menceritakan sebuah kisah pertemuan yang tidak pernah diharapkan kedua belah pihak, pertemuan pertama kali yang membuat mereka terikat dalam sebuah ikatan cinta.
namun sebuah takdir yang tidak bisa dikatakan sebuah takdir baik.
pertemuan antara kedua manusia dengan sisi yang berbeda, akankan mereka bisa tetap bersama?
Aster dan Sisi gelap.
A Story of universal Valery Luv
jangan lupa follow akunku ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Valery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 - encounter
beberapa hari kemudian ....
Valery kembali menjalani kehidupannya yang normal setelah selama dua hari dia dikurung dalam rumah Woojin, pria menyebalkan itu melarang Valery untuk melangkah keluar dari rumah, dia bahkan mengunci pintu dan mengurus Han untuk terus mengawasinya. untung saja ada Justin yang terus menemaninya saat Valery bosan didalam rumah, bahkan pria itu sampai mengajak Valery Video Call untuk mengusir rasa bosannya.
Hari ini Valery sudah bisa kembali bekerja, dia sangat merindukan pekerjaannya, dia mencoba memakai pakaian yang menurutnya jika terlalu formal dan juga mencolok, dia memilih kemeja berwarna peach dan untuk celana dia memilih celana bermodel yang agak kecombrang dengan warna coklat susu, dia menatap dirinya di cermin pakaiannya sangat cocok untuk dirinya dia terlihat lebih seperti wanita dewasa pada umumnya dengan kemeja yang dimasukan kedalam celana dan membiarkan dua kancing kemeja atasnya terbuka.
setelah itu dia mulai merias dirinya, Valery memilih untuk merias wajahnya dengan make up yang sederhana seperti wanita korea pada umumnya, kali Valery ingin menguncir rambutnya sebagian dan sebagian lainnya dibiarkan terurai.
“kenapa tidak dari dulu aku berpenampilan seperti ini? aku menyukai diriku yang terlihat sederhana namun elegan”
Dan terakhir Valery memakai parfume pada tubuhnya, mengambil tas yang selaras dengan pakaian, dan memakai sepatu biasa tanpa adanya heels, Valery bukan wanita yang suka memakai sepatu tinggi, dia lebih menyukai sepatu yang nyaman untuk dipakai.
Valery mulai melangkah keluar dari kamar, dia berjalan santai di arah dapur untuk mengisi perutnya sebelum beraktivitas diluar rumah, itu juga sudah menjadi kebiasan yang Valery lakukan, saat kakinya sudah menyentuh dapur, Valery melihat Woojin yang sedang menikmati sarapan paginya dan tentu saja dengan seragam kerja yang sudah melekat di tubuhnya.
Woojin, pria itu tak berkedip sedikitpun saat melihat Valery yang begitu cantik hari ini, aura yang dipancarkan dari wanita itu saat berbeda dari biasanya, itu membuat Woojin sampai tidak fokus saat dirinya tidak sadar jika gelas susunya sudah terisi penuh karena terlalu fokus menatap Valery yang kini sedang berjalan mendekatinya.
“Tuan Woojin, susumu”
Woojin yang mendengar itu langsung menatap pada gelas yang sudah meluber hingga membuat meja makan itu dipenuhi dengan tumpahan susu, dia segera mencari tisu untuk membersihkan meja makan.
“kau yang membuat sarapan ini?” Valery bertanya, matanya terus menatap pada meja yang sudah disajikan berbagai jenis makanan seperti roti bakar dengan selai coklat, ada sandwich juga disana, ada sekotak sereal dan sekantong susu, dan juga ada roti bakar dengan telur dadar yang ada diatasnya.
“Ya, aku tak tahu apa yang biasa kau makan saat sarapan, kamu bisa memilih sendiri” Ucap Woojin, pria itu masih sibuk dengan urusannya yaitu membersihkan meja makan.
Valery hanya diam, dia memilih untuk mengambil sandwichs sebagai menu makan sarapannya, dia tidak terlalu menyukai sarapan dengan telur dan juga sereal, tapi untuk susu Valery tak akan menolaknya.
“hari ini kamu ingin berangkat denganku?”
setelah selesai dengan urusannya, Woojin kembali menikmati sarapannya dengan sereal dan susu, dia terus menatap Valery yang sedang menikmati makan yang dia buat, ada rasa senang saat melihat Valery yang sudah tak memarahinya lagi.
