NovelToon NovelToon
Chase Me, I Catch You!

Chase Me, I Catch You!

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Cinta sebagai sebuah permainan?

Itulah yang Jenny selalu lakukan, Cinta hanya sepotong permainan dunia bagi gadis yang memiliki segalanya, karenanya dia ingin selalu menang dan memang dia selalu menang, hingga dunianya sedikit kacau karena seorang pria mulai mengacaukan permainan cintanya, dan dia tak akan pernah tinggal diam.

Jonathan, Pria sempurna penakluk semua wanita, semua terjebak hanya dari sorot matanya, dia tertantang untuk masuk pusaran permainan Jenny dan berusaha memenangkannya.

Siapa yang akan menang? atau mereka terjebak dalam permainan yang mereka buat masing-masing?

Benar, Cinta adalah permainan.

Karena itu, Lets The Game Begin!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Cobalah mengejarku

Jenny keluar dari kamarnya dengan pakaian lengkap dan hangatnya, sebuah topi menutupi kepalanya dan sebuah pelindung telinga berwarna putih pun sudah menutupi telinganya, menjaganya agar tetap hangat.

 

Dia turun dari kamarnya, membiarkan Anxel untuk gantian mempersiapkan dirinya, dia berjalan ke arah pintu utama yang terbuka lebar, saat dia keluar, dia berhenti di berandanya, sedikit kaget melihat Jonatan juga sudah siap dan berada di sana, Jonathan melirik Jenny yang menatapnya dengan angkatan dagu.

"Dari batang korek api, sekarang aku jadi beruang kutub huh?" tanya Jonathan dengan sedikit senyuman dan wajah tak habis pikir.

"Ya, sekarang tubuhmu sudah besar, tidak cocok jadi korek api, lebih cocok jadi beruang kutub," kata Jenny seadanya.

"Kau memang suka menamai orang dari fisik ya," kata Jonathan lagi sambil memakai sarung tangan kulitnya.

"Tidak juga, hanya pada orang-orang yang menurutku spesial saja," kata Jenny dengan lirikan mata misterius.

Jonathan mengerutkan dahinya, spesial?

"Spesial? jadi kau anggap aku spesial?" tanya Jonathan.

"Tentu, kapan lagi bertemu pria yang susah-susah merubah penampilannya hanya karena perkataan ku, ah, aku sungguh tersanjung, Tuan Beruang kutub," kata Jenny manja nan menggoda, menyentuh pipi Jonathan dan perlahan mengelusnya dengan sangat lembut, memandang mata kuning yang cukup kaget melihat tindakan Jenny dengan mata menggodanya, "Cobalah berusaha lebih keras untuk bisa menarik perhatianku," kata Jenny bernada menggoda, lembut, perlahan berbisik di telinga Jonathan, membuat kaku Jonathan seketika.

Jenny menarik tangannya, tersenyum penuh kemanisan, kembali lirikan matanya seakan menarik Jonathan lebih dalam, membuat siapa pun merasa tak ingin melepaskannya, Jonathan menangkap tangan Jenny, membuat Jenny tersenyum senang, Jonathan terkena pancingannya.

"Jika aku bisa menarik perhatianmu, apa yang akan kau berikan?" kata Jonathan dengan tatapan serius.

"Kau akan tahu nanti, anyway, calon istrimu sudah sebentar lagi akan keluar, akan sangat memalukan jika dia melihat tangan kita begini, bisa tolong lepaskan?" tanya Jenny lagi, tak ada nada angkuh, hanya lembut, selembut salju, namun sehangat mentari.

Dia tahu, bagaimana pun pria, akan luluh hatinya jika mendapatkan kelembutan dan kehangatan, dari kemarin dia menahan dirinya karena tahu bahwa posisinya sekarang adalah calon tunangan Anxel, dan setelah dia tahu Jonathan adalah tunangan sepupunya, dia lebih mencoba menjaga jarak dengan pria ini.

Tapi kejadian semalam membangunkan sisinya yang sudah dia coba tahan, jika pria ini ingin bermain-main dengannya, baiklah, dia juga bisa begitu, lembut dan mematikan, Jenny selalu berhasil melakukannya.

Jonathan melepaskan tangan wanita di depannya, tak tahu antara kesal atau bagaimana melihat sikap wanita ini, dia tahu sikap wanita ini adalah racun baginya, namun entah kenapa, dia merasa tak bisa lepas dengan apa yang sudah diberikan Jenny padanya.

"Wah, ternyata kalian sudah selesai?" suara Chintia datang dari dalam.

Jenny mengulas senyuman manisnya, menatap wajah Jonathan yang hanya diam saja menatapnya, lirikan mata Jenny yang benar-benar tekesan penuh godaan itu membuat sisi kejantanannya tertarik, namun setelah mata itu berpindah ke arah Chintia, mata itu terlihat ceria menyambut Chintia, membuat Jonathan salah tingkah karenanya.

"Apakah kita sudah bisa pergi?" tanya Chintia meletakkan tangannya ke bahu tunangannya itu.

"Oh, ya, sudah," kata Jonathan, matanya sekilas kembali melihat Jenny yang sudah tak memperhatikannya, lalu melemparnya ke arah Chintia, Jonathan memasang senyuman kaku, membuat Chintia sedikit mengerutkan dahinya.

"Kau kenapa?" tanya Chintia.

"Tidak, ayo kita ke mobil," kata Jonathan meletakkan tangannya ke pinggang Chintia.

"Ya, Jenny, ayo," kata Chintia lagi, tak ingin melupakan sepupunya ini.

