Menikah dengan Ipar adalah sesuatu yang sumbang buat Aralia. Tetapi ia tidak bisa menolak permintaan Ibunya yang memohon dengan air matanya demi sang cucu.
Varga suami yang lembut tak bosan-bosan memperhatikan istrinya walau sang istri menolak perhatian itu. Bahkan berani memasuki hati pria lain, yang membuat perjalanan cinta mereka rumit.
Dapatkan Varga memenangkan hati istri atau akan menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sangat kecewa
"Apa yang kau lakukan di depan ruanganku?" Hanry sedikit terkejut melihat Varga berdiri di depan ruangannya.
"Aku merindukanmu, teman." Hanry tertawa geli, mendengar jawaban Varga. Kedua pria itu saling berjabat tangan dan kemudian berpelukan melepas rindu.
"Lelucon yang bagus," ujar Hanry, ia tahu kalau ucapan Varga hanya basa-basi.
Varga terkekeh, memasukkan salah satu tangannya ke dalam saku celana seraya menunggu Hanry membuka pintu kantornya.
"Silakan masuk, tuan Varga." ujar Hanry memberi jalan bagi temannya itu.
"Terimakasih profesor," Sahut Varga, memasuki ruangan itu dan berdecak kagum. Lemari yang menjulang tinggi di penuhi dengan buku tebal juga beberapa penghargaan tergantung rapi dan menjadi interior di ruangan itu.
"Aku sudah menduga kalau kau akan sesukses ini." Varga berdecak, melihat Hanry yang sudah duduk di kursi kebesarannya itu.
"Duduklah, sebentar lagi aku ada kelas." Hanry bangun dari tempatnya duduk dan berjalan menuju sofa yang di peruntukkan untuk tamu.
Varga, mengangguk.
"Jadi kau datang kesini karena merindukanku?" tanya Hanry meletakkan ponselnya di atas meja.
"Kau tidak percaya?"
"Jangan gila, katakan!" Celetuk Hanry.
"Ya baiklah ...," Varga menghela napas berat. "Aku butuh bantuanmu, teman."
Hanry mengerutkan dahi, " bantuan semacam apa yang kau inginkan dariku,teman? Secara financial kau mapan, jabatanmu bagus, kau juga memiliki istri yang cantik dan ... masih sangat muda." Hanry menahan tawa di akhir katanya.
"Untuk hal itu aku sangat bersyukur, teman." balas Varga mengabaikan ekspresi Hanry saat menahan tawanya.
Apa salahnya memiliki istri yang muda? Benak Varga.
Hanry merapikan dasi yang melingkar di lehernya, lalu menunjukkan raut seriusnya.
"Lalu apa yang membawamu kesini?"katanya
"Bagaimana dengan nilai istriku pada mata kuliah yang kau ajarkan?"
"Sebenarnya cukup baik, cuman dia sedikit tertinggal karena tidak masuk beberapa kali. Kau datang untuk menanyakan itu? Jangan bilang kau mau meminta supaya aku memberi istrimu nilai A?"
"Apa itu bisa terjadi?" Varga balik bertanya.
Hanry cepat menggelengkan kepala, "kau sama saja menyuruhku gantung diri, teman."
"Ha ha ha ..., Aralia juga akan mencekikku sampai mati jika dia tahu."
"Ayolah ini bukan waktunya bercanda, kemarin sore kau menelpon dan hari ini kau tiba-tiba disini. Pasti ada sesuatu kan?" Hanry menghentikan obrolan yang tidak berguna itu.
Sejenak hening, Varga menarik napas lalu mulai menceritakan maksudnya menemuinya.
Sementara di tempat lain ...
"Aralia, profesor Han memanggilmu," Dahi Aralia berkerut, juga di sertai rasa takut saat teman sekelasnya berujar dari depan pintu ruangan mereka.
Hanry dikenal sebagai dosen disiplin dan juga tegas. Ia pasti akan mendapat hukuman karena sudah mengabaikan pelajaran Profesor itu. Ilir dan Lea menatap ke arahnya.
"Kemarin hilang kemana?" tanya Ilir penasaran.
"Ada urusan mendadak, aku ke ruangan pak Han dulu ya." jawab Aralia.
