Sekolah internasional terkenal dijakarta yang bernama Grand Imperial Academy, sedang disibukan dengan kedatangan siswa-siswi baru, yang sedang melakukan masa orientasi.
Anaya menjadi salah satu siswi baru di Grand Imperial Academy, ia bersekolah disana karena ada kedua abang kandungnya dan juga abang sepupunya yang bersekolah disana dan sudah menjadi siswa kelas 12 yang merupakan panitia orientasi juga.
Helga si Ketua OSIS yang tak pernah terlihat senyumannya sedikitpun menjadi icaran banyak siswi di Grand Imperial Academy.
Namun senyum Helga mulai muncul saat ia mulai tertarik dengan Anaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NLiRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TEMAN BARU
"Kan kakak sendiri yang meminta dia untuk mencari pita berwarna hijau, dan untung saya punya makanya saya kasih, kalau tidak kakak mau minta dia cari dimana? " tanya Anaya yang semakin kesal pada kakak senior itu.
"Kamu kenapa salah pakai pita? " tanya Helga pada gadis yang sedari tadi menundukkan kepalanya.
"Ma-maaf kak, dari rumah saya sudah membawa pita berwarna hijau, tapi di perjalanan tadi saya tidak mengaja menjatuhkannya, jadi saya meminjam pita pada murid laki-laki tadi" ucap Gadis itu.
"Lain kali jangan ceroboh" sahut Helga.
"Ambil pita yang dia kasih, dan gunakan dengan benar" ucap Helga lagi.
"Hel, kok gitu sih" ucap Celyn yang gak terima.
"Terus lo berharapnya apa?, cuma gara-gara masalah sepele kita harus ngehukum dia, lagian lo udah minta dia cari pita yang benar dan dia sudah mendapatkan itu" ucap Helga tegas.
"Lanjutin tugas lo, jangan stuck di sini doang" sambung Helga dan langsung pergi dari sana.
Celyn semakin marah, dia menghentak kakinya dan langsung pergi dengan wajahnya yang marah.
"Ayo gabung di sini aja" ajak Anaya yang menarik tangan gadis itu.
"Oh ya, nama kamu siapa? " tanya Anaya dengan ramah.
"Aku Citra Lestari" ucap gadis itu yang bernama Citra.
"Aku Anaya dan ini teman aku Havinka" ucap Anaya.
"Hai Citra" sapa Havinka.
"Hai, Havinka" sahut Citra.
"Yeee kita punya satu lagi teman Inka" ucap Anaya.
"Inka? " tanya Havinka yang kebingungan.
"Tadi kamu bilang boleh panggil terserah" ucap Anaya dengan polos.
"Hahahah, oke oke. Inka noted" sahut Inka.
Setelah pemeriksaan kerapian dan atribut, MPLS kembali di laksanakan.
"Oke kita akan melaksanakan kegiatan MPLS ini selama tiga hari, sebelumnya perkenalkan terlebih dahulu nama gue Helga, gue sebagai ketua panitia dan juga ketua OSIS di sekolah ini" ucap Helga dengan lantang.
"Di samping gue ada kakak- kakak senior lainnya juga, nanti kalian bisa kenalan sama mereka" ucap Helga lagi.
"Untuk hari ini mungkin kita hanya akan perkenalan diri dan juga waktu untuk kalian mendapatkan teman baru terlebih dahulu." ucap Helga lagi.
Kegiatan MPLS berjalan dengan baik setelah perkenalkan diri, dan sudah waktunya untuk istirahat.
Anaya, Havinka dan Citra duduk di pinggir lapangan sambil mengipas-ngipasi dirinya dengan tangan.
"Panas banget" ucap Havinka dengan lemas.
"Iya benar, sumpah ya hari ini tuh matahari kayak di atas kepala kita banget" sahut Anaya yang juga sudah lelah.
"Hahaha, kamu ada-ada aja Ana" sahut Citra sambil menggelengkan kepalanya.
Saat mereka sedang duduk, Farraz datang menghampiri Anaya dan hal tersebut menarik semua perhatian orang-orang yang ada di sana.
"Ini makan dulu" ucap Farraz yang tersenyum manis sambil mengusap lembut rambut Anaya dan membuat semunya terkejut melihat hal tersebut. Pasalnya semua orang tau Farraz salah cowok yang anti dekat dengan cewek kecuali teman-temannya.
"Sialan baru masuk udah kegatelan" ucap Sandra dari jauh.
"Tadi gue juga lihat tuh anak keluar dari parkiran khusus, dan gak lama kemudian ada Farraz, Mahes, dan William juga yang keluar" ucap Ellara.
"Di gilir mungkin" sahut Velly yang tersenyum mengejek.
"Tu anak, benar-benar buat gue emosi. Tadi udah buat gue malu di depan Helga dan sekarang malah nyari perhatian dari Farraz" ucap Celyn yang kesal.
