Kasus yang menyeret namanya ini menyebabkan Raga dikeluarkan dari sekolah. Akibat dari itu hidup Raga menjadi tambah berat selain masih dalam tahap penyelidikan polisi, masa depan yang ia tata dengan rapih hancur begitu saja. Sampai dimana Raga menghilang dan tidak pernah ditemukan lagi. Ada yang mengatakan bahwa hilangnya Raga masih bersangkutan dengan kasusnya atau penculikan berencana. Namun ditengah huru hara menghilangnya seseorang Raga munculah orang yang mengakui bahwa ia adalah sahabat Raga. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah mereka percaya Raga menghilang? Dan Apakah dia benar sahabat Raga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moonsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Isi ular dan rumah sakit
"ISI CIRENG PEDASNYA KEPALA ULAR!" Perempuan itu langsung melempar cireng pedasnya ke sembarang arah.
Benar isi didalam nya yakni kepala ular berukuran kecil. Melihat kejadian ini pun orang orang yang sedang memakan cireng pedas pun langsung memuntahkan apa yang sedang di kunyah. Adapun pun orang yang mengecek kembali isian nya dan ketika di lihat ternyata benar dalamnya kepala ular berukuran kecil.
Seketika keadaan ruko gorengan yang suasana tadinya penuh kehangatan berubah menjadi suasana chaos. Beberapa pelanggan dari mereka ada yang menangis, menjerit ketakutan. Ada pula yang marah meluapkan emosi di tempat ada yang langsung pergi meninggalkan tempat. Sampai orang orang yang mengantri tadi pun bubar tergesa gesa mulutnya sambil bersumpah serapah. Keadaan sekarang begitu kacau balau. Beberapa pelayan gorengan pun mencoba menengahi keadaan tersebut.
"Gadis, cireng pedas ku isinya kepala ular juga?" Kata Anwar. Kepalanya pusing, penglihatan nya mulai mengabur lama lama jadi menghitam
"Gadis." Ucapnya sebelum dirinya tak sadarkan diri
***
Anwar membuka kedua matanya. Dirinya mengamati tempat sekitar yang sekarang dirasa bahwa ini bukan tempat yang tadi mereka kunjungi.
"Kenapa kau bisa pingsan?" Suara Gadis mampu membuat Anwar langsung mengingat kejadian tadi.
"Kau sekarang ada di rumah sakit. Mulutmu berbusa padahal cireng pedas milik mu tidak aku masukan kepala ular. Aneh."
"Kenapa kau melakukan itu? Itu sangat menjijikkan. Apa kau tidak berpihak orang orang yang sedang memakan nya?"
"Semua ini kan kemampuan mu juga. Kau akan setuju dengan apapun yang akan terjadi nantinya. Tapi nyatanya Kau pingsan dan bangun bangun kau menyalahkan ku? Dasar aneh, merepotkan."
"Soal pingsan aku minta maaf tapi bagaimana tidak pingsan jika cireng pedasnya berisikan kepala ular berukuran kecil."
"Apa kau tak mendengar? Aku sudah bilang jika cireng pedas kau bersih tidak seperti yang lain."
Di tengah tengah perbicangan yang seperti debat ini pintu ruangan mereka diketuk tiga kali oleh suster yang saat ini sudah masuk dan ada ditengah tengah mereka.
"Permisi maaf menganggu waktu mengobrol kalian. Saya izin cek suhu tubuh anda yah pak."
Tak lama dari itu suster langsung menjalankan tugasnya di mulai mengecek kembali suhu tubuh Anwar dan mengecek kondisi yang lainnya.
"Kondisi bapak Anwar sudah normal, namun di sarankan untuk menginap satu hari di rumah sakit alasannya untuk memastikan bahwa bapak Anwar tidak ada keluhan yang lain. Ini obat dan vitamin yang harus bapak Anwar minum sebelum tidur dan jika ingin tetap pulang hari ini mungkin perwakilan ibu ini boleh menghadap ke dokter."
"Baik terimakasih suster." Ucap Gadis
"Kalau gitu saya izin bertugas ke yang lain. Jika ada yang perlu dibantu jangan sungkan tekan tombol ini."
"Baik terimakasih suster." Gadis berkata seperti ini bertepatan dengan suster keluar dari ruang mereka.
"Jadi kau mau pulang atau disini?" Tanya Gadis lagi
"Sepertinya aku ingin bermalam disini saja, sayang sudah bayarkan?"
"Baiklah kalau gitu aku akan pulang."