Di depan ruangan itu, Aralia terlihat gugup mengetuk dan menunggu kata perintah masuk.
"Masuk!" Aralia menekan knop pintu dan mendorong pelan, masuk dan mencari keberadaan Hanry.
"Pak?" Aralia menautkan kedua alisnya, lantaran tidak menemukan Han duduk di sana, di meja kerjanya.
"Kemarilah Aralia." Sahut Hanry dari arah tempatnya duduk bersama Varga.
Aralia melangkah memasuki ruang tamu yang di pisahkan rak buku besar.
"Kak Varga ...," Aralia kaget begitu masuk dan melihat Varga duduk disana bersama Hanry.
Varga tampa tenang seperti biasa.
"Hei ... kenapa kau begitu kaget, duduklah ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu." Hanry menolehkan kepala melihat Aralia berdiri dengan tangan menutup mulut.
Aralia melangkah dan mengambi posisi duduk agak sedikit jauh dari Varga.
Hanry terseyum, melihat Aralia seperti menjaga jarak.
"Apa ada masalah denganmu, Aralia? Aku bertanya pada suamimu kenapa kau tidak masuk di pada mata kuliah yang aku ajarkan terutama kemarin?" Begitu mendengar kata suami, Aralia menoleh ke arah Varga dengan tatapan dingin. Tajam dan sangat menusuk ke bagian hati Varga.
bukankah mereka sudah sepakat pernikahan mereka tidak boleh ada yang tahu dan apa ini? profesorya juga sudah tahu rupanya.
"Kenapa kau menatapnya seperti itu?" Hanry menyadari tatapan itu, dan mengerti kenapa Varga memintanya memanggil Aralia saat itu juga.
Aralia kembali melihat Hanry dengan tatapan normal.
"Pak tapi dia bukan wali saya." ucap Aralia pelan.
"Aralia, aku tahu dia suamimu. Itu sebabnya aku memanggilnya."
"Profesor seharunya menanyakan hal itu padaku, bukan padanya." Protes Aralia.
"Itu benar..., seperti yang kau bilang. Aku akan bertanya kenapa kau tidak masuk dan terutama kemarin."
Aralia melirik ke arah Varga, ronanya berubah seketika.
"A-aku punya urusan."
"Urusan apa, Ra? Bukanya kemarin kau kuliah sampai sore?" Celetuk Varga membuat Aralia gugup.
"Baiklah, kau pasti kaget kenapa aku memanggil suamimu dan bukan ibumu. Aku dan Varga adalah teman. Sejak kuliah, aku juga mengenal mendiang kakakmu. Dan aku juga ada dihari pernikahan kamu, mungkin kau tidak mengingatnya karena memang Varga tidak mengenalkan secara intens. Tapi percayalah kau boleh cek photo-photo pernikahan kamu aku pasti ada di sana." Arali memandang gugup Hanry,
"Maaf ... ini urusan pribadi, kak Varga juga tidak tahu hal ini. Aku akan mengejar keterlambatanku dan memperbaiki nilai mata kuliah yang Profesor ajarkan."
Varga tergelak mendengar ucapan Aralia, dia kecewa.
"Baiklah teman, terima kasih sudah memanggilku dan seperti yang dikatakan istriku dia akan memperbaiki nilainya yang tertinggal dan buruk itu." Varga berdiri, mengulurkan tangan pada Hanry. " Lain kali kita bertemu dan jangan membahas hal-hal seperti ini." sambungnya, mereka berjabat tangan lalu Varga menggeleng-gelengkan kepala pada Aralia. Kali ini ia sangat kecewa pada Aralia.
Hanry mengantarkan Varga keluar ruangan, sementara Aralia masih berdiam diri di tempat duduknya.
"Kau tidak ingin mengejarnya?" Tanya Hanry padanya. Aralia bangun bangun dari duduknya dan ....
"Permisi pak " ujarnya, meninggalkan ruangan Harry.
"Aneh ...." gumam Hanry kembali ke meja kerjanya. Itu sebabnya dia tak menikah. Hubungan rumah tangga sangat rumit dan ia tak ingin mengalami itu.
"Kak!" Panggil Aralia dengan nada geram.