"Udah tenang aja, nanti gue kasih pelajaran" sahut Sandra yang tersenyum licik.
"Pokoknya gue harus buat dia malu di depan semua orang" sahut Celyn.
"Itu siapanya Farraz? " tanya Naina, perempuan yang dekat dengan Farraz.
"Gak ada hubungan, gak usah cemburu" sahut Resta dengan santai.
"wuuu sialan lo" Naina yang kesal.
"Ini Flo kemana sih? " tanya Naina.
"Ke toilet" sahut Resta lagi.
Disisi lain Sandra dan Velly menghampiri Anaya dan teman-temannya.
"Hai murid baru" ucap Sandra.
"Ada apa ya kak? " tanya Havinka.
"Lo di tunggu Farraz tuh di taman belakang" ucap Sandra.
"Untuk apa kak? " tanya Anaya yang kebingungan.
"Mau ngasih sesuatu" sambung Velly.
"Aneh, perasaan tadi baru ngasih roti dan minum" ucap Anaya yang heran.
"Udah deh cepat sana, gue gak mau nanti Farraz marahin gue cuma gara-gara lo gak datang" ucap Sandra lagi.
"Oh oke kak, makasih" sahut Anaya yang berdiri dari duduknya dan menuju ke halaman belakang.
"Anaya, jangan lama-lama, 15 menit lagi kita harus baris di lapangan lagi" ucap Havinka.
"Oke Inka, aku gak lama kok" ucap Anaya yang berlari.
Sandra dan Velly tersenyum licik. Sandra mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Ellara dan Celyn.
Isi pesan : Target sudah mendekat kesana, tinggal tugas kalian.
Ellara dan Celyn yang mendapat pesan itu langsung tersenyum dan bersiap-siap menunggu
"Siap-siap Ell" ucap Celyn.
Saat Anaya tiba di sekitar tangga, tiba-tiba air tumpah ke atasnya sehingga membuat dia terkejut.
byurrrrrr "Ahhh" teriak Anaya yang terkejut.
"Siapa yang iseng gini" teriak Anaya yang melihat keatas namun tak ada orang.
"Ihhh gak boleh bercanda kayak gini, gak sopan" teriak Anaya lagi yang bajunya dan rambutnya sudah basah kuyup.
Melihat tak ada orang satupun, Anaya kembali berjalan menuju ke taman belakang sekolah.
Sesampainya di taman belakang Anaya tak melihat keberadaan abang, hal ini membuat ia yakin bahwa ia sedang dikerjain oleh kakak kelasnya, namun ia bingung apa kesalahannya sehingga ia dikerjai seperti ini.
Anaya berlari kembali menuju lapangan karena tak mau telat. Sesampainya di lapangan Anaya sudah melihat semua orang berada dalam barisan masing-masing, dan yah Anaya telat, padahal ini masih jam istirahat.
"Heh, mau kemana lo? " tegur Celyn yang melihat Anaya yang mau masuk ke barisan.
"Mau masuk ke barisan kak" sahut Anaya yang sudah di tatap oleh semua murid baru.
"Lo tau gak udah telat, masih aja mau masuk barisan" ucap Celyn lagi.
Anaya melirik ke semua arah di lapangan dan belum ada panitia MPLS lainnya disana, hanya ada Celyn, Velly, Sandra dan Ellara.
"Tapi kak ketua penantian juga belum ada di lapangan dan ini masih jam istirahat kan" ucap Anaya sambil melihat kearah jam ditangannya.
"Jadi kalau ketua panitia gak ada lo bisa seenaknya telat, dan ini sengaja dipercepat supaya cepat kelar" bentak Ellara.
"Lo udah telat, itu namanya gak disiplin, dan lo harus di hukum" ucap Velly yang menghampiri Anaya
"Tapi saya telat juga karena kakak kan, kakak yang minta saya ke taman belakang ka... " ucap Anaya yang lansung disela oleh Sandra dengan sebuah tamparan.
"Plakkkkkk" suara tamparan keras membuat semua orang terkejut, Havinka langsung menghampiri Anaya yang tubuhnya sudah gemetar.
"Kak kok kalian semua main nampar orang gitu aja sih" ucap Havinka yang marah.
"Lo jangan ikut campur" ucap Sandra.
"Jangan mentang-mentang kalian senior, kalian bisa seenaknya" ucap Havinka yang semakin marah.
"Jadi lo mau apa?, lo mu gue tampar juga" bentak Sandra.
"Coba aja kalau berani" tantang Havinka.
"Inka jangan" ucap Anaya capet karena malu menjadi sorotan semua orang.
"Anaya kamu gak salah, mereka yang minta semua peserta MPLS untuk kembali ke barisan padahal kita masih punya 10 menit lagi waktu istirahat" ucap Havinka.
"Itu benar" sahut Citra yang menghampiri Anaya dan Havinka