NovelToon NovelToon
Hanya Ingin Di Hargai

Hanya Ingin Di Hargai

Status: tamat
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.8
Nama Author: IPAK MUNTHE

Tidak ada manusia yang ingin gagal dalam membina rumah tangga, begitu pun aku. Ku berikan seluruh cinta ku, perasaan ku pada suami ku.

Namun semua yang ia katakan ternyata hanya iming-iming saja, tanpa ada yang menjadi nyata.

Aku hanyalah manusia biasa, dan perlahan cinta ku hilang terkikis habis oleh setiap air mata yang aku keluarkan karena kecewa. Bahkan pintu hati ku pun sudah ku tutup dengan begitu rapi untuk nya.

Lantas bagaimanakah dengan Devan? karena setelah Hanna menyerah dalam mempertahankan rumah tangga nya ia pergi dengan membawa Derren dan janin yang masih ia kandung.

Akankah Devan bahagia dengan kepergian Hanna? Atau Devan justru berubah menjadi gila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian

Devan memijat keningnya, yang tengah duduk di ruang kerjanya merasa pusing mengingat rumah tangganya tidak sesukses karirnya dalam dunia bisnis.

Tok tok tok.

Terdengar suara ketukan pintu, dan kemudian gagang bergerak hingga Sarah masuk ke ruang kerja Devan.

"Dev, Mama masuk ya Nak," kata Sarah.

Devan yang mulai menyadari ada Mamanya mulai membenarkan duduknya, "Iya Ma," jawab Devan.

Sarah masuk dan ia kembali menutup pintu dengan rapat, setelah itu Sarah berjalan menghampiri Devan.

"Ada apa Ma?" tanya Devan, ia tahu pasti Mama Sarah sedang ingin berbicara penting dengan nya. Hingga ia di hampiri seperti ini.

"Mama harap kamu tidak marah, tapi Mama hanya mengingatkan tentang perjanjian awal saat kamu menikah lagi," kata Sarah.

Devan langsung menatap Mama Sarah dengan serius, rasanya ia belum siap untuk mendengarkan masalah itu.

"Lain waktu saja Ma," tolak Devan, karena ia sedang tidak ingin di ganggu.

"Iya sudah," Sarah menunduk kecewa, kemudian ia berniat pergi.

"Ma," dengan cepat Devan menghampiri Darah, dan Devan tidak bisa melihat wajah Sarah murung. Dengan perlahan Devan membawa Sarah untuk duduk di sofa, dan keduanya saling berhadapan, "Mama mau bicara apa?" tanya Devan.

Sarah menatap Devan, "Kamu tidak mengingkari perjanjian kita dulu kan Nak?" tanya Sarah.

Devan menunduk, rasanya sangat sulit sekali menjelaskan pada Mamanya untuk perasaan kini.

"Nak," Sarah memegang lengan bagian atas Devan, "Mama tidak pernah meminta hal lain dari kamu, dan untuk kali ini saja Mama mohon....tolong kamu jangan pernah berpikir berpisah dari Diana," Sarah tertunduk dan menitihkan air mata.

Devan menangkup wajah Mamanya, dan mengusap air mata itu, "Jangan menangis," sungguh Devan sangat tidak bisa melihat tangisan Sarah.

"Diana sudah menolong Mama Dev, dia hidup dengan satu ginjal karena menyelamatkan nyawa Mama....." kata Sarah lagi mengingat bertapa Diana begitu baik dan berjasa, "Mama mohon tetap bertahan dengan Diana, karena perjanjian awalnya memang begitu kan Nak?"

Flashback on.

Saat itu pernikahan Diana dan Devan sudah berumur tiga tahun, selama tiga tahun menikah keduanya belum juga di karunia anak. Dan saat itu Adam Agatha Sanjaya juga tidak ingin meneruskan bisnis keluarga, hingga Agatha yang tengah berkabut amarah memaksa Devan untuk segera memberinya seorang cucu agar ia bisa mewariskan seluruh kekayaan nya pada cucunya. Tidak perduli laki-laki atau perempuan bagi Agatha sama saja, yang terpenting Devan memberinya seorang cucu.

"Devan, kau harus memberikan seorang pewaris di keluarga Sanjaya!" tegas Agatha.

Sarah, Diana, dan Devan hanya diam dan mendengarkan setiap apa yang di katakan oleh Agatha. Karena mereka merasa saat itu Agatha tengah berkabut emosi karena Adam yang sudah tidak ingin menjadi bagian keluarga Sanjaya. Namun ternyata tidak setelah satu Minggu berlalu Agatha kembali mengatakan jika ia menginginkan seorang pewaris, karena Agatha takut bila Devan juga nantinya sama seperti Adam yang hidup semaunya sendiri. Hingga Agatha menekan Devan.

"Kalau sampai satu bulan ini Diana belum mengandung pewaris keluarga Sanjaya, maka pilihannya ada dua, pertama dia harus bercerai dari Devan dan kedua dia bersedia memiliki madu!" tegas Agatha yang duduk di kursi meja makan.

Deg.

Diana sangat kaget dengan apa yang dikatakan oleh Papa mertuanya, kedua pilihan itu tidak ada yang menguntungkan nya. Ia tidak ingin bercerai dari Devan, dan ia juga tidak ingin dimadu.

"Papa," Sarah tanpaknya tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Agatha, "Diana pasti memberikan kita cucu, sabar dong Pa," Sarah berusaha untuk membujuk suaminya. Tapi sepertinya cukup sulit karena Agatha hanya ingin dengan apa yang ia inginkan.

