davindra Shaquille adijaya ,,, adalah seorang anak tunggal dari Narendra adijaya yang terkenal sebagai mafia kejam di seluruh jagat raya dunia hitam,
ia selalu menjadi anak kebanggaan ayah nya ,namun sejak ibu nya meninggal Narendra adijaya menikah lagi dengan seorang perempuan yang sudah memiliki satu anak , Gilbert Robert adalah saudara tirinya ,sejak saat itu kehidupan Davindra mulai berubah , kepercayaan sang ayah yang mulai memudar , kasih sayang sang ayah yang mulai luntur dan terbagi, membuat davindra tumbuh menjadi seorang yang keras kepala dan tidak mau mengalah ,,
di masa remaja nya ia menyukai gadis yang bernama
Aurora zahera ,gadis cantik dan manis yang membuat hari hari nya berwarna ,namun warna itu seketika hilang Ketika Aurora pergi dan pindah ke luar negeri ,,
mungkin kah mereka akan bertemu kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pergi dari rumah
"kamu,,?
" kenapa pak ,apa bapak kenal sama perempuan ini?"
" kita bahas itu nanti ,ayok kita bawa dia ke apartemen "
" apa tidak di bawa ke rumah sakit saja pak?"
" dia tidak cidera , seperti nya hanya pingsan biasa , mungkin karena kaget"
Davin mengangkat gadis itu ke mobil nya
" bapak yakin pak ,mau bawa dia ke apartemen bapak?"
" iya ,saya yakin ,
" oke pak"
Raka pun langsung mengemudikan mobil kembali .
di bangku depan ,Davin terus melirik ke arah belakang
" saya yakin dia Aurora,mirip sekali,tapi sejak kapan dia ada di Indonesia" batin nya
" bapak kenapa ?"
" saya gak apa apa"
"Kita gak mau ke rumah sakit dulu nih pak,siapa tau gadis itu terluka"
" tidak perlu,ayok lebih cepat ka"
" baik pak"
Tak lama mereka pun sampai di apartemen ,
Davin langsung menggendong gadis itu dan membawanya ke kamar lantai atas milik nya
" kamu ikut saya ke atas ya ,ini saya berat kalau gendong dia sendiri
" maksudnya mau gantian pak gendong nya?"
" biar saya aja yang gendong,kamu nanti bukain pintunya,
"Baik pak "
Mereka pun sampai di pintu kamar apartemen
" tolong buka pintunya ka"
Raka pun membuka pintu kamar apartemen
" sudah kamu pulang saja ,biar dia jadi urusan saya"
" bapak yakin?"
" saya yakin"
" kalau begitu saya permisi pak,awas pak nanti khilaf " ucap Raka
" apa kamu bilang?"
" nggak pak ,saya gak bilang apa apa , permisi pak" Raka langsung pergi
Davin masuk ke kamar nya dan langsung merebahkan gadis itu di sofa
" berat juga dia "
" hufffhhh!!
Ia mengatur napasnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,namun setelah selesai ia terkejut melihat gadis itu tiba tiba menghilang
" kemana dia?"
Davin melihat pintu depan terbuka
" pasti dia kabur" ucap nya
Putra pun duduk di sofa sambil mengingat-ingat lagi gadis tadi yang ia gendong
" itu tadi Ara bukan ya"?
" kenapa dia kabur" monolog nya
Davin tersenyum licik
" jangan harap kamu bisa kabur dari saya "batin nya
Tak lama seseorang menghubungi nya
" hallo ada kabar apa?"
" selamat malam pak"
" langsung saja Raka ,saya tidak suka basa basi"
" sensi amat pak"
" Raka apa yang mau kamu sampaikan "
"begini pak ,saya dapat informasi dari orang suruhan saya , kalau orang yang menembak bapak ,ia adalah anak buah nya pak Gilbert"
" Gilbert?"
" betul pak"
" kurang ajar" ucap nya marah
"terimakasih Raka untuk informasi nya"
" selalu saja dia " geram nya
" saya harus kasih pelajaran .
" pak cewek tadi masih di apartemen bapak?"
Tanya raka
" dia kabur"
" apa, kabur pak ,emang nya bapak apain ,ko bisa kabur "
" sembarangan kamu ,belum saya apa apain itu,
" yakin pak ,belum di apa apain ?"
" saya sumpel pake kapas ya Mulut kamu " kesal Davin
" iya pak maaf, yaudah ,cuma itu saja informasi yang bisa saya sampaikan
" oke,,,
Davin pun langsung mematikan sambungan telponnya
" saya harus ke sana sekarang "
ia pun mengambil switer hitam dan celana panjang nya di lemari ,lalu bergegas pergi dari apartemen nya,
Beberapa menit kemudian ia sampai di rumah ayah nya , Narendra Adi jaya
Davin masuk ke rumah nya dengan tangan yang terkepal kuat ia melangkah ke ruang kerja sang ayah ,
Brak!
