NovelToon NovelToon
Tuan Buta Dan Pelayannya

Tuan Buta Dan Pelayannya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:17.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: lara hati

Dirga Harun purnomo Adalah seorang pengusaha muda yang memiliki beberapa buah perusahaan besar. Dalam hidup dia memiliki segalanya.harta melimpah, wajah yang tampan serta istri baru yang sangat cantik dan terkenal.

saat bulan madu ke Hawai pesawat pribadinya terjebak badai hingga mengalami kecelakaan.
Untung saja semuanya selamat karena pilot yang cekatan.

Sayangnya Dirga mengalami kebutaan Akibat matanya terkena serpihan kayu yang berasal dari ledakan pesawat.

Hidup dan perkawinannya hancur, karena istrinya meninggalkan dirinya yang cacat.
Mampukah Dirga bangkit dari keterpurukannya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lara hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 hasrat Dirga

Semua pegawai menyambut antusias kedatangan Dirga.Lega sekaligus senang kehadiran bos besar sudah pasti membuat keadaan perusahaan yang kacau jadi normal kembali.

Beberapa bulan belakangan pegawai Dirga tak memiliki semangat untuk berkerja

sekeras apa pun mereka bekerja perusahaan tetap akan bangkrut. sejak Dirga tidak lagi

perduli pada perusahaan perusahaan perlahan mulai goyah.

Pegawai hanya menunggu diberhentikan secara besar-besaran.

Saat Fadhil menjabat sebagai wakil direktur,dia bebas melakukan transaksi keuangan sesuka hati. Karena dahulu Dirga teramat percaya padanya.

Terjadilah defisit anggaran karena korupsi. Uang perusahaan kebanyakan masuk dalam kantong pribadi.

Sarah sekretaris pribadi Dirga sudah bersiap dimeja sekretaris berdiri menyambut ketika Dirga keluar dari Lift bersama asisten Bayu.

" Selamat pagi Tuan Dirga, selamat pagi Tuan Bayu"

Sarah berjalan untuk membuka pintu bagi dirga dan asisten Bayu

Aroma khas lemon segar menyambut saat masuk kedalam ruangan pribadi Dirga.

Dia menghirup dalam. Sudah lama tidak berada diruangan itu dan Dirga sangat merindukannya.

Menggunakan tongkat menghitung langkah berjalan pelan menuju kursi kebesaran Dia duduk dan menepuk pegangan kursi senang.

" Aku rindu pada kalian" Katanya sambil mengelusi

Begitu masuk kedalam perushaan Dirga mulai menghitung jarak dan langkah. jarak satu benda dengan benda lain, jarak satu ruang dengan ruangan lain semua tak luput dari perhitungan.

Semua dia lakukan agar memudahkan akses memasuki perusahaan tanpa bantuan siapa pun.

Yang dia butuhkan hanya sebuah tonngkat untuk menjaga agar dia aman.

Hari ini saja Dirga sudah beberapa kali tersandung dan menabrak benda-benda

dia tak merasa malu atau rendah diri.

Dirga tetap bersemangat bekerja.

Dirga sempat menyapa semua pegawai, memberi kata sambutan dan pengarahan. Setelah sekian lama tidak pergi ke perusahaan pasti banyak hal yang perlu dibenahi dia berharap para pegawai mau membantu untuk membuat perusahaan maju kembali

Antusias pegawai dalam menerima kehadiran Dirga diperusahaan membuat semangat nya semakin berkobar

Ternyata meski dalam keadaan buta, masih banyak orang yang bergantung padanya.

Jadi dia tak boleh lemah sedikit pun. Harus membuktikan meski cacat karena mata yang buta, tapi dia bukanlah pria yang bisa diremehkan .

"Bayu, Suruh Fadhil keruanganku, dan tolong suruh siapkan berkas di divisi keuangan perusahaan selama aku tidak bekerja. berurutan sesuai hari, tanggal, dan bulan. Taruh semua dimejaku, aku ingin memeriksa semua."

" Baik bos" kata Bayu.

Bayu pergi melaksanakan perintah Dirga.

Beberapa menit kemudian Fadhil datang dengan wajah kesal, dia enggan bertemu Dirga tapi Dirga adalah atasannya.

"Selamat pagi Fadhil?" sapa Dirga datar tanpa ekspresi apa pun.

Fadhil diam saja dengan acuh duduk dihadapan Dirga tanpa dipersilahkan

" Jika kau ingin memecatku silahkan saja " kata Fadhil santai.

Dirga tersenyum dingin

" Aku pasti memecatmu, tapi nanti saat aku menemukan bukti bahwa kau sudah memakai uang perusahaan untuk keuntungan pribadi.

