lima tahun pernikahan Alia dan Reyhan belum memiliki anak. Suaminya menyalahkannya dan menceraikannya demi wanita lain. resmi bercerai Alia baru menyadari bahwa dirinya hamil. perjuangan Alia sebagai seorang ibu dan perjuangannya sebagai seorang wanita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggun Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Bisnis
Selamat Membaca 😊😊
Rey masuk kedalam apartemennya dengan perasaan campur aduk. Farhan yang sudah menunggunya langsung berdiri begitu Rey merebahkan dirinya disofa.
"Wajah anda kenapa tuan?" Farhan kaget melihat wajah bosnya babak belur.
"Tidak apa apa." Jawab Rey singkat.
"Apa perlu saya panggil dokter?"
"Tidak perlu. Ada apa kau kemari?"
Rey berdiri mengambil air dingin di kulkas.
"Anda lupa tuan? Malam ini ada pertemuan bisnis dengan Brawijaya group."
Rey menenggak minumannya sampai habis.
"Siapkan saja semuanya. Aku ingin istirahat."
Rey meninggalkan Farhan dan masuk ke kamar nya. Merebahkan tubuhnya, pikirannya kacau.
Rey harus memikirkan cara, agar Alia kembali padanya. Ia sangat takut Alia akan menyukai Leo, takut Alia akan lebih memilih laki laki sialan itu.
Dia belum siap kehilangan Alia untuk yang kedua kalinya.
...💖💖💖💖...
Rey dan Farhan sudah sampai di hotel tempat pertemuan bisnis nya. Mereka di antar salah satu pelayan ke sebuah ruangan. Di dalam sudah ada beberapa orang. Semua berdiri saat Rey masuk. Seorang kakek tua menyambut Rey dan menjabat tangannya.
"Apa kabar Rey?"
"Kabar saya baik. Seperti yang anda lihat pak Alex."
"Selalu sangat percaya diri." Alex tertawa.
Alexander Brawijaya adalah pemilik Brawijaya group. Salah satu perusahaan pangan terbesar di negri ini.
"Aku ingin memperkenalkan cucuku padamu Rey. Dia yang akan menggantikanku nanti." Alex memanggil cucunya.
Valeo Brawijaya.
Rey dan Leo saling berhadapan. Keduanya menatap dengan aura pemusuhan yang sangat kental. Tidak ada yang mau mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. Lalu Rey menyunggingkan senyum.
"Apa kakek mu tidak tahu cucunya ini hanya bermain main diluar sana?"
"Kau tahu apa. Urus urusanmu sendiri."
Mereka saling menatap tidak suka.
"Kalian sudah saling mengenal?" Alex angkat bicara saat suasana semakin canggung.
Farhan membisikan sesuatu di telinga Rey.
"Jangan terbawa emosi tuan. Pertemuan ini sangat penting. Ini menyangkut
beberapa proyek kita di kota ini. Tolong dinginkan kepala anda."
Rey mengangguk tanda mengerti. Lalu dia tersenyum kepada Alex.
"Langsung saja, mari kita bahas proyek kita."
Setelah beberapa jam pertemuan berlangsung, mereka sudah mencapai kesepakatan. Rey menjabat tangan Alex.
"Terima kasih untuk kerja samanya pak Alex."
"Tentu Rey, perusahaan kita sudah lama bekerja sama. Dari kakekmu, lalu ayahmu, dan sekarang kau. Jangan sungkan jika butuh bantuanku."
"Mungkin suatu hari nanti saya akan membutuhkannya. Terima kasih pak Alex." Rey menatap Leo dan tersenyum penuh arti.
Semuanya sedang berada dimeja makan menikmati makan malamnya. Rey dengan tenang makan tanpa mempedulikan Leo yang terus menatapnya tajam.
"Ada yang ingin kau katakan padaku?"
Sepertinya Rey harus bicara dengan Leo. Untuk masalah pribadi tentunya.
"Tidak ada, aku hanya sedikit terkejut melihatmu disini. Dan juga aku tidak menyangka bajingan sepertimu bisa memimpin sebuah perusahaan besar."
Tanagn Rey terkepal menahan emosi.
Keparat. Apa sekarang dia terang terangan memancing emosiku?
"Terima kasih untuk pujiannya. Dan sepertinya Alex sudah berhasil membawa cucunya yang tidak tertarik bisnis untuk masuk kedunia bisnis sekarang?"
"Well, kau benar. Sebenarnya bukan karena kakekku. Kau tahu, ada seorang wanita. Aku akan menikahinya jadi aku harus bisa menjalankan perusahaanku mulai dari sekarang."
Tangan Rey nyaris terangkat untuk mencekik leher Leo, tapi Farhan lebih cepat dengan menahan bahu bosnya. Harga diri perusahaan ada ditangannya sekarang. Farhan tidak ingin bosnya mendapat masalah nantinya.
"Tuan, sepertinya kita harus pulang." Farhan berdiri dan menundukkan kepala didepan Leo. "Kami pulang dulu tuan Leo. Permisi."
Rey melonggarkan dasinya dan menghela nafas kasar. Farhan menatap tenang tuannya dari spion depan.
"Kenapa kau menahanku tadi? Harusnya aku membunuh keparat sialan itu." kata Rey gusar.
"Aku tidak akan membiarkan Alia dengan bedebah sepertinya."
Farhan masih diam. Memberi Rey waktu untuk menenangkan diri.
"Jadi Leo yang akan meneruskan brawijaya group?" Rey menatap spion depan.
"Benar tuan."
"Menyusahkan." Rey berpaling menatap keluar. "Apa ada yang kau ketahui Farhan?"
"Menurut informasi yang saya dapat, Leo sendiri menolak untuk menggantikan kakeknya. Dia masih sering bersenang senang. Keluar masuk pub malam, gonta ganti pasangan, dan terlibat perkelahian."
"Sialan, aku sudah menduga pria seperti apa dia."
"Tapi tuan, menurut informasi terbaru setelah bertemu nona Alia, Leo berubah 180 derajat. Dia tidak pernah lagi masuk pub malam. Tidak pernah berkelahi lagi. Dan sekarang dia memutuskan mau mengambil alih perusahaan menggantikan kakeknya."
Rey hanya diam tidak berkomentar apa apa. Ternyata saingannya juga bukan orang biasa.
Pikirannya saat ini adalah mencari cara bagaimana caranya Alia bisa kembali padanya. Dan dia akan membawanya pergi dari kota ini.
...~○•○~...
Rey udah tahu nih saingan nya bukan orang sembarangan. hihihi
Tambah was was deh..
Jangan pelit untuk comment, like, dan vote nya ya readers ku sayang 😘😘
Thank you
alia yang masih blm bisa move on sepenuhnya ma leo kembali tergoda akan kehadiran leo 😂 CLBK cinta lama belum kelar