Bagaimana jadinya jika sesosok hantu jatuh cinta pada manusia. Wiway seorang hantu patah hati yang diselingkuhi pasangannya jatuh hati dengan seorang playboy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18. Gusar
"Ezzaa!!" seru Berlin memasuki kamar kos Ezza.
Gadis itu terkejut ketika melihat Wiway keluar dari kamar mandi.
"Kamu, kenapa ada di sini?" tanyanya penasaran
"Itu karena aku tinggal di sini," sahut Wiway membuat Berlin mengernyit alisnya
"Apa kau tinggal berdua dengan Ezza?" tanyanya penasaran
"Hooh,"
"Tidak mungkin, bagaimana bisa kalian tinggal bersama di kosan yang semua penghuninya laki-laki, dan juga kau bukan tipe wanita yang di sukai Ezza. Jadi pergi dari sini sebelum aku mengusir mu," ucap wanita itu dengan nada tinggi
"Tentu saja aku tidak mau, aku hanya akan pergi dari sini jika Ezza yang mengusirku," sahut Wiway
"Ok, kalau begitu aku akan melaporkan mu kepada ibu kos, aku yakin jika ia tahu ada wanita di kosannya laki-lakinya ia pasti akan mengusir mu dari sini," ucap Berlin kemudian pergi meninggalkan tempat itu
"Tidak perlu Be," ucap Ezza menghentikan langkahnya
"Syukurlah kau datang, cepat usir wanita itu atau aku akan melaporkannya," ujar Berlin
"Aku tidak bisa mengusirnya karena aku sudah berjanji padanya untuk memberikannya tempat tinggal sampai empat puluh hari. Lagipula aku dan Wiway tidak tinggal bersama. Dia menempati kosan ini sendirian dan aku tidur bersama Derry jadi jangan salah paham," terang Ezza
"Tetap saja aku tidak suka kau mempedulikan wanita itu, apalagi kau bilang dia bukan siapa-siapa kamu jadi untuk apa memberikannya tempat tinggal," sahut Berlin kesal
"Dia memang bukan siapa-siapa ku, tapi aku berhutang nyawa padanya itulah sebabnya aku memberikan ia tempat tinggal. Lagipula hanya empat puluh hari saja tidak lama bukan, setelah itu Wiway akan pergi dari sini jadi mengertilah, kau pasti tahu bagaimana aku bukan??" ucap lelaki itu membujuk Berlin
"Tapi bagaimana jika kamu jatuh cinta padanya, meskipun kalian tidak tinggal bersama namun kedekatan kalian bisa menimbulkan benih-benih cinta," sahut Berlin
"Itu tidak akan pernah terjadi Be, kau tahu kan alasanku menjadi playboy. Satu-satunya wanita yang aku cintai di dunia ini hanyalah kamu jadi kau tidak perlu khawatir semua itu tidak akan pernah terjadi," sahut Ezza
"Bagaimana jika akhirnya kau jatuh cinta padanya?"
"Kau bisa lakukan apapun padaku," sahut Ezza
"Benarkah, apa aku bisa membunuhmu juga?" ucapnya sinis
"Bunuhlah aku jika itu bisa membuatmu bahagia aku rela," sahut Ezza membuat Berlin langsung tersipu-sipu mendengarnya.
Melihat kemesraan Ezza dan Berlin membuat Wiway gusar, gadis itu merasa kecewa karena Ezza tidak menganggapnya sebagai teman apalagi kekasih.
"Kenapa aku harus kesal, lagipula wajar Ezza menganggap ku bukan siapa-siapa, secara aku ini hantu mana ada manusia mau berteman dengan hantu apalagi menjadikannya sebagai kekasih. Sepertinya cintaku bertepuk sebelah tangan," ucap gadis itu melangkah pergi meninggalkan kosan.
"Kurasakan pudar dalam hatiku
Rasa cinta yang ada untuk dirimu
Kulelah dengan semua yang ada
Inginku lepas semua
Setan dalam hati ikut bicara
Bagaimana kalau kuselingkuh saja
Kupunya banyak teman lelaki
Sepertinya ku kan bahagia," Wiway menyanyikan lagu itu dengan riang membuat semua lelaki tak berkedip menatapnya.
"Lagi patah hati ya neng, kuy Abang obatin," celetuk salah seorang lelaki menghampirinya
"Boleh kenalan gak Neng," ucap yang lainnya membuat gadis itu hanya tersenyum kecut menatap para pemuda yang mendekatinya.
"Sedang apa kau disini," ucap Aby menghampiri gadis itu
"Eh Aby," sahut Wiway sumringah
Melihat banyak lelaki terpesona melihat kecantikan Wiway membuat Aby langsung menggandeng lengan gadis itu dan membawanya pergi dari tempat itu.
"Kita mau kemana?" tanya Wiway menatap Aby yang menggenggam tangannya erat
"Aku akan mengajakmu ke tempat kerjaku apa kau keberatan?"