"Tunggu dulu, kau belum menjelaskan sepenuhnya kenapa kau mengubah isi cireng pedas itu menjadi kepala kepala ular. Jelaskan kepada detik ini juga." Desak Anwar
"Mungkin kalau kau tidak pingsan aku akan menjelaskan kepada tapi karena kau pingsan hal itu jadi rahasia."
"Kau sedang meledek ku kan?"
"Aku tidak meledek mu. Aku berkata jujur. Justru aku harus bertanya kepada kau, kenapa kau pingsan."
"Karena aku terkejut meksipun kau bilang cireng pedas ku bersih tapi entah kenapa seketika kepala ku pusing sekali sampai aku dibuat pingsan."
Gadis berpikir keras
"Mungkin itu teguran dari tuan untuk kau."
"Bisa jadi dan cepat katakan yang tadi aku tanyakan padaku."
Gadis menghela nafas terlebih dahulu.
"Sebelum kita kesana kau bilang kalau dulu ibu mu pernah berkerja disana bagian dapur. Resep cireng yang sekarang orang orang nikmati itu adalah resep ibumu. Kau juga bilang bukan setelah ruko gorengan tadi laris manis ibu mu dipecat dengan difitnah mencuri uang gaji. Dan seharusnya tidak ada alasan lain yang harus aku jelaskan kepada mu kenapa cireng isi itu berisikan kepala ular. Jangan tanya bagaimana cara aku bisa melakukan hal itu. Yang jelas setidaknya mereka mulai memasuki penderitaan nya sendiri, jahat di balas jahat."
"Tapi kenapa harus dengan cara itu?"
"Memangnya kau mau cara seperti apa? Membakar ruko gorengannya? Atau membunuh orang itu?"
Anwar tersenyum heran seakan kejadian yang sedang dialami nya ini hanyalah mimpi semata.
"Baiklah aku tidak akan menanyakan hal hal yang akan terjadi untuk orang orang yang menyakiti kehidupan ku. Yang pasti sekarang aku masih terkejut atau apa mungkin aku belum terbiasa? Dan untuk hal tadi aku ucapkan terimakasih banyak. Karena aku yakin sekarang atau besok ruko gorengan itu bangkrut."
"Tidak usah berterimakasih kepada ku. Ini sudah tugasku bahkan kau sendiri bisa melakukan nya. Disini aku hanya akan membimbing mu bagaimana cara balas dendam yang aneh dan unik." Kemudian dirinya memberikan Anwar obat berserta vitamin yang tadi ia dapatkan dari suster untuk ia minum detik ini juga.
"Istirahatlah yang baik Anwar. Aku akan pergi dulu sampai bertemu dirumah."
Anwar tidak membalas ucapan dari Gadis dirinya memilih untuk berdiam meratapi kepergian Gadis yang akan keluar dari ruang rawatnya ini.
"Menarik." Gumamnya sendiri.
Detik berikutnya Anwar meneguk segelas air yang sudah tersedia untuk mencerna sebutir obat dan vitamin yang harus dikonsumsi sebelum ia tidur.
***
Lantunan musik edm begitu menyatu dengan gumpalan asap rokok yang menyengat di hidung Gadis. Suara candaan orang orang dan botol minum sudah jadi aktivitas biasa yang disaksikan ditempat macam seperti ini ditambah beberapa perempuan seksi dan cantik tentunya mendampingi lelaki di setiap meja bulat yang berisikan tumpukan uang ataupun koin.
"Kau mau pasang berapa?" Ucap lelaki yang setengah kancing kemejanya terbuka tidak lupa juga di sisi kananya terdapat perempuan seksi yang tentunya sedang menemani lelaki itu berjudi. Tidak hanya lelaki itu saja ada beberapa lelaki tuanya yang Gadis jamin statusnya sudah beristri ataupun duda sedang melakukan judi di area yang mungkin tempat ini memang sudah dijadikan markas judi.
Namun salah satu lelaki yang dimaksud Gadis ini yakni bapaknya Raga alias Anwar. Lelaki yang setengah kancing kemejanya terbuka itu adalah Rahmat bapak Raga alias Anwar.
"Hei Rahmat sepertinya malam ini jadi malam keberuntungan mu. Kau sudah winner beberapa kali aku curiga kau sedang membawa dedemit untuk membaca kartu lawan."
Ucap pria yang ada disampingnya. Setelah dia mengatakan hal seperti tadi semua orang yang berada di meja bagian sini langsung tertawa sesuka hati seakan itu adalah lelucon yang menyenangkan.
"Cepat kau pasang lagi lebih besar, jika kau menang diputaran yang baru ini kau bisa bungkus perempuan yang ada di sebelah dan tentunya itu sebagai bonus."
"ULAR! ADA ULAR!"