Ternyata tak cukup istriku saja yang kau curi, uang ku turut pula kau ambil, apakah orang tuamu tidak pernah mendidikmu tentang tata krama dan cara berterima kasih?" sindir Dirga pedas.

Fadhil tertawa.

" Nasibmu saja yang jelek, Ga. kau buta dan istrimu berselingkuh , Malang nian nasibmu Dirga.."

"Aku salah memilih sahabat dan istri, itu saja nasib burukku" sahut Dirga dingin

" Aku sudah berhubungan dengan Bianca selama tiga tahun Dirga.

Kami berselingkuh dibelakangmu. Bianca wanita yang hebat dan sangat menggairahkan diranjang, aku suka sekali dengan permainan ranjangnya"

Fadhil berhenti berkata dan mendekatkan bibirnya ditelinga Dirga dia berbisik

" Bianca membuatku ketagihan"

Dirga merapatkan giginya, wajahnya merah padam.

Fadhil berhasil memukul telak perasaanya. Dirga Sakit hati.

Tiba-tiba muncul perasaan muak pada bianca

" Terima kasih karena sudah memberitahu kebenarannya Fadhil, aku jadi tahu wanita seperti apa Bianca Samantha"

Fadhil tergelak

" Bianca berkata, Dia tidak puas denganmu, kau membosankan. meski wajahmu tampan tapi kau sangat pasif diatas ranjang"

Dirga malu sekali mendengar keterus terangan Fadhil, benarkah Bianca berpikir seperti itu terhadapnya? harga diri Dirga sebagai laki-laki terasa dicabik-cabik.

" Bianca hanya tertarik pada uangmu Dirga Harun Purnomo, dia rela melepas kebebasannya demi meraih impian dan hidup bergelimang harta bersamamu, kau bodoh dan naif.."

Fadhil melanjutkan.

Dirga menguatkan diri agar tak terpancing omongan Fadhil. Tak mungkin baginya memukul pria kurang ajar itu dengan kondisi nya yang buta, dan Fadhil menyadari hal itu.

Makanya dia bebas mengungkapkan isi hatinya.

"Cukup! keluar dari ruangan ku, kau akan segera menerima balasan atas penghianatan mu sahabat"

Usir Dirga .

Fadhil tersenyum puas, lalu keluar dengan santai dari ruangan Dirga seolah dia tak pernah takut pada ancaman pria itu

Setelah Fadhil pergi Bayu masuk mengantarkan berkas yang diminta Dirga.

" Bagaimana bos akan memeriksa semua berkas ini? Anda..maksud saya maaf anda tidak bisa melihat ."

keluar juga kalimat yang tak ingin diucapkan bayu

" kau dan Sarah yang akan membantuku, perintahkan Sarah kemari" kata Dirga.

Bayu keluar memanggil Sarah agar masuk ke ruangan dirga.

Sarah bingung mengapa bos.

memintanya masuk dia melihat tumpukan berkas yang sangat tebal diatas meja dirga

"Duduklah Sarah, Bantu saya membaca berkas - berkas ini"

Sarah terpaku kaget.

"yang benar saja, bagaiman aku menyelesaikan nya? berkas sebanyak ini" dia membatin

" tapi pak..berkasnya banyak sekali saya tak akan sanggup "

" Kau bisa melakukan pelan - pelan, atau kau mau aku mencari penggantimu yang sedia melakukan nya..tanpa harus dipaksa?" ancam Dirga kesal.

Mendengar Ancaman Dirga, sarah menjadi takut. Dia langsung duduk bersiap melaksanakan keinginan bos.

Dirga bersandar nyaman dikursi kebesaran memejamkan mata, bersiap mendengar suara Sarah, Dirga terlihat seperti seorang anak kecil bersiap tidur sambil mendengar dongeng dari ibunya.

Sarah membaca satu demi satu isi dari tumpukan berkas sesekali dia melirik Dirga yang masih memejamkan mata rapat.

Dia bertanya dalam hati, apakah dia tertidur?

" Lanjutkan " kata Dirga saat Sarah diam sejenak.

Sarah kaget dan melanjutkan membaca.

Dirga mulai menemukan beberapa kejanggalan dan meminta Bayu menandainya.

Waktu terus berjalan.

Sarah mulai lelah. Dirga meminta Sarah keluar dan beristirahat.

Sementara dia dan Bayu melanjutkan pekerjaan.