"Aku tidak mau dengar tidak! Kalau tidak bisa kalian semua boleh keluar dari rumah ini!" tegas Agatha dan ia pergi begitu saja.

Sarah tidak berani lagi berbicara, Agatha bila sudah marah sulit sekali untuk bisa di kendalikan.

"Ma, Diana nggak mau cerai sama Devan," kata Diana dengan bersimbah air mata, masuk menjadi bagian keluarga itu saja sudah sangat sulit. Lalu kini ia keluar begitu saja dengan mudah nya, tentu saja ia tidak akan mau.

"Iya, Mama ngerti....kita cari jalan keluarnya," kata Sarah berusaha meyakinkan Diana, "Semua akan baik-baik saja."

Dua hari berlalu, Sarah dan Diana datang ke ruang kerja Devan.

"Devan Mama mau bicara," ujar Sarah memecahkan keheningan.

"Iya Ma," Devan tidak lagi melanjutkan pekerjaannya, karena Mamanya ingin berbicara.

"Mama mau kamu menikah lagi," kata Sarah dengan seketika.

Devan cukup terkejut dengan apa yang di katakan oleh Mamanya, tapi tidak tampak oleh orang lain. Karena ia tetap terlihat tenang dan menunggu kata selanjutnya yang akan di katakan oleh Sarah.

"Kamu akan menikah dengan wanita pilihan Mama, tapi dan wanita itu akan Mama bayar dengan perjanjian setelah anak itu lahir dia harus pergi jauh," kata Sarah.

Seketika Devan mengingat wanita yang ia tolong siang tadi, di mana wanita berhijab itu terjatuh di got dan tidak bisa keluar. Hingga ia menolongnya.

"Devan!" Diana memanggil suaminya, karena perlahan ia sadar jika Devan tengah memikirkan sesuatu.

"Devan akan menikahi wanita lain, tapi tidak dengan wanita pilihan Mama itu," ujar Devan.

"Tidak bisa, Mama hanya ingin kamu menikah dengan wanita pilihan Mama....Mama tidak mau kalau nantinya ada masalah.... karena wanita ini sudah Mama pastikan bisa bekerja sama dengan baik," kata Sarah menolak tawaran Devan.

"Tidak Ma, wanita itu masih terlalu lugu dan dia juga hanya gadis biasa yang tidak memiliki kekuasaan....dia tidak akan bisa melakukan apapun, untuk kali ini Devan harap Mama setuju...." kata Devan lagi meyakinkan Mamanya.

"Tidak! Mama takut nantinya kamu malah meninggalkan Diana....dan kalau itu terjadi Mama bunuh diri saja!" jawab Sarah.

"Mama bicara apa?" tanya Devan.

"Adam sudah pergi dan tidak menyanyi Mama, kamu juga nantinya pergi lalu apa lagi? Mama tidak akan bisa hidup tanpa anak-anak Mama..." kata Sarah mengataknnya dengan sedih, sebab memang itulah yang ia rasakan. Ia sangat takut Devan pun pergi.

"Mama tidak boleh bicara begitu, tolong kali ini saja Ma....beri Devan kepercayaan...."

Sarah menatap Diana yang berdiri di sampingnya, kemudian menatap Devan kembali, "Baik, tapi ingat Devan dia harus segera memberikan mu anak dan setelah anak itu lahir orang-orang hanya boleh tahu jika itu anak mu dan Diana!" tegas Sarah.

Devan mengangguk, entah mengapa ada rasa bahagia saat mengingat wajah Hanna tidak perduli dengan badai yang tengah menantikan. Tapi mulai saat itu ia memulai permainan dengan menciptakan seolah mereka bertemu kembali karena kebetulan, sebenarnya tidak semua sudah di susun rapi oleh Devan.

Flashback off.

1
MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal
😁🥰
𝓐𝓻𝓿𝓪
Luar biasa
sherly
rasakan kamu Dev, tp kayaknya Adam hanya bersandiwara deh biar si Dev jujur kalo Hanna tu istrinya juga
sherly
pak dokter tukang gombal juga ga
sherly
Luar biasa
sherly
kapok kamu Diana dan Devan itu balasan atas smua sakit hati hanna
sherly
culik aja anakmu trus kabur
sherly
jahat ya kalian, hrsnya kalian kasi tau dr awal bahwa hanna hanya istri kontrak.. malang betul nasibmu han
Zeus Zera
devan itu lelaki bekas kos. Hana bisa balik lagi. minimal Hana jdi bekas orng lain juga la... jangan seolah2 wanita itu kodratnya menerima lelaki bekas
Mbing
ayo berjuang dong devan
Runik Runma
minggat aja han
samsiah binti beddu Beddu
lanjut
she_cookiez
kok aku ga paham part ini
Mbing
aduh Thor, jantung rasanya kaya roller coaster baca cerita ini. embuh gmn jantung ky roller coaster aku jg gak tau. yg pasti emosi Thor bacanya, tapi seeruuuu 🥰🥰
Fahmi Fahmi
🤣🤣🤣🤣🤣
Meny Djaulu
agatha?ko jadi nama perempuan.kenapa ga mursid sanjaya atau mahmudin sanjaya.
Irtahani Irtahani
lanjut kk
Rahma biyan
Luar biasa
Suyatik
jadi cuma sekian kusahnya adam dan kinan thor.. agak kecewa thor/Pray/
Nani Widia
cerita ya bagus sedih Devan kejem banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!