"Aku akan menunggu Anxel, pergilah duluan, hati-hati," kata Jenny dengan senyuman begitu ramah, Chintia saja bingung kenapa Jenny sepertinya bertambah ramah, ucapan hati-hati itu bersamaan dengan kembalinya lirikan maut yang membuat hati Jonathan tak menentu. seolah terperangkap pesona Jenny.

Mobil yang membawa mereka segera berjalan dengan kecepatan sedang, hati-hati melewati jalan yang sedikit licin, Jonathan dan Chintia duduk di tengah, sedangkan Jenny duduk di belakang bersama dengan Anxel.

Selang 40 menit kemudian, mereka akhirnya sampai ke tempat ski yang cukup sepi, memang jarang orang bermain ski di sana, namun menurut Jonathan tempat itu adalah tempat terbaik bermain ski.

Seluruh perlengkapan ski segera di siapkan oleh penyediaannya, Mereka melakukannya masing-masing, Jonathan tak lupa membantu Chintia untuk memasangkan perlengkapannya, mulai dari membantunya memakai pakaian khusus ski yang menjaga mereka tetap hangat dan juga tahan air, sepatu, kaca mata, terakhir dia memperhatikan dengan seksama saat teknisi memasangkan papan ski untuk tunangannya itu.

Jenny hanya memperhatikan Jonathan yang perlahan menuntun Chintia yang perlahan-lahan mencoba berseluncur, namun karena memang dia tak bisa dan takut jatuh, dia tampak kesulitan melakukannya, Jenny menaikkan sudut bibirnya, trik wanita lemah selalu saja berhasil, pikirnya.

Anxel pun ternyata memperhatikan mereka, dia sedang dipasangkan papan ski saat Jenny memperhatikan Anxel yang tampak tersenyum tipis melihat Jonathan dan Chintia itu.

"Baiklah, aku rasa aku akan pergi duluan, cobalah mengejarku," kata Jenny meluncur begitu saja, sambil melirik ke arah Jonathan. Lagi-lagi Jonathan menangkap lirikan itu.

"Nona! Anda tak boleh pergi sendiri, sangat berbahaya!" kata Salah satu orang di sana, dia ingin mengejar namun dia belum siap, Jenny meluncur tiba-tiba sekali, Anxel pun belum siap memasang papan seluncurnya, Jonathan dan Chintia pun kaget.

Jonathan yang melihat Jenny meluncur cepat dan mendengar perkataan dari penjaga di sana segera melepaskan pegangannya dari Chintia dan segera mengejar Jenny, dia tahu jalur ski ini, karena memang dari dulu dia sering ke sini, bahkan dia belajar berseluncur salju di tempat ini, dan dia tahu betul, jika Jenny salah mengambil jalur, maka tempat ini akan menjadi sangat berbahaya baginya.

Chintia dan Anxel yang melihat Jonathan mengejar Jenny hanya bisa saling pandang, Asisten Jonathan segera menenangkan mereka.

"Tuan Muda sangat mengerti keadaan di sini, mungkin karena itu dia ingin cepat-cepat mengejar nona Jenny, percayalah mereka tidak akan apa-apa, tapi lebih baik Nona Chintia dan Tuan Anxel tunggu saja di sini hingga mereka kembali," kata Asisten Jonathan yang sebenarnya juga harap-harap cemas, dia segera memberikan gestur agar para pengawal segera bersiap mencari mereka, takut jika terjadi apa - apa.

Jenny meluncur lincah di sepanjang jalur bersalju itu, dia meliuk-liuk anggun, dia lalu mendengar teriakan, sedikit menoleh ke belakang, melihat Jonathan mengikutinya, dia tersenyum sedikit, umpannya berhasil lagi, ternyata benar dugaannya pria itu menaruh perhatian padanya, tentu saja, jika tidak, dia tak akan memikirkan perkataan Jenny lebih dari 5 tahun yang lalu dan kembali dengan seluruh perubahan yang sangat drastis.

 

 

1
Tya Afat
coba cari di Indonesia Jo. jangan Jenny ada di sana. heheheh
mylsa
🫠🫠🫠
mylsa
Visual autor mah ga pernah gagalll
mylsa
tor kenapa sih autor kalo buat cerita tuh ga bisa biasa? kenapa selalu kerennnnn! biasa aj loh tor ga usah keren keren!! kan jadi candu bacanya 🫡🤔🫣😏🤩
♚Qų¡ղ♕🅠🅡🅕: ah! makasih kak
total 1 replies
Mimilngemil
💃💃💃
🏃 🏃 🏃..... otw....
Dari Judulnya kayaknya seru deh...
ah... pasti Seru Karya Quin....
Mimilngemil
👏👏👏👏
akhirnya....
😍😍😍
Mimilngemil
Love u too Quin....
Terima Kasih untuk Karya-karya nya....
💕💞💖👍👍
Mimilngemil
Jenny...
semoga aja Cuma prank ya.....
Mimilngemil
😱
siapa lagi sie....
Apakah Anxel sudah bebas?
Mimilngemil
ah... jadi pinisirin sama Meadow
Mimilngemil
Kayaknya ada judul l Meadow di Novel KK Quin deh....
next ke Meadow...
Mimilngemil
Surat apakah?
Mimilngemil
.
Mimilngemil
yea....
akhirnya JJ bersatu lagi
Mimilngemil
Di cang-cang aja Neng Jenny nya Bang Jonathan...
😂😂😂
biar gak kabur lagi
Mimilngemil
Separuh jiwanya Jonathan yang hilang sudah ketemu
Mimilngemil
Yes.....
Mimilngemil
Ayolah Jenny....
Mimilngemil
Apakah Jonathan atau Jared?
Mimilngemil
Karen....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!