Jam satu siang Bening, tiba dikantor Dirga. Bening kagum sekali melihat perusahaan Dirga, gedungnya tinggi menjulang memiliki desain indah dan unik, saat dia masuk kekagumannya semakin bertambah. Kantor itu sangat moderen dan luas.

Ternyata Dirga tidak hanya kaya tapi luar biasa kaya.

Bening mendatangi meja resepsionis

tiga pegawai berseragam sama menyambutnya ramah. meski senyum mereka terlihat palsu bagi bening. sebenarnya mereka mencemoohnya.

" Cari siapa mbak?" tanya salah satu sedikit ketus. memperhatikan penampilan bening lekat

gadis sederhana tanpa polesan make-up, lusuh dengan baju berwarna sudah pudar. Membawa rantang,mengaku ingin bertemu Big bos..

petugas resepsionis mengernyitkan dahi saat matanya beralih pada wajah bening yang terlihat membiru pada pipi bagian kanan.

Mereka mencurigai bening sebagai gadis peminta sumbangan.

" Apakah nona sudah membuat janji dengan tuan Dirga?" tanya gadis itu kembali.

Bening mengangguk.

"Tuan dirga yang meminta aku datang mengantar makanan untuknya" jelas Bening

Resepsionis itu berpikir sejenak.

" Baiklah! saya yang akan mengantar anda menemui beliau"

Bening mengangguk dan segera mengikuti petugas itu.

Untung saja petugas itu mau mengantar, jika tidak bening akan kebingungan menggunakan lift.

karena jam istirahat litf yang mereka Naiki penuh oleh karyawan.

Bening menjadi risih kepercayaan dirinya di uji. berada bersama pegawai kantoran yang modis dan cantik serta para prianya yang bersih, rapi, dan wangi.

bening merasa semua mata mengarah padanya.Dia yang lusuh dengan baju seadanya, Bening memang tak memiliki banyak baju. Semua bajunya sudah usang dimakan waktu. Dia tak punya uang untuk membelinya

jadi memakai saja apa yang ada.

yang penting bersih dan rapi.

baju yang dibawa dari kampung hanya berjumlah lima helai berserta hijab.

baju-baju itu dia cuci kering secara bergantian

Dirga tak pernah memberi uang padanya. sedangkan mama Mitha akan membayar bening setelah ia menyelesaikan tugas sebagai perawat Dirga.

Sepertinya sebentar lagi tugas Bening selesai.

Dirga sudah bisa hidup normal, mulai beraktivitas dan bekerja seperti biasa.

Bening bisa kembali ke kampung melupakan semua.

" Silahkan mbak" kata resepsionis menyadarkan bening dari lamunan.

Bening keluar dari lift, gadis itu membawa Bening menemui Sarah.

" Dia siapa.?" tanya sarah sewot begitu melihat Bening.

Perasan kesal Sarah meningkat melihat gadis lusuh itu.

" katanya mbak ini, dia di minta tuan Dirga mengantar makan siangnya" jawab resepsionis.

" Kau yakin dia tidak menipu? masa gembel begini diminta pak Dirga mengantar makan siangnya, yang benar saja!!?" kata Sarah ketus.

" saya bukan gembel mbak, saya perawat pak Dirga" kata bening menjelaskan.

Sarah memang dalam kondisi mood buruk, makin terpancing emosi melihat Bening begitu tenang menjawabnya.

Dia ingin menindas Bening sebagai pelampiasan rasa lelahnya membaca berkas konyol milik Dirga.

" jangan sok ngaku-ngaku deh! penampilan kaya pengemis, lusuh, dekil, kumal begini. mengaku perawat tuan Dirga, Mustahil..!" Sarah menatap Bening jijik

Dirga memang buta tapi dia tidak tuli, setidaknya sejak dia buta pendengaran lebih tajam dari biasanya.

Dia mendengar dengan jelas suara Sarah yang marah-marah

Dirga meminta Bayu menuntunnya ke pintu

" Ada apa Sarah? " tanya Dirga didepan pintu ruangannya

Bayu ikut berdiri dibelakang Dirga.

" Wanita ini mengaku mengenal anda, dia juga membawakan makan siang anda tuan, mana mungkin penampilannya saja sepeti tukang minta sumbangan

Maaf tuan, saya gagal mengusirnya lagipula pipi bagian kanannya lebam begitu, pasti dia sengaja melukai diri untuk membuat kita semua iba, padahal percuma tuan kan tidak bisa melihat." Kata Sarah tanpa berpikir karena pikirannya sudah dibalut emosi.

sadar akan ucapannya yang salah dan menyinggung Dirga, Sarah menutup mulutnya dengan telapak tangan

"UPS, maafkan saya pak,Sa- saya tak sengaja"

"Dirga mengabaikan Sarah

" Kau kah itu bening?" tanya Dirga lembut

" I-I- iya tuan.." sahut bening.

wajah Sarah makin pucat, dia menatap bening tak percaya ternyata gadis itu benar kenalan bosnya.