"Tentu saja tidak, lagipula aku ini lagi BT jadi perlu hiburan," sahut Wiway
"Kenapa BT, apa Ezza menolak cintamu?" tanya Aby seperti tahu yang di rasakan Wiway
"Bagaimana kamu bisa tahu?" Wiway balik bertanya
"Ah kenapa aku lupa kalau kau ini dukun, sudah pasti kau bisa menebak pikiranku," imbuhnya.
"Tidak juga, mungkin hanya kebetulan saja. Lagipula aku kan bukan peramal," sahut Aby menghentikan langkahnya.
"Ini tempat kerja kamu?"
"Benar, tepatnya ini tempat praktik ku," jawab Aby
"Tapi bukankah kamu itu seorang dosen, lalu bagaimana kamu mengatur jadwal pekerjaan mu?" tanyanya lagi
"Dosen hanya kerjaan sambilan, untuk mengisi waktu luang ku. Dan pekerjaanku yang sebenarnya ya di sini," jawab lelaki itu singkat.
Tidak lama dua orang wanita cantik memasuki ruko itu.
"Pagi Mas Aby," sapa keduanya ramah
"Pagi," jawab Aby
"Wah kau bahkan punya karyawan juga?" tanya Wiway
"Tentu saja, mereka berdua yang membantuku selama ini,"
"Apa aku boleh membantumu di sini?" tanya Wiway
"Tentu saja jika kau tidak keberatan,"
"Yes, akhirnya sekarang aku punya pekerjaan!" seru gadis itu bersorak gembira
"Btw kerjaan ku apa Mas Aby?" tanya Wiway
"Mulai hari ini kamu adalah asisten ku, jadi tugasmu adalah membantu ku," jawab Aby
"Baik Mas," jawab Wiway
"Btw panggil gue Aby aja, lagipula kita tampak seumuran,"
"Ok By,"
Wiway kemudian menghampiri dua karyawan Aby dan berkenalan dengan keduanya.
"Perkenalan aku Wiway karyawan baru di sini," ucapnya ramah
"Selamat bergabung dengan kami Wiway, semoga betah," jawab keduanya bergantian menyalami Wiway
"Sepertinya klinik mu ini sepi ya," ucap Wiway tampak jenuh karena seharian belum melihat pasien yang datang ke klinik itu.
"Memang aku lebih banyak melakukan konsultasi dan pengobatan online. Hanya pasien kelas berat saja yang boleh datang ke klinik ini," sahut Aby
"Oh begitu rupanya, berarti aku juga bisa minta tolong padamu dong,"
"Memangnya apa yang bisa aku bantu?" tanya Aby
"Tolong buat Ezza suka padaku, kalau tidak ajari aku mantra jaran goyang agar aku bisa membuatnya klepek-klepek dan jatuh cinta padaku," sahut Wiway menyunggingkan senyumnya
"Kenapa kau tidak menggunakan pelet popok Wewe Gombel milikmu, bukankan itu lebih ampuh dari ajian jaran goyang," sahut Aby
"Asal kau tahu, saat ini aku tidak pakai popok. Ada yang mencurinya saat aku jemur di kosan Ezza," bisik Wiway membuat Aby langsung membulatkan matanya.
"Astaga!" seru Aby segera mengalihkan pandangannya
*********
"Kemana Wiway, kenapa dia belum kembali juga. Apa dia marah karena ucapan Berlin tadi pagi." Ezza terlihat gusar menunggu kedatangan Wiway di depan gerbang kosan.
"Sudah hampir magrib, bagaimana jika sesuatu terjadi dengannya," imbuhnya sembari berjalan bolak-balik di depan gerbang Kosan
"Kamu lagi ngapain Za mondar-mandir di depan pintu gerbang?" tanya Derry menghampirinya
"Aku nunggu Wiway, sudah jam segini dia belum pulang juga. Aku khawatir terjadi sesuatu dengannya,"
"Eheem, sepertinya kau mulai jatuh hati sama Wiway ya?"
"Gak mungkinlah, kau tahu kan aku sedang pedekate sama Berlin jadi aku tidak mungkin melirik gadis lain," sahut Ezza
"Kalau begitu kau harus menjauhi Wiway, aku takut kalau kalian selalu bersama hatimu bisa saja berpaling padanya,"
"Impossible," sahut Ezza
"Jangan bilang seperti itu, karena itu seperti cinta itu seperti angin, kau tidak bisa melihatnya tapi bisa merasakannya," jawab Derry kemudian meninggalkannya.
Malam itu Ezza tak bisa memejamkan matanya. Ia hanya berguling-guling di atas kasurnya tanpa bisa memejamkan matanya.
"Sial, kenapa aku tidak berhenti memikirkannya. Lebih baik aku pulang ke rumah saja, percuma juga jika aku di sini," Pemuda itu segera mengambil jaketnya dan bergegas keluar dari kamarnya.
"Terimakasih ya By," ucap Wiway
"Sama-sama, jangan lupa hubungi aku jika terjadi sesuatu denganmu," tukas Aby melambaikan tangannya
Entah kenapa Ezza begitu kesal ketika melihat kedekatan keduanya, ia segera menarik Wiway dan membawanya pergi meninggalkan Aby.