Pengusaha muda, Kevin Martine Abraham bertemu dengan penulis novel Sarah Nicole. Kevin yang memiliki segalanya, berusaha mendapatkan hati Sarah, pria itu diam-diam mengikuti Sarah hingga membuat Sarah risih.
Mungkinkah Sarah akan menerima Kevin masuk ke dalam kehidupan sederhananya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyu Ela Safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Kevin menyentuh lembut rambut Sarah, mengecup dahi Sarah lekas berbaring di sampingnya.
♣
Sayup-sayup terdengar pintu apartemen Sarah terbuka, hingga suara cempreng berbunyi nyaring, bahkan
jam masih menunjukkan pukul 6 pagi.
“Sarahhhhh!!”. Teriakan itu membuat Kevin dan Sarah yang tengah berbaring diranjang membuka mata.
Kevin hanya sekilas melihat dan kembali tidur, sedangkan Sarah langsung duduk dan beranjak dari ranjang.
“apa yang kalian lakukan?”. Tanya Natali dengan wajah terkejutnya.
Sarah menarik Natali keluar dari kamar meninggalkan Kevin yang masih sibuk dengan mimpinya.
Natali dan Sarah duduk berhadapan di meja makan, sebelumnya Natali menaruh makanan yang dibawanya di
meja makan.
“jadi? Apa kalian melakukannya?”. Tanya Natali dengan wajah penasaran sekaligus menggodanya
“tidak Natali”.
“terus? Hanya tidur?”.
“iya apa lagi?”.
“wajahmu terlihat kusut, ada apa?”.
“kemarin ada yang mengejarku”.
“what? Dimana? Apa kau baik-baik saja?”.
“ya aku baik-baik saja”.
“apakah kau merasa akhir-akhir ini kau tidak aman?”. Natali mendekat kearah Sarah dan berbisik
“sejak kau berhubungan dengan tuan Martine”.
“itu tidak ada hubungannya sama sekali Natali”.
“baiklah, aku sudah mendengar tentang Mrs. Micella”.
“bagaimana kau mengetahuinya”.
“aku tidak sengaja bertemu dengan salah satu tetanggamu di panti pagi tadi sewaktu beli makanan”.
“ohh”.
“aku turut bersedih, kuharap dia segera sembuh. Bagaimana dengan anak-anak panti?”.
“tidak ada yang tau keberadaan mereka semua”.
Dering ponsel Sarah memotong pembicaraan mereka, Sarah mengambil ponselnya yang ditaruh di samping
televisi. Nomor yang tidak dikenal.
“Halo”.
“Sarah, Sarah, ini Dion”.
“Dion? Bagaimana? Dimana kamu sekarang?”.
“rumah mewah, Viviana membawa kami kesini”.
“ciri-ciri tempatnya apa kau tau?”.
“rumah dikelilingi pohon cemara, aku tidak tau”.
Tut tut…
Pannggilannya di akhiri dengan tiba-tiba, Sarah pun tidak dapat memanggil ulang kembali, nomornya sudah
tidak aktif.
“ada apa? siapa yang menelpon?”.
“Dion, salah ssatu anak panti, Viviana membawa merek semua di tempat yang banyak pohon cemara”.
“dimana itu?”.
“aku tau tempatnya”. Suara dari ambang pintu kamar membuat Sarah dan Natali langsung menengok. Kevin
berdiri disana dengan rambut acak-acakan khas bangun tidur, namun menambah kadar ketampanan pria itu.
“baiklah aku akan pergi kesana”. Ucap Sarah
“tidak, jangan pergi kesana, tidak aman untukmu, lebih baik biarkan oraang suruhanku yang
menyelediki temoat itu terlebih dahulu”.
“tunggu, bagaimana kau bisa tau tempat itu?”.
“tempat itu hanya ada satu, dan aku pernah kesana sebelumnya, ada beberapa rumah disana, ddan aku
memiliki satu, mungkin salah satu rumah itu yang dimaksud”.
“jadi kapan aku bisa kesana?”.
“sabar sar, ini proses”. Ucap Natali menenangkan Sarah.
“baik”.
♣
Sarah sudah rapi dengan pakaian kerjanya, beberapa menit yang lalu Kevin meninggalkan apartemen Sarah
untuk menghadiri pertemuan penting dengan rekan kerjanya berasal dari luar negeri yang kebetulan berada di New York dan ingin bertemu dengannya.
Kevin memasuki salah satu ruangan yang berada di hotelnya, ruangan yang tidak pernah ada lift yang
berhenti di lantai itu dan hanya pemilik dan juga orang yang di injinkan yang bisa menginjakkan lantai itu, tepatnya di lantai 7.
“selamat datang Barom”. Ucap Kevin menyambut Barom dengan baik.
Barom Marley, ketua geng Mafia yang paling ditakuti di China, perkumpulan gengnya berada di Hongkong
dan juga Singapura. Walaupun masih seumuran dengan Kevin, Barom terkenal sangat kejam, banyak orang mati ditangannya. Barom bukanlah orang asli Asia, dia orang Amerika yang dari kecil tinggal di Hongkong bersama pamannya ketua geng Mafia, lalu sejak pamannya mulai rentan dan sudah semakin tua, menurunkannya pada
Barom.
