NovelToon NovelToon
The Kings And The Woman

The Kings And The Woman

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Reinkarnasi / Time Travel / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lilly✨

Ribuan lembar di Papirus,ribuan kata kata cinta yang aku hanturkan Tidak cukup mendeskripsikan Aku mencintaimu.

"Aku tidak pernah bisa menaklukkan rindu ini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilly✨, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Aliran yang berada di depan mu ini adalah sungai Nil, artinya sekarang kau berada di sungai Nil..."kata nya, menatap sepasang mata biru milik nya.

Selena termenung dan berdiri perlahan-lahan, mencoba menguatkan dirinya, "Terimakasih."kata nya, berdiri,dia menundukkan kepalanya dan mencoba pergi.

aku penasaran seperti apa Mesir

Apakah sama saat aku membaca buku buku ?

Saat dia berbicara dalam batin nya, lelaki muda itu menangkap tangan nya,"kau ingin kemana?."

"apa?."

"aku akan menemanimu.."katanya,"untuk apa kau datang ke Mesir..?."tanya nya menyimpan barang nya.

Tangan itu masih menggenggam nya,Selena menatap nya dan berkata,"karena aku ingin..."

"hanya ingin?hm.. Baiklah aku akan menemanimu.."kata nya,berjalan berhadapan di depan Selena.

Matahari mulai merunduk di cakrawala, menciptakan semburat jingga yang memantul di permukaan sungai Nil. Angin gurun berdesir pelan, membawa aroma pasir yang hangat.

Selena duduk di belakang pemuda itu di atas kuda, tubuhnya masih terasa lelah, tetapi pikirannya terus bekerja. Dia belum mengetahui siapa pemuda ini—namanya, asalnya, atau mengapa dia menemaninya. Namun, untuk saat ini, dia memilih untuk diam.

Beberapa saat berlalu dalam keheningan sebelum pemuda itu akhirnya membuka suara.

"Siapa nama mu?."

Nama?

"Neferure.."katanya, menatap ke arah depan.

"neferure...akan aku ingat."balasnya dengan pelan, terdengar di telinga Selena

Mesir adalah tanah yang begitu besar,indah ,tanah yang berkati pada dewa,di masa depan Mesir perpaduan antara modern dan masa lampau.

"ini lah Mesir."

Katanya, terlihat banyak orang yang berlalu lalang, sepasang mata nya seperti terpesona dan terheran heran, sungguh indah itu lah kata batinnya.

mereka berhenti dan Neferure turun dari kereta kuda,dia menatap semua orang dengan tatapan tertegun, dia tertarik.

perhiasan, pakaian,bahasa,budaya, Sungguh dia tidak bisa berpaling.

pria itu menatap neferure yang termenung,di sisi lain ketika neferure tidak memerhatikan nya, seorang pria dengan pakaian berzirah menghampiri pria itu,"Pangeran-."sebelum dia menjelaskan nya, remaja itu mengangkat tangan nya , seperti meminta nya untuk menahan nya.

dia berjalan mendekati neferure dari belakang,"Neferure.."kata nya,pelan.

"mm?."dia menoleh ke belakang dan Melihat nya.

"Tetaplah di sini sebentar. Jangan kemana mana."kata nya, dia merapikan pakaian penutup kain satin yang menutupi neferure.

neferure kebingungan, seolah olah mereka seperti dekat sampai dia berbicara seperti itu.

pria itu pergi menemui pria yang menghampiri nya,dia berjalan dan mendengar apa yang ingin di sampaikan.Sepasang Mata biru itu melirik nya dan menyelinap pergi di tengah tengah keramaian.

Dia berjalan menelusuri pasar Memphis.

hebat.

dia melihat budaya,dia bisa mendengar bahasa dan Mengerti apa yang dia katakan.

"Nona..nona...tuan tuan...saya memiliki perhiasan yang begitu indah!."

"pakaian satin..! pakaian satin!."

Pedagang menarik pembeli dengan suara lantang.

Dia terhenti sejenak di sebuah tokoh,"ini.."kata batin nya menatap sebuah gelang kaki.

"nona.. apakah anda tertarik dengan gelang kaki ini?."

"Cukup beli dengan harga dua keping saja.."kata kakek tua itu menatap nya.

gelang kaki ini sangat indah,jika aku bisa kembali betapa bagus nya aku memberikan nya kepada Cassandra.

orang itu, sangat suka barang antik.

Neferure merogoh saku bajunya, mencari beberapa keping uang untuk membeli gelang kaki yang begitu menarik perhatiannya. Namun, tepat saat jemarinya menyentuh permukaan logam dingin itu, tubuhnya terdorong ke samping oleh seseorang yang berjalan dengan tergesa-gesa.

"Hh!" Neferure hampir kehilangan keseimbangan, tetapi dengan cepat ia menahan tubuhnya.

Orang itu, seorang pria berpenampilan tertutup dengan kain kusam yang membungkus sebagian besar wajahnya, bergegas pergi tanpa menoleh sedikit pun. Sejenak, Neferure hanya diam, mencoba memahami apa yang baru saja terjadi. Namun, matanya membelalak saat meraba sakunya—kosong.