" Mati aku.." batin Sarah wajahnya memucat.

"Masuklah !" Ajak Dirga mengangsurkan tangan ke arah bening minta bening menuntunnya.

bening menyambut dan ikut masuk keruangan Dirga.

" Maaf soal sekertarisku.." kata Dirga duduk di sofa tamu yang ada diruangan itu.

" Bayu kau boleh pergi " kata Dirga pada bayu

" Baik, Tuan saya permisi"

Bayu pun bergegas pergi dari ruangan Dirga.

Duduklah di dekatku bening.

Bening patuh dia pindah disisi Dirga.

" Apa benar pipimu lebam sepeti kata Sarah? " tanya Dirga mengernyitkan dahi berusaha melihat wajah bening.

" Itu..itu.."

" Katakan jangan membuatku marah!!"

" Ini karena perbuatan Brian kemarin."

Wajah Dirga berubah kaget tentunya.

" Kau..kenapa kau diam saja? tak bilang apa-apa kemarin? kenapa semua diam tak ada yang memberi tahu aku ?" kata Dirga kesal

" Maaf tuan, aku yang meminta mereka merahasiakannya

" Tapi kenapa Bening?"

" Aku tak ingin Anda merasa bersalah."

" Tapi semua terjadi karena aku yang tak bisa melindungimu..?"

" Tidak apa-apa tuan aku yang ceroboh" kata Bening.

Dirga menjulurkan tangan

"Tunjukan padaku dimana lebam biru itu."

Dengan ragu-ragu bening mengambil telapak tangan Dirga membawanya pada bagian yang sakit.

"Seluruh pipi bagian kanan membiru tuan."

Dirga menyentuh menyusurinya perlahan.

"Apakah semua bagian yang kusentuh ini?" Tanyanya dengan tatapan lembut sekali

Bening mengangguk

Dirga melanjutkan telusurannya.

Bening memejamkan mata dengan jantung berdebar.

entah mengapa sentuhan Dirga selalu memberi getaran ditubuh Bening.

Dia terhanyut.

" apakah sakit? tanya Dirga lembut.

Bening menggeleng.

Dirga mendekatkan wajah dan mencium bagian lebam kebiruan diwajah Bening

" Tuan apa yang anda lakukan?" kaget Dan dia berusaha menghindar.

Dirga menahan wajah Bening.

"Biarkan aku menebus kesalahanku bening..."

berkata dengan tatapan yang sangat lembut, Dirga tak mau berhenti mengelus kulit bening yang terasa halus di jarinya. sesekali dia mencium lembut wajah itu

Bening meresapi sentuhan Dirga dengan mata terpejam.

Bukanya merasa cukup dirga mengambil kesempatan lain, dengan menempelkan bibirnya pada bibir Bening.

kesempatan dalam kesempitan

Bening tak menduga jika Dirga akan mengulangi kembali mencium bibirnya.

Bening meronta berusaha melepaskan diri.

Dirga tak bisa melepaskan kesempatan

dia menarik paksa kepala bening menahannya untuk memperdalam ciuman.

Dia ******* bibir bening penuh nafsu.

" Emhhh..." Bening melenguh memaksa, menjauhkan kepalanya dari wajah Dirga.

karena hasratnya tak terpenuhi

geram Dirga mengigit bibir bening.

" Aaw...! " Gadis itu menjerit kaget.

"kenapa mengigit bibirku" Kata bening kesakitan mengelus bibirnya.

Dirga melepaskan kepala bening dan bersandar pada sofa dengan frustasi.

mengacak rambut kesal.

" Maaf.." katanya merasa bersalah.

Dirga juga tidak menyangka, kenapa hasratnya sering naik bila berada didekat Bening.

Gadis itu selalu membuatnya nyaman dan tenang sehingga terkadang Dirga merasa perasaanya hanyut begitu saja, tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya secara intim

Kadang kala bila malam tiba,Saat berbaring diranjang Dirga berharap bisa memeluk Bening menyalurkan hasrat nya pada gadis itu.

Rasa bibirnya yang kenyal dan manis terus membekas dalam ingatan Dirga.

Dia suka aroma mawar yang dipancarkan tubuh bening yang lembut juga sifatnya yang malu-malu saat Dirga menyentuhnya.

