NovelToon NovelToon
Obsesi Teman Papa

Obsesi Teman Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Cinta pada Pandangan Pertama / Beda Usia / Duda / Cintapertama
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Zhahra Putri

Kisah cinta pandangan pertama seorang pria dewasa kepada gadis muda, yang merupakan anak dari teman baiknya, dan berakhir menjadi obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhahra Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Muncul

Hal yang memalukan terjadi di tengah kerumitan percakapan mereka berdua. Keisya datang bulan, disaat yang tidak tepat. Karena di luar prediksi dan tidak memiliki persiapan, alhasil mengenai celana sampai terlihat oleh Bastian.

Mana celananya berwarna cerah, membuatnya begitu kontras hanya dalam sekali pandang.

Sangat memalukan.

"Ga mau tahu, pokoknya Om harus tanggung jawab"

Sekarang ia tahu kenapa sebelumnya dia begitu emosional, ternyata ini masalahnya. Jika dipikir pikir lagi, harusnya Keisya cukup marah saja kan, tidak perlu ada adegan menangis segala. Mana sampai merajuk seperti anak kecil dan mengigit tangan Bastian hingga berdarah.

Itu bukan salahnya yang terlalu lebay, tapi hormonnya yang selalu tidak menentu jika tamu bulanannya datang.

"Mau saya nikahi sekarang?"

Keisya berdecih, "Bisa serius dikit ga Om?"

Bastian tersenyum tipis, "Saya sangat serius, Kei"

Wajah Keisya tampak semakin kesal. Dari caranya menatap sekarang, seolah dia akan mencakar muka Bastian.

Sebelum tanduk keluar dari kepala Keisya, Bastian lebih dulu berbicara. "Kamu tunggu disini sebentar"

Keisya menahan tangan Bastian, "Om mau apa?"

"Membelikan kamu pembalut, celana sama celana dalamnya. Ada yang salah?" jawabnya begitu santai, seolah dia sudah melakukan hal yang tepat. Tidak seperti Keisya yang membuka mulutnya, tercengang dengan jawaban yang di dengarnya.

Apa katanya? Celana dalam? Untuknya, po begitu?

"Yang bener aja, Om. Bukan itu maksud aku"

"Terus saya harus apa?" Untuk pertama kalinya Bastian tidak tahu harus berbuat apa. Selama ini dia selalu cepat menangkap maksud dari lawan bicaranya dan akan langsung bertindak tanpa mempedulikan pendapat orang lain.

Tapi di depan gadisnya, semuanya berubah. Bastian seolah tak mengenali dirinya sendiri.

Kekuatan cinta memang sebesar itu pengaruhnya.

"Harusnya aku masih ada kelas satu kali lagi. Tapi aku ga mau masuk dengan keadaan begini. Jadi Om harus tanggung jawab buat izinin aku sama dosen itu buat ga masuk kelasnya" Dosennya yang satu itu sangat galak. Selain keadaan benar-benar darurat, mahasiswa tidak di izinkan membolos saat kelasnya.

Dan dosen itu jugalah yang sebelumnya diperintah Bastian untuk memanggilnya, termasuk ruangan yang sedang mereka tempati saat ini.

Bastian mengangguk kecil "Itu mudah. Lalu apa lagi yang harus saya lakukan?" Seorang Bastian menawarkan diri untuk di repotkan? Jika ada orang yang mengetahui hal ini, mereka pasti menganggap Bastian sedang kesurupan.

Keisya menunjuk sesuatu, "Pinjemin aku jas, buat nutupin belakang aku"

Bastian menoleh ke arah sofa, dimana jas mahal miliknya tersampir. Tanpa ragu dia mengambilnya sebagai bentuk persetujuan atas permintaan gadisnya. Bukan hanya itu, Bastian juga berlutut dan melilitkan jas miliknya pada pinggang Keisya, dan mengikat bagian lengan jasnya di depan perut.

"Begini?" dia mendongak, melihat gadisnya pun sedang menunduk melihat ke arahnya.

Posisi itu kembali bertahan untuk beberapa saat, sebelum akhirnya pecah begitu Keisya berkata sesuatu.

"Om selalu seperti ini sama istri Om dulu?"

Bastian tidak menduga akan mendengar pertanyaan ini dari gadisnya.

"Mungkin kamu tidak akan percaya mendengarnya" Bastian berdiri, lalu melanjutkan. "Saya bukan orang seperti Papa kamu yang romantis dan perhatian sama pasangan. Saya cuek, dan tidak suka berbasa basi"

"Jadi jawaban untuk pertanyaan kamu adalah, tidak pernah"

\=\=\=\=\=

Gara-gara ucapan Bastian, Keisya jadi penasaran dengan kehidupan rumah tangga pria itu dulu dengan mantan istrinya. Jadi setelah berpikir panjang, dia memutuskan untuk bertanya pada Papanya.

"Kenapa tiba-tiba penasaran sama hal ini?" Gunawan bertanya heran.