"Uangku!"

Tanpa pikir panjang, ia segera berlari mengejar pria itu, menerobos kerumunan pasar yang ramai. Hatinya berdegup kencang, napasnya mulai memburu, tetapi ia tidak membiarkan pencuri itu lolos begitu saja.

"Berhenti!" teriaknya.

Neferure mempercepat langkahnya, tangannya terulur ke depan, hampir menangkap pria berpenampilan tertutup itu.

Namun—

Ctar!

Sebuah kilatan tajam melesat di depan wajahnya, dan refleksnya membuatnya berhenti seketika. Pisau kecil berkilauan di bawah cahaya matahari, hanya beberapa inci dari kulitnya.

"Jangan mendekat," suara pria itu terdengar serak dan penuh peringatan.

Namun, Neferure tidak gentar. Ia menggerakkan tangannya lagi, berusaha merebut uangnya, tetapi pria itu dengan cepat mengayunkan pisaunya.

Ckk!

"Akh!"

Neferure tersentak saat merasakan perih di pergelangan tangannya. Goresan tipis mulai mengeluarkan darah, dan rasa panas menjalar dari luka itu.

Pria itu mengambil kesempatan untuk berbalik dan hendak melarikan diri lagi. Tapi sebelum ia bisa bergerak lebih jauh—

Shukk!

Sebuah belati panjang menembus punggungnya dari belakang.

Mata Neferure melebar saat melihat darah mengalir dari tubuh pria itu. Tangannya yang masih menggenggam pisaunya melemah, sebelum akhirnya tubuhnya jatuh berlutut.

Di belakangnya, seorang pria berdiri dengan ekspresi datar, belati panjang masih tertancap di tubuh pencuri yang kini kejang-kejang.

"Beraninya kau mengarahkan pisau itu kepada nya."kata nya dengan dingin

Neferure menahan napas. Suara pria itu begitu dalam, penuh ketegasan yang menggema di telinganya.

Pencuri yang tergeletak di tanah mengerang pelan sebelum akhirnya tubuhnya lunglai, tak bergerak lagi. Darah merembes ke tanah berpasir, meninggalkan noda pekat yang kontras dengan warna bumi.

Pria yang baru saja membunuhnya menarik belati panjangnya dengan satu gerakan cepat. Suara daging terbelah terdengar samar, diikuti oleh tetesan darah yang mengalir dari ujung senjata.

Neferure masih terdiam. Luka di pergelangan tangannya berdenyut, tetapi bukan rasa sakit yang membuatnya terpaku. Melainkan sosok pria itu—auranya yang begitu menekan, begitu dingin, seolah kematian hanyalah bagian kecil dari hidupnya.

Pria itu berbalik menatapnya. Mata emasnya tajam, penuh dominasi yang mengerikan.

"Apakah kau baik-baik saja?" tanyanya, nadanya tetap datar, tetapi sorot matanya mengawasi luka di tangan Neferure.

Neferure menegakkan bahunya, menekan rasa gentar yang sempat menghampirinya.

"Aku baik-baik saja," jawabnya, meskipun suaranya sedikit bergetar.

Pria itu memperhatikan ekspresinya sejenak, lalu tanpa peringatan, ia meraih tangan Neferure. Jari-jarinya yang dingin menyentuh pergelangan tangan gadis itu, membuatnya sedikit tersentak.

"Darahmu mengalir cukup banyak." Pria itu mengeluarkan sepotong kain dari pakaiannya, lalu mulai membebat luka Neferure dengan gerakan cekatan.

Neferure hanya bisa menatapnya dalam diam.

"Bukan nya itu berlebihan membunuh nya?."kata nya melirik Mayat itu

anak muda itu menatap neferure dan menunjuk token berbentuk ular,"Pengawal! Bawa mayat ini dan hukum gantung dia! Ini hukuman ku sebagai pangeran Mesir!."

semua orang tertegun,warga asli langsung berlutut.

pangeran Mesir...?

Bibir nya terkatup diam, sekarang bukan dia terkejut dengan identitas nya tapi tindakan nya semena mena.

Sebagai orang yang lahir di masa depan, sudah cukup membunuh nya tapi dia ingin menggantung nya?kejam sekali.

Anak berumur tujuh belas tahun ini?aku memang sudah mengahadapi pembunuhan,akan bohong jika aku tidak pernah mengatakan bahwa aku pernah membunuh.Tapi,dia sudah membunuh nya tetapi juga mempermalukan nya, untuk sesaat aku lupa ada dimana.

"Ayo.ikut dengan ku , aku akan mengobati luka mu.."

"jangan.jangan menyiksa mayat nya seperti itu..dia mencuri dariku, tidak tahu apa alasannya,dia mencuri pasti ada alasannya. Membunuh nya sama saja tidak mendengar alasan mengapa dia melakukan nya,Itu sama saja menghilangkan hak nya."kata nya,suara nya bergeming di antara semua orang yang mendengarnya.

"Dia menyakitimu."

"Jika dia menyakitiku,maka hak ku lah yang memutuskan nya."kata nya, menatap sepasang mata kuning emas itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!