“thank you, bagaimana kabarmu? Kita lama tidak berjumpa sejak kau pindah ke Los Angeles”.
“lebih baik dari sebelumnya, hanya ada sedikit masalah kecil”.
“kau tau aku bisa membantumu kapanpun kau butuh bantuanku”.
“ya aku tau. Jadi kenapa kau datang kesini?”.
“ada urusan penting yang harus segera ku selesaikan”.
“jika kau butuh bantuanku maka aku akan membantumu”.
“tidak, hanya masalah keluarga”.
“bagaimana dengan orang tuamu? Apa ada kabar?”.
“umurku masih 7 tahun sewaktu mereka pergi, aku tidak mengingat apapun, yang panti mereka tidak
sengaja meninggalkanku bersama dengan paman, tapi karena memang ada suatu hal yang membuat mereka pergi”.
“pamanmu tidak mengatakan apapun?”.
“tidak sama sekali, dia bahkan bungkam masalah keluarga, makanya aku berniat untuk mencari tau
sendiri”.
“aku pasti akan membantumu mencari tau segalanya, jadi jangan terlalu kau fikirkan sendiri. Dan
juga sepertinya aku membutuhkan bantuanmu”.
“apa”.
♣
Sarah hanya diam di balik komputernya, wanita itu terus memikirkan bagaimana nasib anak-anak panti
yang dibawa oleh Viviana kalau Sarah tidak membawa mereka kembali segera mungkin. Hingga Natali datang.
“kau masih memikirkannya hingga tidak sadar kalau ponselmu berdering”.
“ah ya”.
Sarah mengambil ponselnya
“halo”.
“nona Nicole, ini dari rumah sakit, nyonya Micella sudah sadar”.
“baiklah saya akan segera kesana, terima kasih”.
Sarah menutup ponselnya, beranjak dari tempat duduk.
“kau mau kemana lagi?”.
“bunda sudah sadar, aku harus segera ke rumah sakit”.
“bos pasti akan marah kalau tidak melihatmu disini”.
“tapi-“.
“lebih baik kau pergi saat jam istirahat, itu lebih baik, dan kembali agak telat”.
“baiklah aku mengikuti apa yang kau sarankan”.
Sarah duduk kembali dikursinya, di ikuti Natali yang duduk didepannya.
“aku punya berita baik untukmu”.
“apa?”.
Natali mengeluarkan sebuah buku Novel dari belakang punggungnya, novel yang dibuatnya, karya
pertamanya. Natali memberikan pada Sarah
“bagaimana bisa?”.
“kemarin mrs.Ellena datang secara langsung, dia ingin menghubungi mu terlebih dahulu tapi kontakmu tidak
aktif, jadi dia menitipkannya padaku, jika kau sudah menerimanya, kau harus menghubungi mrs. Elllena untuk launching novelmu”.
“baik, terima kasih banyak Natali”.
“tentu saja, selamat untukmu karena kau bisa mewujudkan mimpimu selama ini”.
“aku akan mentraktirmu besok”.
“tidak perlu, bagaimana kalau makan di apartemenmu? Aku ingin kau memasak untukku”.
“baiklah boleh, aku akan berbelanja nanti”.
♣
Jam istirahat berlangsung, selesai mengerjakan pekerjaannya, Sarah langsung terburu keluar
dari kantor. Menghentikan sebuah taksi yang lewat dan pergi ke rumah sakit.
Sampai dirumah sakit, Sarah menuju keruangan dimana Micella dirawat.
Tidak ada siapapun disana, hanya ada Micella yang terbaring lemah.
“selmat siang bunda, maafkaan Sarah datang terlambat”.
Micella tersenyum manis pada Sarah.
“kau tidak salah apapun, bunda sangat berterima kasih padamu”.
“masalah anak-anak”.
“ya bunda tau akan hal itu, tapi bunda yakin kalau Vivian tidak akan pernah menyakiti mereka”.
Sarah memeluk Micella dengan sayang.
“apa bunda ingin makan sesuatu? Biar Sarah kupasakan, taddi Sarah membeli buah-buahan untuk bunda”.
“terima kasih Sarah, istirahatlah kau terlihat lelah”.
“tidak, bahkan aku sangat bahagia bisa melihat bunda baik-baik saja”.
dan inilah yang bnyak terjadi novel2
*kalau pemeran utama wanita meninggalkan pemeran utama pria, itu dianggap bukan kesalahan, kalau pun salah minta maaf semua beres yang parah lagi mereka akan menyalahkan pemeran utama pria
*tapi jika pemeran utama pria yang tinggalkan pemeran utama wanita itu adalah kesalahn paling besar, tidak akan mudah dimaafkan, pemeran akan dibuat mengemis2 maaf
gk suka sama klakuannya thoooor.......suka nabur benih🤣🤣🤣