Sang ayah yang sedang berada di dalam ruangan nya pun kaget
" ada apa dengan kamu Davin?" tanya sang ayah
"ini ,ayah harus lihat ini" Davin menunjukkan bukti cctv saat Gilbert menemui si pelaku penembakan terhadap dirinya
" maksud kamu adik kamu yang sudah menyuruh orang untuk melakukan penembakan itu?"
" iya ,"
" Kamu gak usah bercanda ,gak mungkin kalau Gilbert yang melakukan itu" bela sang ayah
" terus itu apa ,jelas jelas di sini Gilbert menemui orang itu"
" Davin ,kamu belum punya bukti kuat ,,dan papa yakin Gilbert gak mungkin melakukan itu sama kamu ,
" papa kamu benar Davin" Bu Sandra datang dan mencoba membela putra nya
" Kamu gak bisa sembarangan menuduh adik kamu seperti itu" ucap Bu Sandra
" heuhhh" Davin tersenyum getir
" pa ,apa papa gak percaya sama aku?"
" sudah lah ,kamu gak usah pengaruhi papa kamu dengan hal seperti itu"
" Davin sudah ,kamu selalu saja berpikiran negatif tentang adik kamu" ucap pak Adi jaya
" pa ,"
" cukup Davin,kamu gak usah cari kegaduhan terus ,papa tuh harus sampai kapan sih mengingatkan kamu , untuk tidak selalu menuduh adik kamu"
" Dia bukan adik saya"
" cukup Davin , kalau kamu gak bisa Nerima adik kamu dan mama kamu ,lebih baik kamu pergi dari rumah ini ,bawa semua barang barang kamu " usir pak Adi jaya
" papa ngusir aku?"
" kamu yang gak bisa di atur ,kamu selalu saja membantah "
" aku akan terus membantah selama papa tidak bisa menghargai aku sebagai anak papa"
" Davin ,papa selalu menghargai kamu ,tapi kamu yang gak pernah bisa menghargai keputusan papa"
" keputusan apa yang papa maksud "
" Davin, papa cuma mau kamu menerima adik dan mama kamu "
" jangan harap , karena gak akan pernah ada yang bisa menggantikan posisi mama,,"..tegas Davin
" Davin " bentak pak adi jaya
" sudah pa,,mama gak apa apa ko " ucap Bu Sandra
" tapi dia harus menghargai kamu ma"
" Drama yang romantis " Davin terkekeh
" mulai hari ini saya akan keluar dari rumah ini ,papa tenang saja ,saya tidak akan pernah sembunyi di ketiak papa lagi ,saya akan hadapi sendiri huru hara yang mungkin akan terjadi nanti di luar sana"
" Kamu tidak akan bisa tanpa bantuan papa Davin"
" saya bisa , buktinya saya berhasil mendirikan perusahaan saya sendiri "
" jangan sombong kamu , perusahaan itu tidak akan pernah berdiri jika dulu papa tidak bantu kamu"
" iya memang papa bantu aku ,tapi perusahaan itu hampir saja kehilangan banyak investor karena ulah papa sendiri,dan aku susah payah membangun nya sendiri ,"
" itu karena kamu gak mau dengar ucapan papa,dasar anak keras kepala"
" ucapan yang mana , bahkan papa hampir menjual semua saham ku , hanya untuk menutupi kegagalan adik tiri kesayangan papa itu"
" cukup Davin , Albert itu adik kamu , walaupun dia bukan adik kandung kamu tapi dia selalu ada buat kamu " tambah Bu Sandra
" iya ,dia selalu ada buat saya , karena dia mau mengcopy semua data perusahaan saya,dan sekarang saya tidak akan percaya lagi sama dia ,kalian itu sama saja ,sama sama berambisi untuk merebut harta keluarga saya "
" pa,lihat anak mu ,dia selalu saja seperti itu,dia selalu menuduh mama," adu Bu Sandra
" Davin sampai kapan kamu akan bersikap seperti ini terus sama mama kamu "
" dasar bucin" ucap Davin dia pun pergi ke kamar nya untuk membereskan semua barang barang nya ,dia akan tinggal di apartemen yang sudah ia beli hasil dari jeri payah nya sendiri,,
" den ,,,mau kemana?" tanya bi Kiki pengasuh nya dulu yang sekarang masih bekerja sebagai Art di sana"
" bi ,saya mau pergi ,saya gak tinggal di sini lagi bi"
" tapi kenapa atuh den ,"
" ada banyak hal bi,dan bibi juga pasti tahu alasan saya "
" iya den ,di Mana pun Aden berada bibi akan selalu doa' n Aden"
" makasih ya bi,jaga diri baik baik ya bi..
Davin pun membawa koper nya keluar dari rumah yang dulu mengisahkan banyak kenangan manis itu,,