Wanita yang bernama Rembulan adalah anak dari keluarga miskin pasangan dari pasangan dari Cantik dan Angkasa namun Angkasa telah meninggal dunia sejak Rembulan kecil dirinya bekerja di rumah Ciko dan Cintya orang tuanya Crist sementara Arabela adiknya Crist mencintai Daniel sahabatnya Crist karena suatu kejadian membuat Arabela dan Daniel terpaksa menikah membuat Arabela senang namun Daniel belum mencintai Arabela
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Memotong Sapi Banyak Dagingnya
Arabela yang telah melangkah selama berpuluh puluh jam kelamaan dong bisa pingsan di jalan nanti maksudnya Arabela yang telah melangkah selama berpuluh puluh menit kini sudah sampai di depan almari tas lalu dirinya membuka almari tersebut secara perlahan mengkin takut semut kaget kalau Arabela membuka almari tasnya secara kasar dan keras kini kedua matanya Arabela langsung mengarungi samudra bukan samudra lebih tepatnya kedua matanya Arabela mengarungi semua tas yang ada di depannya
"Gue harus cari tas yang kece badai dan paling cetar membahana di seluruh dunia supaya gebetan gue semakin cinta ke gue memangnya gebetan gue sekarang sudah cinta ke gue ? gue belum belajar mencari tahu ciri ciri buat memasak menumbuk makanan lho koq jadi bahas ciri itu maksudnya gue belum tahu ciri ciri orang yang jatuh cinta ke gue tandanya apa soalnya di mata manusia ngga ada gambar lophe atau gambar waru" gumam Arabela sambil memegang tas miliknya satu persatu di sertai senyuman lebar yang menghiasi wajahnya
Pintar yang telah berjalan selama beberapa menit sambil membawa koper kini Pintar telah sampai di ruang tamu membuat Cantik dan Rembulan kompak menoleh ke arah sumber sepatu yang mengetuk lantai maksudnya mendengar suara sepatu kuda lebih tepatnya mendengar suara sepatu yang mendekat ke arah mereka berdua sambil membawa koper miliknya Rembulan
"Kak Rembulan ini kopernya" ucap Pintar sambil berjalan ke arah Rembulan sambil masih tetap membawa koper yang ada di tangannya sementara Rembulan menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya sedangkan Cantik tersenyum tipis
Cantik menatap ke arah Rembulan dan Pintar secara bergantian dirinya bahagia melihat anak anaknya akur dan damai walaupun kadang mereka berdua melakukan perang pedang pedangan maksudnya pegang adu mulut namun mereka tetap akur dan rukun satu sama lain
"Makasih Pintar" jawab Rembulan sambil mengumbar senyum lebar di wajahnya sedangkan Pintar menganggukkan kepalanya mantap sambil tersenyum tipis lalu setelah Pintar ada di dekat Rembulan dirinya langsung meletakkan koper di lantai sebelahnya Rembulan sedangkan Cantik mengukir senyum tipis
"Sama sama kak Rembulan" jawab Pintar sambil mengeluarkan senyum lebar di wajahnya sedangkan Rembulan tak bosan bosannya mengeluarkan senyum lebar sementara Cantik menatap ke arah Rembulan lalu berkata
"Rembulan kamu letakkan kotak bekal makanan kamu dan botol minuman kamu ke dalam koper supaya ngga ketinggalan" perintah Cantik sambil menaburkan senyuman merekah di wajahnya sementara Rembulan dengan cepat menganggukkan kepalanya satu kali sedangkan Pintar dengan cekatan mengambil kotak bekal makanan dan botol minuman sehingga kedua tangannya memegang dua barang yang berbeda membuat Rembulan menaikkan satu alisnya
"Pintar kamu mau bawa kotak bekal makanan dan botol minuman ke kampus ?" tanya Rembulan sambil memicingkan satu mata ke arah Pintar sedangkan Pintar membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sementara Cantik menatap Pintar dengan tatapan bingung
"Pintar sebaiknya kamu berikan kotak bekal makanan dan botol minuman itu buat kakak kamu biar ibu yang siapkan kotak bekal makanan dan botol minuman kalau kamu mau membawa kotak bekal makanan dan botol minuman ke kampus" tegur Cantik sambil menatap ke arah Pintar sedangkan Pintar menoleh ke arah Cantik dengan cepat langsung menggeleng gelengkan kepalanya mantap sementara Rembulan melipat kedua tangan di depan dadanya sambil menatap tajam ke arah Pintar