Benar juga.

Dia lupa memikirkan alasan atas kekepoannya ini.

Keisya tersenyum kaku, "Anak kampus sering gosipin Om Bastian. Sebagian dari mereka sering tanya aku setelah tahu Om Bastian temenan sama Papa. Aku akhirnya kepo sendiri, pengen tahu gimana Om Bastian sama mantan Istrinya dulu"

Jawaban Keisya tidak membuat Gunawan menaruh curiga. Apalagi setelah akhir akhir ini Bastian memang sering mendatangi universitas tersebut. Kehadirannya di sana sudah pasti mengundang banyak perhatian para mahasiswi.

"Setahu Papa, Om Bastian sama mantan istrinya itu korban perjodohan keluarga. Sejenis pernikahan bisnis. Mereka tidak dekat sebelumnya, tapi tiba-tiba harus terikat oleh status pernikahan yang mengharuskan mereka tinggal satu atap"

"Dulu Om Bastian sering cerita, kalau pernikahannya sangat buruk. Dia yakin kalau pernikahan mereka ga bakal bertahan lama."

Keisya mendengarkan. Sedikit banyaknya dia paham alasan Bastian mengatakan hal itu. Tapi dia masih heran, sekaligus bingung. Jika alasan perceraian karena tidak ada rasa suka, bagaimana bisa ada Haikal dan David?

Apa karena Bastian mabuk dan tidak sengaja melakukan itu?

Atau karena faktor terbiasa akan kehadiran satu sama lain, mereka menjadi lebih harmonis seiring berjalannya waktu?

Lalu terjadi kesalahpahaman, sampai akhirnya mereka bercerai, dan Bastian membenci mantan istrinya?

Seperti di drama saja.

"Waktu itu Papa yakin sama ucapan Bastian, kalau mereka pasti bakal segera berpisah. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Mantan istri Bastian justru hamil tidak lama setelahnya"

"Papa sempat mengejek dia" Gunawan tersenyum kecil, mengingat bagaimana dia mengatai Bastian yang sangat plin plan itu. Namun tidak lama ekspresinya berubah saat dia kembali menambahkan "Tapi responnya buat Papa bingung. Bastian jauh lebih pendiam dan menutup tentang rumah tangganya dari dunia luar. Termasuk sama Papa sendiri"

"Dan itu berlangsung selama bertahun tahun. Sampai akhirnya anak kedua lahir"

Keisya semakin paham alasan kenapa Papanya tidak terlalu mengenal Haikal dan David.

"Selama itu banyak gosip yang beredar tentang keluarga Bastian"

"Gosip apa?" tanya Keisya tidak sabaran.

Gunawan terkekeh geli, "Semangat sekali"

Keisya cengengesan, dan Gunawan kembali berbicara sambil menggelengkan kepala, "Papa ga bisa ngasih tahu"

Keisya mendesah lesu. "Yah, kok gitu sih?"

"Bagaimana pun juga itu privasi Om Bastian. Papa ga berhak mengatakan apapun tanpa persetujuan dia"

Harapannya untuk mengetahui masa lalu Bastian, pupus sudah.

\=\=\=\=\=

David membuka maskernya, menatap sekeliling mencari keberadaan seseorang yang sudah dia nantikan pertemuannya sejak lama.

Lama bertahan dalam posisinya, akhirnya dia melihat orang tersebut.

Senyumnya terkembang lebar, selaras dengan langkah kakinya.

"Ibu!" suaranya yang nyaring membuat beberapa orang di sekitar melihat ke arahnya. Namun mereka kembali acuh dan sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

Namun tidak dengan orang yang tidak lain adalah ibu kandung David itu. Wanita berpenampilan glamor itu beranjak dari duduknya, menyambut kedatangan anak kandungnya tersebut.

Mereka berpelukan erat, "Kamu sudah besar sekarang"

Tidak lama pelukan itu terurai. Keduanya sama-sama berpandangan saling menatap penuh rindu.

"Akhirnya ibu datang juga. Aku kangen banget sama ibu"

Wanita itu, dengan senyumnya yang masih bertahan berbicara, "Iya, ibu kembali"

David tampak murung, "Tapi kak Haikal?"

"Nanti biar ibu yang bicara sana Ayah kalian"

1
D_wiwied
pasti dikasih obat tidur lwt air mineral, ya kan om tebakanku bener kan 🤭
D_wiwied
halaah lumayan kan pak dud, jd bs gendong keisya walo cm sebentar🤭
D_wiwied
kenyamanan ya Vid, calon ibu barumu itu.. baru dikejar ma ayahmu, doakan aja bisa segera jd ibumu beneran 😁
Esti 523
baca part ini jd guling2 sendiri ngebayangin nya
Esti Purwanti Sajidin
ahhhh cerdas jg kamu nak memastikan hati nya dulu ya kai
D_wiwied: hmmm gayung bersambut, tp kei masih malu2 utk mengakuinya
total 1 replies
Fitri Widia
Ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!