NovelToon NovelToon
Di Antara Sepasang Kembar

Di Antara Sepasang Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni
Popularitas:477
Nilai: 5
Nama Author: HniHndyni

Cinta, sebuah anugerah yang tak selalu mudah didapatkan. Apalagi ketika harus memilih di antara dua hati yang begitu dekat, dua jiwa yang begitu mirip. Kisah mengharukan tentang cinta, pengorbanan, dan pencarian jati diri di tengah pusaran emosi yang membingungkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HniHndyni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Double Date Yang Hancur

Beberapa hari setelah pertemuan itu, Migo masih memikirkan Kanaya. Senyumnya, tawanya, bahkan caranya menatap langit—semuanya terukir jelas dalam benaknya. Perasaan yang awalnya ia anggap sekadar rasa kagum, kini berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Ia menyadari, ia jatuh cinta pada Kanaya.

Keberanian yang selama ini terpendam, tiba-tiba muncul. Migo memutuskan untuk menyatakan perasaannya. Ia mencari Kanaya, menemukannya sedang duduk di taman kampus, membaca buku. Hati Migo berdebar kencang.

"Kanaya," sapa Migo, suaranya sedikit gemetar.

Kanaya menoleh, matanya yang indah bertemu dengan mata Migo. Senyum tipis terukir di bibirnya. Hati Kanaya juga berdebar tak kalah kencangnya. Ia sudah lama menyadari perasaannya pada Migo, tapi ia ragu untuk mengungkapkannya terlebih dahulu.

"Migo? Ada apa?" tanya Kanaya, suaranya sedikit gugup.

Migo menarik napas dalam-dalam. "Aku… aku ingin bicara sesuatu yang penting." Ia menggaruk kepalanya, gugup. "Sebenarnya, sejak pertemuan kita beberapa hari lalu…" Ia berhenti sejenak, mengumpulkan keberanian. "Aku… aku menyukaimu, Kanaya. Aku… aku jatuh cinta padamu."

Kali ini, Kanaya tidak terdiam. Senyumnya mengembang, matanya berbinar. "Migo," katanya, suaranya sedikit bergetar karena gugup dan bahagia. "Aku… aku juga merasakan hal yang sama."

Migo tertegun sejenak, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. "Benarkah?" tanyanya, suaranya penuh harap.

Kanaya mengangguk, pipinya memerah. "Ya, aku juga menyukaimu, Migo. Sejak lama."

Seketika itu juga, sebuah senyuman lebar terkembang di wajah Migo, lega dan bahagia. Ia merasakan beban di dadanya seakan menghilang. Kanaya juga membalas dengan senyuman yang sama lebarnya, matanya berkaca-kaca menahan air mata bahagia. Mereka saling memandang, senyuman mereka begitu tulus dan penuh makna. Tidak ada kata-kata yang diucapkan, namun kedua hati mereka telah saling mengerti. Dalam kesunyian taman kampus itu, hanya ada dua insan yang saling tersenyum bahagia, mengetahui bahwa perasaan mereka saling berbalas.Momen itu menjadi awal dari kisah cinta mereka yang indah.

Kebahagiaan Migo dan Kanaya masih terasa begitu baru. Double date dengan Anya dan Damar direncanakan sebagai perayaan kecil-kecilan. Keempatnya menikmati makan malam di restoran Italia favorit Anya, diiringi gelak tawa dan canda. Migo dan Kanaya saling berpandangan, senyum mereka tak pernah lepas. Namun, di balik kebahagiaan itu, benih-benih masalah mulai tumbuh.

Sepanjang malam, Damar beberapa kali terlihat memperhatikan Kanaya dengan intens. Tatapannya terlalu lama, terlalu dalam, sampai-sampai Anya pun menyadarinya, meskipun ia mencoba mengabaikannya karena menganggap itu hanya kebetulan. Namun, firasat buruk mulai muncul di hatinya.

Setelah makan malam, mereka berempat memutuskan untuk berjalan-jalan di taman kota. Suasana menjadi lebih tenang, dan di sanalah Damar mulai menunjukkan gelagatnya. Ia secara sengaja memisahkan diri dari Anya, berjalan sedikit di belakang Migo dan Kanaya. Anya merasakan ada sesuatu yang tidak beres.

"Kanaya," Damar tiba-tiba memanggil, saat mereka berhenti di sebuah bangku taman. Migo dan Kanaya menoleh. Damar terlihat ragu-ragu.

"Ya, Damar?" tanya Kanaya, sedikit heran.

Damar menarik napas dalam-dalam. "Aku… aku ingin bicara sesuatu padamu. Ini agak sulit, tapi…" Ia menggaruk kepalanya, terlihat gugup. "Aku… aku menyukaimu, Kanaya."

Kanaya tertegun. Ia tidak menyangka Damar akan mengatakan hal itu, apalagi mengingat Damar sudah berpacaran dengan Anya. Migo juga terkejut, rahangnya mengeras. Suasana tiba-tiba menjadi tegang. Udara terasa dingin, meskipun malam itu sebenarnya cukup hangat.

Kanaya menatap Damar dengan ekspresi terkejut dan sedikit jijik. "Damar," katanya, suaranya tegas dan dingin. "Kau sudah gila? Kau sudah berpacaran dengan Anya, kakak kembarku! Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti ini?"kata Kanaya saat sudah mengetahui hubungan Anya dan Damar

Anya yang selama ini diam, kini melangkah maju, wajahnya sudah memerah menahan amarah. Ia tidak percaya apa yang baru saja didengarnya. "Damar," katanya, suaranya bergetar menahan amarah. "Kau serius? Kau benar-benar mengatakan ini? Setelah semua yang sudah kita lalui bersama?"

Damar terlihat sangat menyesal dan ketakutan. Ia tidak menyangka Anya akan bereaksi sekeras itu. "Anya, maafkan aku," katanya, suaranya lirih. "Aku… aku tidak bermaksud…"

"Tidak bermaksud apa? Menghancurkan hubungan kita? Menyakitiku? Menyakiti adik kembarku?" Anya memotong ucapan Damar, suaranya meninggi. Air matanya mulai berjatuhan.

Migo mencoba menenangkan situasi, tapi ketegangan sudah memuncak. Kanaya merasa jijik dan kasihan pada Anya sekaligus marah kepada Damar. Malam itu berakhir dengan Anya yang memutuskan hubungannya dengan Damar di tempat, meninggalkan Damar yang tertunduk lesu dan penuh penyesalan. Migo dan Kanaya hanya bisa saling berpandangan, merasakan betapa beratnya beban yang harus dipikul oleh Anya. Kebahagiaan mereka sendiri terasa pahit karena disebabkan oleh pengkhianatan dan rasa sakit orang lain.

1
Jiwa Samudera
Karyanya lumayan bagus
HniHndyni: THANKYOu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!