, para warga yang berkerumun sedang heboh membicarakan mereka, kok bisa yang meninggal adiknya Kayla tapi acara rumah dukanya berada dirumah pak desa mereka.

Mendengar Krasak krusuk diluar, pak desa keluar untuk memberikan informasi karena ini pagi hari

"Maaf ibu-ibu dan para warga, bisaka kalian tenang terlebih dahulu, saya ingin menyampaikan beberapa hal, bisa?? Tanya beliau dengan tegas tapi lembut.

"Bisa pak". Kompak mereka kemudian diam karena akn mendengar perkataan kepala desa mereka.

"Rumah duka dipindahkan ke sini, bukan dirumah Kayla karena rumah itu dikontrak oleh orang selama 3 tahun, ahri ini mereka datang".

"Maksudnya bagaimana pak desa kami tidak mengerti??

"Kayla dan adik-adik nya akan tinggal dirumah anak saya karena rumah mereka di kontrak orang selama 3 tahun, anak saya sendiri yang mengizinkannya, uang kontrak itu nantinya akan dijadikan tabungan untuk anak-anak itu untuk bersekolah, karena mereka yatim piatu".

"Ya ampun pak, itu ide yang sangat bagus, kasian mereka jika tak punya apapun, mereka bisa gunakan uang itu untuk usaha atau minimal pendidikan mereka". Ucap Mereka dengan terharu.

"Iya pak, buk, rumah anak saya kosong dan baru akan menempatinya 3 tahun lagi, itulah sebabnya, dia yang menyuruh Kayla dan adiknya tinggal disana, apalagi ketiga anak itu terkenal rajin dan suka bersih-bersih rumah".

"Ya sudah, tolong kerja samanya yah, kita akan menguburkan jenazah setelah siang".

Mereka semua mengangguk menyetujui perkataan kepala desa mereka. tidak lama mereka bisa melihat ada sebuah mobil pick up dan sebuah mobil yang tengah melaju menuju rumah Kayla bersaudara.

"Seperti nya mereka sudah datang". Ucap Kepala desa menatap mobil itu karena singgah dirumah Kayla dan membawa barang-barang.

"Loh ada apa ini pak, kok ditempat bapak banyak sekali orang berkumpul dan ada bendera putih, siapa yang meninggal pak?? tanya orang itu.

"Adik Kayla pak Wisnu, baru meninggal tengah malam tadi". Ucap Pak desa menjabat tangan pak Wisnu dengan ramah.

"Loh apakah yang pak desa maksud Kayla yang punya rumah ini?? Tanyanya lagi dengan penasaran.

"Benar pak, Kayla yang punya rumah ini, dia baru pulang dari rumah sakit dan tidak mungkin acara dilakukan di rumahnya karena biar bagaimanapun kalian sudah mengontraknya".

"Iya pak, saya turut berbela sungkawa, nanti setelah mengurus barang-barang ini saya akan ketempat bapak".

"Iya pak, bu, kalau begitu saya permisi".

Pemakaman keisha berjalan lancar, tapi pemakaman itu berakhir keributan karena ternyata Rina keluar dengan mudah, dia memakai alasan jika keponakannya meninggal sehingga dia dibebaskan hari ini.

"Syukurlah anak cacat itu Matu, dia hidup juga tidak berguna hanya bisa menyusahkan orang saja". Ucapnya begitu dia berada dirumah pak Desa,

Dirinya sempat heran mengapa acara pemakaman itu berada dirumah pak desa tapi dia tak mau pusing, tujuannya cuma satu yaitu merampas rumah keponakannya karena dia akan menjualnya.

"Maaf tante, lebih baik tante pergi saja, tidak usah datang jika tante hanya bersikap seperti itu". Ucap Kayla dengan dingin.

Dia menatap sang tante dengan penuh emosi. Bisa-bisanya dalam keadaan berduka begini sang tante malah menghina sang adik seperti itu.

"Jangan kurang ajar Kayla, kau itu masih kecil sudah berani sama tante".

"Aku tidak kurang ajar tante, tapi tante keterlaluan, kenapa tante menghina adikku disaat kami sedang berduka begini, itu sungguh tidak pantas".

"Loh apa yang salah dengan perkataan ku, adikmu memang anak cacat, mana ada orang usia 2 tahun belum bisa jalan malah digendong kesana-kemari".

"Pergilah tante, setidaknya walau adikku cacat menurut orang lain, tapi dia anak yang baik, tidak seperti tante yang serakah, untuk apa tante kesini?? Kanaya juga ikut membela sang adik

"Dasar anak kurang ajar". Rina akan menampar Kanaya tapi tangannya ditepis kasar oleh Kayla.

Dia tidak akan membiarkan tantenya itu memukul adiknya, dia akan melindungi mereka walau dnegan nyawanya.

"Pergilah dari sini, mereka tidak mengharapkan kedatanganmu". Ucap Bu Rasmi dengan kesal

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!