"Bu aku ngga ada niat buat membawa kotak bekal makanan dan botol minuman" jelas Pintar sejujur jujurnya sementara Cantik dan Rembulan serentak menatap ke arah Pintar
"Pintar kamu jangan bohong aku sama ibu sudah sering menasehati kamu supaya jangan berbohong ke orang lain takutnya kalau sudah pernah berbohong orang lain ngga bakalan percaya buktinya kamu pegang bekal kotak makanan dan botol minuman itu tanda bahwa kamu ingin membawa bekal kotak makanan dan botol minuman ke kampus" tegas Rembulan dengan suara yang setengah berteriak tak lupa tatapannya juga tajam tertuju ke Pintar sementara Cantik mengusap ngusap punggung Rembulan secara perlahan supaya Rembulan bisa meredam emosi yang akan meledak
"Aku memegang bekal kotak makanan dan" perkataan Pintar belum selesai sudah langsung buru buru di potong oleh Rembulan
"Pintar tanpa kamu jelaskan aku juga sudah tahu kalau kamu memegang bekal kotak makanan dan botol minuman karena aku ngga buta" ketus Rembulan sambil menatap nyalang ke Pintar sementara Pintar menatap tajam ke arah Rembulan sedangkan Cantik menatap ke arah Rembulan dan Pintar secara bergantian
"Pintar kamu kembalikan bekal kotak makanan dan botol minuman miliknya kakak kamu biar ibu yang siapkan bekal kotak makanan dan botol minuman buat kamu" jelas Cantik sambil menatap ke arah Pintar dengan tatapan memelas sementara Pintar meletakkan bekal kotak makanan dan botol minuman secara bersamaan ke atas koper membuat Rembulan menatap nyalang ke Pintar
"Pintar kamu dengerin ibu dong kan tadi ibu bilangnya kembalikan bekal kotak makanan dan botol minuman ke aku bukan ke atas koper aku" delik Rembulan sementara Pintar tersenyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau Pintar sedang tersenyum sedangkan Cantik menoleh ke bekal kotak makanan dan botol minuman yang terdampar di atas koper miliknya Rembulan
"Kakak Rembulan kalau aku sedang bicara jangan di potong lebih baik potong ayam saja bisa buat lauk pauk dari pada potong kalimat malah cuma jadi salah paham aku tadi" lagi dan lagi perkataan Pintar belum selesai sudah di potong oleh Rembulan
"Pintar aku ngga pernah motong pembicaraan kamu jadi kamu ngga usah sembarangan menuduh mending aku memotong sapi banyak dagingnya dan bisa puas di makan menyebabkan kenyang di perut aku dari pada motong ayam yang dagingnya sedikit motong kalimat juga ada gunanya supaya yang bercerita tidak panjang lebar aku tahu pasti kamu tadi mau membawa kotak bekal makanan aku dan botol minuman aku ke kampus" tuduh Rembulan sambil melototkan kedua matanya ke Pintar sedangkan Pintar menatap ke Cantik seakan meminta bantuan supaya dirinya bisa menjelaskan apa yang terjadi mendapat tatapan seperti itu Cantik langsung paham dengan tujuan Pintar
"Rembulan lebih baik kamu dengarkan Pintar bicara sampai selesai jangan memotong pembicaraan kasihan yang bicara sudah mengeluarkan banyak tenaga untuk bicara tapi harus di putus di tengah jalan" tegur Cantik sambil menahan tawanya yang akan meledak dari bibirnya sementara Pintar mengambil nafas sebelum bercerita yang sebenarnya sedangkan Rembulan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban perintah sang ibu
"Kak Rembulan aku tadi sengaja mengambil kotak bekal makanan dan botol minuman yang kakak sediakan bukan buat di bawa ke kampusnya aku tapi aku niatnya mengambilkan bekal kotak makanan dan botol minuman ke koper kakak supaya ngga ketinggalan takutnya rumahnya pak Ciko dan bu Cintya jauh dan kakak kecapekan kalau belum di isi tenaga makanan dan minuman" jelas Pintar tanpa di tutupi mendengar penjelasan Pintar membuat kedua matanya Rembulan terbelalak lebar dengan mulut menganga sedangkan Cantik mengumbar senyum lebar di wajahnya karena ternyata tujuan Pintar mengambil kotak bekal makanan dan botol minuman itu untuk di masukkan ke dalam koper miliknya Rembulan bukan mau di bawa ke kampus sehingga membuat perasaan Cantik sangat bahagia melihat perhatian Pintar kepada Rembulan
Dirinya pasti senang bisa kerja ditempatkan orang kaya di negaranya💃