“Hm ... baiklah, aku tak masalah”
mereka berdua saling menikmati sarapannya mereka, tak ada satupun untuk melanjutkan pembicaran lagi, kedua hanya fokus pada utusannya masing-masing.
setelah selesai minum susu, Valery memilih untuk mengeluarkan ponselnya, karena sedari tadi ponselnya terus bergetar dan cukup mengganggu Valery.
By : Justin
'kamu akan berkunjung ke cafeku hari ini?'
By : Valery
'aku akan berkunjung ke cafemu, saat aku sudah selesai dengan pekerjaanku, mungkin aku baru bisa berkunjung pada sore hari'
by : Justin
'aku akan menunggumu, kabar diriku jika kamu ingin berkunjung, sampai jumpa, semangat untuk pekerjaanmu hari ini Valery'
tanpa sadar Valery tersenyum saat membaca pesan yang Justin kirimkan, pria itu sangat manis sama seperti dulu, Valery tak membalas pesan itu, dia meletakkan ponselnya di meja dan memilih untuk merapikan meja makan, dia juga mencuci piring yang digunakan mereka tadi saat sarapan.
Woojin, pria itu kini sudah kembali dari ruangannya, baru saja dia ingin merapikan meja makan, dia dikejutkan dengan Valery yang sudah merapikannya terlebih dahulu, entah kenapa rasanya Woojin ingin sekali melingkarkan tangannya ke pinggang mungil iti dan menyandarkan kepalanya pada pundak yang kini sedang sibuk mencuci piring.
Woojin memutuskan untuk mendekati Valery, memeluk wanita itu dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu Valery, dia sesuai dengan keinginannya.
dan Valery benar-benar terkejut dengan apa yang Woojin lakukan padanya saat ini, mereka ini mirip seperti mereka adalah sepasang suami istri yang sedang menikmati indahnya hidup bersama, Woojin juga saat posesif memeluk Valery, dia mencium leher Valery dengan sengaja!
“Apa yang sedang kau lakukan? menjauhlah! itu membuatku terganggu untuk menyelesaikan ini”
“aku selalu menyukai aroma parfummu Valery”
dengan sekali tarikan, tubuh Valery sudah berada di hadapan Woojin, pria itu kembali melingkarkan tangannya di pinggang Valery, menariknya untuk menepis jarak diantara mereka.
Valery menatap Woojin dengan perasaan bingung, apa yang ingin pria ini lakukan, kenapa tatapannya berbeda dari biasanya? tatapan itu sangat lembut dan juga menyenangkan untuk dilihat.
dari belakang punggung Valery, tangan Woojin menyelinap ke atas hingga berhenti di kepala Valery, Woojin memiringkan kepalanya dan mencium bibir Valery dengan sangat lembut dari biasanya, ciuman ini terasa seperti pria ini merindukan Valery.
hingga lima menit berlalu, dengan posisi yang masih sama, Woojin mulia melepaskan ciuman itu dan menatap bingung pada apa yang telah dilakukannya tadi, lagi-lagi penyakit itu kambuh di saat dia berhadapan dengan Valery.
“maaf, aku akan menyiapkan mobil dulu”
dengan gugup Woojin melepaskan pelukannya, dia sedikit menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan mulai melangkah meninggalkan dapur dengan cepat.
Valery, wanita itu hanya terdiam disana, dia menarik nafas dan membuangnya, hal itu terus dia lakukan hingga jantung kembali stabil, apa yang pria itu lakukan adalah hal yang tak pernah Valery perkirakan sebelumnya, dia menyentuh bibirnya dengan bingung, bibir itu masih terasa panas dengan jejak Woojin yang masih ada.
'ini tak baik untuk jantung dan juga diriku, aku harus menjaga jarak pada pria itu'
Valery segera berjalan mendekati kursi yang tadi dia duduki, dia mengambil tas dan berjalan meninggalkan dapur, menuju keluar rumah.
sesampainya di depan pintu rumah, Valery melihat mobil Woojin yang sudah terparkir di sana, Han yang ada di depan segera membukakan pintu untuk Valery.
Valery menatap Woojin yang seperti mengalihkan pandangan dari Valery, pria itu bahkan tak memperdulikan Valery yang sudah ada di sampingnya, dan tak lama kemudian mobil itu mulai meninggalkan rumah.
'kenapa pria ini cepat berubah-ubah sikapnya, saat aneh'