" Aku pasti sudah gila karena kesepian.." kata dirga

Dirga takut lepas kendali dia tak mau menodai bening.

Dia tahu Bening bukanlah tipe gadis yang ia sukai, Dirga tak mau memamfaatkannya

Bisa saja saat melihat nanti dia akan menyesali keputusannya melibatkan bening dalam hidupnya.

Dirga masih orang yang sama. dia orang bebas tak ingin hidup menoton layaknya para suami istri lainnya.

Bahkan saat bersama Bianca, Dirga pernah punya keinginan untuk tidak memiliki anak.

Anak merepotkan menurut Dirga.

Dia yakin bening bukanlah gadis seperti itu. bening typikal wanita rumahan, istri yang baik dan pasti ingin memiliki banyak anak-anak

Dirga meyakini Hasrat primitifnya muncul, karena dia sudah lama tidak menyentuh wanita, dia yang biasanya rutin bercinta dengan Bianca. kini tak bisa lagi melakukan nya.

namun mengapa terasa berbeda saat bersama bianca dan bening

Hasrat itu juga terasa berbeda.

Bianca hanya memberi kepuasan fisik saja pada tubuh elang.

Mereka saling melengkapi ditempat tidur.

yang ada hanya gairah- gairah liar diantara mereka.

tapi bening.

Mengapa Dirga mendapatkan rasa Aman, disayangi, diperhatikan kehadiran bening membuat Dirga nyaman. Hidupnya jadi lebih berarti dengan hal - hal sederhana yang mereka lakukan bersama.

Jalan-jalan, makan es krim dipinggir jalan sambil mengobrol ringan, duduk berdua ditaman dan semua itu terasa indah dan lebih bermakna.

Bahkan menggenggam tanganya saja membuat Dirga luar biasa bahagia.

"Maafkan aku, aku tak bermaksud menolak, hanya saja aku tak terbiasa, lagipula aku tak ingin terlibat lebih jauh dengan tuan, aku takut sentuhan fisik membuat perasaanku berubah padamu .." Bening menunduk sedih melihat Dirga diam saja bersandar pada sofa dengan memejamkan mata, Bening merasa Dirga sedang merajuk padanya

bukankah lebih baik berterus terang saja daripada nantinya ia terluka.

Dirga membenarkan perkataan bening.

Sadar sekali jika Dirinya masih pria yang menarik bagi wanita. apalagi wanita sepolos bening. sentuhan-sentuhan intim pasti bisa membuat Bening jatuh cinta padanya.

" Siapkan makananku.." Kata Dirga mengalihkan topik.

Bening mengerjap. Dirga sudah duduk tegak menunggu

Istrinya segera menyiapkan peralatan makan serta mengisinya dengan makanan sambil menyebutkan satu persatu menu yang dibawanya. Dirga mendengarnya antusias

saat Bening menyerahkan piring, Dirga menolaknya.

" Suapi aku.." katanya manja pada Bening...

Bening heran namun dia dengan senang hati melakukannya.

" Terima kasih Bening" ucap Dirga bahagia.

Dia berharap bisa menyimpan kenangan manis ini setelah Bening pergi nanti.

1
Nining yuningsih
zceritanya sanggat bagus
Nining yuningsih
asiiik jumpa
Nining yuningsih
munapik akhirnya mengakui mencintai bening
Nining yuningsih
seru suka ceritanya
Atifah Diani
lanjut tttt
limah
🥰
Faizah Izah
aduh Thor ..... kok kisah nya gitu sih! agak mengecewakan, lakinya dah tidur ma cewek lain lagi, kalau dipersatukan lagi Dirga sama bening , harusnya Dirga jangan bersetubuh dengan sonya lah, thor, kalau bikin novel lain jangan yang mengecewakan ya thor
Lianty Itha Olivia
Luar biasa
Yuli Winarsini
kok g nyambung ya critanya
R_3DHE 💪('ω'💪)
Luar biasa
R_3DHE 💪('ω'💪)
ini kasus medis yang unik... 🤔🤔🤭🤭
Nining Chili
bening bodoh
dhaa. made
kenapa gaaa donor mata aja ? kaya masa ga bisa minta donor mata
leni aswita
Buruk
Anonymous
yahh sebenernya dirga redflag bangeet, kenapa malah dijodohin sama bening 😕
Sifrianus Jahamat
so sweet
Sifrianus Jahamat
apa bedanya kamu dgn bianca 🤣🤣🤣
Sifrianus Jahamat
yg sabar
Sifrianus Jahamat
cinta krn harta dan rupa gk akan pernah kekal
Runik Runma
dasar lelaki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!