Mereka kini di area parkiran. "apa? Kau mau bilang apa?" Varga berbalik, rautnya memerah menahan rasa kesal lantaran kebohongan Aralia.
"A-aaku meminta maaf." ucap Aralia terbata. Tatapan itu tak setajam tadi dan juga rona wajah gadis terlihat pucat, berkeringat besar dan tampak lesuh.
"Ara ...," gumam Varga, seketika amarahnya melunak.
"Pusing kak," ujar Aralia memijit kepalanya. Varga langsung bergerak cepat membantu Aralia masuk kedalam mobilnya.
Aralia duduk dan Varga berlari ke arah pintu jok pengemudi.
"Kamu nggak apa-apa kan, Ra?"
"Nggak tahu, tapi kepala Ara sakit."
Varga, menempelkan tangannya pada dahi istrinya itu. "Sepertinya kau demam, Ra. Kerumah sakit ya?" Aralia menggeleng,
"Pengen tidur aja." gumamnya lemah.
"Ya udah kita pulang,"
Varga mendekatkan dirinya pada Aralia, membuat Aralia sedikit terkejut. Jarak mereka sangat dekat dan Varga bisa merasakan hangatnya napas Aralia. Degub jantung Aralia berpacu berpikir Varga akan mengambil keuntungan darinya. Tapi apa yang terjadi, Varga hanya ingin memasangkan sabuk pengaman untuknya. Agar istrinya itu nyaman saat perjalanan pulang.
Varga menyetir, sesekali melirik Aralia yang tengah tertidur. Apa yang membuat gadis ini tiba-tiba sakit bahkan belum lama ia menatap tajam seperti singa mengaum padanya tadi di ruangan dosenya itu dan sekarang malah tak berdaya.
Mobil Varga memasuki halaman rumahnya, mematikan mesin mobil, keluar dengan buru-buru kemudian menggendong Aralia masuk ke dalam rumah.
"Aralia kenapa, Varga?" Ele yang sedang nonton televisi di ruang tamu kaget melihat menantunya itu di gendong menaiki anak tangga.
"Sepertinya demam, Ma."
"Kok nggak langsung ke rumah sakit sih?" Ele mengikuti dari belakang.
"Ara nggak mau, Ma." Varga meletakkan Aralia di tempat tidur.
"Ah kau ini. Orang sakit ma susah kalau dibawa ke rumah sakit. Paksa emang napa?" Protes Ele. Menempelkan tangan di dahi Aralia. " Masih tinggi, Ga." Sambungnya.
"Trus bagaimana, Ma?" Tanya Varga bingung.
"Biar mama buatin kompresnya." Ele beranjak pergi.
Varga menarik napas berat, menatap Aralia terbaring lemah.
Dia pasti kelelahan, kemarin kau kemana Aralia dan bersama siapa? Apa mungkin dengan ...orang yang mengirimnya pesan.
Varga harus tahu, ia mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi nomer Aralia. Seseorang mengangkatnya.
"Halo ...," sapa dari seberang.
"Ini siapa ya?" tanya Varga dengan ramah.
"Cayrol, tas Aralia masih disini. Mau di antar apa di jemput."
"Hei ... Cayrol, tolong jaga tas Ara ya. Aku akan kesana mengambilnya."
Cayrol, mungkin tahu sesuatu tentang ini. Waktu itu dia pernah bilang kalau Ara punya pacar. Aku akan menemuinya.
Ele masuk membawakan alat kompres untuk Aralia.
"Ma, titip Ara ya. Aku mau ambil ponselnya ketinggalan di kampus."
"Iya, iya. Cepat jangan lama. Istri kalau sakit suami yang harus urus."
" Iya, nanti aku yang akan urus. Da mama."
OBSESSIVE LOVE dan IPAR
*perselingkuhan suami dilaknat tapi perselingkuhan istri dianggap bisa saja
*suami selingkuh dibuat dapat balasan, menderita, mengemis maaf dan berjuang keras dapat kesempatan tapi istri selingkuh dianggap biasa saja dan semudah itu dimaafkan
*suami selingkuh, sikap istri tegas, minta cerai, pergi dan tidak mudah memaafkan tapi istri selingkuh. sikap suami bodoh, tidak punya harga diri, malah suami yang mengemis dan memohon istri tinggalkan selingkuhan nya dan semudah itu dimaafkan
*suami selingkuh kalian hadir lelaki lain yang perhatian pada sang istri tapi istri selingkuh, kalian hadirkan wanita lain tapi tetap saja dicap pelakor dan wanita murahan
*wanita selingkuhan diperlakukan kasar, hina dan dibinasakan tapi ptia selingkuhan istri diperlakukan sangat lembut dan malah seakan jadi korban
adil jalan pikir mu kalau sudah begini, miris sikap egois wanita dalam membuat novel
obsessive loves (suami selingkuh) dan ipar (istri selingkuh)
obsessive lover, suami selingkuh dilaknat, dapat balasan, menderita, mengemis maaf, berjuang membuktikan diri, berjuang keras dapat kesempatan, sikap istri tegas minta cerai, pergi dan tidak semudah itu memaafkan, kalian hadirkan lelaki lain yang peduli pada sang istri dan dianggap pria paling pengertian, wanita selingkuhan diperlakukan kasar, tidak ada baiknya, dihinakan dan akhirnya dibinasakan
banding dengan novel sendiri
ipar ketika istri selingkuh,perselingkuhan itu malah dianggap hal biasa saja, semudah itu dimaafkan, sikap suami kayak lelaki tidak punya harga diri dan bodoh, Terima saja diperlakukan kayak gitu dan malah dia yang mengemis dan memohon cinta pada istri najis tukang selingkuhnya, kalian hadirkan wanita yang perhatian pada sang suami tapi tetap saja kalian wanita murahan, dan diperlakukan kasar, pria selingkuhan diperlakukan lembut, solah dia korban juga, seakan perselingkuhan itu kalian benarkan
jika sudah begitu banggakah author dengan sikap yang sangat egois ini dalam berkarya
miris
*lihat begitu enaknya jadi pemeran utama wanita selingkuh dan semudah itu dimaafkan (coba kau banding dengan novel suami selingkuh, udah pasti dibuat dapat balasan menderita, mengemis maaf dan berjuang keras)
*saat novel suami selingkuh kau buat istri tegas pergi dan minta cerai tapi saat istri selingkuh suami dibuat kayak pria bodoh dan tidak punya pendirian Terima saja diperlakukan kayak gitu
*saat novel suami selingkuh kau hadirkan pria lain yang baik pada sang istri tapi pada saat istri selingkuh kalian hadirkan wanita lain tapi tetap saja dicap wanita murahan
*saat suami selingkuh, wanita selingkuhannya kalian cap wanita murahan tapi saat novel istri selingkuh, pria selingkuhan kalian buat seakan jadi korban
*saat suaki selingkuh kalian laknat, dan tidak ada pembelaan sama sekali tapi pada saat istri selingkuh kalian bela dengan alasan masih labil lah
pikiran munafik dari wanita dia dibawah kedalam novel maka jadilah novel yang munafik dan menjijikan
SKRG LO LGSUNG BRUBAH JDI KLINCI MANIS, KMARIN2 SLMA 11 BLN VARGA BRSIKAP MANIS, PRHATIAN DN SABAR, SLLU LO KETUSIN.. SEHARI PULANG DRI RS, LO MALAH MESRA2AN MA REVEN.. DN BETAPA GILANYA LO JDI TAMENG TUBUH BUAT REVEN PAS KPERGOK VARGA..
DN MLMNYA SETELH VARGA DUEL MA REVEN, LO MLH LBH KUATIR K REVEN.. SETELH APA YG CAYROL LAKUKAN, LO LGSUNG BRUBAH JDI KLINCI MANIS.
SAMPE SAAT INI, IBU LO SINISA, DN KDUA MERTUA LO, GK TAU KLAKUAN LO, SEMUA KBUSUKN LO DI TUTUPI OLEH SUAMI LOO, RELA DIMUSUHI DN TRSAKITI OLEH ORTU SENDIRI, DEMI JAGA HARGA DIRI DN NAMA BAIK LOO..
TU REVEN KSIH MMPUS SAJA.